Soim
Unknown Affiliation

Published : 25 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

PERAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM PEMBENTUKAN KARAKTER GENERASI MUDA soim
JURNAL ILMIAH INNOVATIVE (Jurnal Pemikiran Dan Penelitian) Vol. 11 No. 2 (2024): JURNAL ILMIAH INNOVATIVE (Jurnal Pemikiran Dan Penelitian)
Publisher : Institut Agama Islam Pangeran Diponegoro Nganjuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53429/innovative.v11i2.1088

Abstract

Pendidikan Agama Islam (PAI) memiliki peran strategis dalam pembentukan karakter generasi muda di era modern yang penuh tantangan. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis peran PAI dalam membentuk karakter moral dan spiritual siswa, serta dampaknya terhadap perilaku sehari-hari mereka. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PAI secara signifikan berkontribusi dalam pembentukan karakter yang jujur, disiplin, dan bertanggung jawab pada siswa. Artikel ini juga menyajikan beberapa tantangan yang dihadapi dalam implementasi PAI serta rekomendasi untuk pengembangan lebih lanjut. Kata Kunci: Pendidikan Agama Islam, karakter, generasi muda, moralitas, spiritualitas.
Pentingnya Pendidikan Mulai Usia Dini soim
JURNAL ILMIAH INNOVATIVE (Jurnal Pemikiran Dan Penelitian) Vol. 12 No. 03 (2024): JURNAL ILMIAH INNOVATIVE (Jurnal Pemikiran Dan Penelitian)
Publisher : Institut Agama Islam Pangeran Diponegoro Nganjuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53429/innovative.v12i03.1158

Abstract

Abstrak Pendidikan adalah sebuah pelajaran yang berasal dari sesuatu yang kita cari, lihat, pelajari, dan diajarkan oleh seseorang yang dianggap seperti seorang guru. Namun pendidikan ini bisa didapatkan melalui orangtua, masyarakat, dan di sekolah. Proses pendidikan melalui tahap-tahap tertentu yaitu; pendidikan Anak Mulai Usia Dini (PAUD), Sekolah Dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP), Sekolah Menengah Atas (SMA). Pendidikan ini biasanya didapatkan seorang peserta didik di lingkungan sekolah saja, tetapi pendidikan tidak boleh mengandalkan di sekolah saja karena lingkungan masyarakat juga mempengaruhi baik atau tidaknya pendidikan akhlak dan sikapnya.karena itu pendidikan dalam keluargalah yang dapat membatasi pelajaran apa saja yang telah anak dapat dalam lingkungan sekolah maupun lingkungan masyarakat. Maka dari itu akhlak dan sikap baik atau buruknya seorang anak harus diperhatikan dan di didik mulai usia dini sebab jika seorang anak kecil sudah melakukan sikap yang tidak baik maka dia menganggap sebagai perilaku yang biasa saja. Artikel ini akan membahas bagaimana pentingnya pendidikan anak mulai usia dini atau kecil agar si anak tidak melakukan hal yang kurang baik dan menjadikan perilakunya itu sebagai kebiasaan.
"Pengaruh Bentuk-Bentuk Bullying Terhadap Kesehatan Mental Remaja dan Faktor Pelindungnya" soim
JURNAL ILMIAH INNOVATIVE (Jurnal Pemikiran Dan Penelitian) Vol. 13 No. 01 (2025): JURNAL ILMIAH INNOVATIVE (Jurnal Pemikiran Dan Penelitian)
Publisher : Institut Agama Islam Pangeran Diponegoro Nganjuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53429/innovative.v13i01.1391

Abstract

Manusia disebut makhluk sosial karena di dalam suatu kehidupan selalu ada proses interaksi antar sesamanya. Setiap masing-masing individu memiliki konflik yang berbeda-beda, mulai dari konflik dalam proses interaksi, konflik kekerasan baik secara verbal maupun non verbal. Menurut Priyatna , bullying merupakan suatu tindakan yang dilakukan oleh pelaku dengan unsur kesengajaan terhadap korban. Bullying dapat menyebabkan perkembangan remaja di bidang akademik maupun non akademik menjadi terganggu. Ada dua faktor yang menyebabkan terjadinya perilaku bullying terhadap remaja yakni faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal adalah faktor yang berasal dari dalam diri seseorang, misalnya seseorang yang lebih suka berdiam diri. Sedangkan faktor eksternal adalah faktor yang berasal luar diri seseorang, misalnya adanya pengaruh dari lingkungan sekitar. Dampak buruk yang dialami remaja dari bullying yakni dirinya selalu merasa tidak diinginkan oleh masyarakat sekitar. Bullying sudah menjadi hal yang wajar bahkan menjadi sebuah tradisi bagi remaja di Indonesia. Dapat kita sadari setiap orang pasti memiliki perasaan yang berbeda-beda. Di dalam dirinya juga terdapat rasa empati dan simpati. Namun pada kenyataannya, rasa empati dan simpati itu sudah tidak lagi diperdulikan. Biasanya korban bullying merasa dirinya aman jika berada di lingkungan sekitar rumah. Bahkan bullying juga dapat menurunkan semangat dan menghambat aktivitas korban yang dilakukan dalam kehidupan sehari-hari. Metode yang digunakan pada analisis data ini yaitu metode kualitatif deskriptif yang sumber datanya dari jurnal yang relevan. Metode ini mengkaji dengan menguraikan sumber data yang diperoleh melalui bentuk catatan pada dokumen atau jurnal yang mengacu pada pengaruh bentuk-bentuk bullying terhadap kesehatan mental remaja dan faktor pelindungnya. Tindakan pelaku bullying akan membuat korban merasa tertekan dan membuat guncangan mental di dalam dirinya sehingga mempengaruhi kesehatan mentalnya. Bullying berdampak pada kesehatan mental korbannya sehingga menyebabkan disfungsi sosial, perasaan rendah diri, dan kecemasan. Ada beberapa cara untuk mencegah terjadinya bullying, yaitu sosialisasi dampak bullying, komunikasi sesama keluarga, dan menciptakan budaya anti bullying.Kata kunci: Bullying, Hubungan, Kesehatan Mental, Remaja
Pengaruh Lingkungan Sosial Terhadap Perkembangan Pembentukan Perilaku Individu soim
JURNAL ILMIAH INNOVATIVE (Jurnal Pemikiran Dan Penelitian) Vol. 14 No. 02 (2025): JURNAL ILMIAH INNOVATIVE (Jurnal Pemikiran Dan Penelitian)
Publisher : Institut Agama Islam Pangeran Diponegoro Nganjuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53429/innovative.v14i02.1482

Abstract

Abstrak Lingkungan sosial mempunyai pengaruh besar terhadap perkembangan perilaku individu. Namun, pentingnya lingkungan dalam perkembangan perilaku masih sedikit yang diperhitungkan. Tujuan dari studi literatur ini adalah untuk memperoleh informasi mengenai dampak lingkungan terhadap perilaku individu pada anak usia dini dengan mengumpulkan beberapa sumber referensi yang memberikan informasi terkait dengan penelitian yang dilakukan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa lingkungan sosial tempat kita berinteraksi sehari-hari mempunyai pengaruh yang besar terhadap tumbuh kembang manusia, termasuk berbagai aspek sikap seperti sikap kognitif, afektif, dan konatif. Selain itu, hal ini berdampak pada perubahan emosional, kreativitas, dan hasil belajar. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, sangat disarankan untuk menciptakan lingkungan yang sehat dan ramah anak agar dapat melahirkan generasi tangguh yang berakhlak mulia. Kata kunci: Lingkungan sosial, perilaku individu, anak usia dini
Transformasi Sistem Pendidikan dari Masa Kolonial Belanda hingga Pendidikan Indonesia Masa Kini: Sebuah Tinjauan Historis SOIM
JURNAL ILMIAH INNOVATIVE (Jurnal Pemikiran Dan Penelitian) Vol. 15 No. 2 (2026): JURNAL ILMIAH INNOVATIVE (Jurnal Pemikiran Dan Penelitian)
Publisher : Institut Agama Islam Pangeran Diponegoro Nganjuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT The Indonesian education system has experienced substantial changes from the period of Dutch colonial rule to the contemporary era. During the colonial period, educational access was highly restricted and primarily intended for European communities and indigenous elites, resulting in social stratification and unequal educational opportunities. In contrast, the current Indonesian education system is founded on the principles of equity, inclusiveness, and the holistic development of learners. This study aims to analyze and compare the characteristics, objectives, and implications of the Dutch colonial education system and the contemporary Indonesian education system from a historical perspective. Employing a qualitative literature review approach, this research examines relevant historical records, scholarly publications, and educational policy documents. The findings reveal that colonial education functioned mainly as an instrument to support the political, administrative, and economic interests of the Dutch government, whereas modern Indonesian education is oriented toward democratization, equal access, character formation, and the enhancement of human resources. The study underscores the importance of understanding historical educational developments as a foundation for formulating educational policies that are responsive to societal needs, equitable, and capable of meeting global challenges. Keywords: Dutch Colonial Education, Indonesian Education System, Historical Comparison, Educational Transformation