Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

PERANCANGAN MODEL VENDOR MANAGED INVENTORY (VMI) UNTUK MEMINIMASI ONGKOS TOTAL RANTAI PASOK (STUDI KASUS: USAHA ALFIS GAMPONG SIMPANG LHEE) Putri, Kesuma; Handayani, Nurlaila; Yusnawati
Jurnal Industri Samudra Vol 2 No 1 (2021): Jurnal Industri Samudra
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik. Universitas Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Usaha Alfis adalah satu-satunya usaha manisan yang berlokasi di Jln. Professor A Majid Ibrahim, Simpang Lhee, Kota Langsa. Produk yang dihasilkan adalah manisan kelapa dan dipasarkan melalui retailer yang tersebar di 3 Kabupaten/Kota, yaitu Kota Langsa, Kabupaten Aceh Timur, dan Kabupaten Aceh Tamiang. Masalah yang dihadapi Usaha Alfis selama ini adalah tingginya biaya pengiriman produk ke retailer, hal ini disebabkan jarak retailer yang jauh dan frekuensi pengiriman 3-4 kali dalam satu bulan. Tujuan dari penelitian ini adalah meminimasi ongkos total rantai pasok. Metode yang dalam penelitian ini Vendor Managed Inventory (VMI). Untuk melakukan minimisasi ongkos total, dilakukan perhitungan peramalan permintaan dan ongkos total menggunakan Q System. Berdasarkan hasil yang di peroleh dari pengolahan data didapatkan penghematan Rp 24.523.796 untuk retailer Kota Langsa, penghematan sebesar Rp 33.119.282 untuk retailer Kab Aceh Timur dan sebesar Rp 81.398.157untuk retailer yang berada di Kab Aceh Tamiang, dengan total penghematan Rp 139.041.145 dalam setahun, dengan solusi dilakukannya peringiriman kepada retailer yang berada di Kota Langsa sebanyak 9 kali dalam setahun, retailer di Kab Aceh Timur sebanyak 8 kali dalam setahun dan retailer di Kab Aceh Tamiang sebanyak 7 kali dalam setahun, dan disimpulkan dengan menggunakan metode Vendor Managed Inventory (VMI) biaya dapat diminimumkan.
PERBAIKAN KINERJA SUPPLY CHAIN DENGAN MENGGUNAKAN METODE SUPPLY CHAIN OPERATION REFERENCE (SCOR) (Studi Kasus CV. Athaya Mineral Desa Geudubang Aceh Kecamatan Langsa Baro Kota Langsa) Zahra, Fatimah; Hasan, Muhammad Thaib; Yusnawati
Jurnal Industri Samudra Vol 2 No 1 (2021): Jurnal Industri Samudra
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik. Universitas Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

CV. Athaya Mineral adalah sebuah usaha yang menghasilkan air minum dalam kemasana yang beralamat di Desa Geudubang Aceh Kecamatan Langsa Baro Kota Langsa, masalah yang dialami adalah keluhan dari retail mengenai keterlambatan pengiriman air minum dalam kemasan (AMDK), masalah lain yang juga dialami oleh CV. Athaya sendiri adalah ketidakpastian permintaan dan jadwal pengiriman bahan tambah, kekurangan persediaan yang menyebabkan perusahaan mengalami kehabisan barang. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengukur dan memperbaiki kinerja Supply Chain di CV. Athaya Mineral. Metode yang digunakan untuk menyelesaikan masalah dalam penelitian ini adalah metode Supply Chain Operation Reference (SCOR). SCOR adalah sebuah metode untuk memudahkan pemahaman mengenai rantai pasok yang efektif dan efesien dalam menompang strategi perusahaan. Penentuan bobot variabel bebas dalam penelitian ini menggunakan metoden Analytical Hierarchy Process (AHP), AHP adalah sebuah konsep untuk pembuatan keputusan berbasis multicriteria (kriteria yang banyak). Hasil yang diperoleh dari peniitian ini menunjukan nilai akhir total kinerja supply chain sebesar 50,7758 dan ini menunjukkan bahwa sistem monitoring indikator kinerja CV. Athaya Mineral berada pada range average, oleh sebab itu usulan strategi yang bisa dilakukan oleh CV. Athaya Mineral untuk memperbaiki kinerja perusahaan pada aktivitas plan dengan melakukan peramalan permintaan produk, komunikasi yang baik dengan konsumen, aktivitas source dengan membuat kesepakatan kontrak kerja tertulis, menjalin kerja sama yang baik dengan supplier, aktivitas make dengan menjadwalkan produksi sesuai dengan peramalan permintaan, komunikasi yang baik dengan konsumen, meningkatkan kapasitas produksi, aktivitas deliver dengan menyediakan aplikasi yang berisikan ketersediaan produk yang bisa di akses oleh CV. Athaya mineral dan konsumen, mengkoordinasi ketepatan pengiriman, aktivitas return dengan cara biaya pengembalian produk ditanggung oleh CV. Athaya Mineral
ANALISA BEBAN KERJA UNTUK MENENTUKAN JUMLAH OPTIMAL PETUGAS DI PENGAMANAN PINTU UTAMA (P2U) LEMBAGA PEMASYARAKATAN KELAS IIB LANGSA Khairul Anwar Daulay; Handayani, Nurlaila; Yusnawati
Jurnal Industri Samudra Vol 2 No 1 (2021): Jurnal Industri Samudra
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik. Universitas Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Langsa yang merupakan salah satu Unit Pelaksanaan Tugas (UPT) yang ada di Kementrian Hukum dan Ham Aceh. Salah satu area yang terdapat di Lapas harus steril dari berbagai hal yang akan masuk ke dalam Lapas yaitu ruangan Pengamanan Pintu Utama (P2U) dengan pelaksanaan tanggung jawab tugas oleh P2U sebagai garda terdepan dalam melakukan pengawasan dan penggeledahan terhadap keluar masuknya orang dan barang dari luar maupun ke dalam Lapas. Tingginya pengunjung membuat para petugas P2U sering kesulitan dalam menangani para pengunjung, sehingga proses pemeriksaan barang badan ataupun yang masuk ke dalam lapas sangat tidak efektif dan juga membuat para petugas P2U sulit dalam mengendalikan emosi terhadap pengunjung yang mengunjungi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP). Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan jumlah petugas P2U yang optimal sesuai dengan beban kerja yang ada di Ruangan P2U Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Langsa akibat pengunjung di Lembaga Pemasyarakatan tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode perhitungan beban tugas berdasarkan KEP/75/M.PAN/2004 dan NASA TLX serta fuzzy logic. Berdasarkan hasil penelitian ini terdapat perbedaan antara jumlah petugas P2U yang aktual dengan jumlah petugas P2U yang diusulakan. Pada jumlah aktual setiap regunya terdiri dari 3 orang sedangkan pada jumlah usulan petugas P2U adalah regu A meningkat menjadi 9 orang, regu B meningkat menjadi 7 orang, regu C meningkat menjadi 9 orang dan regu D meningkat menjadi 9 orang. Setelah dilakukan simulasi terhadap jumlah petugas P2U yang di usulkan, rata-rata jumlah dari nilai rata-rata Weighted Workload (WLL) petugas P2U yang di usulkan meningkat dari 81,78 menjadi 32,93
Penerapan Metode Quality Function Deployment Untuk Pengembangan Produk Face Shield Handayani, Nurlaila; Yusnawati; Nurmalawati; Hidayat, Ahmad
Jurnal Industri Samudra Vol 4 No 1 (2023): Jurnal Industri Samudra
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik. Universitas Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55377/jis.v4i1.9650

Abstract

Face shield merupakan alat pelindung diri (APD) yang penting digunakan pada pandemi virus corona. Permasalahan penelitian yaitu kurangnya minat masyarakat memakai face shield saat pandemi virus corona. Tujuan penelitian mengetahui atribut atau keinginan masyarakat terhadap pengembangan produk face shield dan mengetahui karakteristik teknis pada pengembangan produk face shield. Metode yang digunakan adalah metode Quality Function Deployment (QFD).Hasil dan pembahasan, responden Laki-laki tingkat kepentingan tertinggi bernilai 5, tingkat kepuasan tertinggi pada warna pengikat mika bernilai 3,82, rasio perbaikan terbesar pada jenis pengikat mika berniai 1,37, sales point terbanyak bernilai 1.2 sebanyak 3 atribut, bobot absolut dan bobot relatif tertinggi pada jenis pengikat mika bernilai 10.24 dan 31,44%, responden Perempuan tingkat kepentingan tertinggi bernilai 5, tingkat kepuasan tertinggi pada jenis pengikat mika bernilai 3,54, rasio perbaikan terbesar pada jenis pengikat mika berniai 1,41, sales point terbanyak bernilai 1.2 sebanyak 4 atribut, bobot absolut dan bobot relatif tertinggi pada jenis pengikat mika bernilai 10,59 dan 32,96%. Kesimpulan, terdapat 6 atribut pengembangan produk face shield untuk responden Laki-laki dan Perempuan, karakteristik teknis pada pengembangan produk face shield yang diprioritaskan untuk ditingkatkan pada responden Laki-laki yaitu kenyamanan pemakai, memiliki daya tahan yang lama, dan mudah untuk dipasang dan dilepaskan. Sedangkan karakteristik teknis yang diprioritaskan untuk ditingkatkan pada responden Perempuan yaitu kenyamanan pemakai, desain yang menarik, dan menambah nilai jual.
ANALISIS EFEKTIFITAS MESIN EXTRUDER MAXTREE SEBAGAI DASAR MAINTENANCE UNTUK MENINGKATKAN KINERJA MESIN Apriansyah, Dimas; Yusnawati; Zeki, Muhammad
Jurnal Industri Samudra Vol 5 No 1 (2024): Jurnal Industri Samudra
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik. Universitas Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55377/jis.v5i1.10176

Abstract

Bunut Rubber Factory merupakan perusahaan bagian dari PT. BSP yang mengolah karet. Dalam menjalankan produksinya, PT. Bunut Rubber Factory menggunakan sejumlah mesin utama yaitu mesin extruder mixture dan lain-lain. Bersumber pada informasi yang diperoleh perusahaan ini telah menjalankan sistem preventive maintenance, namun pada kenyataannya masih adanya mesin yang mengalami kerusakan saat produksi. Tujuan penelitian ini mengidentifikasi faktor yang mempengaruhi efektifitas mesin di PT Bunut Rubber Factory Dan mengukur efektifitas kinerja mesin di PT Bunut Rubber Factory. Metode yang digunakan Overall Equipment Effectifeness merupakan suatu pengukuran efektifitas pemakaian suatu mesin/peralatan Dan Failure Mode and Effect Analysis digunakan untuk mengidentifikasi mode kegagalan. Berdasarkan hasil perhitungan dapat diketahui bahwa nilai yang dihasilkan dari nilai Overall Equipment Effectiveness (OEE) dengan persentase 45,65% sedangkan standar yang diberikan oleh PT Bunut Rubber Factory adalah 100%, Dari hasil pengurutan persentase faktor yang mempengaruhi efektifitas mesin extruder mixture adalah persentase reduced speed losses sebesar 6.282.738,10. Hasil pengurutan kumulatif nampak lebih jelas bahwa komponen atau mode kegagalan yang mendapatkan kumulatif yang tinggi adalah block bearing dibandingkan komponen - komponen yang lain. Kesimpulan yang diperoleh dari hasil pengolahan data faktor tertinggi yang mempengaruhi efektifitas mesin extruder mixture adalah reduced speed losses. Kinerja mesin extruder mixture di PT Bunut Rubber Factory kurang baik dikarenakan nilai efektifitas yang dihitung dari nilai OEE dibawah standar yang telah ditentukan oleh PT Bunut Rubber Factory.
PENGARUH MARKETING MIX TERHADAP MINAT BELI KONSUMEN BATIK SERASAN Syahriyatul Muharromah; Sinta Ardhillatul Jannah; Yusnawati
Jurnal Integritas Serasan Sekundang Vol 7 No 01 (2025): Jurnal Integritas Serasan Sekundang
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah KabupatenMuara Enim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64987/jiss.v7i01.101

Abstract

Muara Enim menjadi salah satu daerah yang memiliki batik dengan ciri khas tersendiri, Batik ini diproduksi di Rumah batik serasan. Perkembangan batik yang pesat ini membuat banyak persaingan yang terjadi antar produsen sehingga strategi pemasaran juga sangat mempengaruhi reaksi para pembeli atau konsumen. selain itu usaha yang bergerak dibidang batik ini dipaksa untuk kreatif dan inovatif dalam produksi serta memasarkan produknya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh produk, harga, tempat, dan promosi terhadap minat beli konsumen batik serasan Muara Enim di Rumah Batik Serasan Muara Enim. Penelitian ini menggunakan metode distkriptif kuantitatif. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 60 responden, Penentuan sampel menggunakan terknik sampling purposive dengan kriteria responden yang pernah membeli dan juga yang belum membeli produk Rumah batik serasan. Teknik pengambilan data dengan memberi kuesioner pada responden, wawancara, dan dokumentasi. Teknis analisis data menggunakan deskriptif kuantitatif, uji t dan uji f. Hasil penelitian secara parsial menunjukkan bahwa variabel produk (X1) tidak berpengaruh signifikan yang dibuktikan melalui hasil analisis data dengan nilai sig t 0,794 > 0,05. Variabel harga (X2) tidak berpengaruh signifikan yang dibuktikan melalui hasil analisis data dengan nilai sig t 0,083 > 0,05. Variabel tempat (X3) mempunyai pengaruh signifikan yang dibuktikan melalui hasil analisis data dengan nilai sig t 0,00 < 0,05. Variabel Promosi (X4) tidak berpengaruh signifikan yang dibuktikan melalui hasil analisis data dengan nilai sig t 0,340 > 0,05. Namun secara simultan produk, harga, tempat, dan promosi berpengaruh signifikan terhadap minat beli konsumen batik serasan. Penelitian ini membuktikan bahwa marketing mix dapat meningkatkan minat beli masyarakat pada batik serasan.
Salt Packaging Redesign Using Quality Function Deployment (Qfd) Method to Increase Sales (Case Study: Saboh Hate Farmers Group, Kuala Idi Cut, East Aceh): Redesain Kemasan Garam Menggunakan Metode Quality Function Deployment (Qfd) untuk Meningkatkan Penjualan (Studi Kasus: Kelompok Tani Saboh Hate, Kuala Idi Cut, Aceh Timur) Saputra, Dian; Handayani, Nurlaila; Yusnawati
PROZIMA (Productivity, Optimization and Manufacturing System Engineering) Vol. 7 No. 1 (2023): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sidoarjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21070/prozima.v7i1.1600

Abstract

Salt is one of the great potentials on the coast of East Aceh Regency which can be developed to boost the economic growth of the community. The location of the research was carried out in the Saboh Hate group located in Darul Aman District, Kuala Idi Cut Village, Aron Muda Hamlet, East Aceh Regency, Aceh Province. Currently, the salt on the market has an attractive packaging design, while the Saboh Hate Farmers Group does not yet have a good or simple packaging, so research is needed to design packaging that can increase competitiveness. The purpose of this study is to determine the characteristics of the salt packaging that consumers want at the Saboh Hate Farmer Group through packaging redesign. The method used is statistical test and Quality Function Deployment (QFD). The research phase includes observation and interviews through questionnaires and processing data through statistical tests, SPSS 20 and House of Quality (HOQ). The results show the characteristics of the salt packaging that consumers want based on the relative weight results including the information needed for salt packaging including weight, halal brand and logo with a value of 28.28%, the salt packaging material used is ordinary clear plastic with a value of 24.27%, The color of the desired salt packaging design is blue with a value of 23.71 and the size of the salt packaging that consumers want is generally a 250 g package with a value of 23.71%.
Implementation of the Scaffolding Method in the Influence of Value-Based Learning Models on Students' Moral Attitudes at MI Al-Fattah Darussalam Yuliati; Yuliatyn; Yuningsih; Yusnawati; Abadi, Zaenal; Kamil, Yusuf
ETNOPEDAGOGI: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol. 1 No. 4 (2024): OCTOBER 2024
Publisher : MANDAILING GLOBAL EDUKASIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62945/etnopedagogi.v1i4.551

Abstract

The formation of good morals in elementary madrasah students is one of the main goals in Islamic education. This study aims to analyze the effect of the implementation of the scaffolding method in a value-based learning model on students' good moral attitudes at MI Al Fattah Darussalam, Malang City. The scaffolding method is a learning strategy that provides gradual assistance to students until they are able to learn independently, while value-based learning focuses on instilling morals and character through meaningful learning experiences. This study uses a Classroom Action Research (CAR) approach with qualitative and quantitative methods. The subjects of the study were students of class [mention class] MI Al Fattah Darussalam. Data collection was carried out through observation, interviews, questionnaires, and documentation, then analyzed using qualitative descriptive techniques and simple statistics. The results of the study showed that the implementation of the scaffolding method in a value-based learning model significantly improved students' understanding and application of good moral attitudes. In the first cycle, students showed an increase in understanding of the concept of good morals, but there were still several obstacles in its application. After further intervention in the second cycle, there was a more significant increase in students' attitudes of discipline, honesty, responsibility, and empathy in everyday life. In addition, this method also increases students' active involvement in the learning process, both in class discussions and reflective activities. The conclusion of this study is that the scaffolding method in value-based learning can be an effective strategy in shaping students' character and improving their moral attitudes. The application of this method can help teachers guide students gradually until they can understand and apply moral values ​​in everyday life. This study is expected to be a reference for educators in developing more innovative and value-based learning strategies
Analisis Motivasi Kerja Pegawai Kantor Camat Merapi Timur Kabupaten Lahat Suharto; Nisma Aprini; Yusnawati
EKOMAN: Jurnal Ekonomi, Bisnis dan Manajemen Vol. 2 No. 1 (2024): EKOMAN: Jurnal Ekonomi, Bisnis dan Manajemen
Publisher : Penerbit dan Percetakan CV. Picmotiv

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61930/ekoman.v2i1.90

Abstract

Analisis Motivasi Kerja Pegawai Kantor Camat Merapi Timur Kabupaten Lahat Oleh: Suharto NIM 21020023 Penelitian ini dilaksanakan pada Kantor Camat Merapi Timur Kabupaten Lahat. Perumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana motivasi kerja pegawai Kantor Camat Merapi Timur Kabupaten Lahat, dan upaya untuk meningkatkan motivasi kerja pegawai. Tujuan peneliatian ini adalah untuk menganalisa motivasi kerja pegawai pada Kantor Camat Merapi Timur Kabupaten Lahat, serta untuk mengetahui upaya apakah yang dilakukan untuk bisa meningkatkan motivasi kerja pegawai. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Teknik analisa data yang dipakai adalah analisa kualitatif yaitu menalarkan variabel yang diteliti secara kualitatif berupa informasi yang didapat dari informan kualitatif tanpa memakai statistika. Lokasi penelitian yaitu di Kantor Camat Merapi Timur Kabupaten Lahat. Dari penelitian ini dimana informan penelitian yaitu Bapak Camat, Sekcam, Kasi kesos, pegawai di kantor Camat Merapi Timur. Hasil penelitian ini adalah motivasi kerja kantor Camat Merapi Timur Kabupaten Lahat di kategorikan masih kurang baik, oleh karena itu penulis mengharapkan agar Camat Merapi Timur supaya bisa meningkatkan lagi kerja pegawai supaya lebih baik lagi dengan didukung dengan pemberian motivasi yang sesuai supaya para pegawai di kantor camat Merapi Timur bisa meningkatkan motivasi kerjanya secara baik dan maksimal. kesimpulan penelitian ini ialah motivasi kerja pegawai kantor Camat Merapi Timur di kategorikan masih kurang baik itu disebabkan karna adanya pegawai yang bermalas-malasan dalam bekerja dan dari tingkat kedisiplinan para pegawai tersebut. Saran dari penulis yaitu di harapkan kepada pimpinan di kantor Camat Merapi Timur agar bisa meningkatkan motivasi kerja dan kualitas kerja para pegawai di kantor Camat Merapi Timur.
OPTIMALISASI KEMASAN PRODUK SUSU KAMBING SULIS ETAWA SEBAGAI STRATEGI PEMASARAN Nadya, Yusri; Yusnawati; Dewi, Meutia; Aulia, Yuke
Jurnal Masyarakat Berdikari dan Berkarya (Mardika) Vol 3 No 2 (2025): Jurnal Masyarakat Berdikari dan Berkarya (MARDIKA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55377/mardika.v3i2.13436

Abstract

Susu kambing etawa memiliki potensi besar untuk meningkatkan ekonomi lokal, khususnya di Aceh Tamiang. Usaha Sulis Etawa, yang didirikan pada 2018, menghadapi tantangan dalam pemasaran karena kemasan yang sederhana dan penjualan yang terbatas pada platform offline, seperti WhatsApp. Desain kemasan yang menarik dan informatif sangat dibutuhkan untuk meningkatkan daya saing produk di pasar lokal dan nasional. Permasalahan utama yang dihadapi mitra adalah kemasan yang kurang menarik dan pemasaran yang masih bersifat offline. Solusi yang diusulkan adalah perbaikan desain kemasan dengan mencantumkan informasi penting seperti logo halal, komposisi, dan tanggal kedaluwarsa. Beberapa tahapan telah berhasil dilaksanakan, termasuk sosialisasi kegiatan, koordinasi dengan mitra terkait desain kemasan, dan implementasi kemasan baru. Evaluasi awal menunjukkan peningkatan minat konsumen terhadap produk setelah perubahan kemasan, yang diharapkan dapat memperluas jangkauan pasar dan meningkatkan penjualan.