Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

PENYAJIAN KISAHAN DAN UJARAN TOKOH AKU DALAM NOVEL KITCHEN KARYA BANANA YOSHIMOTO: KAJIAN STILISTIKA Andari, Novi; Amalijah, Eva
Ayumi : Jurnal Budaya, Bahasa, dan Sastra Vol 6 No 2 (2019): Ayumi : Jurnal Budaya, Bahasa dan Sastra
Publisher : Faculty of Letters, Dr. Soetomo University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (230.981 KB) | DOI: 10.25139/ayumi.v6i2.2157

Abstract

Daya pikat karya sastra itu muncul karena rangkaian kata maupun dialog-dialog yang membangkitkan emosi. Penglihatan suatu karya sastra dari sudut pandang yang berbeda dan pendekatan yang berbeda akan menghasilkan tafsiran yang berbeda pula. Penyajian pikiran dan ucapan tokoh tersebut merupakan hasil reproduksi pengarang dalam suatu karya sastra. Dalam novel Kitchen, tidak semua bentuk kisahan dan ujaran ada. Penelitian untuk mengungkap adanya kisahan dan ujaran dalam novil Kitchen ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dan metode kepustakaan yang mengkaji data berdasarkan bahan-bajan tertulis. Dalam novel Kitchen terdapat bentuk-bentuk kisahan oleh pencerita akuan; kisahan oleh pencerita diaan; situasi ujaran antartokoh; cakapan tokoh yang disajikan kata demi kata; pencerita akuan yang menyajikan pikirannya sendiri; reproduksi cakapan yang menggunakan tanda petik maupun yang tidak menggunakan tanda petik; serta ujaran tak langsung si pencerita yang menyampaikan isi ujaran tokoh kepada pembaca. Namun dalam novel ini tidak ditemukan ujaran tak langsung yang bebas. Kata kunci: Stilistika, Penyajian Ujaran, Novel
PENYAJIAN KISAHAN DAN UJARAN TOKOH AKU DALAM NOVEL KITCHEN KARYA BANANA YOSHIMOTO: KAJIAN STILISTIKA Andari, Novi; Amalijah, Eva
Ayumi : Jurnal Budaya, Bahasa, dan Sastra Vol 6 No 2 (2019): Ayumi : Jurnal Budaya, Bahasa dan Sastra
Publisher : Faculty of Letters, Dr. Soetomo University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (230.981 KB) | DOI: 10.25139/ayumi.v6i2.2157

Abstract

Daya pikat karya sastra itu muncul karena rangkaian kata maupun dialog-dialog yang membangkitkan emosi. Penglihatan suatu karya sastra dari sudut pandang yang berbeda dan pendekatan yang berbeda akan menghasilkan tafsiran yang berbeda pula. Penyajian pikiran dan ucapan tokoh tersebut merupakan hasil reproduksi pengarang dalam suatu karya sastra. Dalam novel Kitchen, tidak semua bentuk kisahan dan ujaran ada. Penelitian untuk mengungkap adanya kisahan dan ujaran dalam novil Kitchen ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dan metode kepustakaan yang mengkaji data berdasarkan bahan-bajan tertulis. Dalam novel Kitchen terdapat bentuk-bentuk kisahan oleh pencerita akuan; kisahan oleh pencerita diaan; situasi ujaran antartokoh; cakapan tokoh yang disajikan kata demi kata; pencerita akuan yang menyajikan pikirannya sendiri; reproduksi cakapan yang menggunakan tanda petik maupun yang tidak menggunakan tanda petik; serta ujaran tak langsung si pencerita yang menyampaikan isi ujaran tokoh kepada pembaca. Namun dalam novel ini tidak ditemukan ujaran tak langsung yang bebas. Kata kunci: Stilistika, Penyajian Ujaran, Novel
Pelatihan dan Pendampingan Penyusunan Pers Release dan Proposal Kerjasama bagi Kelompok Sadar Wisata Desa Wisata Claket Hasanah, Luluk Ulfa; Amalijah, Eva; Nurhadi, Muizzu; Perkasa, Aditya Rangga
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 2 No. 4 (2024): Juni
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v2i4.929

Abstract

Desa Claket merupakan salah satu desa di Kecamatan Pacet, Mojokerto, yang dibagi dalam 3 dusun, yaitu dusun claket, mligi, dan sembung dengan jumlah penduduk sebanyak 3.456 jiwa. Desa Claket juga menjadi salah satu desa wisata yang sedang mengembangkan diri menjadi desa wisata berdaya saing internasional. Desa Claket sebagai desa wisata sudah mempunyai daya tarik yang membedakannya dengan desa wisata lainnya, yaitu adanya wisata bernuansa kejepangan yang ditandai dengan gerbang Tori’i di taman spot selfi reast area. Desa wisata claket ini dikelola oleh masyarakat yang tergabung dalam kelompok sadar wisata. Ditinjau dari kriteria dasar pembentukan desa wisata, terdapat beberapa aspek yang perlu dikembangkan dan dipenuhi guna pengembangan desa wisata. Salah satunya karena Desa Wisata Claket masih belum mempunyai kemitraan dengan pihak-pihak terkait. Tidak adanya jejaring dan kemitraan dengan berbagai institusi, baik pemerintah, swasta, maupun dunia industri mulai tingkat nasional dan internasional. Untuk itulah ditawarkan kegiatan pendampingan dan pelatihan pembuatan kerjasama dengan mitra (pers release dan proposal kerjasama). Kegiatan ini dilaksanakan mulai bulan Juni sampai September 2023. Metode pelaksanaan menggunakan sosialisasi dan pelatihan. Harapannya, kegiatan ini mampu memberikan dukungan yang signifikan terhadap pengembangan desa wisata claket dan untuk memberdayakan masyarakat desa guna pengembangan desa wisata claket. Hasil yang didapatkan setelah kegiatan pendampingan dan pelatihan dilaksanakan adalah pemahaman masyarakat yang tergabung dalam pokdarwis tentang pembuatan proposal kerjasama dan pers release meningkat dari rata-rata sebelum kegiatan di bawah 50% menjadi 90%. Selain itu, yang awalnya kegiatan Kerjasama yang dijalin oleh pokdarwis hanya sebatas mulut ke mulut sekarang terdapat 10 dokumen kerjasama atau MoA dengan mitra dari total mitra yang sudah diajak kerjasama sebelumnya sebanyak 19 mitra. Berdasarkan hasil kegiatan tersebut dapat disimpulkan bahwa kegiatan pendampingan ini telah memberikan dampak atau impact positif terhadap pemahanan pelaku sadar wisata akan pentingnya penyusunan dokumen kerjasama sebelum pelaksanaan suatu program.
Pengenalan Budaya Jepang melalui Cerita Rakyat Momotaro pada Siswa SD YPPI II Surabaya Amalijah, Eva; Hasanah, Luluk Ulfa; Poerbowati, Endang; Purba, Maria Angela Kurniawati
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 2 No. 11 (2025): Januari
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v2i11.1939

Abstract

Program ini bertujuan untuk memperkenalkan budaya Jepang kepada siswa sekolah dasar melalui cerita rakyat Momotaro, dengan harapan dapat menanamkan nilai-nilai moral universal seperti keberanian, kerja sama, dan keadilan. Pelaksanaan kegiatan diawali dengan sesi pengantar berupa penyampaian materi mengenai cerita rakyat Jepang secara umum, diikuti dengan penjelasan mendalam mengenai kisah Momotaro. Penyampaian ini menggunakan pendekatan audio-visual, salah satunya melalui pemutaran animasi Momotaro untuk memberikan gambaran yang lebih jelas dan menarik bagi siswa. Tahapan berikutnya melibatkan diskusi interaktif untuk mengidentifikasi nilai-nilai moral yang terkandung dalam cerita serta relevansinya dengan kehidupan sehari-hari. Kegiatan pendukung lainnya adalah lokakarya seni, di mana siswa diajak membuat ilustrasi dan kerajinan tangan yang menggambarkan tokoh-tokoh dalam cerita Momotaro. Lokakarya ini bertujuan untuk menumbuhkan kreativitas siswa sekaligus memperkuat pemahaman mereka terhadap budaya Jepang. Sebagai penutup, siswa diberikan kesempatan untuk mempraktikkan hasil pembelajaran melalui pementasan drama sederhana yang mengadaptasi cerita Momotaro. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa kegiatan ini berhasil meningkatkan pemahaman siswa terhadap budaya Jepang sekaligus menumbuhkan apresiasi terhadap keberagaman budaya dunia. Partisipasi aktif dan antusiasme siswa mencerminkan keberhasilan metode pembelajaran interaktif yang digunakan. Program ini diharapkan dapat memberikan kontribusi positif dalam membangun karakter siswa melalui pengenalan nilai-nilai budaya asing.
Analisis Konsep On dan Giri yang Tergambar Pada Tokoh Utama Dalam Manga Hige Wo Soru. Soshite Joshikousei Wo Hirou Karya Shimesaba Ferdiansyah, Muhamad Hafidz; Amalijah, Eva
Mezurashii: Journal of Japanese Studies Vol. 6 No. 2 (2024): OKTOBER
Publisher : Japanese Department Faculty of Cultural Science Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/mezurashii.v6i2.9578

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini menggunakan objek berupa manga dengan Judul Hige Wo Soru. Soshite Joshikousei Wo Hirou karya Shimesaba. Penelitian ini menganalisis tentang konsep on dan giri. Penelitian ini menggunakan pendekatan sosiologi sastra dan menggunakan metode deskriptif kualitatif serta teori yang menunjang penelitian ini adalah teori unsur-unsur intrinsik oleh Wellek dan Warren dan buku mengenai konsep on dan giri oleh Ruth Benedict serta jurnal oleh Takeo Doi dan Kiyohide Seki. Pada penelitian ini penulis mengkaji tentang konsep on dan giri yang tergambar pada tokoh utama dalam manga Hige Wo Soru. Soshite Joshikousei Wo Hirou. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan konsep on dan giri pada manga Hige Wo Soru. Soshite Joshikousei Wo Hirou. Berdasarkan analisis data, terdapat konsep on golongan ke empat, kemudian dua pembagian pada giri yang terlihat yakni, giri berdasarkan jenisnya dan giri berdasarkan sifatnya. Giri berdasarkan jenisnya terbagi menjadi dua yaitu, giri terhadap dunia dan giri terhadap nama. Kemudian giri berdasarkan sifatnya juga dibagi menjadi dua yakni, atatakai giri dan tsumetai giri. Kata Kunci: on, giri, manga, Hige Wo Soru. Soshite Joshikousei Wo Hirou.
Metafora pada Lirik Lagu dalam Album Koi No Uta Karya Mosawo Kaltsum, Dinar Umi; Amalijah, Eva
Mezurashii: Journal of Japanese Studies Vol. 7 No. 1 (2025): APRIL
Publisher : Japanese Department Faculty of Cultural Science Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/mezurashii.v7i1.11777

Abstract

Bahasa merupakan suatu alat komunikasi untuk berinteraksi dalam kehidupan sehari-hari. Salah satu fungsi bahasa adalah untuk menyampaikan makna. Ilmu yang mempelajari makna disebut semantik. Semantik biasa digunakan untuk meneliti gaya bahasa. Gaya bahasa sering diungkapkan dalam bentuk bahasa tulis, terutama dalam karya sastra, misalnya puisi, cerpen, novel, bahkan lirik lagu. Salah satu gaya bahasa yang sering digunakan dalam lirik lagu adalah metafora. Penelitian ini menganalisis dan mendeskripsikan metafora dan makna yang terdapat pada lirik lagu dalam album Koi No Uta karya Mosawo. Penelitian ini menggunakan pendekatan semantik dengan metode deskriptif kualitatif karena hasil penelitian berupa teks narasi deskripsi yang menjabarkan metafora dan makna yang ada pada frasa dan kalimat. Dari 15 lirik lagu yang telah diteliti, terdapat 14 data yang terkumpul berdasarkan teori yang digunakan. Hasil analisis data yang didapatkan bahwa 8 lirik lagu yang terdapat metafora. Metafora yang terdapat pada data dalam penelitian ini sesuai dengan teori dari Seto Kenichi.
Pelatihan Pembuatan Kuliner Jepang Sebagai Kreasi Inovatif UMKM Di Desa Claket Amalijah, Eva; Poerbowati, Endang; Reyhand, Muhammad Alief
Humanism : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 4 No 1 (2023): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/hm.v4i1.16560

Abstract

Kuliner Jepang banyak ditemui dimana saja terutama di kota besar yang saat ini banyak diminati masyarakat kaum milenial, namun di daerah pedesaan kuliner Jepang tersebut masih sangat sulit ditemui, dikarenakan keterbatasan akses bagi masyarakat untuk mendapatkan informasi tentang kuliner tersebut. Zaman persaingan ekonomi saat ini, wirausahawan diharuskan berimprovisasi dalam usaha makanan yang akan dijual baik secara langsung maupun secara komersial. Sehubungan dengan masalah tersebut, pentingnya pelatihan SDM (Sumber Daya Manusia) dan UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah) yang berada di desa Claket. Dalam pelaksanaan pengabdian masyarakat ini, kegiatan yang diberikan berupa pengarahan dan peningkatan produksi. Kegiatan tersebut, telah menyesuaikan kebutuhan di desa Claket. Oleh karena itu, diadakan program pengabdian masyarakat oleh Kementrian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi yang diselenggarakan dengan adanya kolaborasi antara PT (Perguruan Tinggi) dan DU/DI (Dunia Usaha Dunia Industri) yang salah satunya diikuti oleh Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya. Hasil dari kegiatan ini berupa masyarakatnya mampu menghasilkan olahan kuliner Jepang dan meningkatkan produktivitas ekonomi di desa Claket, serta warga desa mampu meningkatkan kemampuan, pengetahuan dan mampu memberikan pelayanan yang terbaik bagi mayarakat yang berkunjung di desa Claket, dan hasil dari pelatihan ini dapat dijadikan sebagai investasi ekonomi dari desa tersebut yang dapat menjadikan desa Claket sebagai tujuan wisata.Kata Kunci: Kuliner Jepang, Sumber Daya Manusia, Usaha Mikro Kecil Menengah, Desa
PELESTARIAN BUDAYA: SINERGI TEKNOLOGI DAN KEARIFAN LOKAL DI DESA WISATA MOJOKEMBANG, KABUPATEN MOJOKERTO Wahyuddin, Zida; Amalijah, Eva
TANDA Vol 5 No 05 (2025): BAHASA DAN BUDAYA
Publisher : COMMUNITY OF RESEARCH LABORATORY SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69957/tanda.v5i05.2462

Abstract

Artikel ini menganalisis sinergi antara teknologi digital dan kearifan lokal dalam pelestarian budaya di Desa Wisata Mojokembang, Kabupaten Mojokerto. Latar belakang kajian ini dilandasi oleh tantangan modernisasi yang kerap menggeser nilai-nilai budaya lokal, serta peluang pemanfaatan teknologi sebagai sarana pelestarian berkelanjutan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode pengumpulan data melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam dengan pemerintah desa dan masyarakat lokal, serta dokumentasi berbagai kegiatan budaya dan digitalisasi video yang telah dilakukan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan teknologi dalam bentuk digitalisasi kegiatan bersih desa yang disertai dengan pertunjukan budaya antar dusun di Desa Mojokembang melalui media sosial, serta pengembangan sistem informasi desa berbasis budaya telah memberikan dampak signifikan terhadap keberlanjutan identitas budaya lokal. Kegiatan seperti pengajian, nyekar (berziarah), dan parade budaya yang sebelumnya bersifat lokal kini dapat diakses lebih luas oleh masyarakat nasional maupun internasional. Selain itu, pelatihan literasi digital kepada warga desa juga meningkatkan partisipasi aktif masyarakat dalam pengelolaan desa wisata dan pelestarian budaya. Namun, keberhasilan sinergi ini tidak terlepas dari sejumlah tantangan seperti keterbatasan infrastruktur digital, resistensi sebagian warga terhadap perubahan, serta keterbatasan sumber daya manusia dalam pengelolaan konten digital. Meski demikian, dengan dukungan pemerintah daerah dan komitmen komunitas lokal, sinergi antara teknologi dan kearifan lokal terbukti mampu memperkuat identitas budaya sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis pariwisata berkelanjutan.
Analisis Fungsi Pelaku Tokoh Tengu Dalam Cerita Rakyat Jepang Firmansa, Robi Nur; Amalijah, Eva
Mezurashii: Journal of Japanese Studies Vol. 5 No. 2 (2023): OKTOBER
Publisher : Japanese Department Faculty of Cultural Science Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/mezurashii.v5i2.9347

Abstract

Dalam cerita rakyat Jepang, terdapat Tengu yang merupakan makhluk mitologi Jepang. Tengu dikenal memiliki ciri-ciri menyerupai manusia, mengenakan pakaian yamabushi, berwajah merah, dan berhidung panjang. Meskipun memiliki sifat yang jahat, namun di beberapa cerita Tengu memiliki sifat yang baik. Teori Struktur Naratif Vladimir Propp membagi tindakan tokoh dalam suatu cerita ke dalam fungsi dramatis personae. Penelitian ini, berfokus pada Teori Fungsi Pelaku Vladimir Propp pada tokoh Tengu dalam cerita rakyat Jepang. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis dan mendeskripsikan apa saja fungsi pelaku tokoh Tengu dalam cerita rakyat Jepang. Penelitian ini menggunakan pendekatan strukturalisme. Jenis penelitian kualitatif, dan metode deskriptif analisis. Penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data berupa studi pustaka. Dari hasil penelitian ditemukan 12 fungsi pelaku dari 6 cerita rakyat Jepang yang terdapat pada tokoh Tengu. Duabelas fungsi pelaku tokoh Tengu yaitu: Testing; Villainy and Lack; Resolution; Transfiguration; Reaction; Delivery; Reconnaissance; Task; Complicity; Struggle; Punishment; dan Trickery. Kata Kunci: Strukturalisme, Fungsi Pelaku, Struktur Naratif Vladimir Propp,
Cerita Rakyat Kaguya Hime dan Timun Emas : Sastra Bandingan Parendra, Tegar Pramudi; Amalijah, Eva
Mezurashii: Journal of Japanese Studies Vol. 6 No. 1 (2024): APRIL
Publisher : Japanese Department Faculty of Cultural Science Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/mezurashii.v6i1.9357

Abstract

Dalam karya sastra jepang terdapat cerita rakyat Kaguya Hime yang di perkenalkan atau di ceritakan pada zaman heian, Kaguya Hime adalah seorang anak yang di temukan dalam sebuah bambu, Kaguya Hime juga memiliki judul lain yaitu Taketori monogatari. Sedangkan dalam karya sastra Indonesia terdapat cerita rakyat yang memiliki kemiripan yaitu cerita rakyat Timun Emas. Penelitian ini berfokus pada teori strukturalisme di Cerita rakyat. Tujuan penelitian ini adalah menganalisi dan mendeskripsikan apa saja perbandingan cerita rakyat Kaguya Hime dan Timun Emas. Penelitian ini memakai pendekatan Strukturalisme, jenis penelitian deskriptif dan kualitatif. Penelitian ini menggunakan pengumpulan data studi pustaka. Dari hasil dari penelitian ini di temukan unsur persamaan dan perbedaan tema sertta amanat pada cerita rakyat Kaguya Hime dan Timun Emas. Kata kunci: Sastra Bandingan, Cerita Rakyat, Kaguya Hime, Timun Mas, Strukturalisme.