Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Dinamika Komunikasi: Peran Bahasa Daerah dalam Interaksi Antarmahasiswa Jurusan Akuntansi Universitas Muhammadiyah Riau Wahyu Guslistiawan; Kania Fauziah; Nurul Azmi; Armina Khoiriyah; Zahwa Aulia; Indah Afriliani; Hifny Nashif; Tisya Khairunnisa; Emilza Syawitri; Khairnadila Putri Apandi; Farhan Azhar Marshal; Aldo Fuadi Heriyana; M. Ikbal; Perawati
Jurnal Ekonomi Manajemen Dan Bisnis (JEMB) Vol. 3 No. 3 (2026): Januari
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jemb.v3i3.6905

Abstract

Keberagaman latar belakang bahasa dan budaya mahasiswa memengaruhi dinamika komunikasi di lingkungan perguruan tinggi. Penelitian ini bertujuan menganalisis pola dan konteks penggunaan bahasa daerah dalam interaksi antarmahasiswa Jurusan Akuntansi Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI), mengkaji fungsi bahasa daerah dalam membangun hubungan sosial, serta memahami persepsi mahasiswa terhadap implikasi penggunaan bahasa daerah terhadap rasa inklusivitas dan eksklusivitas di lingkungan kampus. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam dan observasi partisipatif terhadap 15 mahasiswa aktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahasa daerah lebih dominan digunakan dalam konteks informal, seperti di kantin dan kegiatan organisasi kemahasiswaan, karena mampu menciptakan keakraban, kedekatan emosional, serta memperkuat identitas budaya. Namun, penggunaan bahasa daerah secara berlebihan berpotensi menimbulkan jarak sosial bagi mahasiswa dengan latar belakang bahasa yang berbeda. Oleh karena itu, penggunaan bahasa Indonesia sebagai bahasa pemersatu dipandang penting untuk menjaga komunikasi yang inklusif dan efektif di lingkungan kampus multikultural.
Peran Guru dalam Mendeteksi dan Mencegah Radikalisme pada Siswa SMK Negeri 2 Pekanbaru Ilham Hudi; Cindy Pricilia; Zaskia Dyayu Larasati; Auzora Vidya Natasha; Salwa Juzika Fitri; M. Ikbal
ARIMA : Jurnal Sosial Dan Humaniora Vol. 3 No. 3 (2026): In Press
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/arima.v3i3.6975

Abstract

Radikalisme di lingkungan pendidikan merupakan ancaman serius terhadap pembentukan karakter dan persatuan bangsa, termasuk di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Siswa SMK yang berada pada usia remaja tergolong rentan terhadap pengaruh paham radikal, terutama melalui media sosial dan lingkungan pergaulan. Oleh karena itu, guru Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) memiliki peran strategis dalam mendeteksi dan mencegah berkembangnya radikalisme sejak dini. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran guru PPKn dalam mendeteksi dan mencegah radikalisme para siswa di SMKN 2 Pekanbaru, serta mengidentifikasi pemahaman siswa dan kendala yang dihadapi dalam upaya pencegahan tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Subjek penelitian terdiri atas 12 informan, yaitu 10 siswa dan 2 guru PPKn. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model analisis interaktif Miles, Huberman, dan Saldana (2020) yang meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan Kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru PPKn memiliki pemahaman yang baik mengenai radikalisme dan berperan aktif dalam mendeteksi indikasi awal radikalisme melalui pengamatan sikap dan perilaku siswa. Upaya pencegahan dilakukan dengan mengintegrasikan nilai-nilai Pancasila, toleransi, dan nasionalisme dalam pembelajaran PPKn. Siswa pada umumnya telah memahami radikalisme sebagai paham ekstrem dan berbahaya, meskipun pemahaman tersebut masih bersifat umum. Kendala utama dalam pencegahan radikalisme adalah pengaruh media sosial dan keterbatasan pengawasan diluar lingkungan sekolah. Penelitian ini menyimpulkan bahwa peran guru PPKn sangat penting dalam pencegahan radikalisme dan perlu didukung oleh kolaborasi antara sekolah, orang tua, dan lingkungan masyarakat.