Ahmad Ahsanul Khuluq
Unknown Affiliation

Published : 6 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Keseimbangan Antara Ujian Dan Kemampuan Manusia: Telaah Tafsir Surat Al-Baqarah Ayat 286 Dalam Tafsir Al-Mishbah Ahmad Ahsanul Khuluq; Nasrulloh Nasrulloh; Moh Rifqi Falah Al Farabi
Journal of International Multidisciplinary Research Vol. 2 No. 11 (2024): November 2024
Publisher : PT. Banjarese Pacific Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62504/jimr954

Abstract

Artikel ini membahas telaah makna Tafsir Al-Mishbah terhadap surat Al-Baqarah ayat 286 serta konsep keseimbangan keseimbangan antara ujian dan kemampuan manusia dalam perspektif Tafsir Al-Misbah karya Quraish Shihab, dengan fokus pada Surat Al-Baqarah ayat 286. Metode penelitian yang digunakan adalah studi pustaka dengan pendekatan kualitatif deskriptif, mengandalkan sumber primer dari Tafsir Al-Mishbah dan sumber sekunder yang relevan. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis isi. Hasil penelitian ini mencakup telaah mendalam tentang makna ayat, yaitu 1)Allah tidak membebani diluar kemampuan manusia, 2)konsep tanggungjawab dan balasan atas perbuatan manusia, 3)Doa sebagai pengakuan keterbatasan manusia, dan 4)Tawakkal dan ketergantungan kepada Allah. Quraish Shihab menegaskan bahwa setiap ujian yang diberikan Allah tidak melebihi kemampuan manusia, sehingga memberikan harapan dan ketenangan. Sedangkan pada pembahasan keseimbangan antara ujian dan kemampuan manusia, menyoroti bahwa pemahaman terhadap ayat ini memberikan landasan spiritual yang kuat bagi umat Islam untuk menghadapi berbagai tantangan hidup, mendorong mereka untuk berserah diri kepada Allah, berdoa, dan terus berusaha.
Optimalisasi Kurikulum Merdeka pada Mata Pelajaran Bahasa Arab Ayu Rahma Fitri Prameswari Zain; Ahmad Ahsanul Khuluq; Slamet Daroini
Journal of International Multidisciplinary Research Vol. 2 No. 12 (2024): Desember 2024
Publisher : PT. Banjarese Pacific Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62504/jimr1094

Abstract

Studi tentang Optimalisasi Kurikulum Merdeka pada Mata Pelajaran Bahasa Arab sangat penting untuk dikaji lebih mendalam. Mengingat hal ini selalu menjadi bahan pembahasan yang terus berkembang. Tujuan tulisan ini ingin memahami implementasi Kurikulum Merdeka dalam pembelajaran Bahasa Arab di MAU Hikmatul Amanah, serta faktor-faktor yang mendukung dan menghambat keberhasilan implementasinya. Metode yang digunakan adalah wawancara dan observasi dengan pendekatan kualitatif deskriptif, adapun pengumpulan data dengan analisis tematik untuk mengidentifikasi pola-pola penerapan Kurikulum Merdeka dan tantangan yang dihadapi selama implementasinya. Hasil  yang  ditemukan ada dua  hal: pertama, implementasi Kurikulum Merdeka di MAU Hikmatul Amanah dalam tahap adaptasi dengan beberapa strategi penerapan, diferensiasi pembelajaran, penggunaan teknologi, dan peran guru dan orang tua; Kedua, adanya beberapa faktor pendukung dan penghambat, serta solusi yang memainkan peran penting untuk optimalisasi Kurikulum Merdeka pada mata Pelajaran Bahasa Arab. Kesimpulan tulisan ini menunjukkan bahwa optimalisasi Kurikulum Merdeka menjadi potensi yang signifikan dalam meningkatkan pengalaman belajar siswa pada mata pelajaran Bahasa Arab di MAU Hikmatul Amanah.
Konsep Keluarga dalam Disiplin Modern: Studi Komparatif Perspektif Ismail Raji Al Faruqi dan Emile Durkheim Annafik Fuad Hilmi; Ahmad Ahsanul Khuluq; Muhammad Fahmi Azizi; Helmi Syaifuddin; Imam Muslimin
Journal of Scientific Interdisciplinary Vol. 1 No. 4 (2024)
Publisher : PT. Banjarese Pacific Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62504/jsi997

Abstract

Konsep keluarga dalam era modern mengalami tantangan besar akibat dinamika sosial, ekonomi, dan budaya yang terus berubah. Artikel ini membahas perbandingan pemikiran Ismail Raji Al-Faruqi dan Emile Durkheim mengenai keluarga. Al-Faruqi, seorang intelektual Muslim, melihat keluarga sebagai unit teologis yang berfungsi untuk menanamkan nilai-nilai tauhid, keimanan, dan moralitas dalam masyarakat Islam. Sebaliknya, Durkheim, sosiolog fungsionalis, menempatkan keluarga sebagai institusi sosial yang menjaga kohesi sosial dan mengatur perilaku individu melalui norma dan nilai kolektif. Studi ini menggunakan metode penelitian kepustakaan dengan pendekatan filosofis dan komparatif. Hasilnya menunjukkan bahwa kedua tokoh memiliki pandangan yang berbeda terkait struktur keluarga, peran gender, dan fungsi utama keluarga, meskipun keduanya sepakat tentang pentingnya keluarga dalam membangun masyarakat yang harmonis. Artikel ini memberikan wawasan tentang bagaimana agama dan sekularisme membentuk konsep keluarga, serta relevansinya di era globalisasi yang penuh tantangan. Dengan memahami kedua perspektif ini, diharapkan dapat diidentifikasi strategi untuk memperkuat institusi keluarga sebagai pilar utama kehidupan sosial.
ANALISIS STRATEGI DAKWAH GUS IQDAM CHOLID Moh Rifqi Falah Al Farabi; Nasrulloh Nasrulloh; Ahmad Ahsanul Khuluq
Holistik Analisis Nexus Vol. 1 No. 11 (2024): November 2024
Publisher : PT. Banjarese Pacific Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62504/nexus980

Abstract

Dakwah adalah strategi/cara ulama’ atau orang yang memiliki pengetahuan agama untuk mengajak seseorang kepada tujuan kebaikan dan menghindari keburukan dengan cara-cara tertentu tanpa adanya paksaan. Penelitian ini mendiskripsikan tentang analisis strategi dakwah gus Iqdam, strategi dakwah sentimental, strategi dakwah rasional, dan strategi dakwah indrawi. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan dengan pendekatan kualitatif. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis isi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa 1) strategi dakwah sentimental dalam strategi dakwah gus Iqdam dilakukan dengan mauidzoh hasanah menggunakan bahasa yang santai dan mudah dipahami. 2) strategi dakwah rasional dalam strategi dakwah gus iqdam, beliau selalu mengajak jama’ahnya untuk mengambil pelajaran saat pengajian beliau. 3) strategi dakwah indrawi dalam strategi dakwah gus Iqdam, beliau memberikan tauladan yang baik kepada jama’ahnya.
CODE-SWITCHING DALAM KONTEKS BILLINGUALISME: DAMPAK PSIKOLOGIS DAN SOSIOLOGIS PADA MAHASISWA PENDIDIKAN BAHASA ARAB Ahmad Ahsanul Khuluq; Nisa Ulfi Jannah; Annafik Fuad Hilmi; Djoko Susanto
Holistik Analisis Nexus Vol. 1 No. 11 (2024): November 2024
Publisher : PT. Banjarese Pacific Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62504/nexus983

Abstract

Penelitian ini berfokus pada konsep code-switching dalam bilingualisme yang mana membahas dan mendalami tentang bagaimana dampak psikologis dan sosiologis pada mahasiswa pendidikan bahasa arab. Code-switching ini umumnya digunakan ketika mahasiswa PBA presentasi menggunakan Bahasa Arab yang di campur menggunakan bahasa indonesia. Peneliti juga menggali informasi kepada beberapa informan yang menghasilkan jawaban yang variatif satu sama lain. Ada banyak tuturan yang ditemukan yang mengandung “Code-Switching” dalam setiap proses pembelajaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain penelitian deskriptif yang menganalisa beberapa informan dan menggali beberapa jawaban melalui wawancara semi-terstruktur dan observasi partisipatif. Hasil Penelitian memiliki dampak psikologis yang kompleks dan beragam. Pembelajaran yang adaptif sangat penting untuk mendukung penguasaan bahasa secara seimbang dalam memaksimalkan manfaat code-switching dan meminimalkan dampak negatifnya. Dalam konteks mahasiswa kelas F program magister Pendidikan Bahasa Arab, code-switching memiliki dampak sosiologis signifikan, terutama dalam interaksi sosial dan akademik. Penggunaan code-switching lebih sering terjadi pada situasi informal, membantu mahasiswa berkomunikasi lebih adaptif dan membangun pemahaman bersama.
Dinamika Islamisasi di Indonesia pada Abad ke-15 dan ke-16 Masehi Ahmad Ahsanul Khuluq; Sofwan Hadianto Prasetyo; Moh Rifqi Falah Al Farabi; Zulfi Mubaraq
Jurnal Adabiya Vol. 28 No. 1 (2026): JURNAL ADABIYA
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/adabiya.v28i1.33667

Abstract

The study of the dynamics of Islamization in Indonesia in the 15th-16th centuries is important and warrants further research. This is due to the nature of the study, which remains the subject of discussion and debate. This paper aims to understand three main aspects: first, the form or paradigm of the study; second, the internal and external factors that influenced it; and third, the positive and negative impacts or implications of the survey of Indonesian society. This research uses a literature review method, employing an article review or review paper approach based on Mestika Zed's theory. Data were collected through a literature review and analyzed using content analysis. The results found 3 things:  First, there are 5 forms of the theme paradigm: (1) Trade; (2) Education; (3) Culture; (4) Marriage; and (5) Politics.  Second, internally, 2 factors influence the theme: (1) Islamic kingdom support, and (2) the role of Indonesian Ulama. As for the external influences, there are 2 factors: (1) Da'wah of foreign Ulama, and (2) International trade interactions. Third, there are 4 positive implications: (1) Cultural diversity; (2) Socio-political stability; (3) Formation of Islamic identity; and (4) Rapid spread of Islam. Meanwhile, the negative implication is that the Da'wah of Islam creates social tension due to differences in religion and local culture. The conclusion of this paper shows that the dynamics of Islamization in Indonesia in the 15th-16th centuries AD were very complex, comprehensive, and complete. Abstrak Kajian mengenai dinamika Islamisasi di Indonesia pada abad ke-15 hingga ke-16 M memiliki signifikansi penting untuk diteliti secara lebih mendalam. Hal ini disebabkan oleh sifat kajian tersebut yang terus menjadi bahan diskusi dan perdebatan. Tulisan ini bertujuan untuk memahami tiga aspek: pertama, bentuk atau paradigma kajian tersebut; kedua, faktor internal maupun eksternal yang memengaruhinya; dan ketiga, dampak atau implikasi baik positif maupun negatif yang ditimbulkan kajian tersebut terhadap masyarakat Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode studi kepustakaan dengan pendekatan tinjauan artikel atau ulasan paper yang didasarkan pada teori Mestika Zed. Data dikumpulkan melalui prosedur kajian pustaka dan dianalisis menggunakan teknik analisis konten. Hasil  yang  ditemukan  3  hal:  Pertama,  paradigma tema tersebut ada 5 bentuk: (1) Perdagangan; (2) Pendidikan; (3) Budaya; (4) Pernikahan; serta (5) Politik. Kedua,  secara  internal  yang  mempengaruhi tema tersebut ada 2 faktor: (1) Dukungan kerajaan Islam; serta (2) Peran Ulama Indonesia. Adapun secara eksternal yang mempengaruhi ada 2 faktor: (1) Dakwah Ulama luar negeri; serta (2) Interaksi perdagangan internasional. Ketiga, implikasi positif  ada 4 hal: (1) Keragaman budaya; (2) Stabilitas sosial-politik; (3) Pembentukan identitas Islam; serta (4) Penyebaran Islam yang pesat. Sedangkan, implikasi negatifnya, yaitu Dakwah Islam menimbulkan ketegangan sosial akibat perbedaan agama dan budaya lokal. Kesimpulan tulisan ini menunjukkan bahwa dinamika Islamisasi di Indonesia pada abad 15-16 M ternyata eksistensinya sangat kompleks, komplit dan komprehensif.