Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

MENCIPTAKAN BUDAYA ORGANISASI DENGAN MEMBANGUN JIWA KEPEMIMPINAN INDIVIDU YANG KUAT DI SMK SCIENCE TECHNOLOGY AND BUSINEES (STB) Ratna Suminar; Desilia Purnama Dewi; Siti Zubaidah; Nani Nuraini Sarah; Sugiyarto Sugiyarto
PENGABDIAN SOSIAL Vol 1, No 2 (2021): JURNAL PENGABDIAN SOSIAL
Publisher : Universiitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (239.676 KB) | DOI: 10.32493/.v1i2.12975

Abstract

ABSTRACT One of the elements of the Tri Dharma of Higher Education is Community Service (PKM) which in its implementation is an integral part of the other two dharmas. Its implementation must also involve the entire academic community, namely: lecturers, education staff, students and alumni. SMK SCIENCE TECHNOLOGY AND BUSINEES (STB) which is located at Jln. H. Sulaeman No. 1 RT 01, RW 16 Tugu Sawangan, led by a school principal, namely Nining Nurningsih M. Pd. SMK SCIENCE TECHNOLOGY AND BUSINEES (STB) has 35 teachers, 750 students. The problem currently faced is the lack of change in schools. The principal as a leader is required to have the right alternative solutions to improve the existing school conditions. However, to make changes requires consideration and the right way. If a principal makes changes to the school in an inappropriate manner, this is most likely the result of unstructured communication patterns between the foundation, teachers and staff. Many work programs are made without coordination between the Foundation and teachers. So that school development looks stagnant, because all activities covering the 8 national education standards (SNP) are not fulfilled. This is due to a lack of motivation, so that the teamwork that is built is less solid in carrying out the school work program, the lecturers of the D-III Secretariat of Pamulang University feel called to help the foundation, teachers, and staff in solving the problems they face. Leadership requires the active use of the ability to influence other parties and within a certain time can achieve the organizational goals that have been set. Leadership is the power to influence someone, whether doing something or not doing something, subordinates are led from not by telling or pushing from behind. The problem that always exists in discussing the leadership function is the institutionalized relationship between the leader and those who are led according to mutually agreed rules of the game. Keywords: Organization and Leadership. ABSTRAK Salah satu unsur Tri Dharma Perguruan Tinggi adalah Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) yang dalam pelaksanaannya merupakan satu kesatuan dengan dua dharma lainnya. Pelaksanaannya pun harus melibatkan segenap civitas akademika, yaitu: dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa serta alumni. SMK SCIENCE TECHNOLOGY AND BUSINEES (STB) yang beralamat di Jln. H. Sulaeman No. 1 RT 01, RW 16 Tugu Sawangan, yang dipimpin oleh seorang Kepala Sekolah yaitu Nining Nurningsih M. Pd. SMK SCIENCE TECHNOLOGY AND BUSINEES (STB) mempunyai guru sejumlah 35, siswa 750. Persoalan yang dihadapi pada saat ini adalah kurangnya perubahan di sekolah. Kepala sekolah sebagai pemimpin dituntut memiliki alternatif solusi yang tepat untuk memperbaiki kondisi sekolah yang ada. Namun demikian, untuk melakukan perubahan memerlukan pertimbangan dan cara yang tepat. Jika seorang kepala sekolah melakukan perubahan di sekolah dengan cara yang tidak tepat,  Hal ini kemungkinan besar diakibatkan oleh pola komunikasi yang tidak terstruktur antara yayasan, guru dan staff. Banyak program kerja yang dibuat tanpa adanya koordinasi antara Yayasan dengan guru. Sehingga perkembangan sekolah terlihat stagnan, Karena semua kegiatan yang mencakup 8 standar nasional pendidikan (SNP) tidak terpenuhi. Hal tersebut disebabkan kurangnya motivasi, sehingga teamwork yang dibangunpun kurang solid dalam menjalankan program kerja sekolah, dosen Prodi D-III Sekretari Universitas Pamulang merasa terpanggil membantu yayasan, guru, dan staf dalam memecahkan persoalan yang mereka hadapi. Kepemimpinan membutuhkan penggunaan kemampuan secara aktif untuk mempengaruhi pihak lain dan dalam waktu tertentu dapat  mewujudkan tujuan organisasi yang telah ditetapkan. Kepemimpinan merupakan kekuasaan untuk mempengaruhi seseorang, baik dalam mengerjakan sesuatu atau tidak mengerjakan sesuatu, bawahan dipimpin dari bukan dengan jalan menyuruh atau mondorong dari belakang. Masalah yang selalu terdapat dalam membahas fungsi kepemimpinan adalah hubungan yang melembaga antara pemimpin dengan yang dipimpin menurut rules of the game yang telah disepakati bersama. Kata Kunci: Organisasi dan Kepemimpinan.
PERANAN ADMINISTRASI GURU DALAM MELENGKAPI PENILAIAN KINERJA GURU DI SDN 1 GALAGAMBA KEC. CIWARINGIN, KABUPATEN CIREBON- JAWA BARAT Nani Nuraini Sarah; Desilia Purnama Dewi; Ratna Suminar
PENGABDIAN SOSIAL Vol 2, No 2 (2022): JURNAL PENGABDIAN SOSIAL
Publisher : Universiitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (433.01 KB) | DOI: 10.32493/pbs.v2i2.23148

Abstract

ABSTRACT Teachers are expert teachers who have important tasks in the form of guiding, fostering, assessing, educating, training, teaching, directing and evaluating students at the formal level of elementary to high school education. Thus teacher performance assessments must be held so that every teacher can develop in a better direction. In order for the implementation of PKG to run smoothly, there are efforts or factors that need to be observed, including the readiness of teachers, assessment instruments, assessors, school principals. The scope of the Teacher Performance Assessment on the limits of the teacher's task load and responsibilities include: Designing lessons, conducting lessons, assessing learning outcomes, guiding & training students, as well as carrying out additional tasks in the main activities according to the teacher's workload. Community Service (PKM) is one of the elements of the Tri Dharma of Higher Education which cannot be separated from its implementation with the other two (2) dharmas. In its implementation, it must be able to involve other academics, such as: lecturers, education staff, students and alumni. This Community Service Report (PKM) is planned to be published in the secretarial PKM journal, with the aim that the academic community and other readers can benefit from it. Keywords: Administration, Teacher, Performance Appraisal  ABSTRAK Guru merupakan pengajar ahli yang memiliki tugas penting berupa membimbing, membina, menilai, mendidik, melatih, mengajar, mengarahkan dan mengevaluasi siswa pada jenjang formal pendidikan dasar hingga menengah atas. Dengan demikian penilaian kinerja guru harus diadakan agar setiap guru bisa berkembang ke arah yang lebih baik. Agar penerapan PKG dapat berlangsung dengan lancar, terdapat usaha atau faktor yang perlu dicermati, diantaranya adalah kesiapan dari guru, instrumen penilaian, penilai, kepala sekolah. Ruang lingkup Penilaian Kinerja Guru pada batasan beban tugas dan tanggung jawab guru diantaranya adalah: Merancang pembelajaran, melakukan pembelajaran, menilai hasil pembelajaran, membimbing & melatih siswa, serta melakukan tugas tambahan yang ada pada kegiatan utama sesuai dengan beban kerja guru. Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) merupakan salah satu unsur Tri Dharma Perguruan Tinggi yang tidak dapat dipisahkan pelaksanaannya dengan dua (2) dharma lainnya. Dalam pelaksanaannya harus dapat melibatkan civitas akademika lainnya, seperti: dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa serta alumni. Laporan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini direncanakan terbit dalam jurnal PKM sekretari, dengan tujuan agar dapat diambil manfaatnya oleh civitas akademika serta pembaca lainnya. Kata Kunci : Administrasi, Guru, Penilaian Kinerja
MENGEMBANGKAN POTENSI DIRI DALAM TEAMWORK YANG KOKOH PADA SISWA/I YAYASAN PENDIDIKAN BERDIKARI DAN MANDIRI (YPBM) DEPOK Desilia Purnama Dewi; Nani Nuraini Sarah; Ratna Suminar; Suwandi Suwandi
PENGABDIAN SOSIAL Vol 2, No 1 (2022): JURNAL PENGABDIAN SOSIAL
Publisher : Universiitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (255.345 KB) | DOI: 10.32493/pbs.v2i1.18427

Abstract

ABSTRAK Sekolah mempunyai kedudukan yang sangat penting dalam pendidikan, selain sebagai tempat proses belajar mengajar, juga merupakan wadah untuk menciptakan anak manusia yang lebih baik kehidupannya melalui proses pendidikan. Guru diharapkan dapat memberikan pengetahuan yang belum di miliki siswa dan mengembangkan pengetahuan siswa sesuai dengan potensi yang dimiliki mereka. Namun yang tak kalah pentingnya dalam proses pendidikan itu adalah terbangunnya kerjasama antar siswa. Kerjasama beregu mengharuskan adanya kekompakkan yang secara langsung dapat menimbulkan rasa percaya diri pada siswa yang kurang percaya diri. Kerjasama tim dapat melahirkan calon pemimpin yang masih tersembunyi dan dari kerjasama tim dapat memperlihatkan kelebihan masing-masing anggautanya. Kerjasama dalam tim dapat menjadi daya dorong yang memiliki energi dan sinergisitas bagi individu-individu yang tergabung dalam teamwork. Tanpa kerjasama yang baik tidak akan memunculkan ide-ide cemerlang. Tema ini dipilih mengingat siswa kelas-10 adalah anak-anak yang datang dari berbagai sekolah, sehingga untuk kerjasama tim, dapat dikatakan belum terbentuk. Sejalan dengan tujuan  utama SMK STB, bahwa mencerdaskan anak bangsa menjadi prioritas,  maka pelatihan Kerjasama Tim dianggap yang paling dibutuhkan oleh para siswa kelas 10. Kerjasama tim akan menyatukan kekuatan serta ide-ide yang akan mengantarkan siswa pada kesuksesan. Dalam kerjasama tim, dibutuhkan koordinasi antar individu serta menimbulkan rasa tanggung-jawab kelompok. Dimana hasinya akan merupakan sinergisitas kekuatan dari beberapa oarang dalam mencapai satu tujuan yang diinginkan. Laporan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini direncanakan terbit dalam jurnal PKM sekretari, dengan tujuan agar dapat diambil manfaatnya oleh civitas akademika serta pembaca lainnya. Kata Kunci : Potensi Diri, Teamwork  ABSTRACT Schools have a very important position in education, apart from being a place for the teaching and learning process, it is also a place for creating better human children through the educational process. Teachers are expected to provide knowledge that students do not yet have and develop students' knowledge according to their potential. But no less important in the educational process is the establishment of cooperation between students. Team collaboration requires cohesiveness which can directly lead to self-confidence in students who lack self-confidence. Teamwork can give birth to potential leaders who are still hidden and from teamwork can show the strengths of each member. Teamwork can be a driving force that has energy and synergy for individuals who are members of teamwork. Without good cooperation, there will be no bright ideas. This theme was chosen considering that the 10th graders are children who come from various schools, so that for teamwork, it can be said that it has not yet been formed. In line with the main goal of SMK STB, that educating the nation's children is a priority, Teamwork training is considered the most needed by grade 10 students. Teamwork will unite strengths and ideas that will lead students to success. Teamwork requires coordination between individuals and creates a sense of group responsibility. Where the result will be a synergism of the strengths of several people in achieving a desired goal. This Community Service Report (PKM) is planned to be published in the secretarial PKM journal, with the aim that the academic community and other readers can benefit from it. Keywords: Self Potential, Teamwork
PENINGKATAN MOTIVASI DENGAN PEMBELAJARAN EDUTAINMENT MELALUI TEAMWORK DI YAYASAN SOSIAL DAN PENDIDIKAN AR-RACHMAT SMK DWI PUTRA TANGERANG SELATAN Siti Zubaidah; Desilia Purnama Dewi; Nani Nuraini Sarah; Ratna Suminar; Sugiyarto Sugiyarto
PENGABDIAN SOSIAL Vol 1, No 1 (2021): JURNAL PENGABDIAN SOSIAL
Publisher : Universiitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (159.187 KB) | DOI: 10.32493/.v1i1.9828

Abstract

ABSTRACT From year to year, the number of students at SMK Dwi Putra has stagnated in increasing the number of students and does not show enthusiasm to work for teachers and staff. Even though the location of this school is very strategic, which is in front of Jalan Raya Aria Putra, Serua Ciputat, South Tangerang City, Banten Province. Our team sees this problem as a result of unstructured communication patterns between the foundation, teachers and staff. The foundation's work program was created without coordination with teachers, which made teachers not motivated to run the program. Building solid teamwork with edutainment learning is a solution for creating teacher motivation at work. Educational and entertainment contents are harmoniously combined to create enjoyable learning. The results of this activity are expected to provide a comfortable working atmosphere that can increase the motivation of teachers, which in turn will have an impact on the progress of schools and foundations. Keywords: Motivation, Edutainment Learning, and Teamwork ABSTRAK Dari tahun ke tahun, jumlah siswa SMK Dwi Putra mengalami stagnansi pertambahan jumlah muridny serta tidak menampakkan kegairahan bekerja pada guru dan stafnya. Padahal letak sekolah ini sangat strategis yaitu di depan jalan Raya Aria Putra, Serua Ciputat Kota Tangerang Selatan Provinsi Banten. Tim kami melihat persoalan ini sebagai akibat pola komunikasi yang tidak terstruktur antara yayasan, guru dan staf. Program kerja yayasan dibuat tanpa koordinasi dengan guru yang membuat para guru tidak termotivasi dalam menjalankan program tersebut. Membangun teamwork yang solid dengan pembelajaran edutainment merupakan solusi bagi terciptanya motivasi para guru dalam bekerja. Muatan pendidikan dan hiburan dikombinasikan secara harmonis untuk menciptakan pembelajaran yang menyenangkan. Hasil kegiatan ini diharapkan dapat memberi nuansa kerja yang nyaman yang dapat meningkatkan motivasi para guru, yang mana selanjutnya akan berakibat pada kemajuan sekolah dan yayasan. Kata Kunci: Motivasi, Pembelajaran Edutainment, dan Teamwork
Pengaruh Kepuasan Kerja Terhadap Produktivitas Kerja Dosen Program Studi Administrasi Perkantoran D-III Universitas Pamulang Unik Desthiani; Ratna Suminar
Jurnal Sekretari Universitas Pamulang Vol. 11 No. 2 (2024): JURNAL SEKRETARI
Publisher : Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/sekretarisskr.v11i2.42292

Abstract

ABSTRAK Sumber Daya Manusia merupakan aset dari sebuah perusahaan/lembaga dalam penelitian ini sumber daya manusia yang dimaksud adalah dosen, dosen merupakan hal terpenting bagi suatu universitas pada umumnya dan program studi pada khususnya yang akan membantu universitas ataupun program studi mieningkatkan produktivitasnya. Olieh kariena itu sangat pierlu bagi suatu univiersitas dan juga program studi untuk dapat miengielola sumbier daya manusianya diengan baik agar apa yang mienjadi tujuan univiersitas dan program studi dapat tiercapai. Salah satu hal yang harus dipierhatikan olieh program studi tierkait diengan sumbier daya manusia adalah kiepuasan kierja dosien. Kiepuasan kierja adalah kieadaan iemosional yang mienyienangkan atau tidak mienyienangkan bagi para karyawan miemandang piekierjaan mierieka. Pada Program Studi Administrasi Pierkantoran D-III Univiersitas Pamulang diharapkan kiepuasan kierja dapat mieningkatkan produktivitas kierja dosien program studi. Tujuan dilaksanakannya pienielitian ini adalah untuk miendieskripsikan Piengaruh Kiepuasan Kierja Tierhadap Produktivitas Kierja Dosien Program Studi Administrasi Pierkantoran D-III Univiersitas Pamulang. Mietodie yang digunakan dalam pienielitian ini adalah mietodie korielasional diengan miengunakan piendiekatan kuantitatif. Data-data dalam pienielitian ini dipierolieh diengan mienyiebarkan kuisonier, kiemudian diolah diengan mienggunakan rumus koiefisiien korielasi product momient, untuk miengietahui ada atau tidaknya hubungan antara kiepuasan kierja diengan produktivitas kierja dan dilanjutkan diengan koiefisiien dietierminan, untuk miengietahui siebierapa biesar piengaruh yang ditimbulkan olieh kiepuasan kierja tierhadap produktivitas kierja. Diharapkan diengan pienielitian ini, kiepuasan kierja dosien Program Studi Administrasi Pierkantoran D-III dapat tiercipta siehingga produktivitas kierja dosien yang ada di program studi juga tierus mieningkat. Kata Kunci: Sumber Daya Manusia, Kepuasan Kerja, Produktivitas Kerja
Mencegah Perundungan Melalui Human Relation di Desa Sukarame, Carita, Pandeglang - Banten Nani Nuraini Sarah; Ratna Suminar; Desilia Purnama Dewi
Jurnal Pengabdian Sosial Vol 4 No 2 (2024): Jurnal Pengabdian Sosial
Publisher : Universiitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/pbs.v4i2.41864

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat merupakan salah satu tugas perguruan tinggi untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat yang meliputi berbagai bidang kehidupan dengan memanfaatkan, mengembangkan dan menerapkan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni sebagai upaya memberikan sumbangan demi kemaslahatan masyarakat, Kegiatan pengabdian masyarakat ini bekerja sama dengan Kepala Desa/Lurah Sukarame, yaitu sebuah desa binaan yang berlokasi di Carita, Kec. Carita, Kab. Pandeglang, Banten. Bagi Prodi Administrasi Perkantoran D-III Universitas Pamulang khususnya dalam penyelenggaraan kegiatan pengabdian kepada masyarakat selalu disesuaikan dengan sumber daya yang memiliki baik menyangkut sumber daya manusia maupun dari segi pendanaan. Tujuan yang ingin dicapai dalam pelaksanaan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini adalah untuk memberikan edukasi pada perangkat desa sebagai pemangku kewenangan serta warga dalam menghadapi perundungan yang ada di kalangan anak dan remaja di desanya. Hasil dari penyuluhan ini diharapkan dapat menumbuhkan kepedulian dengan mengenali tindakan perundungan di sekitar tempat tinggal warga Desa Sukarame karena pada dasarnya dengan mengenali sebab-sebab potensi terjadinya perundungan serta mengetahui dampak buruk yang terjadi akibat perundungan, dapat mencegah terjadinya perundungan itu sendiri. Kata Kunci: Perundungan, Human Relation
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kejadian Bendungan ASI Heryani, Sri; Yudita Ingga Hindiarti; Ratna Suminar
Bunda Edu-Midwifery Journal (BEMJ) Vol. 7 No. 2 (2024): September 2024
Publisher : Akademi Kebidanan Bunga Husada Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54100/bemj.v7i2.241

Abstract

Salah satu hak bayi baru lahir adalah mendapatkan ASI dari ibunya, apabila setelah melahirkan dan selama masa nifas ibu tidak menyusui bayinya maka akan menyebabkan bendungan ASI. Bendungan ASI tejadi karena beberapa faktor, diantaranya yaitu pengetahuan, pekerjaan, usia, paritas, pengosongan payudara yang tidak sempurna, posisi menyusui yang salah, dan puting susu terbenam. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor apa saja yang menyebabkan Bendungan Air Susu Ibu (ASI) pada ibu nifas. Manfaat dari penelitian ini dapat meningkatkan pengetahuan dan kesadaran ibu terhadap faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya bendungan ASI yang berdampak pada pemenuhan nutrisi pada bayinya. Pengumpulan data menggunakan lembar kuesioner dan observasi. Sampel pada penelitian ini secara Accidental Sampling sebanyak 35 orang. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan dapat Penulis simpulkan bahwa Sebagian besar Ibu Nifas yang mengalami bendungan ASI disebabkan oleh beberapa faktor diantaranya usia Ibu, usia gestasi, paritas, pendidikan dan statuis pekerjaan. Faktor pengetahuan mempunyai hubungan terhadap kejadian Bendungan ASI. Pada teknik menyusui terdapat berbagai faktor yang dapat mempengaruhi diantaranya pengetahuan, usia dan pendidikan.
Pengaruh Pijat Oketani Sebagai Upaya Pencegahan Bendungan ASI Sri Heryani; Yudita Ingga Hindiarti; Ratna Suminar; Siti Rohmah
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 7 No. 2 (2025)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v7i2.122

Abstract

Berdasarkan data dari Association of Southeast Asian Nations (ASEAN), pada tahun 2019, ada 107.654 ibu nifas di 10 negara ASEAN termasuk Indonesia yang mengalami bendungan ASI. Pada tahun 2020, 66,87% dari ibu nifas di kawasan tersebut mengalami bendungan ASI, dan pada tahun 2021, persentase meningkat menjadi 71,1%, dengan Indonesia mencatatkan angka tertinggi sebesar 37,12% (Solihah et al., 2023). Penanganan bendungan ASI dapat dilakukan dengan metode farmakologi dan non-farmakologi. (Lova, 2021). Tujuan dari penelitian ini diharapkan dapat mencegah terjadinya bendungan ASI terhadap ibu menyusui. Metode yang dilakukan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan rancangan pre test dan post test. Dalam penelitian ini sampel satu grup intervensi. Berdasarkan uji statistik didapatkan hasil uji test independent menunjukkan adanya perbedaan yang sangat jauh antara kedua kelompok responden, dengan nilai p=0.000 dan nilai hitung table lebih besar (6.006 lebih besar dari 2.042,30) dengan selisih rata-rata 1.750 gejala. Tindak lanjut dari penelitian yang dilakukan ialah penerbitan jurnal dan HAKI pada tahun yang sama.
Determinants of turnover intentional in Islamic Bank Institution Desthiani, Unik; Ratna Suminar
Annals of Human Resource Management Research Vol. 5 No. 3 (2025): September
Publisher : Goodwood Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35912/ahrmr.v5i3.2917

Abstract

Purpose: The objective of this study is to investigate the impact of job uncertainty and job stress on turnover intentions, with a focus on employees of Islamic Banking Institutions. The aim is to provide insights into how to reduce turnover through Islamic organizational principles, as this aligns with the research theme. Methodology: A quantitative descriptive approach was used, involving 31 employees from various divisions in Islamic Banking Institutions. Data collection was conducted through questionnaires and documentation. Smart PLS (Partial Least Squares) was employed for structural equation modeling, and regression analysis was used for hypothesis testing. Results: The results indicate that job insecurity does not significantly influence turnover intention, while job stress has a substantial impact. Combined, these factors significantly affect turnover intention. Islamic economic principles, such as fairness and employee welfare, play a critical role in addressing these issues. Conclusions: Turnover intention in Islamic banks is more strongly driven by stress factors than by insecurity. Aligning HR practices with Islamic economic principles such as equitable treatment, workload balance, and employee well-being can reduce stress, increase loyalty, and enhance workforce stability. Limitations: The study is limited to one organization, restricting generalizability. Future research could include other Islamic banks or financial institutions for broader insights. Contribution: This research contributes theoretically by integrating Behavioral Accounting Theory with Islamic economic principles to explain turnover intention. Practically, it provides actionable insights for HR managers in Islamic banks to design stress-reduction policies and employee support systems that foster retention and align with Sharia-based organizational values.
Peran dan Tugas Staf Admin Dalam Mengelola Absensi Pegawai Menggunakan Aplikasi Bravo PUPR pada Balai Pengembangan Kompetensi PUPR Wilayah III Jakarta Unik Desthiani; Ratna Suminar; Nuryanah
Jurnal Sekretari Universitas Pamulang Vol. 12 No. 1 (2025): JURNAL SEKRETARI
Publisher : Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/sekretarisskr.v12i1.47313

Abstract

Penulisan ini tentang peran dan tugas staf administrasi dalam mengelola absensi pegawai menggunakan aplikasi Bravo PUPR di Balai Pengembangan Kompetensi PUPR Wilayah III Jakarta. Tujuan dari laporan Tugas Akhir ini adalah untuk mengetahui peran dan tugas staf administrasi di Balai Pengembangan Kompetensi PUPR Wilayah III Jakarta dan untuk mengetahui hambatan staf admin dalam mengelola absensi pegawai. Metode penulisan tugas akhir ini adalah melalui observasi atau pengamatan yang dilakukan penulis mengenai peran dan tugas staf administrasi dalam mengelola absensi pegawai menggunakan aplikasi Bravo PUPR di Balai Pengembangan Kompetensi PUPR Wilayah III Jakarta. Berdasarkan data, ada tiga kendala yang dihadapi staf administrasi yaitu  masih adanya staf admin yang belum memahami penggunaan aplikasi Bravo PUPR, seringnya terjadi gangguan koneksi internet dan kurangnya ketelitian staf admin dalam melaksanakan proses rekap absensi. Penulis menyarankan Balai Pengembangam Kompetensi PUPR Wilayah III Jakarta perlu menyelenggarakan pelatihan seperti bimbingan teknis, sosialisasi/internalisasi dan pelatihan pengembangan kompetensi lainnya terkait penggunaan aplikasi Bravo PUPR bagi para pegawai serta staf admin agar seluruh pegawai memahami aplikasi tersebut dengan baik, Balai Pengembangan Kompetensi PUPR Wilayah III Jakarta menyiapkan jaringan internet backup dengan vendor penyedia layanan internet yang berbeda dari penyedia utama, Balai Pengembangan Kompetensi PUPR Wilayah III Jakarta perlu mengusulkan adanya pengawas atau verifikator staf admin agar staf admin lebih teliti pada saat melakukan pengelolaan rekap absensi.