Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

PENGARUH STRATEGI PEMBELAJARAN TERHADAP HASIL BELAJAR PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN SISWA KELAS V YANG MEMILIKI KECERDASAN EMOSIONAL DAN GAYA BELAJAR YANG BERBEDA DI KECAMATAN RENDANG, KARANGASEM, BALI: instructional strategy, emotional intelligence, learning style, learning achievement I Wayan Arsana
Buana Pendidikan Jurnal Fakultas Keguruan dan Pendidikan Universitas PGRI Adi Buana Surabaya
Publisher : Universitas PGRI Adi Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (395.853 KB) | DOI: 10.36456/bp.vol7.no13.a1198

Abstract

Teaching paradigm followed by teachers is reflected on their teaching strategy used. The teaching strategy is the way that containts the steps or procedures which are used in certain condition to reach the desired learning result achievement. One of teaching strategies that needs to be tested for the effectiveness is called teaching strategy of Cooperative STAD (Student Teams-Achievement Divisions). The essence is the learners work in heterogeneous groups that emphasize more cooperative process in their heterogeneous group either in their capability, sexes, races and so on, and evaluation can be done by individual or group assessment. To know the effectiveness of teaching cooperative STAD in teaching Civics Education to the fifth grade of elementary school, as comparation, the Expository teaching strategy is used, this strategy is very commonly used by teachers. The aim of this research is to ditermine to test the influence of teaching strategy (cooperative STAD and expository), emotional intelligence and learning style toward learning result of Civics Education (PKn). This toward research is quasi experimental research using factorial design of nonequivalent control group design. The data then was processed by using inferencial statistic with analytic technique of factorial varian (anava) 2 x 2 x 2. The calculation result of descriptive statistic indicated the aplication of teaching strategy of Cooperative STAD mean 65,32 gave better influence on the learning result than the application of Expository teaching strategy mean 56,79.
STRATEGI PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH UNTUK MENINGKATKAN PEROLEHAN BELAJAR MATA KULIAH PPKn ANGKATAN 2018 UNIPA SURABAYA i wayan arsana
WAHANA Vol 71 No 2 (2019)
Publisher : LPPM Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/wahana.v71i2.2097

Abstract

Proses pembelajaran pada program studi PPKn mengahadapi banyak persoalan, berdasarkanpengamatan secara terbatas mahasiswa cenderug pasif kurang menekankan aspek penalaransehingga menyebabkan rendahnya minat belajar mahasiswa. Temuan mengenai aktivitas belajarmahasiswa PPKn angkatan 2018 pada siklus I menunjukkan aktivitas pembelajaran seperti:mendengarkan penjelasan dosen, menjawab pertanyaan dosen, aktivitas mahasiswa selamadiskusi, mendengarkan sajian presentasi, laporan kelompok, sikap dalam berdiskusi termasukkatagori baik. sedangkan mengemukakan pendapat, bekerja sama, mendengarkan penjelasandosen, bertanya kepada dosen termasuk katagori cukup. mengajukan pertanyaan maupunsanggahan termasuk kata gori kurang. Pada siklus II aktivitas pembelajaran seperti aktivitasdiskusi dan sikap dalam berdiskusi termasuk katagori sangat baik, sedangkan mendengarkanpenjelasan dosenbertanya kepada dosen menjawab pertanyaan dosen, mendengarkan sajianpresentasi, mengajukan pertanyaan dan sanggahan serta pembuatan laporan kelompoktermasuk dalam katagori baik, Sedangkan bekerja sama, mengemukakan pendapat termasukkatagori cukup. Mengenai perolehan belajar siklus I menunjukkan dari 29 orang mahasiswa,hanya 20 mahasiswa atau sebesar 69% mencapai ketuntasan belajar sedangkan 9 orang siswaatau sebesar 31% belum mencapai ketuntasan belajar, sedangkan pada siklus II dari 29mahasiswa sebayak 26 orang atau sebesar 89,7% mencapai ketuntasan belajar, sedangkan 3orang mahasiswa atau sebesar 10,3% belum mencapai ketuntasan belajar.
Pemanfaatan Sumber Belajar Non Teks di Sekolah Dasar Wilayah Kecamatan Wringinanom Kabupaten Gresik: I Wayan Arsana; Hartono; Dyah Ayu Anggraini
WAHANA Vol 72 No 2 (2020): Wahana : Tridarma Perguruan Tinggi
Publisher : LPPM Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/wahana.v72i2.2923

Abstract

Penelitian ini termasuk jenis penelitian deskriptif yaitu penelitan yang dilakukan pada objek alamiah yaitu objek yang berkembang secara apa adanya. Penelitian ini mendeskripsikan mengenai pemanfaatan sumber belajar non teks oleh pebelajar kelas V di Sekolah Dasar. Hasil dari peneltian ini yaitu: 1) Sebagian besar pemanfaatan sumber belajar non teks di sekolah sudah memadai tetapi ada beberapa sumber belajar non teks yang belum tersedia seperti laboratorium, ruangan komputer 2) Sebagian besar jenis sumber belajar non teks yang paling sering digunakan dalam proses pembelajaran yaitu peta dan buku teks 3) Sebagian besar tidak ada kendala yang terkait dengan ketersedian sumber belajar non teks, kemapuan atau keterampilan guru dalam menggunakan sumber belajar dan kondisi sosial yang mempengaruhi pemanfaatan sumber belajar 4) Upaya dalam mengatasi kendala-kendala dalam pemanfaatan sumber belajar non teks di sebagian sekolah sudah memadai dan ketersedian sumber belajar yang belum tersedia biasa guru menggunakan alat seadanya 5) Sebagian besar menyatakan pemanfaatan sumber belajar non teks di sekolah sudah dimanfaatkan dengan baik oleh guru dan disesuaikan dengan tema-tema pembelajaran 6) Sebagian besar sekolah menyatakan melakukan perawatan secara berkala agar sumber belajar terawat dengan baik 7) Sebagian besar sekolah menyatakan bahwa pengadaan sumber belajar non teks di sekolah dilakukan dengan baik dan berkoordinasi dengan kepala sekolah dan staf TU 8) Semua guru menyatakan pendapatnya tentang pemanfaatan sumber belajar non teks di sekolah sangat bermanfaat bagi guru dalam proses pembelajaran yang dilakukan oleh guru agar peserta didik tidak bosan dan peserta didik lebih cepat memahami pelajaran yang diberikan guru.
Pendampingan Penyusunan Artikel Ilmiah Bagi Guru MGMP PPKn Kota Surabaya Berbasis Kurikulum Merdeka Akhmad Qomaru Zaman; Irnawati Irnawati; I Wayan Arsana; Oksiana Jatiningsih; Nurul Ainni; Risma Widia Ramadhanti
ARDHI : Jurnal Pengabdian Dalam Negri Vol. 2 No. 3 (2024): ARDHI : Jurnal Pengabdian Dalam Negri
Publisher : Asosiasi Riset Pendidikan Agama dan Filsafat Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/ardhi.v2i3.479

Abstract

Teachers often encounter many obstacles when writing scientific articles. One of them is limited knowledge about how to write scientific papers and how to use reference applications. Another obstacle is the lack of motivation, especially to produce quality scientific papers. Limited access to good literature also poses obstacles in the writing process. In fact, legally, teachers are regulated to be able to develop their competence and professionalism, one of which is by writing. This activity is a solution to these problems with a participatory approach aimed at overcoming a problem encountered by teachers. The results of the activity are shown by the enthusiasm of teachers in learning scientific writing which will later be given a container in the form of a journal for publication of their writings.
PELATIHAN DAN PENDAMPINGAN PENGGUNAAN APLIKASI QUIZIZZ SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN Irnawati; I Wayan Arsana; A Qomaru Zaman; Melania Tesa Iana Maya Anugraheni; Jihan Aulia Salma
Kanigara Vol 2 No 2 (2022): Kanigara
Publisher : Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/kanigara.v2i2.5990

Abstract

The purpose of writing this article is to provide an understanding of the use of the quizizz application through training and assistance in the use of the quizizz application as a learning medium at the Muhammadiyah 1 Taman High School, Sidoarjo Regency, East Java Province. This training activity is a form of training and mentoring to increase awareness of the importance of understanding the use of digital and technology platforms. Implementation methods with workshops such as presentation models, lectures, discussions, and counseling. The results of the study provide an answer that the quality of student understanding lies in the creativity of the teacher in the use of interesting digital platforms such as the quizizz application. So, providing training and assistance related to the use of the quizizz application is important, especially for teachers and especially for high schools for students who are enthusiastic about learning.
Pendidikan Anti Korupsi: Keluarga Sehat, Integritas Terjaga Di Lingkungan Ibu-ibu Dharma Wanita LLDIKTI Wilayah VII Jatim Suyono; I Wayan Arsana; Budi Santosa; Risma Widia Ramadhanti; Meisin Nabilah
JURPIKAT (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol. 6 No. 1 (2025)
Publisher : Politeknik Piksi Ganesha Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37339/jurpikat.v6i1.2122

Abstract

Research conducted for the implementation of anti-corruption training for women of Dharma Wanita LLDIKTI Region VII East Java regarding education in the family as a strategic social unit to shape values and attitudes in future generations. Anti-corruption education is an important part and the main foundation to foster the values of honesty, rationality, and responsibility in daily life. The purpose of the research is to be able to increase the understanding of mothers about the importance of honesty and instill anti-corruption values in the family sphere. The method used is a collaborative approach through the Community Action Project which involves training, group discussions, and education on anti-corruption values. The results of the study show that there is an increase in the awareness of mothers on the importance of their role in instilling anti-corruption values in children from an early age. The training shows that it is effective in maintaining the integrity of the family and society, where anti-corruption value-based education needs to be implemented properly to create a generation with anti-corruption character.
Nilai-Nilai Filosofi Ornamen Oktagon Kaligrafi Pada Masjid Muhammad Cheng Hoo Di Kecamatan Pandaan Kabupaten Pasuruan Fendi Tri Akbar; I Wayan Arsana
Student Scientific Creativity Journal Vol. 3 No. 1 (2025): Student Scientific Creativity Journal
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/sscj-amik.v3i1.5160

Abstract

This study refers to the philosophical values of calligraphy octagonal ornaments at the Muhammad Cheng Hoo Mosque in Pandaan District, Pasuruan Regency. The objectives of this study are: 1. To find out the meaning of calligraphy octagonal ornaments in the Muhammad Cheng Hoo Mosque 2. To find out the philosophical value contained in the calligraphy octagonal ornaments at the Muhammad Cheng Hoo Mosque. The method used in this study is a qualitative method. The data collection techniques used are observation, interview, and documentation methods. The results of this study show that the meaning of calligraphy octagonal ornaments has a meaning that can be associated with one pillar of Islam. Because it shows unity and balance in carrying out religious commands and as the meaning of the five levels, in Islamic teachings are shahada, prayer, fasting, zakat and hajj as well as the meaning of blessings and abundance of sustenance. The philosophical value of octagonal ornaments has the meaning of balance, harmony and protection as well as the philosophical value of red and yellow colors in calligraphy octagonal ornaments, red is interpreted as joy, strength, and courage while yellow is interpreted as blessings and abundance of sustenance.
Makna Simbolik Pada Rumah Berarsitektur Majapahit Di Desa Bejijong Kecamatan Trowulan Kabupaten Mojokerto Mia Fitria Nisa'Q; I Wayan Arsana
Dharma Acariya Nusantara: Jurnal Pendidikan, Bahasa dan Budaya Vol. 1 No. 1 (2023): MARET : Jurnal Pendidikan, Bahasa dan Budaya
Publisher : Institut Nalanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47861/jdan.v1i1.95

Abstract

Penelitian ini mengkaji tentang simbol-simbol dan makna pada rumah Majapahit di Desa Bejijong Kecamatan Trowulan Kabupaten Mojokerto. Tujuan dari penelitian ini adalah: 1) untuk mengetahui simbol-simbol apa saja yang digunakan pada bangunan rumah Majapahit. 2) untuk mengetahui makna yang terkandung dalam simbol-simbol bangunan rumah Majapahit. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif, teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan dengan cara reduksi data, penyajian data dan triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa simbol-simbol yang digunakan pada rumah Majapahit antara lain, bubungan, sulur atau ukel, lisplang, pintu kupu tarung, jendela krepyak, pondasi expose, wuwungan mahkota raja, Surya Majapahit dan motif ukir Majapahit. Makna simbolik pada rumah berarsitektur Majapahit antara lain, bubungan bermakna agar pemilik rumah memiliki watak yang sama dengan model bubungan yang digunakan, sulur atau ukel bermakna topi kebesaran Raja, lisplang bermakna memperindah atap rumah, pintu kupu tarung bermakna agar jalan cukup dijadikan persimpangan orang, jendela krepyak bermakna rumah sehat, pondasi expose bermakna seni, wuwungan mahkota Raja bermakna perlindungan, Surya Majapahit bermakna kehidupan manusia tidak terlepas dari kesigapan segala arah dan motif ukir Majapahit bermakna sebagai hiasan.
Makna Ornamen Tapak Dara pada Candi Dermo di Kecamatan Wonoayu Kabupaten Sidoarjo Dita Armah Zuria; I Wayan Arsana
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 4 No. 4: Juni 2025
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v4i4.8823

Abstract

Indonesia merupakan negara yang memiliki berbagai warisan budaya, baik yang tidak berwujud maupun yang berwujud. Kebudayaan nonmaterial merupakan kebudayaan yang diwariskan dari generasi sebelumnya yang bersifat abstrak. Kebudayaan material merupakan kebudayaan yang mengacu pada hasil karya yang dihasilkan dalam masyarakat. Kebudayaan objek dapat berupa wayang, batik, dan candi. Candi merupakan bangunan yang bernilai sejarah tinggi karena setiap ornamen di dalamnya mengandung cerita berharga yang berbeda-beda. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis makna Ornamen Tapak Dara di Candi Dermo Kecamatan Wonoayu Kabupaten Sidoarjo. Ornamen candi bukan sekedar hiasan, melainkan simbol yang sarat makna dan mencerminkan nilai, kepercayaan, serta kehidupan sosial budaya masyarakat pada masa itu. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ornamen atau lambang Tapak Dara berupa lambang positif (+). Ornamen atau lambang Tapak Dara terdiri dari garis-garis vertikal dan horizontal serta memiliki makna simbolik yang dalam, mencerminkan keseimbangan, dan hubungan spiritual antara manusia, alam, dan Tuhan. Ornamen Tapak Dara juga memiliki nilai-nilai yang terkandung di dalamnya. Nilai-nilai dalam ornamen ini erat kaitannya dengan kehidupan di masyarakat.
Implementasi Kurikulum Merdeka di SMAN 1 Wringinanom Kecamatan Wringinanom Kabupaten Gresik Rheyna Putri Arditiya; I Wayan Arsana
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 4 No. 4: Juni 2025
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v4i4.8834

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi Kurikulum Merdeka di SMAN 1 Wringinanom, Kecamatan Wringinanom, Kabupaten Gresik. Kurikulum Merdeka merupakan inisiatif Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Indonesia yang bertujuan untuk meningkatkan mutu pendidikan dengan menempatkan siswa sebagai pusat proses pembelajaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi dengan melibatkan guru dan siswa sebagai narasumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran guru dalam pembelajaran sangat penting dalam perencanaan dan implementasi kurikulum. Sarana dan prasarana pendukung yang memadai serta keterlibatan aktif dalam Platform Mengajar Merdeka (PMM) menjadi faktor penting dalam mendukung implementasi kurikulum. Guru menghadapi beberapa kendala, seperti kesulitan dalam mengintegrasikan mata pelajaran ke dalam proyek dan tantangan manajemen waktu. Penelitian ini menggarisbawahi perlunya dukungan dan pelatihan yang lebih baik bagi guru untuk mengatasi hambatan tersebut dan memastikan keberhasilan implementasi Kurikulum Merdeka.