Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

HISTORIOGRAFI KESULTANAN BANTEN Mufti Ali
Al Qalam Vol 24 No 1 (2007): January - April 2007
Publisher : Center for Research and Community Service of UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten-Serang City-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (714.022 KB) | DOI: 10.32678/alqalam.v24i1.1660

Abstract

Untuk mengetahui bagaimana visi penulisan sejarah sejarawan Belanda, dapat dilihat bagaimana mereka menjawab tiga pertanyaan berikut: (1) Bagaimana sejarawan Belanda menjelaskan peran VOC terhadap pertumbuhan ekonomi Kesultanan Banten pada momentum yang disebut dengan "era keemasan" (1680-1780)?; (2) Seberapa besar pengaruh VOC bagi kemunduran ekonomi Banten (1780-1808)?; (3) Bagaimana 'perompakan' dan 'penyelundupan' sejumlah komoditi di perairan Selat Sunda antara tahun (17 50-1800) dipahami oleh para sejarawan Belanda?Ketika menjawab tiga pertanyaan tersebut, secara umum para sejarawan Belanda memiliki dua sudut pandang yang disebut (A) Pax­Companica Visie dan (B) Post-colonial visie yang juga sering diidentikkan dengan anti-colonial visie. Sejarawan dengan visie pax-comparuca memberikan evaluasi positif atas kehadiran VOC di Banten. Sementara sejarawan dengan visi post-colonial memberikan evaluasi negatif atas kehadiran VOC dikaitkan dengan kemunduran dan kemajuan Kesultanan Banten.Di luar sejumlah studi dengan kedua visi tersebut, terdapat sejumlah studi yang dilakukan oleh para sejarawan Barat setelah kemerdekaan yang menggunakan pendekatan pengaruh perdagangan (trade-impact approach) dan pendekatan hubungan negara dan masyarakat (state-society relation approach). Sejarawan dengan pendekatan pertama melihat historiografi Banten dengan keyakinan bahwa perdagangan telah memberikan pengaruh pada pembentukan 'pemerintahan lokal' dan suroival sosial ekonomi dan politiknya. Sejarawan dengan pendekatan yang disebut terakhir menganalisa hubungan antara kekuasaan pusat dengan berbagai kelompok sosial di Banten yang memberikan pengaruh kuat terhadap formasi kesultanan Banten. Langsung maupun tidak, sebenarnya karya dengan trade-impact approach memberikan evaluasi negatif terhaclap kehadiran VOC di Banten yang telah memberikan kesengsaraan kepada penduduknya
ARISTOTELIANISME DALAM KACAMATA PARA TOKOH ABAD TENGAH PENENTANG LOGIKA Mufti Ali
Al Qalam Vol 24 No 3 (2007): September - December 2007
Publisher : Center for Research and Community Service of UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten-Serang City-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1380.651 KB) | DOI: 10.32678/alqalam.v24i3.1661

Abstract

Dalam teks-teks yang menentang logika Anstoteles (al-mantik), kita menemukan berbagai argumen yang menentang logika Aristoteles, Aristoteles itu sendiri para sarjana muslim yang memakai logika tersebut dalam karya-karyanya, para khalifah yang mengeluarkan kebijakan untuk menterjemahkan karya-karya Yunani klasik ke dalam bahasa Arab serta orang-orang yang memberi komentar terhadap karya-karya Aristoteles.Persoalan yang akan dijelaskan dalam tulisan ini adalah obyek apa yang mereka tentang? Logika Aristoteles, Aristoteles itu sendiri, atau Aristotelianisme­yakni sebuah tradisi yang berpijak pada karya-karya Aristoteles dan yang terinspirasi olehnya. Studi ini mengungkap bahwa meskipun ketidaksetujuan mereka diarahkan kepada logika Aristoteles, Aristoteles itu sendiri dan orang-orang yang memakai Logika Aristoteles dalam karya-karyanya serta para komentator karya-karya Aristoteles, pada umumnya ketidaksetujuan mereka adalah pada Aristotelianisme, yakni tradisi intelektual yang berpijak pada karya-karya Aristoteles dan terinspirasi olehnya. Ketidaksetujuan ini dalam tingkatan tertentu, berkaitan secara erat dengan perlawanan budaya terhadap hal-hal yang berbau “Yunani Klasik”.
IMAM SIBAWAIHI DAN KARYA UTAMANYA, AL-KITAB Mufti Ali
Al Qalam Vol 18 No 88-89 (2001): January - June 2001
Publisher : Center for Research and Community Service of UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten-Serang City-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1761.463 KB) | DOI: 10.32678/alqalam.v18i88-89.1454

Abstract

Sebagai seorang sarjana yang dianggap telah memperkenalkan pendekatan baru pada studi bahasa, di mana pemikiran gramatikalnya dijuluki sebagai titik berangkat (starting point) sejarah tata bahasa Arab, Sibawayhi mendapatkan perhatian cukup luas dari para ahli bahasa dan sajarah bahasa Arab khususnya dan dari para ahli sejarah literatur Islam umumnya, baik di Barat maupun di Timur. Secara garia besar perhatian para ahili tersebut berkisar mengenai biografi, kontribusi pemikiran gramatikal Sibawayhi kepada tata bahasa Arab, reaksi para ahli nahwu generasi pertama pada pemikiran Sibawayhi, posiss pemikiran gramatikal Sibawayhi di tengah mazhab grammar yang berkembang saat itu, masterpiece Sibawayh, al-Kitab, manuskrip dan orisinalitas pemikirannya.Dalam karya tulis ini didiskusikan secara sekilas biografi dan karya utama Sibawayhi (al-Kitab). Diskusi mengenai biograf1 Sibawayhi meliputi diskusi hubungan guru-murid Sibawayhi dengan sejumlah ahli gramatikal: sementara diskusi mengenai karya utamanya meliputi; Pertama, ruang lingkup al-Kitab; kdua, manuskrip, publikasi, dan transilasi karya tersebut; ketiga, al-Kitab da1am konteks persaingan antara fiksi Kufah dan Basrah; keempat, orisinalitas pemikiran Sibawayhi da1am al-Kitab; dan kelima, pengaruh pemikiran gramatikal Sibawayhi terhadap pemikiran gramatikal ahli gramatik setelahnya. Pada hagian akhir tulisan ini dicantumkan daftar bibliografi yang mendiskusikan biografi dan seluruh aspek pemikiran gramatikal Sibawayhi yang disusun secara kronologis. Kata Kunci: Sibawayhi, Biografi, al-Kitab
THE SIGNIFICANCE OF DHAMM AL­KALAM WA AHLIH BY AL-HARAWI AS A SOURCE OF AL-SUYUTl'S SAWN AL­MANTIQ WA 'L-KALAM 'AN FANNAY AL-MANTIQ WA 'L-KALAM Mufti Ali
Al Qalam Vol 23 No 3 (2006): September - Desember 2006
Publisher : Center for Research and Community Service of UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten-Serang City-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1648.86 KB) | DOI: 10.32678/alqalam.v23i2.1503

Abstract

Redaksi Sawn al-Mantiq yang diedit oleh al-Nashshar (1947) dan Su'ada 'Ali 'Abd af-Raziq (1910) masih bisa di-upgrade; nama-nama otoritas yang dirujuk oleh al-Suyuti bisa diperbaiki, tidak dengan membaca kembali naskah aslinya yang sudah tidak bisa diakses lagi dan tersimpan di Perpustakaan al-Azhar tetapi dengan mengkolasi (collate) salah satu karya yang diringkas al-Suyuti dalam Sawn al-Mantiq tsb. Karya jang diringkas tersebut adalah Dhamm al­Kalam karya al-Harawi, satu karya yang ringkasannya adalah seperempat lebih batang tubuh (corpus) Sawn al-Mantiq (terdiri dari 227 halaman cetak) karya al-Suyuti.Hasil kolasi terhadap reproduksi naskah Dhamm al-Kalam yang disimpan di Perpustakaan Nasional Suriah memperlihatkan signifikansi Dhamm al-Kalam sebagai sumber Sawn al-Mantiq dan bahan dasar untuk meng­upgrade redaksi Sawn al-Mantiq yang diedit masing-masing oleh 'Ali Sami al­Nashshar (1947) and Su'ada 'Ali 'Abd al-Raziq (1970).
Reports on Ongoing and Past Research Project Laboratorium Bantenologi’s Biographies of Ulama and Religious Leaders in Banten 1810-2000 Mufti Ali; Ade Jaya Suryani
Kawalu: Journal of Local Culture Vol 2 No 1 (2015): January - June 2015
Publisher : Laboratorium Bantenologi UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (87.776 KB)

Abstract

Reports on Ongoing and Past Research Project Laboratorium Bantenologi’s Biographies of Ulama and Religious Leaders in Banten 1810-2000
Kebijakan Politik Pragmatis Strategis Maulana Hasanuddin Banten (1546-1570) terhadap Portugis Mufti Ali
Jurnal Sejarah Citra Lekha Vol 7, No 1 (2022): Politik Ekonomi dan Identitas Budaya
Publisher : Department of History, Faculty of Humanities, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jscl.v7i1.39859

Abstract

This paper explores the trade relation between Banten and Portugal in the last three-quarters of the sixteenth century, with special reference to the reign period of Sultan Maulana Hasanuddin (1546-1570). The mutual relationship between these two political entities and the absence of Banten rulers in the alignment of the Muslim kings of the Archipelago against Portugal are also paid due attention. This paper used historical method, which comprises four following steps: heuristic, critic, interpretation, and historiography. The study of the European primary sources, especially letters of Portuguese Catholic missionaries, accounts of the scribes of the Portuguese viceroys in Goa India, travelogues of Portuguese merchants as well as works by the Portuguese historians, unravels a piece of very important information that the relation between Banten and Portugis can be regarded as the closest one. In addition to the pepper trade, the topic of establishing the Portuguese fortress in Banten is also dealt with by the sources. The intensive arrival of the Portuguese catholic missionaries to Banten to give spiritual guidance to their fellow citizens can be associated with the fact that many Portuguese stayed in Banten. Finally, the absence of Banten rulers in the anti-Portuguese alignment led either by Aceh (1568, 1575) or by Jepara (1551, 1574), led to conclude that the commercial policy of the Islamic kingdom of Banten is pragmatic-strategic oriented rather than ideological. 
KONSEP AKHLAK TASAWUF DALAM PROSES PENDIDIKAN ISLAM MUHAJIR ILALLAH; MUFTI ALI; ADE FAKIH
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 2 No. 4 (2022)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v2i4.1711

Abstract

Ajaran tasawuf semakin dibutuhkan pada masa globalisasi saat ini sebagai upaya meminimalisir keburukan juga kesenjangan sikap manusia baik kepada diri sendiri, sesama manusia dan juga Allah Ta’ala. Pengamalan tasawuf yang dicontohkan para sufi pada umunya memberikan sisi nilai-nilai religius yang membuahkan suatu perilaku akhlak mulia. Akhlak mulia memberikan harapan untuk terbentuknya peradaban yang maju dan tidak mengabaikan nilai-nilai Ketuhanan yang selalu ada pada kehidupan manusia. Tujuan penelitian ini adalah terbentuknya sebuah konsep keilmuan mengenai akhlak tasawuf yang berkesinambungan pada proses pendidikan Islam. Metode dalam penelitian ini menggunakan metode studi kepustakaan, analisis isi bacaan, dan deskriptif analisis dari berbagai sumber terkait. Hasil penelitian menemukan sebuah konsep bahwasannya akhlak tasawuf membuahkan sikap ihsan yang perlu dinternalisasikan dalam proses pendidikan Islam sebagai upaya menumbuhkan perilaku berakhlak mulia, baik kepada Allah Ta’ala, diri sendiri, sesama manusia dan mahluk hidup lainnya yang ada pada alam semesta.
Elements of Bantenese, Javanese And Balinese Art Carved on Lawangkori Gedongwani in East Lampung, Indonesia Mohammad Ali Fadillah; Mufti Ali Ali
PURBAWIDYA: Jurnal Penelitian dan Pengembangan Arkeologi Vol. 13 No. 1 (2024): Vol. 13(1) Juni 2024
Publisher : Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55981/purbawidya.2024.3128

Abstract

This research aims to reveal the Lawang Kori Gedongwani carving art in East Lampung, one of the areas in South Sumatra which since the early 17th century was the territory of the Banten Sultanate. Based on its current appearance, Lawang Kori is carved in the typical Bantenese art style that dominantly decorates pottery shards and tombstones at Banten Lama urban site. However, in certain details Lawang Kori also showed the influence of art from other regions in Java and Bali. To determine the existence of these artistic elements, research will focus on the forms and types of ornaments that were manifested in the Lawang Kori carvings, both in whole and in part. Therefore, direct observations were carried out in Gedongwani Village, Mergo Tigo District, East Lampung Regency, where Lawangkori was found. Identification of shapes and decorations produces very diverse decorative patterns. By focusing on the analysis on structure, construction and decorative elements in the form of geometric, floral and figurative motifs, Lawang Kori presented the characteristics strongly influenced by the decorative arts of Banten, East Java and Bali. Islamic art itself was the result of modifications from the Hindu-Buddhist period. Referring to historical sources and oral traditions, the Lawang Kori gate was probably made in the late 17th and early 18th centuries. The growth of port cities under the rule of the Javanese-Islamic polity stimulated the development of decorative arts in their area of influence. Islamic works of art themselves were the result of modifications from the Hindu-Buddhist period. In this case, Banten was an agent for the spread of Islamic art in the Lampung region, from its golden age to its decline in the early 19th century.  
Islamic Boarding School Tradition a Research Model for Islamic Education by Zamachsyari Dhofier Syarif Hidayat; Mufti Ali; Nana Surya Permana
International Journal of Nusantara Islam Vol 9, No 2 (2021): International Journal of Nusantara Islam
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/ijni.v9i2.16874

Abstract

This study will discuss Zamachsyari Dhofier's work on the pesantren tradition. Discussion about the pesantrens, madrasas and schools, written by Zamachsyari Dhofier be very interesting, because it is told how the upheaval of Islam. In the course of history, the origins of schools can not be separated from the arrival and spread of Islam in Indonesia. Because discussion pesantrens have a great impact on the education model in Indonesia.And changes in the form and content of Islamic education in Indonesia can not be separated from the demands of the times that it faces. But the process of change is not an event that is smooth and seamless with no disagreement among those involved in it. Political background of the Dutch colonial education in determining the changes in the world of sports pesantrens, madrasas and schools in Indonesia
POLA IMPELEMENTASI PENDIDIKAN ISLAM DI ERA DIGITAL DALAM PENGUATAN PELAJAR PANCASILA DI SMPN 2 KALANGANYAR Nisa Nafisha Aulia; Wasehudin Wasehudin; Habudin Habudin; Mufti Ali; Fandy Adpen Lazzavietamsi
Jurnal Mahasiswa BK An-Nur : Berbeda, Bermakna, Mulia Vol 11, No 2 (2025) - IN PRESS
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al-Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jmbkan.v11i2.15629

Abstract

The merdeka curriculum mandates teachers to strengthen the profile of Pancasila students. The basic character values of Pancasila must be reflected in students, namely the values of faith and devotion to God Almighty, working together, global diversity, critical reasoning, independence and creativity. This research aims to explore patterns of implementing Islamic education in the digital era in empowering Pancasila students. This study is qualitative research using a case study method at SMPN 2 Kalanganyar. Interview techniques, documentation studies and observations were used to obtain data in this research. Data were analyzed using the Miles and Huberman model, namely data collection, data presentation, drawing conclusions and verification. The research results show that the pattern of implementing Islamic education in the digital era in facing the strengthening of Pancasila students at SMPN 2 Kalanganyar is carried out through planning, implementation and evaluation. The planning process is carried out by including the dimensions of the Pancasila student profile in terms of achievement and learning objectives. Project and problem-based learning models are used to strengthen the Pancasila student profile. Meanwhile, in the evaluation pattern, apart from measuring understanding of PAI material, PAI teachers also use instruments to measure the profile of Pancasila students such as non-test instruments.