Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Hubungan frekuensi menyikat gigi dengan kebersihan gigi dan mulut pada anak usia sekolah Kaur, Gurmit; Daryono, Daryono; Purba, Member Reni; Watri, Desi; Setiawan, Linda Novelgia; Roselyn, Roselyn
Prima Journal of Oral and Dental Sciences Vol. 6 No. 2 (2023): Edisi Oktober
Publisher : Fakultas Kedokteran, Kedokteran Gigi, dan Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebersihan gigi dan mulut yang selalu dijaga pada anak usia sekolah. Usia 6-12 tahun merupakan kategori usia yang sangat ideal untuk melatih kemampuan motorik seorang anak dalam menjaga kebersihan gigi dan mulut. Menyikat gigi baik dapat  mempengaruhi terhadap baik atau buruknya kebersihan gigi dan mulut. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui hubungan frekuensi menyikat gigi dengan tingkat kebersihan gigi dan mulut pada siswa SD. Jenis penelitian ini merupakan survei analitik dengan desain cross sectional. Populasi penelitian adalah seluruh siswa SD Negeri 101897 Kiri Hulu Kecamatan Tanjung Morawa sebanyak 528 orang. Penentuan besar sampel dengan menggunakan rumus Slovin dan diperoleh 84 orang sampel siswa kelas V dan VI. Pengumpulan data dngan menggunakan kuesioner. Data dianalisis dengan uji statistik Chi square. Hasil penelitian diperoleh bahwa mayoritas frekuensi menyikat gigi anak sebanyak 2 kali sehari (67,9%), 3 kali sehari (23,8%), dan 1 kali sehari (8,3%). Mayoritas OHIS (Oral Hygiene Index Simplified) anak dalam kategori sedang (65,5%), OHIS baik (31%), dan OHIS kurang (3,6%). Terdapat hubungan frekuensi menyikat gigi yang signifikan dengan tingkat kebersihan gigi dan mulut pada siswa (p=0,000; p≤0,05). Kesimpulan penelitian ini adalah frekuensi menyikat gigi memiliki hubungan dengan tingkat kebersihan gigi dan mulut.
Gonial angle, antegonial angle, and bigonial breadth among Chinese and Batak ethnic groups: A panoramic radiographic analysis Perdani, Mustika Lili; Wilvia, Wilvia; Tabhita, Kanaya; Ishak, Ishfahani Suriadi; Perangin-angin, Meika Maharani Br; Pasaribu, Tulus; Desta, Maorina; Tanjung, Dian Soraya; Purba, Member Reni
Buletin Kedokteran & Kesehatan Prima Vol. 5 No. 1 (2026): March
Publisher : Fakultas Kedokteran, Kedokteran Gigi, dan Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34012/bkkp.v5i1.8019

Abstract

Background: Mandibular morphology is a key aspect of antropometry and dentistry, reflecting anatomic variations influenced by genetic, ethnic, and environmental factors. Parameters such as bigonial width, gonial angle, and antegonial angle serve as primary indicators in mandibular morphometric analysis, with applications in orthodontics, maxillofacial surgery, and forensic identification. Population-based morphometric data for local Indonesian groups remain limited. This study addresses this gap by examining mandibular characteristics in Batak and Chinese ethnic groups. This study aimed to compare bigonial width, gonial angle, and antegonial angle between Batak and Chinese groups using panoramic radiographs. Methods: This cross-sectional, observational, analytic study included 50 subjects (25 Batak and 25 Chinese) at RSGM Prima. Measurements were performed with ImageJ software and analyzed using Shapiro-Wilk normality test, Levene homogeneity test, and independent t-test.  Results: No statistically significant differences were found in gonial angle (p=0.665), antegonial angle (p=0.218), or bigonial width (p=0.328) between the groups.  Conclusion: No significant differences exist in gonial angle, antegonial angle, or bigonial width between Batak and Chinese groups. Mandibular morphometric variations are not determined solely by ethnicity. These parameters should be integrated with other anthropologic markers and primary identification methods for greater accuracy in clinical and forensic applications.