Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Halal Tourism: A Future Research Roadmap Based on Bibliometric Analysis Supriyadi, Supriyadi; Rahman, Azibur
El-Qist: Journal of Islamic Economics and Business (JIEB) Vol. 14 No. 2 (2024): October
Publisher : Islamic Economics Department, Faculty of Islamic Economics and Business, Sunan Ampel State Islamic University, Surabaya Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15642/elqist.2024.14.2.97-111

Abstract

This research aims to present a systematic literature review of halal tourism using bibliometric analysis to map its conceptual development, research trends, and future research opportunities within the global academic landscape. Drawing on 262 publications from the Scopus database between 2010 and August 2024, the study reveals significant growth in halal tourism scholarship, particularly in the fields of business, management, and social sciences, with Indonesia and Malaysia emerging as the dominant contributors. Through VOSviewer visualization, the analysis identifies leading authors, influential institutions, and recurring thematic clusters. The findings also uncover critical research gaps, notably the underrepresentation of themes such as religiosity, sustainability, policy making, and customer satisfaction in the halal tourism discourse. These gaps signal the need for a multidimensional research approach that includes qualitative perspectives, socio-cultural frameworks, and policy analysis. This study contributes to global knowledge by offering a comprehensive research roadmap that integrates economic, cultural, and spiritual dimensions of halal tourism. It recommends that future research expand into halal ecotourism, tourism management, and traveller behaviour to ensure inclusive and sustainable development of the industry. The proposed agenda serves as a reference point for scholars, policymakers, and tourism practitioners worldwide to align academic inquiry with emerging needs and global market shifts in Muslim-friendly tourism services.
Khauf Perspektif Buya Hamka (Studi Analisis Terhadap Ayat-Ayat dalam Tafsir Al- Azhar) akhidatus, riris; Azibur Rahman
FIRDAUS Vol. 1 No. 1 (2022): Desember
Publisher : FIRDAUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjawab beberapa pertanyaan. Pertama, bagaimana penafsiran Buya Hamka terhadap ayat-ayat khauf. Kedua, bagaimana implementasi khauf perspektif Buya Hamka dalam tafsir Al Azhar. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik telaah dokumen, selanjutnya dianalisis dengan metode deskriptif, analisis, dengan pola pikir deduktif, yakni ayat-ayat tentang khauf yang dikaitkan dengan perasaan seseorang yang sedang gelisah atau takut. Hasil penelitian, menyimpulkan bahwa khauf menurut hamka adalah rasa takut yang timbul karena adanya adzab, siksa dan kemurkaan Allah. Menurut analisis khauf memiliki dua formulasi yaitu khauf positif dan khauf negatif. Problematika yang muncul yakni sebagian orang memiliki perasaan takut yang positif dan takut yang negatif. Khauf positif yaitu rasa takut yang membuat seseorang untuk bersikap hati-hati dalam mengambil segala tindakan. Sedangkan khauf negatif itu rasa takut yang termasuk bagian dari penyakit rohani atau jiwa. Rasa takut seperti itu dapat mengganggu kepribdian seseorang.Dari kesimpulan di atas, diharapkan kepada berbagai pihak untuk mengetahui bahwa formulasi khauf memiliki dua macam sehingga seseorang bisa menepatkan rasa khauf sesuai dengan tempatnya.
Kajian Tafsir Tematik Karakteristik Ibu dalam Al-Qur'an Rahman, Azibur; Bibi Ghoniyah; Rahmawati, Kharolina; al Masithoh, Silvinatin
FIRDAUS Vol. 2 No. 1 (2023): Desember
Publisher : FIRDAUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengetahui tentang konsep dan penyebutan kata yang bermakna Ibu dalam al Quran dengan kajian tafsir tematik. Tafsir tematik memiliki kelebihan dalam mengungkap secara komprehensif istilah dan wacana dalam al Quran. Penelitian ini berbasis library research yang bertumpu pada isitlah Ibu dalam al Qur’an, dengan cara mengumpulkan seluruh ayat yang berkonotasi makna Ibu, yakni kata al-umm, al-walidah yang terdapat dalam penyebutan 39 kali. Pertanyaan sederhana, bagaimana mengetahui karakteristik ibu dalam perspektif kajian tafsir tematik ?. Sosok ibu selalu menjadi hal menarik untuk dikaji karena statusnya yang sangat mulia. Al Quran sebagai kitab suci juga memberikan penjelasan yang utuh tentang figur, keistimewaan seorang Ibu. Berdasarkan pembahasan yang dilakukan, faktor yang mendukung keutamaan seorang ibu muncul dari peranan ibu yang secara langsung mengadakan kontak fisik dengan anak sehingga tercipta hubungan emosional yang kuat antara ibu dan anak. Selain itu, beberapa kisah ibu di dalam al-Qur’an seperti kisah ibu Musa dan ibu Maryam juga mendukung adanya keutamaan yang muncul dari seorang ibu. Al-Qur’an menggambarkannya dengan naluri batin ibu yang khawatir dan gelisah ketika seorang anak terpisah dari ibunya dan juga adanya harapan keselamatan terhadap jiwa anak dan keturunannya melalui doa yang mustajab dari seorang ibu.
DIALEKTIKA STRUKTUR DAN AGENSI: Kontestasi Makna Living Qur’an pada Santri dan Alumni PP. Ar-Riyadhoh Klaten Durrotunavisah El Tsalitsah; Muhammad Ibadurrochman; Azibur Rahman
AL ITQAN: Jurnal Studi Al-Qur'an Vol 11 No 2 (2025): Al ITQAN: Jurnal Studi Al-Qur'an
Publisher : STAI AL-ANWAR SARANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47454/alitqan.v11i2.1186

Abstract

Amid rapid socio-cultural change, the sustainability of Qur’anic memorization beyond pesantren walls remains a critical yet underexplored issue in Living Qur’an studies. This research aims to examine how structural systems shape memorization practices, how actors construct the meaning of Living Qur’an, and how structure–agency contestation emerges in post-pesantren contexts. Employing a qualitative phenomenological design, data were collected through in-depth interviews with students, alumni, and teachers, and analyzed using thematic coding and comparative matrix analysis to identify essential patterns. Findings reveal a direct relationship between institutional structure (scheduled muroja’ah, sima’an partnership, layered evaluation) and the stability of memorization practices within the pesantren. However, an indirect effect occurs when a strong structural dependency weakens self-regulation, resulting in diminished continuity after graduation. The rhetoric–practice gap further shows that “living” the Qur’an is frequently reduced to ritual preservation rather than ethical transformation. Implications highlight the need for transition-oriented pedagogy that gradually shifts external control toward autonomous agency without overstating rejected assumptions about structural rigidity. The study contributes theoretically by advancing an ecological-structurational framework, integrating Bourdieu’s habitus and Giddens’ structuration theory to reconceptualize Living Qur’an as a dynamic interaction between system and actor.
Pembinaan Baca Al-Quran Terhadap Generasi Z di TPA Asrama Pelayaran Desa Gedongombo Kecamatan Semanding Kabupaten Muhammad Suryo Prawibowo; Azibur Rahman
Abdimas Awang Long Vol. 9 No. 1 (2026): Januari, Abdimas Awang Long
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Hukum Awang Long

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56301/awal.v9i1.1824

Abstract

Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan meningkatkan pengembangan kegiatan pendidikan keagamaan dalam Pembinaan Al-Qur'an terhadap Generasi Z yang ada di TPA Asrama Pelayaran Desa Gedongombo Kecamatan Semanding Kabupaten Tuban. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini adalah PAR (Participatory Action Research). Yang memiliki tiga tahapan, dimulai Research yang merupakan tahap identifikasi masalah. Kemudian Action yang merupakan tahap implementasi, terakhir Partisipatif dimana semua pihak terlibat dalam menjalankan program yang ada. Teknik analisis yang di gunakan dalam pengabdian ini adalah evaluasi hasil pembelajaran melalui penilaian individu setelah setiap sesi. Anak-anak di nilai berdasarkan kemampuan membaca al-Qur'an. Hasil pengabdian ini adalah pertama, program kerja berhasil dilaksanakan yaitu di bidang pendidikan agama dalam pembinaan baca Al-Qur’an terhadap Generasi Z sebagai upaya pembelajaran bersama dalam memecahkan permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat. Kedua, pelaksanaan pengabdian tersebut mendapat respon positif dari masyarakat maupun pengurusnya sehingga semuanya berjalan lancar. Ketiga, terdapat output dan outcome seperti, menunjukkan adanya peningkatan minat dan semangat membaca Al-Qur'an, pemahaman dasar metode wafa', tartil, dan terciptanya suasana cinta Al-Qur'an di dalam TPA yang ada di dalam asrama tersebut. Para peserta merasa sangat terbantu dalam mempelajari Al-Qur'an. Orang tua merasa terbantu dalam mendidik, serta terjadi pembentukan karakter keagamaan yang positif di kalangan generasi Z, yang ada di TPA Asrama Pelayaran Desa Gedongombo Kecamatan Semanding, Kabuputen Tuban tersebut.
Pendampingan Metode Tilawati Sebagai Upaya Meningkatkan Hafalan dan Kualitas Bacaan Al-Quran Di TPQ Manarul Islam Malang Rahmania Nurhasanah; Azibur Rohman
Jurnal Masyarakat Madani Indonesia Vol. 5 No. 2 (2026): Mei
Publisher : Alesha Media Digital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59025/t3txag69

Abstract

Permasalahan mitra di Taman Pendidikan Al-Qur’an Manarul Islam Malang berfokus pada rendahnya efektivitas metode pembelajaran dalam memberikan pemahaman hukum tajwid dasar dan kurangnya kontinuitas belajar santri di rumah. Hal ini menyebabkan memori jangka pendek santri terhadap materi mudah luntur dan menghambat progres hafalan. Sebagai solusi, kegiatan pengabdian ini mengusulkan implementasi metode Tilawati untuk menyederhanakan kaidah tajwid melalui pola nada yang interaktif. Tujuan utama kegiatan ini adalah meningkatkan akselerasi kemampuan mengaji serta kualitas hafalan santri secara sistematis. Metode pelaksanaan yang digunakan meliputi tahapan persiapan, tindakan pembelajaran dengan teknik tilawati, refleksi dialektika, dan evaluasi melalui tes awal serta tes akhir.Kegiatan pengabdian ini berlangsung dalam kurun waktu dua bulan. Hasil kegiatan menunjukkan dampak positif yang signifikan, seperti peningkatan hafalan hingga setengah Juz pada santri tertentu dan penguatan kualitas bacaan pada aspek fashofah serta tajwid Meskipun terdapat fluktuasi data kuantitatif yang mengindikasikan proses pengulangan hafalan, program ini berhasil membangun fondasi hafalan yang lebih kuat dan jujur. Kesimpulannya, sinergi metode Tilawati dan pendampingan intensif efektif dalam meningkatkan kompetensi santri sekaligus menumbuhkan kecintaan mereka terhadap Al-Qur’an.
Pengajaran Al Quran Profesional dan Santai Tapi Mendalam Dengan Metode Baca Simak di TPQ Al Islah Panjunan Surabaya Ah Noval Nuri; Azibur Rahman
Jurnal Masyarakat Madani Indonesia Vol. 5 No. 2 (2026): Mei
Publisher : Alesha Media Digital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59025/a4hs6a34

Abstract

Pembelajaran Al-Qur'an di era modern menuntut adanya inovasi metode yang mampu menyeimbangkan ketepatan tajwid dengan kenyamanan psikologis peserta didik. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan mengoptimalkan implementasi metode Baca-Simak dalam pembelajaran Al-Qur'an di TPQ Al-Islah Panjunan Surabaya melalui model pengajaran "Profesional & Santai tapi Mendalam". Pendekatan yang diterapkan berupaya mematahkan stigma bahwa pembelajaran Al-Qur'an yang disiplin identik dengan suasana kaku dan menegangkan. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap proses pembelajaran yang berlangsung. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa metode Baca-Simak yang diterapkan di TPQ Al-Islah tidak hanya menekankan kemampuan verbal santri dalam membaca Al-Qur'an di hadapan ustadz/ustadzah, tetapi juga secara simultan melatih ketajaman pendengaran, konsentrasi, dan empati santri lain melalui proses menyimak secara aktif. Sinergi antara profesionalisme pengajar dan suasana humanis yang tercipta terbukti mampu meningkatkan motivasi belajar, mengurangi kecemasan santri, serta mempercepat penguasaan bacaan Al-Qur'an secara tartil dan berkesinambungan. Kegiatan pengabdian ini diharapkan dapat menjadi model alternatif yang replikatif bagi lembaga pendidikan Al-Qur'an lainnya dalam menciptakan ekosistem belajar yang efektif sekaligus menyenangkan.
Resepsi Bacaan Ghorib Isymam Riwayat Hafs dalam Tradisi Living Qur'an: Studi pada Pondok Pesantren Maritim Tuban Muhammad Suryo Prawibowo; Azibur Rahman
Ta’wiluna: Jurnal Ilmu Al-Qur'an, Tafsir dan Pemikiran Islam Vol. 7 No. 2 (2026): Ta’wiluna: Jurnal Ilmu Al-Qur’an, Tafsir dan Pemikiran Islam
Publisher : Lembaga Penelitian, Penerbitan dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP3M) IAIFA Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to analyze the practice of Ghorib Isymam recitation in the Hafs narration within the tradition of a coastal Islamic boarding school and to explore students' understanding, perceptions, and experiences from the perspective of Living Qur'an. The research employed a qualitative approach using a case study design at Pondok Pesantren Maritim Tuban. Data were collected through participant observation, semi-structured interviews, and documentation, and were analyzed using the interactive model of Miles, Huberman, and Saldaña, including data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings reveal that Isymam recitation is understood not merely as a technical rule of qira'at, but also as a symbol of scholarly depth, the continuity of Qur'anic transmission (sanad), and the religious identity of the students. Learning through talaqqi and musyafahah methods fosters religious experience, discipline, accuracy, and respect for teachers as part of the transmission of Qur'anic knowledge. Furthermore, the practice strengthens collaborative learning and represents how the Qur'an is lived within the educational culture of the pesantren. This study contributes to the development of Living Qur'an studies by demonstrating that Qur'anic reception is manifested not only in religious rituals but also in the technical practice of qira'at, which embodies social, spiritual, and educational dimensions within the pesantren tradition.