Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

LITERATUR RIVIEW DESKRIPTIF: MENAVIGASI KESEJAHTERAAN AKSESBILITAS PEJALAN KAKI PENYANDANG LOWVISON Syananda, Della Cita; Trustisari, Hastin
Kultura: Jurnal Ilmu Hukum, Sosial, dan Humaniora Vol. 2 No. 8 (2024): Kultura: Jurnal Ilmu Hukum, Sosial, dan Humaniora
Publisher : Kultura: Jurnal Ilmu Hukum, Sosial, dan Humaniora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Aksesibilitas sangat penting untuk memberikan kemandirian dan keadilan bagi bagi individu dengan low vision. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menavigasi aksesibilitas pejalan kaki bagi penyandang low vision dan mengeksplorasi solusi desain yang memadai. Artikel ini bertujuan untuk memahami pengalaman individu, menganalisis praktik terbaik, dan memberikan wawasan konkret tentang upaya perbaikan yang dapat dilakukan. Ini dicapai melalui studi literatur Deskriptif. Hasilnya menunjukkan bahwa fasilitas seperti jalur pemandu dengan tekstur khusus, penanda taktis, dan pencahayaan yang cukup sangat penting untuk meningkatkan aksesibilitas. Studi ini menunjukkan bahwa lingkungan yang ramah pejalan kaki dapat meningkatkan kualitas hidup bagi penyandang low vision dengan menggunakan desain inklusif. Temuan ini memiliki implikasi praktis yang sangat penting untuk memasukkan prinsip aksesibilitas ke dalam setiap aspek perencanaan kota untuk membuat lingkungan yang lebih inklusif dan nyaman bagi semua individu.
ANALISIS SISTEM KEBIJAKAN PENDIDIKAN ANAK JALANAN DI BEBERAPA WILAYAH DAERAH DI INDONESIA: KAJIAN LITERATUR Solekhah, Eka Yulia; Esterilita, Mari; Trustisari, Hastin
Kultura: Jurnal Ilmu Hukum, Sosial, dan Humaniora Vol. 2 No. 7 (2024): Kultura: Jurnal Ilmu Hukum, Sosial, dan Humaniora
Publisher : Kultura: Jurnal Ilmu Hukum, Sosial, dan Humaniora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Anak jalanan merupakan mereka yang waktunya dihabiskan sebagian besar di jalanan, mencari nafkah atau berkeliaran. Pemerintah telah membuat kebijakan untuk membantu anak jalanan, seperti pelatihan, tempat tinggal, dan reintegrasi sosial, meski implementasinya perlu ditingkatkan. Penelitian dilakukan untuk menganalisis sistem kebijakan pendidikan bagi anak jalanan dibeberapa wilayah Indonesia. Metode pengkajian menggunakan metode naratif dari beberapa literatur riview, dengan mencari referensi dari berbagai sumber secara online ditemukan 10 artikel melalui google scholar tentang kebijakan pendidikan anak jalanan.  Hasil kajian dari berbagai studi menunjukkan bahwa sistem pendidikan memiliki berbagai kendala yang dihadapi dalam upaya pembaruan kurikulum secara nasional. Keadaan ini membutuhkan adanya tinjauan evaluasi yang harus diperhatikan, seperti faktor politik, ekonomi, sosial, dan budaya di Indonesia. Beberapa kebijakan yang telah diterapkan, seperti kebijakan pendidikan layanan khusus untuk mengentaskan anak dari jalanan melalui pendidikan informal dan nonformal, serta program pembinaan Dinas Sosial, ternyata tidak lagi relevan dengan realitas kehidupan di beberapa daerah. Studi lain menunjukkan bahwa anak-anak jalanan di suatu wilayah daerah, umumnya berasal dari luar daerah dan memiliki keragaman latar belakang, baik dari segi ekonomi maupun keluarga. Terkait dengan kebijakan pemerintah daerah, dapat dikatakan bahwa tidak ada kebijakan yang secara khusus mengarah pada pemenuhan hak pendidikan anak jalanan. Berdasarkan beberapa kajian, diperlukan reformulasi kebijakan pendidikan anak jalanan yang komprehensif, dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan dan memperhatikan kebutuhan dasar anak-anak jalanan, seperti pendidikan, jaminan sosial, dan layanan kesehatan. Selain itu, dibutuhkan koordinasi yang baik antar instansi terkait untuk mengimplementasikan kebijakan tersebut secara efektif.
KESETARAAN GENDER DALAM SISTEM PENDIDIKAN NASIONAL: ANALISIS LITERATUR REVIEW Septiyani, Dhepita; Esterilita, Mari; Trustisari, Hastin
Kultura: Jurnal Ilmu Hukum, Sosial, dan Humaniora Vol. 2 No. 7 (2024): Kultura: Jurnal Ilmu Hukum, Sosial, dan Humaniora
Publisher : Kultura: Jurnal Ilmu Hukum, Sosial, dan Humaniora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Isu kesetaraan gender telah menjadi perhatian global dalam upaya mencapai pembangunan yang adil dan berkelanjutan, termasuk dalam bidang pendidikan. Penelitian ini menganalisis implementasi kebijakan kesetaraan gender di bidang pendidikan di Indonesia. Meskipun pemerintah telah mengeluarkan berbagai kebijakan terkait, namun berbagai studi menunjukkan masih adanya kesenjangan gender di lingkungan pendidikan. Metode yang digunakan adalah studi literatur, dengan menelaah hasil penelitian di google scholar. Hasil tinjauan menunjukkan bahwa salah satu isu utama adalah rendahnya akses dan partisipasi perempuan dalam pendidikan, terutama di jenjang pendidikan tinggi. Faktor-faktor yang mempengaruhi antara lain budaya dan norma sosial yang menempatkan perempuan pada peran domestik serta terbatasnya dukungan orang tua. Implementasi kebijakan membutuhkan komitmen kuat dari pemangku kepentingan serta sinergi kebijakan, program, dan partisipasi masyarakat untuk mewujudkan kesetaraan gender yang sesungguhnya dalam sistem pendidikan nasional.
PENERAPAN TEKNOLOGI AUGMENTATIF ALTERNATIVE COMMUNICATION/AAC PADA DISABILITAS NETRA GANDA: TANTANGAN KETERLIBATAN SAUDARA KANDUNG Trustisari, Hastin; Muhammad, Mahatir
EMPATI: Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial Vol. 12 No. 2 (2023): Empati Edisi Desember 2023
Publisher : Social Welfare Study Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/empati.v12i2.32157

Abstract

Abstract. This study aims to provide an overview of the implementation of augmentative alternative communication (AAC) technology to support communication skills for multiple disability with visual impairment in the family. A qualitative descriptive approach was used to describe the involvement of adult siblings in the daily activities of individuals with multiple disability with visual impairment using AAC technology at home. The researcher conducted a literature review, in-depth interviews, and observations with four adult siblings, consisting of two siblings living in families with visually impaired parents and two other siblings in non-disabled families. The results of this study showed that there were differences in the roles played by adult siblings in disabled and non-disabled families in the implementation of AAC technology at home. This study suggests that the involvement of adult siblings is influenced by role allocation, family-school connections, parental limitations, parental roles and autonomy, and the presence of caregivers at home. The lack of school programs designed to prepare families to assist students in applying AAC technology at home has led to inconsistencies in the use of communication aids. The implications of this study suggest the possibility of further research to encourage collaborative programs between schools and parents, including the role of social workers in schools to promote the involvement of family members in improving communication skills for individuals with multiple disability with visual impairment.Top of Form Keywords: Commnucation technology, AAC, alternative communication, multiple disabilities, sibling involvement. Abstrak. Penelitian ini bertujuan memberikan gambaran penerapan teknologi augmentative alternative communication/AAC untuk mendukung keterampilan komunikasi bagi penyandang disabilitas netra ganda di keluarga. Pendekatan deskriptif kualitatif digunakan untuk menggambarkan keterlibatan saudara kandung dewasa pada aktivitas keseharian disabilitas netra ganda menggunakan teknologi AAC di rumah. Peneliti melakukan studi literatur, wawancara mendalam dan observasi pada 4 sibling dewasa yang terdiri dari 2 sibling di keluarga dengan orang tua tunanetra dan 2 sibling lainnya di keluarga non-disabilitas. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan antara peran yang ditunjukkan sibling dewasa pada keluarga disabilitas dan nondisabilitas pada penerapan teknologi AAC di keluarga. Penelitian ini menegaskan bahwa keterlibatan sibling dewasa dipengaruhi oleh pembagian peran, keterhubungan keluarga dengan sekolah, keterbatasan orang tua, peran dan otonomi orang tua, serta keberadaan pengasuh di rumah. Minimnya program sekolah yang direncanakan untuk mempersiapkan keluarga mendampingi siswa dalam menerapkan teknologi AAC di rumah, ternyata memicu adanya ketidakkonsistenan dalam penggunaan alat bantu komunikasi. Penelitian ini mengharuskan penelitian lanjutan untuk mendorong program kolaborasi antara sekolah dan orang tua termasuk peran pekerja sosial di sekolah untuk mendorong keterlibatan anggota keluarga dalam peningkatan keterampilan komunikasi disabilitas netra ganda.  Kata Kunci: Teknologi komunikasi, AAC, komunikasi alternative, disabilitas ganda, keterlibatan sibling.
URBAN FIRE DISASTER MITIGATION POLICY (Case Study of Fires in the City of Jakarta) Taufiqurokhman , Taufiqurokhman; Satispi, Evi; Trustisari, Hastin; Supangkat, Gatot
Jurnal Cahaya Mandalika ISSN 2721-4796 (online) Vol. 3 No. 3 (2022)
Publisher : Institut Penelitian Dan Pengambangan Mandalika Indonesia (IP2MI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The Jakarta City (DKJ) area which is prone to fire is in the high category, where the biggest factor causing electrical short circuits is 90 percent. The research objective is to describe the fire disaster mitigation efforts carried out by the DKJ Fire and Rescue Service (Gulkarmat). The research uses qualitative descriptive methods. Key informant, Head of the DKJ Gulkarmat Service. Currently, a snowball search is being carried out for informants, namely the Head of the Fire Prevention Division of Gulkarmat DKJ. Data collection techniques include interviews, observations, and documentation studies with interactive model data analysis techniques. The research results show that fire disaster mitigation efforts carried out by the DKJ Fire and Rescue Service (Gulkarmat) have been carried out well, but need to be improved. Education and outreach is needed to the DKJ community regarding fire mitigation, with a massive outreach design and required education, outreach, supervision and evaluation.
PENGORGANISASIAN FORUM WARGA SEBAGAI STRATEGI MEMPERKUAT PARTISIPASI PEREMPUAN DALAM PELAKSANAAN UNDANG-UNDANG DESA Trustisari, Hastin
Jurnal Insani Vol 5, No 1 (2018): JUNI
Publisher : Istek Widuri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37365/insani.v5i1.477

Abstract

A mandate Law of Village Number 6, 2014 Article 82 clearly to set how important citizen participation in the governance of village. Its article has opportunities and challenges, because of citizen participation opened widely except for women to convey of aspiration, advice, and opinion by writing and verbally in development village. This research conducted from June to December 2017 at Jalatunda Village, Mandiraja Subdistrict, Bajarnegara District, Central Java Province. This research has found that public participation for women in the decision process in the development of village is the most important but difficult to be implemented. It is influenced by some factors such as domination of local leader (man), underestimates of the role of women and less of knowledge related women in the development of the village. Purpose of this research is to get information how to the organizing of Citizens Forum could be a strategy to enforce women participation in the development of village so that implemented of governance of village which involving women in participation in social justice. The results of this research showed that Citizens Forum is part strategic to organized become social transaction to develop citizen capacity mainly for women to be involved be subject in village development process. The conclusion of this research is that Citizens Forum the function should maximize, not only as gathering Citizens Forum but also for education arena and transfer knowledge for women in order to get opportunity to take role, to speak in public, and able to deliver aspiration and need as citizen who has right and opportunity in development their village.