Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Community Participation in the Management and Maintenance of Urban Drainage Systems in Sungai Penuh City as a Flood Mitigation Effort: A Case Study of Jl. M.H. Thamrin (Simpang Tiga Rawang Village, Hamparan Rawang District) Sari, Inda Puspita; Khadavi, Khadavi; Mizwar, Zuherna
Jurnal Talenta Sipil Vol 8, No 2 (2025): Agustus
Publisher : Universitas Batanghari Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33087/talentasipil.v8i2.892

Abstract

Flooding is a natural phenomenon that frequently occurs in Indonesia, especially during the rainy season. In Sungai Penuh City, drainage blockage due to poor maintenance is also one of the causes of flooding. Drainage systems are often not well-maintained due to the government's budget constraints. Community participation in drainage maintenance activities is expected to serve as an alternative solution to minimize flood risks. Therefore, this study was conducted to examine the drainage management and maintenance system, the level of community participation in drainage maintenance activities, and recommended solutions to optimize community involvement in drainage maintenance. The study was conducted on JL. M. H. Thamrin, Simpang Tiga Rawang Village. The assessment indicators for community participation levels were based on the Indonesian Ministry of Public Works Regulation No. 12/Prt/M/2014 concerning the Implementation of Urban Drainage Systems. This research employed a combination of quantitative and qualitative methods. The qualitative method involved interviews with informants, while the quantitative method utilized a Likert-scale questionnaire assessment for 90 households. The results indicate that out of six assessment indicators, four show that community participation in drainage maintenance remains low (below 40%). However, two indicators demonstrate active community participation, namely the prevention of building construction over drainage channels (76.67%) and reporting information to the government (57.70%). The recommended alternative solutions to enhance community participation include increasing public education through socialization, enforcing regulations and sanctions, and encouraging local communities to actively mobilize residents in self-sustained drainage maintenance efforts.
Innovation in Using Ferro Cement Technology for Kelulut Bee Breeders in Kampung Temenin Lama Village – Malaysia Khadavi, Khadavi; Sama, Abdul Rahman Mohd; Yulcherlina, Yulcherlina; Fauziati, Popi; Zalmi, Deri; Purwandi, Yan
Jurnal SOLMA Vol. 14 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/solma.v14i2.18444

Abstract

Background: Budidaya lebah kelulut adalah salah satu program yang dikembangkan melalui program Koperasi Kampung Temenin Kota Tinggi Berhad di Negeri Koto Tinggi Johor Malaysia dengan 2 Universitas yaitu Universitas Bung Hatta, Indonesia dan Universiti Teknologi Malaysia Usaha budidaya lebah kelulut yang dikembangkan koperasi ini masih berbasis dengan metode tradisional yaitu penggunaan rumah sarang kelulut dan penopang rumah sarang kelulut masih terbuat dari kayu. Pengabdian ini bertujuan untuk membuat inovasi baru dalam pembuatan rumah lebah kelulut dan penopang dari material semenfero sehingga dapat lebih meningkatkan jumlah madu dan perekonomian masyarakat di Kampung Temenin ini. Metode: Pengabdian dilakukan melalui sosialisasi dan pelatihan pembuatan rumah lebah kelulut berbahan semen fero kepada peternak lebah kelulut. Hasil: Penggunaan inovasi semen fero menciptakan lingkungan yang baik dan aman bagi lebah sehingga produksi madu menjadi meningkat. Peningkatan produksi madu terjadi sebanyak 20 % dimana dari 55 log diperoleh madu sebanyak 22 liter. Kesimpulan: Penggunaan semen fero sebagai material pembuatan kotak dan penopang sarang kelulut membuat kotak sarang lebah menjadi lebih kuat dan aman dari gangguan binatang lain. Dengan kondisi kotak yang baik maka jumlah madu yang dihasilkan lebah menjadi meningkat.