Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

EFEKTIVITAS ARBITRASE DALAM MENGATASI SENGKETA MEDIS : TINJAUAN HUKUM DAN PSIKOLOGIS Trias Anggrida, Ocdela; Sari, Dewi Kumala; Fransiska, Nova Kristi; Azhari, Jaya; Suryanti, Reny; Yulianti, Maria Eka Patri
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 4 (2025): DESEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i4.51358

Abstract

Meningkatnya kompleksitas pelayanan kesehatan modern telah memunculkan dinamika baru dalam hubungan dokter-pasien yang berpotensi menimbulkan sengketa medis. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas arbitrase sebagai mekanisme alternatif penyelesaian sengketa medis melalui perspektif interdisipliner antara ilmu hukum dan psikologi. Metode penelitian menggunakan pendekatan normatif yuridis dengan teknik tinjauan pustaka terhadap regulasi terkait dan literatur akademik yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa arbitrase medis memiliki tingkat efektivitas yang signifikan dengan durasi penyelesaian rata-rata 3 bulan dibandingkan litigasi konvensional yang memerlukan 1-2 tahun. Faktor demografis dan psikologis mempengaruhi persepsi efektivitas proses, dimana mediator berlatar belakang hukum mencapai skor kepuasan tertinggi (3,84) dibandingkan mediator medis (3,74) dan administratif (3,63). Kerangka hukum Indonesia melalui UU No. 30 Tahun 1999 dan UU No. 17 Tahun 2023 memberikan landasan yuridis yang memadai bagi implementasi arbitrase medis. Integrasi aspek psikologis dalam proses arbitrase melalui teknik komunikasi terapeutik dan manajemen emosi terbukti meningkatkan kepuasan para pihak. Penelitian menyimpulkan bahwa arbitrase medis merupakan alternatif efektif dalam penyelesaian sengketa kesehatan yang dapat mengakomodasi kebutuhan yuridis dan psikologis para pihak secara simultan.
Hubungan Pengetahuan dengan Sikap Masyarakat pada Penggunaan Antibiotik di Kelurahan Pondok Besi Kota Bengkulu Miftahuljannah, Miftahuljannah; Oky Hermansyah; Yulianti, Maria Eka Patri; Kurniawan, Tri Danang; Sari, Rose Intan Perma
SEHATMAS: Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2026): April 2026
Publisher : Yayasan Literasi Sains Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55123/sehatmas.v5i2.7891

Abstract

This study aims to analyze the relationship between the level of knowledge and attitudes of the community towards antibiotic use in Pondok Besi Village, Bengkulu City. This study used a quantitative method with an observational analytical design through a cross-sectional approach. The study sample consisted of 104 respondents obtained using proportional cluster random sampling technique. Data were collected through questionnaires that had been tested for validity and reliability, then analyzed using Univariate and Univariate analysis with the Chi-Square test. The results showed that the majority of respondents had a good level of knowledge (48.1%) and a good attitude (51.0%) towards antibiotic use. The Univariate analysis showed a significant relationship between knowledge and attitudes of the community, where respondents with better knowledge tended to have more positive attitudes towards antibiotic use. These findings indicate that knowledge plays an important role in shaping public attitudes towards the rational use of antibiotics. Therefore, continuous improvement of health education is essential to strengthen understanding and shape appropriate attitudes towards antibiotic use to prevent antimicrobial resistance at the community level.
Penentuan Kadar Vitamin D2 Pada Ekstrak Etanol 96% Jamur Sawit (Volvariella Volvacea) Dengan Metode High Performance Liquid Chromatography (HPLC) Ainalaysia, Assyifa; Hermansyah, Oky; Yulianti, Maria Eka Patri; Mulia, Putri; Sari, Rose Intan Perma; Elvyanti, Sutra
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 9, No 1 (2026): Juni 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v9i1.13345

Abstract

Vitamin D plays a crucial role in maintaining bone and dental health and enhancing the body’s immune system function. Vitamin D deficiency has spurred the exploration of alternative sources of vitamin D from natural food sources that may contain vitamin D₂. The palm mushroom (Volvariella volvacea) is one such natural food source known to contain vitamin D₂. This study aims to determine the vitamin D₂ content in a 96% ethanol extract of the palm mushroom (Volvariella volvacea). The vitamin D₂ content was determined using High Performance Liquid Chromatography (HPLC) with a BPFI standard vitamin D₂ reference standard. The results showed that the yield of the 96% ethanol extract of the palm mushroom was 10%. The maximum wavelength of the vitamin D₂ standard reference was obtained at 265 nm with an optimized mobile phase of Pro HPLC acetonitrile : Pro HPL methanol (90:10) and a flow rate of 1 mL/minute. The linear equation of the vitamin D2 calibration curve is y = 669.36x + 654.54 with a correlation coefficient (r) of 0.997, indicating good linearity of the analytical method. From this study, it can be concluded that palm mushrooms have potential as a source of vitamin D2.
AKTIVITAS ANTIBAKTERI KOMBINASI EKSTRAK ETANOL KULIT BUAH KOPI ROBUSTA (Coffea canephora) DAN RIMPANG KUNYIT (Curcuma longa) TERHADAP Staphylococcus aureus Afrianti, Aziza; Rahmawati, Suci; Yulianti, Maria Eka Patri; Slamet, Samwilson; Hermansyah, Oky
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 9, No 1 (2026): Juni 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v9i1.13364

Abstract

Peningkatan kasus resistensi antibiotik mendorong pemanfaatan bahan alam sebagai alternatif antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri kombinasi ekstrak etanol 70% kulit buah kopi robusta (Coffea canephora) dan rimpang kunyit (Curcuma longa) terhadap Staphylococcus aureus. Ekstraksi dilakukan dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 70%. Uji aktivitas antibakteri dilakukan dengan metode difusi cakram pada konsentrasi 10%, 20%, 40%, 60%, dan 80% dengan perbandingan 1:1. DMSO digunakan sebagai kontrol negatif dan antibiotik sebagai kontrol positif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh konsentrasi ekstrak menghasilkan zona hambat dengan rata-rata diameter berturut-turut sebesar 0,3167 mm (10%), 1,4667 mm (20%), 2,4500 mm (40%), 2,6833 mm (60%), dan 3,1667 mm (80%). Analisis statistik menggunakan uji One Way ANOVA menunjukkan adanya perbedaan signifikan antar perlakuan (p