Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENGARUH PENAMBAHAN ADMIXTURE TERHADAP KARAKTERISTIK SELF COMPACTING CONCRETE (SCC) Mariani, Mariani; Sampebulu, Victor; Ahmad, Abdul Gani
SMARTek Vol 7, No 3 (2009)
Publisher : SMARTek

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1281.688 KB)

Abstract

Penelitian ini adalah eksperimen laboratorium yang sifatnya pengenalan terhadap materi SCC.SCC atau Self Compacting Concrete adalah sebuah inovasi dalam teknologi konstruksi betondewasa ini yang menggunakan bahan tambah (admixture) untuk menghasilkan beton berkinerjatinggi. Pada penelitian ini ingin diketahui pengaruh penambahan admixture kimiaSuperplasticizer “Mighty 150 S” dan Retarder “Conplast Dessue Possolit” terhadap karakteristikSCC. Superplasticizer diberikan dalam 3 variasi kadar (1,5%, 2,0%, 2,5%) dengan mengurangikadar air campuran. Metode pengujian SCC dengan Slump-Cone Test pada kondisi segar dantes kuat tekan pada umur 3, 7, dan 28 hari. Hasil penelitian menunjukkan keadaan selfcompactibilitySCC tercapai pada semua kadar Superplasticizer yang diberikan. Tingkatkelecakan aliran (workabilitas) SCC meningkat sesuai penambahan kadar Superplasticizer, dansebaliknya, kekuatan tekan SCC menurun sesuai penambahan kadar Superplasticizer. Kondisioptimal SCC tercapai pada kadar 1,5% Superplasticizer
Eksistensi Tempat Pengolahan Sampah 3R (Reduce, Reuse Dan Recycle) Di Kelurahan Pengawu, Kecamatan Tatanga, Kota Palu Winarta, Ardiansyah; Ahmad, Abdul Gani; Awalia, Rezki; Fatimatuzzahra
Jurnal Peweka Tadulako Vol. 3 No. 2 (2024): Jurnal PeWeKa Tadulako
Publisher : Prodi PWK Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/peweka.v3i2.36

Abstract

Salah satu fasilitas pengelolaan sampah berbasis ramah lingkungan adalah dengan mengadopsi konsen Reduce, Reuse, danRecycle (disingkat 3R) dan diterapkan pada TPS yang ada di Kota Palu. Salah satu fasilitas yang dibangun oleh Pemerintah Kota Palu terletak di Kelurahan Pengawu. Namun, hingga saat ini, kinerja TPS 3R ini belum berfungsi dengan optimal dan lebih berperan hanya sebagai TPS reguler. Konsep TPS 3R di Kelurahan Pengawu diharapkan dapatmenjadi solusi dalam menangani permasalahan sampah di masyarakat. Namun karena belum optimalnya kinerja TPS 3R,sehingga permasalahan sampah belum dapat teratasi dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor yangmenghambat eksistensi kinerja TPS 3R di Kelurahan Pengawu dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Untuk mengumpulkan data dilakukan dengan indepth interview, observasi lapangan, dan studi dokumen. Data kemudian dianalisis melalui pendekatan deskriptif dan analisis faktor penghambat. Hasil penelitian menunjukkan faktor penghambat kinerja TPS 3R di Kelurahan Pengawu dikelompokkan menjadi faktor internal dan eksternal. Penghambat internal meliputi keterbatasan fasilitas, kurangnya dukungan manajemen, dan minimnya pendanaan. Adapun penghambat faktor eksternal berupabencana alam. Penelitian ini merekomendasikan upaya untuk melengkapi fasilitas TPS 3R, memperkuat dukungan manajemen,mencari sumber pendanaan eksternal, serta melakukan revitalisasi gedung TPS 3R.Kata kunci: Pengelolaan Sampah, TPS 3R, Faktor Penghambat, Kinerja, Revitalisasi
Dinamika Tutupan Lahan dan Respons Termal Arsitektur Lingkungan di Kota Pesisir Tropis Parigi Moutong Basri, Iwan Setiawan; Wulandari, Mega; Radhinal, Yan; Ahmad, Abdul Gani; Arifin, Rosmiaty
Jurnal Linears Vol. 9 No. 1 (2026): Jurnal LINEARS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/8fvsaz14

Abstract

ABSTRAK:  Parigi mengalami tekanan termal perkotaan. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan perubahan tutupan lahan, kerapatan vegetasi, intensitas keterbangunan, dan suhu permukaan lahan di Kota Parigi sebagai kota pesisir tropis kecil. Metode yang digunakan adalah analisis citra Landsat 8 OLI/TIRS tahun 2014 dan 2021 melalui Google Earth Engine. Klasifikasi tutupan lahan dilakukan dengan algoritma Supervised Random Forest, sedangkan NDVI, NDBI, dan LST dihitung untuk membaca perubahan vegetasi, permukaan terbangun, dan respons termal. Analisis statistik dilakukan melalui korelasi Pearson, regresi linier berganda, serta analisis delta berbasis sampel spasial hasil thinning 150 m. Hasil penelitian menunjukkan bahwa permukiman meningkat 12,18%, area terbangun berbasis NDBI bertambah 2,77 km², vegetasi tinggi menurun 7,43%, dan rata-rata LST naik 2,57°C. Kenaikan suhu terutama terkonsentrasi di inti kota dan koridor pesisir. NDVI berasosiasi negatif dengan LST, sedangkan NDBI berasosiasi positif dengan peningkatan suhu permukaan. Kesimpulannya, intensifikasi permukaan keras dan penurunan vegetasi memperkuat tekanan panas permukaan di Parigi. Implikasinya, perencanaan kota pesisir tropis perlu mengintegrasikan strategi adaptif skala bangunan dan kawasan melalui vegetasi, koridor hijau-biru, material reflektif, ventilasi alami, serta instrumen RDTR, RTBL, dan perizinan bangunan.   Kata kunci: tutupan lahan; NDVI; NDBI; LST; arsitektur tropis adaptif   ABSTRACT:  Parigi is experiencing urban thermal pressure. This study aims to analyze the relationship between land cover change, vegetation density, built-up intensity, and land surface temperature in Parigi as a small tropical coastal city. Landsat 8 OLI/TIRS images from 2014 and 2021 were processed using Google Earth Engine. Land cover classification was performed using a Supervised Random Forest algorithm, while NDVI, NDBI, and LST were calculated to identify changes in vegetation, built-up surfaces, and thermal response. Statistical analysis was conducted using Pearson correlation, multiple linear regression, and delta analysis based on spatially thinned samples at 150 m intervals. The results show that settlement areas increased by 12.18%, NDBI-based built-up areas expanded by 2.77 km², high-density vegetation decreased by 7.43%, and mean LST rose by 2.57°C. The highest temperature increases were concentrated in the urban core and coastal corridor. NDVI was negatively associated with LST, whereas NDBI was positively associated with surface temperature increase. The study concludes that the intensification of impervious surfaces and the decline of vegetation have strengthened surface heat pressure in Parigi. These findings imply that tropical coastal urban planning should integrate adaptive strategies at building and district scales through vegetation, green-blue corridors, reflective materials, natural ventilation, and regulatory instruments such as detailed spatial plans, urban design guidelines, and building permits.   Keywords: land cover change; NDVI; NDBI; LST; adaptive tropical architecture