Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

RAGAM DAN FUNGSI PANTUN PADA MASYARAKAT SUKU BAJO DI DESA BOKORI KECAMATAN SOROPIA KABUPATEN KONAWE Abidin, Marwan; Suyuti, Nasruddin; Ali Basri, La Ode
Jurnal Penelitian Budaya Vol 5, No 2 (2020): Jurnal Penelitian Budaya
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (120.652 KB) | DOI: 10.33772/jpeb.v5i2.14910

Abstract

Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan ragam dan fungsipantun pada masyarakat Bajo di Desa Bokori Kecamatan Soropia, KabupatenKonawe. Penelitian ini termasuk penelitian kualitatif dengan menggunakanmetode deskriptif kualitatif. Lokasi penelitian ini adalah di Desa BokoriKecamatan Soropia Kabupaten Konawe. Data dari informan langsung dilapanganyang menguasai atau pembicara asli pantun yang menjadi objek penelitian ini.Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah peneliti instrumen utama,wawancara, alat perekam dan dokumentasi Teknik analisis data adalah denganmenggunakan teknik pendekatan struktural. Hasil penelitian ini menunjukkanbahwa Pantun pada masyarakat Bajo memiliki ragam: (a) Pantun bertema nasihat,(b) Pantun berhubungan dengan kepercayaan/agama, dan (c) pantun tentangpercintaan. Fungsi pantun itu sendiri adalah:(a) sebagai hiburan, (b) sebagai mediamengungkapkan perasaan, (c) sebagai nasihat, dan (d) sebagai pelestariantradisi/budayaKata Kunci: Ragam, fungsi, pantun, masyarakat Bajo
KETERLIBATAN IBU RUMAH TANGGA DALAM MENINGKATKAN EKONOMI KELUARGA(STUDI PADA BURUH BANGUNANDI KELURAHAN BENUA NIRAE, KECAMATAN ABELI, KOTA KENDARI) Ramsia, Wa Ode; Taena, La; Ali Basri, La Ode
Jurnal Penelitian Budaya Vol 3, No 1 (2018): Jurnal Penelitian Budaya
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (525.461 KB) | DOI: 10.33772/jpeb.v3i1.7787

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1)mendeskripsikan dan menganalisis  ketelibatan ibu rumah tangga yang bekerja sebagai buruh bangunan dalam meningkaatkan ekonomi keluarga,(2)menganalisis motivasi keterlibatan ibu rumah tangga bekerja sebagai buruh bangunan.Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan  observasi partisipan dan wawancara mendalam, dengan unit penelitian ibu-ibu rumah tangga yang bekerja sebagai buruh bangunan. Data dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, diverifikasi, dan kesimpulan.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa keterlibatan ibu rumah tangga dalam meningkatkan ekonomi keluarga di Kelurahan Benua Nirae, yang bekerja sebagai buruh bangunan dilakukan dengan cara: (1) Bekerja paruh waktu, membuat ia harus menjalankan tugas domestiknya yaitu mengurus rumah (mencuci, memasak, mengurus suami, dan mengurus anak) yang dilakukan sebelum berangkat bekerja, lalu pada saat pulang pun ia kembali menjalankan perannya sebagai ibu. (2) Mengatur penggunaan uang belanja secara proporsional, yakni dengan bekerja sebagai buruh bangunan yang penghasilannya digunakan untuk membantu suami memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga dan sekolah anak. Faktor-faktor yang memotivasi ibu rumah tangga bekerja sebagai buruh bangunan yaitu: faktor ekonomi, kurangnya pendapatan suami mendorong istri untuk bekerja, dan keinginan hidup layak layak serba berkecukupan sehingga mendorong ibu rumah tangga untuk bekerja.Kata kunci: keterlibatan, ibu rumah tangga, ekonomi keluarga.
PERUBAHAN BUDAYA SITULUNG-TULUNG DALAM PROSESI PERKAWINAN PADAMASYARAKAT BUGIS DI DESAMOKUPA KECAMATANLAMBANDIA KABUPATEN KOLAKA TIMUR Hernawati, Hernawati; Suyuti, Nasruddin; Ali Basri, La Ode
Jurnal Penelitian Budaya Vol 5, No 2 (2020): Jurnal Penelitian Budaya
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (119.644 KB) | DOI: 10.33772/jpeb.v5i2.14907

Abstract

Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah (1) untuk mendeskripsikan dan menganalisisbentuk perubahan situlung-tulung dalam prosesi perkawinan masyarakat Bugis diDesa Mokupa Kecamatan Lambandia Kabupaten Kolaka Timur, (2) faktor penyebabperubahan budaya situlung-tulung dalam prosesi perkawinan masyarakat Bugis diDesa Mokupa Kecamatan Lambandia Kabupaten Kolaka Timur. Jenis penelitian iniadalah kualitatif. Informan penelitian menggunakan teknik snowball, yaitu carapenentuan informan dilakukan secara bertahap. Metode pengumpulan data dalampenelitian ini dilakukan dengan teknik observasi, wawancara dan perekamankejadian. Teknis analisis data yang di gunakan dalam penelitian ini mengacu padamodel analisis Miles dan Haberman, yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikankesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Bentuk perubahan budayasitulung-tulung dalam prosesi perkawinan masyarakat Bugis di Desa Mokupa, saatini tidak memberlakukan lagi keikhlasan dalam melakukan suatu pekerjaan secarabersama-sama untuk menyelesaikan kepentingan individu atau kelompok, (2) faktorpenyebab perubahan budaya situlung-tulung dalam masyarakat Bugis yakni (a)kemajuan teknologi yang merubah pola fikir, (b) faktor ekonomi yang menuntutmasyarakat mendahulukan kebutuhan pribadi daripada kebutuhan umum.Kata Kunci : Perubahan, budaya situlung-tulung, masyarakat Bugis
PERUBAHAN POLA PIKIR ORANG BAJO TERHADAP MINAT MENGIKUTI PENDIDIKAN TINGGI DI DESA BONTU-BONTU KECAMATAN TOWEA KABUPATEN MUNA Ilham Yasan, Teguh; Taena, La; Ali Basri, La Ode
Jurnal Penelitian Budaya Vol 6, No 2 (2021): Jurnal Penelitian Budaya
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (243.845 KB) | DOI: 10.33772/jpeb.v6i2.19865

Abstract

The objectives of this study is to identify and analyze the change in the mindset of the Bajo people towards their interest in higher education in the village of Bontu-Bontu. The method used in this study is a descriptive method with a qualitative approach. The instrument of this research is the researcher himself as the key instrument and the interview guide as a supporting instrument. Data collection techniques in this study are, Observation, Interview and Documentation. The results showed that there was a change in the mindset of the Bajo people towards their interest in attending higher education in Bontu-Bontu Village. Data show that the Bajo people in the village of Bontu-Bontu in the early 2000s did not attend higher education. At this time education is not considered important. The Bajo people in Bontu-Bontu Village are seen from their way of thinking and their attitude towards higher education is very apathetic and indifferent. Then now there has been a change in the Bajo people in the village of Bontu-Bontu, they have started to use higher education as a means to improve the quality of human resources and change a much better future in order to compete with outsiders. To date, there have been 13 Bajo people in Bontu-Bontu Village who have completed higher education. Data for 2018-2021 shows that there are 13 people who are currently attending higher education.Keywords: Mindset Changging, Intereset In Higher Educaton, Bajo People.
PERAN PARABELA DALAM MENYELESAIKAN KONFLIK AGRARIA DI DESA LAPANDEWA KECAMATAN LAPANDEWA KABUPATEN BUTON SELATAN armin, Armin; la taena, La Taena; Ali Basri, La Ode; la aso, La Aso
Jurnal Penelitian Budaya Vol 8, No 2 (2023):
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jpeb.v8i2.46218

Abstract

ABSTRAK Tujuan Penelitian adalah: (1) untuk mendeskripisikan dan menganalisis faktor penyebab terjadinya konflik agraria pada masyarakat Lapandewa Kecamatan Lapandewa Kabupaten Buton Selatan. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif, pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, wawancara mendalam dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui tiga tahap yakni reduksi data, display data, dan menarik kesimpulan. Hasil penelitian adalah sebagai berikut: (1) Faktor penyebab terjadinya konflik agraria pada masyarakat Lapandewa yakni perebutan lahan, faktor adanya tindak pidana dan faktor adanya dendam dalam sejarah hubungan masyarakat. Faktor perebutan lahan menyebabkan lahirnya konflik antar warga masyarakat Lapandewa dalam bentuk batas wilayah yang saling mengklaim antara dua pihak. Tindak pidana yang terjadi seperti penganiayaan, pemalakan, pengrusakan, ataupun penghinaan. Adanya tindak kriminalitas tersebut, menyulut konflik antar warga masyarakat, karena para korban tindak pidana biasanya tidak melaporkan kepada kepolisian, tetapi melaporkannya kepada keluarga korban sehingga menyulut lahirnya konflik antar warga masyarakat. Kata Kunci: Parabela, Resolusi Konflik, Masyarakat Lapandewa.