Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : agriTECH

Stabilitas Ekstrak Antosianin Beras Ketan (Oryza sativa var. glutinosa) Hitam selama Proses Pemanasan dan Penyimpanan Nanik Suhartatik; Merkuria Karyantina; Akhmad Mustofa; Muhammad Nur Cahyanto; Sri Raharjo; Endang Sutriswati Rahayu
agriTECH Vol 33, No 4 (2013)
Publisher : Faculty of Agricultural Technology, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (490.062 KB) | DOI: 10.22146/agritech.9533

Abstract

anthocyanin pigments are responsible for the red, blue, and purple colour in crop produces such as fruits, vegetables, rice, and flowers. This bioactive compound has been developed for natural colorants in food products, especially functional foods. The aims of this research were to study the stability of anthocyanin and its colour during heating in various temperatures and during storage under different conditions. The results showed that the higher the heating temperature and the longer the heating time, the higher degradation of anthocyanin. Except for anthocyanin extract heated below 50 c for not more than 15 min, it has increased the anthocyanin stability. antioxidant activities (% RSa, radical scavenging activity and fRaP value, Ferrous Radical Activity Power) decreased after the extract were heated at 70c. Extracts stored at room temperature with neutral solution (pH 7.0) have decreased their level of anthocyanin from 25 to 1.87 mg/100 mL. Storage at low temperature had not reduced significantly their anthocyanin concentration. ABSTRAKAntosianin sebagai senyawa yang menyebabkan timbulnya warna merah, biru, dan ungu pada padi, buah, sayuran, dan produk hortikultura lainnya, sangat berpotensi untuk dikembangkan sebagai bahan pewarna alami pada produk pangan fungsional. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mempelajari stabilitas dan warna ekstrak antosianin dari beras ketan hitam selama proses pemanasan dan penyimpanan. Hasil menunjukkan bahwa semakin tinggi suhu pemanasan dan semakin lama waktu pemanasan, menyebabkan kerusakan antosianin semakin banyak. Kecuali pada pemanasan <50 c tidak lebih dari 15 menit yang dapat meningkatkan kestabilan antosianin. aktivitas antioksidan (% RSa, radical scavenging activity dan nilai fRaP, Ferrous radical Activity Power) mengalami penurunan setelah dipanaskan pada suhu 70 oc. Penyimpanan pada suhu kamar dan pH 7,0 dapat menurunkan kadar antosianin ekstrak dari 25 menjadi 1,87 mg/100 mL. Sedangkan penyimpanan pada suhu rendah tidak menyebabkan perubahan kadar antosianin yang berarti.
Stabilitas Minuman Isotonik Antosianin Beras Ketan Hitam dengan Senyawa Kopigmentasi Ekstrak Bunga Belimbing (Averrhoa Carambola) Nanik Suhartatik; Akhmad Mustofa
agriTECH Vol 38, No 1 (2018)
Publisher : Faculty of Agricultural Technology, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (307.668 KB) | DOI: 10.22146/agritech.15395

Abstract

Anthocyanin is a bioactive component which give basic color of red, purple, and blue to blackish foodstuffs. So, the anthocyanin could be developed as a natural pigment in foodstuffs, but it is unstable. Several studies have been conducted to improve its stability in the food system. The purpose of this study was to analyze the stability of anthocyanin in isotonic beverages as food system with the addition of copigmentation compound derived from star fruit flower extract. The stability of the isotonic beverage was tested at some heating temperatures and storage periods. Isotonic drink were formulated using anthocyanin extracted from glutinous rice flour. Isotonic beverages consist of sucrose, fructose, sodium benzoate, citric acid, KCl, and K2PO4 which were regulated containing anthocyanin equivalent to 25 mg/L. Added ingredients to increase the stability of anthocyanin in isotonic drinks was 5% star-fruit flower extract. During storage, the phenolic content, anthocyanin, and antioxidant activity of isotonic beverages were observed. The results showed that heating process declined the anthocyanin content significantly, from 25 mg/L to 2.82 mg/L. Decreased level of anthocyanin also occurred during storage. Heating at 50, 65, and 70 °C gave no significant difference of phenol content. Similar to its ability to capture DPPH radicals (% RSA DPPH, radical scavenging activity 2.2-diphenyl-1-picrylhydrazyl). Increasing the temperature from 50 to 70 °C would increase the stability of anthocyanin, total phenolic, and also the antioxidant activity. Meanwhile, storage would decrease the anthocyanin content but increase the phenolic content and the antioxidant activity. ABSTRAKAntosianin merupakan komponen bioaktif dan warna dasar bahan makanan yang berwarna merah, ungu, biru hingga kehitaman. Antosianin berpotensi dikembangkan sebagai pewarna alami untuk makanan, akan tetapi pigmen ini bersifat tidak stabil. Beberapa penelitian telah dilakukan untuk meningkatkan stabilitasnya dalam sistem pangan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis stabilitas antosianin dalam minuman isotonik sebagai sistem pangan dengan penambahan senyawa kopigmentasi yang berasal dari ekstrak bunga belimbing. Stabilitas minuman isotonik diuji pada beberapa suhu pemanasan dan periode penyimpanan. Minuman isotonik diformulasikan menggunakan antosianin hasil ekstraksi dari tepung beras ketan hitam. Minuman isotonik terdiri dari sukrosa, fruktosa, Na-benzoat, asam sitrat, KCl, dan K2PO4 yang diatur mengandung antosianin setara dengan 25 mg/L. Bahan yang ditambahkan untuk meningkatkan stabilitas antosianin pada minuman isotonik adalah ekstrak bunga maya (belimbing) 5%. Selama penyimpanan diamati kadar fenolik, kadar antosianin, dan aktivitas antioksidan dari minuman isotonik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pemanasan menyebabkan penurunan yang signifikan dari kadar antosianin, dari semula 25 mg/L menjadi hanya 2,82 mg/L saja. Penurunan kadar antosianin terjadi juga selama penyimpanan. Perlakuan suhu 50, 65, dan 70 °C memberikan perbedaan kadar fenolik yang tidak signifikan. Begitu pula dengan kemampuannya untuk menangkap radikal DPPH (% RSA DPPH, radical scavenging activity 2,2-diphenyl-1-picrylhydrazyl). Kenaikan suhu dari 50 menjadi 70 °C, meningkatkan stabilitas antosianin, meningkatkan kadar fenolik, dan aktivitas antioksidannya. Sementara proses penyimpanan membuat kadar antosianin semakin menurun dan meningkatkan kadar fenolik serta aktivitas antioksidannya.
Phenolic Content and Antioxidant Activity of Black Glutinous Rice Anthocyanin during Fermentation by Pediococcus pentosaceus N11.16 Nanik Suhartatik; Akhmad Mustofa; Ponco Mursito
agriTECH Vol 39, No 1 (2019)
Publisher : Faculty of Agricultural Technology, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (707.686 KB) | DOI: 10.22146/agritech.36347

Abstract

Anthocyanin was developed into natural food colorant in microemulsion systems to improve their stability and readiness for food preparation. Anthocyanin has an antioxidant activity. The degradation of anthocyanin into small compound could increase the biological activity. Anthocyanin was extracted from black glutinous rice and prepared using food grade surfactant such as Tween 80, Tween 20, and Span 80. Microemulsion was then added into modified deMann Rogosa Sharp (MRS) medium as much as 5, 10, 15, 20 and 25 ppm. Lactic acid bacteria genus Pediococcus pentosaceus N11.16 were grown for 18–24 hours and were used as enzyme producers. This experiment was aimed to determine the stability of anthocyanin in microemulsion systems to enzymatic degradation. The modified MRS medium was added with microemulsion and incubated for 24 h. Phenolic content remained stable during the fermentation process in all treatments, while the highest antioxidant activity was found in the sample with 20 ppm of anthocyanin. Total acid-producing bacteria were also monitored during the incubation and the result showed that there was a decline in their growth. There was a significant change in the antioxidant activity during incubation.
Co-Authors Ahmad Gunawan Ahmad Gunawan Ainun Mardiyah Alfinda Taju Ulya Ali Djamhuri Anggi Aswinda Nur Hasanah Angraini Mariam Saraswati Astuti, Beti C Bernaulli Putri Mulyanto Beti Cahyaning Astuti Budiman Nur Arifin Damayanti, Putri G Danar Agi Fauzi Dara Chandra Pustika Desy Lustiyani Dewi Ayu Wulandari Setyobudi Dwi Yulia Vina Pratiwi Eko Yuliastuti E.S Endang Sutriswati Rahayu Fadholi, Kirnawan Fajariyah, Anna Firdhauzi, Amila Fitriyani, Reza Handayani, Sri Hasanah, Amalia L Husnun, Fadilah Ihfan Bagas Aditya Indah Prabawati INDAH PRABAWATI Indrias Tri Purwanti Irvia Resti Puyanda Isnaini Elok Nur Azizah Jessica Noni Estria Wicaksana Dwi Saputri Khabibulloh, Mohammad J M Kirana Swasti Ningrum Kurniawan, Yanuar Aldy Liana Dewi Pratiwi Linda Kurniawati Lintang Sekar Sari Maharani, Henriani Sintia Maria, Agnes Merkuria Karyantina Mufadilah, Iklima Muhammad Nur Cahyanto Mulyanto, Bernaulli Putri Nanda Pratiwi Nanik Suhartatik Ningrum, Ega Sulistiyo Ningrum, Kirana Swasti Novianto, Maulana Machfud Novianto Nugraheni, Oktina Nugraheni, Ratna Dewi Nugroho, Wahyuningtyas Puji Nur Hasanah, Anggi Aswinda Nurhidayanti Nurhidayanti Nuzulullail, Agung Subakti Oktavia Permatasari Patmasari, Diyah Ayu Eka Permatasari, Oktavia Ponco Mursito Pradana, Ridofan Aji Pranata, Gigih Putri, Lindasari Pradita Rahmawanti, Mutia D Rama Bagaskara Yulianto Ramadhani, Eko Pramudya Reza Fitriyani Ria Pertiwi Riyani Rosyada, Alfin Ni'mah Rynati Dwi Cahyaningrum Saputri, Jessica Noni Estria Wicaksana Dwi Saputri, Wikiyas L Saraswati, Angraini Mariam Sari, Ardhea Mustika Sari, Lintang Sekar Septi Rohmawati Sholihah, Efi N Sri . Handayani Sri Handayani Sri Handayani Sri Raharjo Suhartatik, Naniek Supriyanto, Jamal Titiek F Djaafar Tri Marwati Tri Nikawati Vranada, Aric Wahyu Jokopriyambodo Wahyuningtyas Puji Nugroho Wanda Nurwidyana Utami Warjito, W Wibowo, Diky Gusnanto Widya Anggraini Pamungkas Wijaya, Danastri Wulandari, Y Wuri Y Wuri Wulandari Yannie Asrie Widanti Yannie Asrie Widanti Yannie Asrie Widanti Yuli Fadmawati, Galih Ayu Yustina Wuri Wulandari Yustina Wuri Wulandari Yustina Wuri Wulandari