Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Analisis kadar Vitamin B1 pada beras, biji jagung, dan biji gandum dengan metode Spektrofotometri UV-Visibel Mulia, Putri; Putri, Dwi Kurnia; Martinus, Martinus
Indonesian Journal of Health Science Vol 5 No 4 (2025)
Publisher : PT WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/ijhs.v5i4.1582

Abstract

Telah dilakukan penelitian yang bertujuan untuk menentukan kadar vitamin B1 pada beras, biji jagung, dan biji gandum dengan metode spektrofotometri UV-Visibel. Vitamin B1 direaksikan dengan biru bromtimol untuk membentuk kompleks asosiasi ion dengan bantuan polivinyl alkohol sebagai zat pensolubilisasi yang diukur pada panjang gelombang maksimum 430 nm. Metode ini cukup teliti, selektif, dan dapat menentukan vitamin B1 secara langsung tanpa melakukan ekstraksi dengan pelarut organik. Hasil penelitian menunjukkan kadar vitamin B1 yang diperoleh dari beras 0,1990%0,00114, gandum 0,2085%0,000346, dan jagung0,1248%0,0000908.
EVALUASI PENERAPAN KOMUNIKASI EFEKTIF TENAGA KEFARMASIAN DENGAN PASIEN DI PUSKESMAS SUKAMERINDU KOTA BENGKULU Tami; Ikhsan, Ikhsan; Riana Versita; Putri Mulya; Septi Adrianti
Mitra Raflesia (Journal of Health Science) Vol. 17 No. 1 (2025)
Publisher : LPPM STIKES BHAKTI HUSADA BENGKULU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51712/40rfgp05

Abstract

merupakan faktor penting dalam membangun hubungan interpersonal yang baik, dalam dunia kesehatan komunikasi sangat diperlukan. Komunikasi yang kurang baik dapat menyebabkan terjadinya masalah dalam keselamatan pasien, sehingga komunikasi yang efektif merupakan komponen penting dalam tujuan keselamatan pasien. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana penerapan komunikasi efektif yang dilakukan tenaga kefarmasian dengan pasien di Puskesmas Sukamerindu Kota Bengkulu. Metode: Metode penelitian ini adalah survey dengan pendekatan deskriptif kuantitatif. Populasi penelitian ini adalah jumlah pasien dalam satu bulan yang paling banyak di tahun 2023 yaitu berjumlah 2.063 orang. Sampel didapatkan dengan teknik purposive sampling dengan menggunakan rumus Slovin dan didapat sampel sebanyak 95 orang. Instrumen penelitian ini menggunakan kuesioner skala likert 4 tingkatan. Hasil: Analisa data menggunakan analisis univariat dengan bantuan program microsoft exel dan IBM SPSS statistik dan didapatkan hasil, (53,7%) responden menjawab sangat baik, (44,2%) menyatakan baik, (2,1%) menyatakan cukup baik dan (0%) responden yang menyatakan tidak baik. Kesimpulan: Penerapan komunikasi efektif tenaga kefarmasian dengan pasien di Puskesmas Sukamerindu Kota Bengkulu sudah berjalan efektif dengan kategori sangat baik. Kata kunci: komunikasi efektif, tenaga kefarmasian, pasien, puskesmas sukamerindu   ABSTRACT Background: Communication is an important factor in building good interpersonal relationships. In the world of health, communication is very necessary. Poor communication can lead to problems in patient safety, so effective communication is an important component of patient safety goals. The purpose of this study is to find out how to implement effective communication between pharmaceutical personnel and patients at the Sukamerindu Health Center, Bengkulu City. \ Method: The method of this research is a survey with a quantitative-descriptive approach. The population of this study is the largest number of patients in one month in 2023, amounting to 2,063 people. The sample was obtained by the purposive sampling technique using the Slovin formula, and a sample of 95 people was obtained. Results: This research instrument uses a 4-level Likert scale questionnaire. Data analysis using univariate analysis with the help of Microsoft Excel and IBM SPSS statistical programs and obtained results, (53.7%) respondents answered very well, (44.2%) said good, (2.1%) said it was quite good, and (0%) respondents said it was not good. Conclusion:  The implementation of effective communication between pharmaceutical personnel and patients at the Sukamerindu Health Center, Bengkulu City, has been effective in the very good category. Keywords: effective communication, pharmaceutical personnel, patients, sukamerindu health center.
Comparison study of vitamin c content in various brands of calamansi syrup from Bengkulu City using UV-Vis Spectrophotometry Nathasyah, Mauliani Dwi; Mulia, Putri; Slamet, Samwilson; Kurniawan, Tri Danang; Hardini, Tika
Indonesian Journal of Health Science Vol 6 No 2 (2026)
Publisher : PT WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/ijhs.v6i2.2120

Abstract

Calamansi oranges are a good source of vitamin C with high content of 27.43/100 g. Calamansi oranges are commonly processed into calamansi syrup. Calamansi syrup is one of flagship products of Bengkulu City, but information regarding the vitamin C content is not listed on the product packaging. This study aims to compare the vitamin C content of calamansi syrup from various brands in Bengkulu City using UV-Vis spectrophotometry. The study involves five samples of calamansi syrup from different brands. Qualitative analysis was conducted using 0.1% KMnO4, Iodine, and FeSO4 reagents, which showed that all five samples tested positive for containing vitamin C. The determination of the maximum wavelength was done at 265 nm with the regression equation y = 0.0659x + 0.0631 and R2 value of 0.9923. The vitamin C content obtained was 1.681% for Sample A, 5.880% for Sample B, 2.342% for Sample C, 1.979% for Sample D, and 2.478% for Sample E. The Kruskal-Wallis statistical analysis showed a significant difference among the samples (p < 0.05), indicating that the vitamin C content varies among the different brands. In conclusion, the five brands of calamansi syrup available in Bengkulu City contain vitamin C with varying levels.
Penentuan Kadar Vitamin D2 Pada Ekstrak Etanol 96% Jamur Sawit (Volvariella Volvacea) Dengan Metode High Performance Liquid Chromatography (HPLC) Ainalaysia, Assyifa; Hermansyah, Oky; Yulianti, Maria Eka Patri; Mulia, Putri; Sari, Rose Intan Perma; Elvyanti, Sutra
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 9, No 1 (2026): Juni 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v9i1.13345

Abstract

Vitamin D plays a crucial role in maintaining bone and dental health and enhancing the body’s immune system function. Vitamin D deficiency has spurred the exploration of alternative sources of vitamin D from natural food sources that may contain vitamin D₂. The palm mushroom (Volvariella volvacea) is one such natural food source known to contain vitamin D₂. This study aims to determine the vitamin D₂ content in a 96% ethanol extract of the palm mushroom (Volvariella volvacea). The vitamin D₂ content was determined using High Performance Liquid Chromatography (HPLC) with a BPFI standard vitamin D₂ reference standard. The results showed that the yield of the 96% ethanol extract of the palm mushroom was 10%. The maximum wavelength of the vitamin D₂ standard reference was obtained at 265 nm with an optimized mobile phase of Pro HPLC acetonitrile : Pro HPL methanol (90:10) and a flow rate of 1 mL/minute. The linear equation of the vitamin D2 calibration curve is y = 669.36x + 654.54 with a correlation coefficient (r) of 0.997, indicating good linearity of the analytical method. From this study, it can be concluded that palm mushrooms have potential as a source of vitamin D2.
Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Daun Ciplukan (Physalis angulata L) Terhadap Bakteri Salmonella thypii Nujjiah, Try Nafilah; Sipriyadi, Sipriyadi; Rahmawati, Suci; Sari, Rose Intan Perma; Mulia, Putri
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 9, No 1 (2026): Juni 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v9i1.13352

Abstract

Penyakit menular seperti demam tifoid yang disebabkan oleh bakteri Salmonella typhi masih menjadi masalah kesehatan utama karena meningkatnya kasus resistensi antibiotik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis potensi aktivitas antibakteri ekstrak etanol 96% daun ciplukan (Physalis angulata L.) terhadap pertumbuhan bakteri Salmonella typhii. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimental laboratorium dengan pengujian aktivitas antibakteri menggunakan metode difusi cakram. Sampel daun ciplukan diekstraksi dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 96%. Konsentrasi ekstrak yang diuji bervariasi antara 5%, 25%, 50%, 75%, dan 100%, dengan kloramfenikol sebagai kontrol positif dan DMSO sebagai kontrol negatif. Hasil skrining fitokimia menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun ciplukan mengandung senyawa metabolit sekunder berupa flavonoid, alkaloid, fenol, tanin, dan steroid/triterpenoid. Hasil uji aktivitas antibakteri menunjukkan bahwa seluruh konsentrasi ekstrak memiliki daya hambat terhadap Salmonella typhii. Konsentrasi 5% menghasilkan rata-rata zona hambat sebesar 2,02 mm (kategori lemah), sedangkan konsentrasi 25% menghasilkan rata-rata zona hambat sebesar 4,82 mm (kategori lemah), konsentrasi 50%, 75%, dan 100% menghasilkan zona hambat masing-masing sebesar 6,32 mm, 6,20 mm, dan 6,77 mm yang termasuk dalam kategori sedang. Diameter zona hambat cenderung meningkat seiring dengan bertambahnya konsentrasi ekstrak. Penelitian ini dapat disimpulkan bahwa, ekstrak etanol daun ciplukan memiliki aktivitas antibakteri terhadap Salmonella typhii, namun efektivitasnya masih lebih rendah dibandingkan kontrol positif kloramfenikol.
AKTIVITAS ANTIBAKTERI KOMBINASI EKSTRAK ETANOL KULIT BUAH KOPI ROBUSTA (Coffea canephora) DAN RIMPANG TEMULAWAK (Curcuma xanthorrhiza ) TERHADAP BAKTERI Escherichia coli Lesti, Nuraisyah Fitri; Rahmawati, Suci; Wulandari, Septi; Mulia, Putri; Putri, Yona Harianti
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 9, No 1 (2026): Juni 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v9i1.13363

Abstract

Penggunaan antibiotik untuk mengatasi infeksi yang disebabkan oleh bakteri Escherichia coli dapat menimbulkan masalah resistensi, sehingga diperlukan alternatif dari bahan alam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri kombinasi ekstrak etanol 70% kulit buah kopi robusta dan rimpang temulawak terhadap bakteri Escherichia coli. Ekstrak diperoleh melalui metode maserasi, kemudian diuji aktivitas antibakterinya menggunakan metode difusi cakram terhadap bakteri Escherichia coli. Variasi konsentrasi yang digunakan yaitu 10%, 20%, 40%, 60%, dan 80%. DMSO digunakan sebagai kontrol negatif, sedangkan ciprofloxacin sebagai kontrol positif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa zona hambat terhadap bakteri Escherichia coli mulai terbentuk pada konsentrasi 20% sebesar 0,10±0,17 mm, kemudian meningkat pada konsentrasi 40% sebesar 0,75±0,22 mm, 60% sebesar 2,18±0,67 mm, dan mencapai nilai tertinggi pada konsentrasi 80% sebesar 5,78±1,66 mm. Sementara itu, kontrol positif menunjukkan daya hambat yang sangat kuat, sedangkan kontrol negatif tidak menunjukkan zona hambat. Berdasarkan hasil tersebut, kombinasi ekstrak kulit buah kopi robusta dan rimpang temulawak memiliki aktivitas antibakteri terhadap bakteri Escherichia coli, yang ditunjukkan dengan terbentuknya clear zone dan meningkat seiring dengan bertambahnya konsentrasi.