Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Clustering and Mixture Model Analysis of Human Development Index in Papua: A Study Based on Educational Data (2010–2023) Sroyer, Alvian; Morin, Henderina; Reba, Felix; Wororomi, Jonathan; Languwuyo, Agustinus
CAUCHY: Jurnal Matematika Murni dan Aplikasi Vol 10, No 2 (2025): CAUCHY: JURNAL MATEMATIKA MURNI DAN APLIKASI
Publisher : Mathematics Department, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/cauchy.v10i2.32988

Abstract

The purpose of this research is to analyze the distribution of the Human Development Index (HDI) in Papua based on the average length of schooling during the period 2010–2023 using the Gaussian Mixture Model (GMM) approach. Data from 27 districts are grouped into three clusters based on the distribution characteristics of each region. Weibull, Nakagami, and Generalized Extreme Value (GEV) distributions were selected to represent Cluster 1, Cluster 2, and Cluster 3, with parameter estimation using Maximum Likelihood Estimation (MLE). The results of the analysis show that Cluster 1 includes areas with low HDI such as Mamberamo Raya and Yahukimo, Cluster 2 reflects moderate HDI in areas such as Nduga and Tolikara, while Cluster 3 describes high HDI in districts such as Jayapura and Mimika. The mixture model that combines these three distributions provides an accurate representation of the HDI distribution pattern in Papua. Policy implications from these results include the development of cluster-based education programs to improve access to education in areas with low HDI, reduce educational disparities in areas with moderate HDI, and maintain sustainable development in areas with high HDI. This approach can be a reference for similar analyses in other regions with high development heterogeneity characteristics
DISTRIBUTION MODEL OF HUMAN DEVELOPMENT INDEX IN PAPUA PROVINCE BASED ON REGIONAL CLUSTERING Wororomi, Jonathan K.; Sroyer, Alvian M.; Morin, Henderina; Reba, Felix; Beno, Ishak S.; Wambrauw, Oscar O. O.
BAREKENG: Jurnal Ilmu Matematika dan Terapan Vol 19 No 4 (2025): BAREKENG: Journal of Mathematics and Its Application
Publisher : PATTIMURA UNIVERSITY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/barekengvol19iss4pp2693-2708

Abstract

Modeling the distribution of Human Development Index (HDI) components is essential to uncover underlying disparities and guide targeted policy interventions. This study aims to analyze HDI data, focusing on the average length of schooling across 26 districts in Papua Province from 2010 to 2023, to identify the most suitable probability distribution model. Using the k-means clustering method, two main groups were identified based on the average length of schooling. Cluster 1 includes 11 districts with a Weibull distribution, characterized by a scale parameter of 8.9931 and a shape parameter of 16.1272, indicating significant variation in education duration. Cluster 2 consists of 15 districts with a scale parameter of 3.73006 and a shape parameter of 8.07662, showing a distribution with a long tail and greater variability. This study provides insights into the distribution patterns of education duration in Papua, which could aid policymakers in making more targeted decisions and allocating resources efficiently. The findings also highlight regional disparities and the need for specific educational interventions. These results are valuable for government entities, NGOs, researchers, and international donors interested in improving educational outcomes in underdeveloped areas. However, the analysis is limited by the scope of available data and the assumption of homogeneity within clusters.
PENGEMBANGAN WEBSITE DAN SOSIAL MEDIA KABUPATEN KEEROM MENGGUNAKAN METODE PIECES Kmurawak, Remuz MB; Puteri, Qalmi Nurqalbi Jukwati; Yensenem, Binyedi Binwerd; Randa, Joshua; Sampebua, Mingsep Rante; Sroyer, Alvian M
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol. 30 No. 1 (2024): JANUARI-MARET
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jpkm.v30i1.51406

Abstract

Pelatihan manajemen website dan Sosial Media di Kabupaten Keerom bertujuan untuk memperkenalkan potensi Kabupaten secara online. Sebagai salah satu kabupaten di daerah paling luar, dan berbatasan dengan Negara Papua New Guinea, Pemerintah Kabupaten Keerom perlu menampilkan informasi yang menyeluruh mengenai potensi daerah serta profile lain yang dianggap penting. Analisis sistem dilakukan dengan metode PIECES  Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini menggunakan dilakukan dengan dengan pendekatan wawancara,Pengembangan Website itu sendiri serta workshop kepada beberapa pegawai yang bertuhas. Pendampingan dilakukan selama setahun. Hasil dari pelatihan tersebut berupa website dan akun sosial media . Dengan adanya website proses penyebaran informasi dapat lebih mudah, sehingga potensi yang dimiliki, dapat tersampaikan kepada masyarakat luas secara online. Hasil implementasi, diperoleh bahwa website perlu mengalami peningkatan untuk faktor performa, informasi dan layanan
Analisis Cluster Penyakit Malaria Provinsi Papua Menggunakan Metode Single Linkage Dan K-Means Sroyer, Alvian M.; Mandowen, Samuel A.; Reba, Felix
Jurnal Nasional Teknologi dan Sistem Informasi Vol 7 No 3 (2021): Desember 2021
Publisher : Departemen Sistem Informasi, Fakultas Teknologi Informasi, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/TEKNOSI.v7i3.2021.147-154

Abstract

Malaria adalah penyakit yang disebabkan oleh parasite bernama Plasmodium. Tercatat keseluruhan kasus malaria yang terjadi di Indonesia pada tahun 2019 adalah sebanyak 250.644 kasus. Dan kasus malaria tertinggi terjadi di provinsi Papua, yaitu sebesar 86% atau sebanyak 216.380 kasus. Di Provinsi Papua, penyakit malaria dialami oleh semua usia dan bulan-bulan terjadi peningkatan pasien penderita malaria juga sangat bervariasi. Hal ini mengakibatkan dinas Kesehatan mengalami kesulitan dalam mengelompokan jenis malaria berdasarkan usia pasien dan bulan-bulan kejadian. Sebenarnya sudah ada penelitian yang menjelaskan pengelompokan jenis-jenis malaria, namun belum dijelaskan secara terperinci masing-masing kelompok malaria seperti Malaria Tropika, Malaria Tertiana, Malaria Quartana, Malaria Ovale. Tujuan dari penelitian ini adalah, melakukan analisis cluster terhadap beberapa jenis malaria, usia dan bulan kejadian. Metode cluster yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Single Linkage dan K-Means. Selanjutnya kedua metode akan di evalusi menggunakan standar deviasi. Metode terbaik yang dapat digunakan untuk analisis cluster adalah metode yang memiliki nilai standar deviasi lebih kecil. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yang diperoleh dari Dinas Kesehatan Provinsi Papua. Hasil penelitian menunjukan bahwa, metode Single Linkage lebih akurat dibandingkan dengan K-Means. Dimana dari 50 pasien terdapat 47 pasien lebih dominan terkena penyakit malaria tertiana yaitu pada rentang usia remaja dan dewasa pada bulan juni. Sehingga diharapkan pemerintah Provinsi Papua dapat memberikan sosialisasi kepada masyarakat, khususnya mereka yang pada rentang usia remaja dan dewasa. Karena hampir 94% penyakit malaria tertiana di derita oleh mereka yang berusia remaja dan dewasa.
Penentuan Jurusan Siswa SMA Berdasarkan Tes Minat Bakat Menggunakan Metode Single, Complete dan Average Linkage Sroyer, Alvian M; Saud, Habel; Reba, Felix
Jurnal Nasional Teknologi dan Sistem Informasi Vol 8 No 2 (2022): Agustus 2022
Publisher : Departemen Sistem Informasi, Fakultas Teknologi Informasi, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/TEKNOSI.v8i2.2022.72-80

Abstract

Menurut data yang dirilis oleh United Nations Children's Fund (Unicef) tentang situasi pendidikan di Papua, dimana 30% siswa di Provinsi Papua secara umum tidak menyelesaikan Pendidikan SD dan SMP. Di wilayah pedalaman Papua, kira-kira 50% peserta didik jenjang SD dan 73% SMP lebih memilih putus sekolah. Jika fenomena ini dibiarkan berlanjut, maka para siswa akan kesulitan dalam menentukan jurusan yang sesuai dengan kemampuan mereka baik di jenjang SMA, maupun jika para siswa ingin melanjutkan ke perguruan tinggi. Beberapa tahun terakhir  ini, beberapa SMA di kota Jayapura sudah menggunakan hasil Intelligenz Struktur Test (IST) dalam menentukan jurusan siswa. Tim tes psikologi yang sering melakukan tes ini adalah para dosen dari Program Studi Bimbingan dan Konseling (BK) UNCEN. Namun tim Prodi BK juga terkadang mengalami kendala, jika siswa yang mengikuti tes dalam jumlah yang banyak. Akibatnya, waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan satu subtes IST relatif lama. Terkadang terjadi error yang tak terduga dalam menentukan hasil tes menggunakan norma. Sehingga penelitian ini, akan digunakan tiga metode cluster yaitu : Single Linkage, Complete Linkage dan Average Linkage dalam menentukan jurusan siswa SMA. Penggunaan tiga metode ini tujuannya adalah bagaimana mengetahui metode yang paling sesuai dalam menentukan jurusan siswa SMA. Hasil dendogram memperlihatkan bahwa, jumlah jurusan yang dapat dibentuk adalah dua jurusan. Selanjutnya hasil analisis menunjukan bahwa, dari 305 siswa kelas X yang mengikuti tes minat dan bakat, terdapat hanya 7 siswa yang memenuhi syarat untuk masuk pada jurusan IPA dan 298 siswa memenuhi syarat untuk masuk pada jurusan IPS. Harapannya metode terbaik dapat menjadi rujukan sebagai bahan validasi. Selain itu, tim tes psikologi Prodi BK UNCEN dapat menjangkau seluruh SMA dan Sederajat di Provinsi Papua untuk melakukan tes psikologi dalam penentuan jurusan siswa.
Pendampingan penyusunan monografi dan profil kampung Wambena Distrik Depapre kabupaten Jayapura Runtoboi, Dirk Y. P.; Togibasa, Octolia; Ohee, Henderite L.; Sroyer, Alvian; Abraham, Abraham; Hamzah, Hardi; Waimbo, Grasela; Dimara, Makdalena I.; Edowai, Savonarola G. Y.; Rumaterai, Yaseya P.; Agriawan, Muhammad Nurkhalis
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 1 (2024): March
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i1.22221

Abstract

Abstrak Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat dilaksanakan di Kampung Wambena Distrik Depapre, dengan melibatkan dosen dan mahasiswa KKN Universitas Cenderawasih. . Kegiatan ini bekerja sama dengan Badan Pusat Statistik (BPS) Papua. Tujuannya adalah untuk memberikan pendampingan kepada perangkat Kampung Wambena dalam menyusun monografi dan profil kampung. Pendampingan ini sangat penting dilakukan karena sebagai sebagai Kampung yang megalami pemekaran, maka sangat penting untuk memberikan data informasi secara sistematis, lengkap, akurat, dan terpadu kepada masyarakat kaitannya dalam penyelengaraan pemerintahan. Kegiatan ini difokuskan pada pendampingan dalam penyusunan Monografi dan Profil Kampung dengan menggunakan pendekatan partisipatif dan edukatif. Implementasi kegiatan ini sejalan dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2012 tentang Monografi Desa dan Kelurahan serta Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 12 Tahun 2007 tentang Pedoman Penyusunan dan Pendayagunaan Data Profil Desa dan Kelurahan. Survei lapangan menunjukkan bahwa Kampung Wembena belum memiliki Profil dan Monografi yang dapat menjadi sumber informasi mengenai potensi kampung. Karena pentingnya keakuratan data dalam perencanaan pembangunan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat, pendampingan dianggap sebagai bagian dari implementasi "Tri Dharma" Perguruan Tinggi, khususnya dalam bentuk pengabdian kepada masyarakat. Kata kunci: monografi; kampung wambena; distrik dapapre; jayapura. AbstractCommunity Service Activities were carried out in Wambena Village, Depapre District, involving lecturers and KKN students at Cenderawasih University. . This activity is in collaboration with the Papua Central Statistics Agency (BPS). The aim is to provide assistance to Wambena Village officials in compiling monographs and village profiles. This assistance is very important because as a village that is experiencing expansion, it is very important to provide systematic, complete, accurate and integrated information data to the community regarding government administration. This activity focuses on assistance in preparing Monographs and Village Profiles using a participatory and educational approach. The implementation of this activity is a form of facilitation and implementation of Minister of Home Affairs Regulation Number 13 of 2012 concerning Village and Subdistrict Monographs and Minister of Home Affairs Regulation Number 12 of 2007 concerning Guidelines for Compiling and Utilizing Village and Subdistrict Profile Data. When the location survey was carried out, it was found that Wembena Village did not yet have a Profile and Monograph as a source of information on the village's potential. Considering the importance of data accuracy in planning so that development policy making can be right on target and in line with community needs, it is considered important to provide assistance as part of the implementation of the Higher Education "Tri Dharma", one of which is community service. Keywords: monograph; wambena village; dapapre district; jayapura.