Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

MINAT SISWA SMA KANJENG SEPUH SIDAYU DALAM MENGIKUTI EKSTRAKURIKULER BOLAVOLI (Studi pada Siswa Putra SMA Kanjeng Sepuh Sidayu) Ahmad Efendi, ; Raymond IVano Avandi,
Kepelatihan Olahraga Vol 6, No 1 (2011)
Publisher : Kepelatihan Olahraga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peningkatan prestasi kegiatan ekstrakurikuler bolavoli di SMA Kanjeng Sepuh Sidayu menarik siswa untuk mengikuti kegiatan ekstrakurikuler ini. Minat adalah suatu rasa lebih suka dan rasa keterikatan pada suatu hal atau aktivitas, tanpa ada yang menyeluruh. Minat pada dasarnya adalah penerimaan akan suatu hubungan antara diri sendiri dengan sesuatu di luar diri. Semakin kuat atau dekat hubungan tersebut, semakin besar minat. Suatu minat dapat diekspresikan melalui suatu pernyataan yang menunjukkan bahwa siswa lebih menyukai suatu hal daripada hal lainnya, dapat pula dimanifestasikan melalui partisipasi dalam suatu aktivitas. Siswa yang memiliki minat terhadap subyek tertentu cenderung untuk memberikan perhatian yang lebih besar terhadap subyek tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat minat siswa SMA Kanjeng Sepuh Sidayu dalam mengikuti ekstrakurikuler bolavoli. Sasaran penelitian ini adalah siswa putra SMA Kanjeng Sepuh Sidayu yang diambil sebanyak 175 siswa. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan angket minat. Dari hasil penelitian diperoleh suatu simpulan bahwa: Tingkat minat siswa SMA Kanjeng Sepuh Sidayu dalam mengikuti ekstrakurikuler bolavoli adalah sebesar 74,7%. Hal ini dapat dikatakan bahwa minat siswa SMA Kanjeng Sepuh Sidayu dalam mengikuti ekstrakurikuler bolavoli adalah tinggi. Faktor-faktor yang menjadi penyebab timbulnya minat siswa SMA Kanjeng Sepuh Sidayu dalam mengikuti ekstrakurikuler bolavoli menunjukan bahwa: faktor perasaan mempunyai nilai persentase yang paling tinggi yaitu sebesar 77,8%, kemudian masing-masing secara berurutan diikuti oleh faktor tujuan sebesar 77,4%, faktor alasan sebesar 73,8%, dan faktor keinginan sebesar 71,3%.  
MINAT SISWA SMA KANJENG SEPUH SIDAYU DALAM MENGIKUTI EKSTRAKURIKULER BOLAVOLI (Studi pada Siswa Putra SMA Kanjeng Sepuh Sidayu) Ahmad Efendi, ; Raymond IVano Avandi,
Ordik Vol 8, No 2 (2010)
Publisher : Ordik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peningkatan prestasi kegiatan ekstrakurikuler bolavoli di SMA Kanjeng Sepuh Sidayu menarik siswa untuk mengikuti kegiatan ekstrakurikuler ini. Minat adalah suatu rasa lebih suka dan rasa keterikatan pada suatu hal atau aktivitas, tanpa ada yang menyuruh. Minat pada dasarnya adalah penerimaan akan suatu hubungan antara diri sendiri dengan sesuatu di luar diri. Semakin kuat atau dekat hubungan tersebut, semakin besar minat. Suatu minat dapat diekspresikan melalui suatu pernyataan yang menunjukkan bahwa siswa lebih menyukai suatu hal daripada hal lainnya, dapat pula dimanifestasikan melalui partisipasi dalam suatu aktivitas. Siswa yang memiliki minat terhadap subyek tertentu cenderung untuk memberikan perhatian yang lebih besar terhadap subyek tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat minat siswa SMA Kanjeng Sepuh Sidayu dalam mengikuti ekstrakurikuler bolavoli. Sasaran penelitian ini adalah siswa putra SMA Kanjeng Sepuh Sidayu yang diambil sebanyak 175 siswa. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan angket minat. Dari hasil penelitian diperoleh suatu simpulan bahwa: tingkat minat siswa SMA Kanjeng Sepuh Sidayu dalam mengikuti ekstrakurikuler bolavoli adalah sebesar 74,7%. Hal ini dapat dikatakan bahwa minat siswa SMA Kanjeng Sepuh Sidayu dalam mengikuti ekstrakurikuler bolavoli adalah tinggi. Faktor-faktor yang menjadi penyebab timbulnya minat siswa SMA Kanjeng Sepuh Sidayu dalam mengikuti ekstrakurikuler bolavoli menunjukkan bahwa: faktor perasaan mempunyai nilai persentase yang paling tinggi yaitu sebesar 77,8%, kemudian masing-masing secara berurutan diikuti oleh faktor tujuan sebesar 77,4%, faktor alasan sebesar 73,8%, dan faktor keinginan sebesar 71,3%.
PENGARUH DIVERSIFIKASI PROGRAM STUDI TERHADAP MINAT KULIAH MAHASISWA PADA UNIVERSITAS ISLAM NEGERI ALAUDDIN MAKASSAR Ahmad Efendi
Al-Hikmah Journal for Religious Studies Vol 20 No 1 (2018): June
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The aims of this research isto test and to analyze theeffect ofdiversified coursesto the college student’s interest.This study usesprimary datathrough asurvey of364college student’sas sampleof allstudents of the facultyof Sharia, the faculty of Sciences and Technologyand the faculty of Health Sciences. The survey was conducted from October to November2012.Data were analyzed using regression methods by Statistical Program for SocialScience(SPSS).The results showed thatbrand imagehas apositiveand significanteffectto the college student’s interest. Considering theresults,theAlauddinIslamic State Universitymust continueto innovatein the form ofa diversifiedprogram of studyin order to competewith competitors.
PENGARUH MODEL PROBLEM POSING TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF DAN AKTIVITAS BELAJAR SISWA Ahmad Efendi; Berti Yolida; Rini Rita T. Marpaung
Jurnal Bioterdidik: Wahana Ekspresi Ilmiah Vol 3, No 9 (2015): Jurnal Bioterdidik
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The aim of this research was to figure out the effect of using Problem Posing toward creative thinking skill and students learning activity. The research used pretest and posttest non-equivalent design with class X3 and X7 Senior High School 1 Bangunrejo as the samples. Quantitative data were creative thinking skill which were obtained from average value of pretest, posttest, and N-gain and analyzed by U-test and t-test. Qualitative data were students learning activity that were analyzed descriptively. The result showed that N-gain average of experiment class was 66.85, which was higher than control class was 19.17 and different significantly. The activity of expressing opinions, searching for information, and asking questions, on experiment class was High criteria. Therefore, it can be concluded that Problem Posing improved the creative thinking skill and students learning activity.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh penggunaan problem posing terhadap kemampuan berpikir kreatif dan aktivitas belajar siswa. Penelitian ini menggunakan design pretest-posttest kelompok tak ekuivalen dengan kelas X3 dan X7 SMAN 1 Bangunrejo sebagai sampel. Data kuantitatif berupa kemampuan berpikir kreatif yang diperoleh dari nilai pretes, postes, dan N-gain yang dianalisis dengan uji t dan uji-U. Data kualitatif berupa aktivitas belajar siswa yang dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata N-gain kelas eksperimen lebih tinggi (66,85) dibandingkan dengan kelas kontrol (19,17) dan berbeda signifikan. Aktivitas mengemukakan pendapat, mengajukan pertanyaan, dan mencari informasi, pada kelas eksperimen berkriteria tinggi. Dengan demikian, dapat disimpulkan model problem posing meningkatkan kemampuan berpikir kreatif dan akivitas belajar siswa.Kata kunci: aktivitas belajar siswa, kemampuan berpikir kreatif, problem posing
PENGENDALIAN WAKTU DAN BIAYA PADA PROYEK DENGAN METODE EARNED VALUE (STUDI KASUS PEMBANGUNAN DERMAGA KASIPUTE KAB.BOMBANA) Ahmad Efendi; La Ode Sumarsidin
Dinamika : Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Vol 6, No 2 (2015)
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (712.298 KB) | DOI: 10.33772/djitm.v6i2.273

Abstract

Penelitian ini menganalisis kinerja, waktu dan biaya pada proyek pembangunan Dermaga Kasipute dan menganalisis perkiraan waktu serta biaya yang diperlukan untuk menyelesaikan proyek pembangunan dermaga. Konsep Earned Value merupakan salah satu metode yang digunakan dalam pengelolaan proyek yang mengintegrasikan biaya dan waktu. Pembangunan Dermaga Kasipute Kabupaten Bombana, hingga minggu ke-12 diperoleh nilai BCWS Rp 945.643.880,44, nilai BCWP Rp 703.289.233,10 dan nilai ACWP Rp 719.637.570,00. Kinerja proyek dari aspek biaya akan mengalami pembengkakan karena nilai CV menunjukan negatif(-) Rp 16.348.336,89 dan nilai CPI = 0,98< 1. Dari aspek jadwal, proyek ini akan mengalami keterlambatan karena nilai SV menunjukan negatif (-) Rp 242.354.647,34 dan SPI=0,74<1. Prediksi biaya yang diperlukan untuk menyelesaikan seluruh pekerjaan adalah sebesar 1.314.335.668,69 dari rencana anggaran Rp 1.284.477.302,20. Hal ini menunjukkan proyek akan mengalami kerugian sebesar Rp 29.858.366,50. Hasil yang lain menunjukan bahwa prediksi jadwal yang diperlukan 17 minggu, yang menunjukkan proyek akan mengalami keterlambatan selama 1 minggu dari rencana pelaksanaan 16 minggu.
STUDI PERBANDINGAN PERKEMBANGAN KECAMATAN PAUH DAN KECAMATAN MANDIANGIN DI KABUPATEN SAROLANGUN Ahmad Efendi; Sri Mariya
JURNAL BUANA Vol 3 No 4 (2019)
Publisher : JURUSAN GEOGRAFI FIS UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1594.407 KB) | DOI: 10.24036/student.v3i4.576

Abstract

The study to porpuse determine the development of Pauh and Mandiangin Subdistricts in terms of economy, facilities and the influence of location factors in the comparison of the development of Pauh and Mandiangin Districts. This type of research is quantitative descriptive using area sampling techniques. Based on the results of the study found (1) Each sub-district has its own base sector. The economic comparison between Pauh and Mandiangin Districts is dominated by Mandingian District. (2) The development of facilities in Mandiangin District is better than Pauh Subdistrict and road infrastructure in Mandiangin District faster than Pauh Subdistrict, it has even reached 90% of asphalt roads in 2017. (3) Mandiangin District has more interaction to Muara Bulian and Jambi City which is a larger city center in Jambi Regency. So that with this trend, the development in this Subdistrict is better than the parent sub-district, namely Pauh District.
STUDI PERBANDINGAN PERKEMBANGAN KECAMATAN PAUH DAN KECAMATAN MANDIANGIN DI KABUPATEN SAROLANGUN Ahmad Efendi; Sri Mariya
JURNAL BUANA Vol 3 No 4 (2019)
Publisher : JURUSAN GEOGRAFI FIS UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/student.v3i4.576

Abstract

The study to porpuse determine the development of Pauh and Mandiangin Subdistricts in terms of economy, facilities and the influence of location factors in the comparison of the development of Pauh and Mandiangin Districts. This type of research is quantitative descriptive using area sampling techniques. Based on the results of the study found (1) Each sub-district has its own base sector. The economic comparison between Pauh and Mandiangin Districts is dominated by Mandingian District. (2) The development of facilities in Mandiangin District is better than Pauh Subdistrict and road infrastructure in Mandiangin District faster than Pauh Subdistrict, it has even reached 90% of asphalt roads in 2017. (3) Mandiangin District has more interaction to Muara Bulian and Jambi City which is a larger city center in Jambi Regency. So that with this trend, the development in this Subdistrict is better than the parent sub-district, namely Pauh District.
Potensi dan Peluang Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri Halal di Indonesia A. Ika Fahrika; Siradjuddin Siradjuddin; Ahmad Efendi
Eqien - Jurnal Ekonomi dan Bisnis Vol 12 No 04 (2023): Eqien Journal Of Economics and Business
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi DR KH EZ Mutaqien

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34308/eqien.v12i04.1523

Abstract

Setiap jenis produk yang masuk, menyebar, dan diperdagangkan di Indonesia harus bersertifikat halal menurut undang-undang yang ada di Indonesia. Oleh sebab itu, produsen penghasil produk, termasuk produsen dari luar negeri, sangat bersemangat untuk menunjukkan kehalalan produk mereka karena populasi yang besar di Indonesia, di mana mayoritas orang adalah muslim. Lembaga atau organisasi harus memiliki sumber daya yang di perlukan untuk menggerakkan roda operasionalnya. SDM dalam jumlah yang memadai serta dengan kualifikasi dan kompetensi yang sesuai dengan passion merupakan salah satu sumber daya penting yang harus dimiliki oleh suatu organisasi. Sumber Daya Manusia termasuk auditor halal, juru sembelih halal, pemandu wisata halal, dan sumber daya manusia lainnya. yang berhubungan dengan pengembangan industri halal di Indonesia Keywords: SDM, Industri Halal Setiap jenis produk yang masuk, menyebar, dan diperdagangkan di Indonesia harus bersertifikat halal menurut undang-undang yang ada di Indonesia. Oleh sebab itu, produsen penghasil produk, termasuk produsen dari luar negeri, sangat bersemangat untuk menunjukkan kehalalan produk mereka karena populasi yang besar di Indonesia, di mana mayoritas orang adalah muslim. Lembaga atau organisasi harus memiliki sumber daya yang di perlukan untuk menggerakkan roda operasionalnya. SDM dalam jumlah yang memadai serta dengan kualifikasi dan kompetensi yang sesuai dengan passion merupakan salah satu sumber daya penting yang harus dimiliki oleh suatu organisasi. Sumber Daya Manusia termasuk auditor halal, juru sembelih halal, pemandu wisata halal, dan sumber daya manusia lainnya. yang berhubungan dengan pengembangan industri halal di Indonesia Keywords: SDM, Industri Halal
UPAYA PENCEGAHAN STUNTING DENGAN PEMBERIAN PROTEIN HEWANI MELALUI GERAKAN ONE DAY ONE EGG (SATU HARI SATU TELUR) TERHADAP SISWA SDN 03 KOTA METRO Rohmatul Anwar; Asih, Diah Reni; Miftahudin Ahmad; Dwi Subakti Prastiyo; Ahmad Efendi
JUPADAI : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2024): Volume 3 Nomor 1 2024
Publisher : Asosiasi Dosen Akutansi Indonesia, KEPRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64795/jupadai.v3i1.133

Abstract

Stunting is a condition where children experience growth and development failure which can be caused by nutritional deficiencies. Community outreach activities focused on socializing stunting and prevention efforts through balanced nutrition consumption patterns can be one solution in reducing stunting. The one day one egg movement is a movement to give one egg per day to children. This movement can accelerate the addition of nutrients for children so that it can prevent stunting in children. Community service activities carried out by the UNU Lampung Animal Husbandry Lecturer Team in the form of socialization activities to prevent stunting through the One Day One Egg Movement at SD Negeri 03 Metro City. The socialization material that will be given is knowledge about stunting, prevention of stunting, the role of eggs in preventing stunting, and correct egg processing techniques. In addition, the distribution of boiled eggs to grade 2 students at SDN 03 Metro City through the One Day One Egg movement in the framework of UNU Lampung Animal Husbandry lecturers actively participating in stunting prevention.... Keywords: Stunting, Socialization, Egg
STUDI PERBANDINGAN PERKEMBANGAN KECAMATAN PAUH DAN KECAMATAN MANDIANGIN DI KABUPATEN SAROLANGUN Ahmad Efendi; Sri Mariya
JURNAL BUANA Vol 3 No 4 (2019)
Publisher : DEPARTEMEN GEOGRAFI FIS UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/buana.v3i4.576

Abstract

The study to porpuse determine the development of Pauh and Mandiangin Subdistricts in terms of economy, facilities and the influence of location factors in the comparison of the development of Pauh and Mandiangin Districts. This type of research is quantitative descriptive using area sampling techniques. Based on the results of the study found (1) Each sub-district has its own base sector. The economic comparison between Pauh and Mandiangin Districts is dominated by Mandingian District. (2) The development of facilities in Mandiangin District is better than Pauh Subdistrict and road infrastructure in Mandiangin District faster than Pauh Subdistrict, it has even reached 90% of asphalt roads in 2017. (3) Mandiangin District has more interaction to Muara Bulian and Jambi City which is a larger city center in Jambi Regency. So that with this trend, the development in this Subdistrict is better than the parent sub-district, namely Pauh District.