Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN

EVALUASI KONDISI LINGKUNGAN PERAIRAN PANTAI UTARA KARAWANG UNTUK MENDUKUNG PENGEMBANGAN BUDIDAYA PERIKANAN = Environmental Condition Evaluation of the Northern Coastal Area of Karawang to Support Aquaculture Development Aliah, Ratu Siti
Jurnal Teknologi Lingkungan Vol. 14 No. 2 (2013)
Publisher : Center for Environmental Technology - Agency for Assessment and Application of Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2552.168 KB) | DOI: 10.29122/jtl.v14i2.1423

Abstract

An evaluation of the environmental status of the northern coastal area of Karawang was conducted in the wet and the dry season to understand their feasibility to support aquaculture development. Theevaluation result showed that in the wet season, the water quality of the coastal and breackishwater ponds was poor due to high concentration of total suspended solid (TSS), high turbidity, ammonia,nitrate, nitrite and sulfide that stimulated phytoplankton bloom which indicated by high concentration of chlorophyll-a. To anticipate the water quality degradation, it is necessary to build a sedimentationfacility along the inlet channel which accomapied by seaweed and mangrove plantation to eliminate and reduce an organic waste that entered to the breackishwater ponds. An application of the“Integrated Multi-Trophic Aquaculture (IMTA)” in the coastal area in the future is the best prospective to develop sustainable aquaculture. This technology is green technology with the biorecycle systemand zero emition. Keywords : environmental status, northern coastal area of Karawang, aquaculture developmentAbstrak Evaluasi kondisi lingkungan perairan di kawasan Pantai Utara Karawang di lakukan pada musim hujan dan kemarau guna mengetahui kelayakannya dalam mendukung pengembangan usahabudidaya perikanan. Hasil evalusi menunjukkan bahwa pada musim hujan telah terjadi penurunan kualitas air baik di perairan pantai maupun perairan tambak yang diindikasikan dengan meningkatnyakekeruhan dan konsentrasi ammonia, nitrate, nitrit dan sulfide yang memacu terjadinya ledakan (blooming) fitoplankton (klorofil-a). Untuk mengantisifasi penurunan kualitas air, perlu dikembangkanbak pengendapan disepanjang pantai yang disertai penanaman rumput laut dan mangrove untuk mengurangi kekeruhan dan menetralisir limbah organik yang masuk ke pertambakan sebelumdigunakan untuk kegiatan budidaya perikanan. Penerapan Teknologi Budidaya Perikanan terintegrasi “Integrated Multi-Trophic Aquaculture (IMTA)” di wilayah pesisir dimasa mendatang merupakanprospek yang menjanjikan untuk pengembangan teknologi budidaya perikanan berkelanjutan, karena teknologi ini selain lebih produktif juga merupakan teknologi bersih (green technology) danberwawasan lingkungan karena teknologinya bersifat Zero Emition atau bebas limbah. Kata Kunci : kondisi lingkungan, pantai utara Karawang, pengembangan budidaya perikanan
KERAGAAN MODEL BUDIDAYA PERIKANAN TERINTEGRASI MULTI TROPIK DI PANTAI UTARA KARAWANG, JAWA BARAT Aliah, Ratu Siti
Jurnal Teknologi Lingkungan Vol. 13 No. 1 (2012)
Publisher : Center for Environmental Technology - Agency for Assessment and Application of Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (961.185 KB) | DOI: 10.29122/jtl.v13i1.1404

Abstract

Teknologi budidaya perikanan terintegrasi multi tropik IMTA (Integrated Multi Tropic Aquaculture) dengan menggunakan ikan nila, udang, rumput laut dan kerang yang dipelihara dalam satu kolam telah menunjukkan produktivitas yang tinggi dan stabilitas lingkungan yang cukup baik dibandingkan dengan yang monokultur. Demikian halnya denga budidaya yang sejenis walau tidak menggunakan kerang, telah memberikan produktivitas dan kualitas air yang lebih baik. Namun demikian kualits tanah juga berpengaruh besar terhadap keberhasilan budidaya terutama untuk komoditas udang windu yang hidup di dasar. Nilai potensial redox yang negatif dapat menjadi tanda buruknya kualitas tanah untuk budidaya dan perlu di rehabilitasi. Untuk tanah seperti ini nampaknya ikan nila dan rumput laut menjadi alternatif komoditas yang cukup baikuntuk dikembangkan, karena pertumbuhannya tidak terganggu. kata kunci : Keragaan Model Budidaya Perikanan Terintegrasi Multitropik,Pantai Utara Karawang AbstractIntegrated Multi Tropic Aquaculture (IMTA) technology by using tilapia, shrimp, seaweed and shellfish that are cultured in one pond integrately have demonstrated high productivity and environmental stability compared to the monoculture. Similarly, cultivation of similar model with unusing a shell has been providing productivity andbetter water quality. However, soil quality also greatly affect on the success of farming, especially for commodity shrimp that live on the benthic. Negative redox potential value can be a sign as a poor quality of land for cultivation and needs to be rehabilitation. For this kind of soil, cultivation of tilapia and seaweed as alternative commodities is excellent to be developed, because their growth is not disturbed. key words : Performance of the Integrated Multi Tropic Aquaculture (IMTA) Model in the northern coastal area of Karawang, West Java