Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Cerita Rakyat Kaguya Hime dan Timun Emas : Sastra Bandingan Parendra, Tegar Pramudi; Amalijah, Eva
Mezurashii: Journal of Japanese Studies Vol. 6 No. 1 (2024): APRIL
Publisher : Japanese Department Faculty of Cultural Science Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/mezurashii.v6i1.9357

Abstract

Dalam karya sastra jepang terdapat cerita rakyat Kaguya Hime yang di perkenalkan atau di ceritakan pada zaman heian, Kaguya Hime adalah seorang anak yang di temukan dalam sebuah bambu, Kaguya Hime juga memiliki judul lain yaitu Taketori monogatari. Sedangkan dalam karya sastra Indonesia terdapat cerita rakyat yang memiliki kemiripan yaitu cerita rakyat Timun Emas. Penelitian ini berfokus pada teori strukturalisme di Cerita rakyat. Tujuan penelitian ini adalah menganalisi dan mendeskripsikan apa saja perbandingan cerita rakyat Kaguya Hime dan Timun Emas. Penelitian ini memakai pendekatan Strukturalisme, jenis penelitian deskriptif dan kualitatif. Penelitian ini menggunakan pengumpulan data studi pustaka. Dari hasil dari penelitian ini di temukan unsur persamaan dan perbedaan tema sertta amanat pada cerita rakyat Kaguya Hime dan Timun Emas. Kata kunci: Sastra Bandingan, Cerita Rakyat, Kaguya Hime, Timun Mas, Strukturalisme.
Effective Promotion: Pemanfaatan Media Sosial Pada Pengembangan UMKM Kuliner Kolyaki di Desa Kedungboto Amalijah, Eva; Wahyuddin, Zida; Ardiansah, Helmi
Jurnal Pengabdian Masyarakat (JUDIMAS) Vol. 2 No. 1 (2024)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STIKes Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54832/judimas.v2i1.211

Abstract

Kuliner memiliki peran yang sangat penting bagi Ekonomi dan Pariwisata. Dan juga penggunaan sosial media sebagai media promosi juga berkembang sangat massif. Hasil dari pengabdian masyarakat yang dilakukan di Desa Kedungboto untuk mempromosikan Kuliner Kolyaki dengan memanfaatkan media sosial dipaparkan dalam artikel ini. Salah satu kuliner yang sedang dikembangkan desa ini adalah takoyaki dengan isian kol sawah yang disebut kolyaki. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan ekonomi desa dengan menggunakan media sosial sebagai alat promosi. Selama pengabdian, warag desa Kedungboto telah mendapatkan pelatihan digital marketing untuk meningkatkan penggunaan media sosial. Dalam konteks ini, warga desa Kedungboto menerima pelatihan digital marketing yang mencakup pengenalan sosial media dan pemanfaatan media sosial sebagai media promosi. Selain itu, Pre-test dan Post-test dilakukan untuk mengevaluasi pengetahuan dan kemampuan Warga desa Kedungboto dalam promosi digital. Penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan media sosial dapat membantu pertumbuhan ekonomi desa, meningkatkan ekonomi pengusaha UMKM dan popularitas produk Kolyaki.
Maskulinitas pada Tokoh Utama Perempuan dalam Manga Gekkan Shoujo Nozaki-kun Karya Izumi Tsubaki Shanty, Hasna Septia; Amalijah, Eva
Mezurashii: Journal of Japanese Studies Vol. 7 No. 2 (2025): OKTOBER
Publisher : Japanese Department Faculty of Cultural Science Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/mezurashii.v7i2.11871

Abstract

Penelitian ini membahas tentang maskulinitas yang terdapat pada tokoh utama perempuan dalam Manga Gekkan Shoujo Nozaki-kun karya Izumi Tsubaki. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif yang mendeskripsikan hasil analisis dengan rinci. Pendekatan yang digunakan adalah sosiologi sastra untuk menyelidiki fenomena sosial yang ada pada sumber data. Untuk menganalisis karakteristik maskulin pada tokoh utama perempuan dan faktor yang mempengaruhi maskulinitas tokoh perempuan dalam Manga Gekkan Shoujo Nozaki-kun karya Izumi Tsubaki, digunakan teori milik Chafetz (1979). Hasil dari penelitian ini adalah terdapat dua tokoh utama perempuan yang mempunyai karakteristik maskulin. Pertama, tokoh Kashima Yuu yang memiliki karakteristik maskulin meliputi; physical ditemukan 3 data, sexual 1 data, emotional 2 data, dan other personal 3 data. Kedua, tokoh Yuzuki Seo yang memiliki karakteristik maskulin meliputi; physical ditemukan 1 data, intellectual 1 data, interpersonal 2 data, other personal 3 data. Selanjutnya, untuk faktor yang mempengaruhi maskulinitas tokoh Kashima Yuu adalah dari communication ditemukan 3 data. Lalu, untuk faktor yang mempengaruhi maskulinitas tokoh Yuzuki Seo adalah dari toys and sports ditemukan 2 data.  Kata Kunci: Manga, Maskulinitas, Penelitian Kualitatif, Sosiologi Sastra
Eksistensi Perempuan pada Tokoh Utama dalam Film Kono Sekai no Katasumi ni dan Kartini (Kajian Feminisme Eksistensialisme Simone de Beauvoir) Putri, Irania Fransiska Aulia; Amalijah, Eva
Mezurashii: Journal of Japanese Studies Vol. 7 No. 2 (2025): OKTOBER
Publisher : Japanese Department Faculty of Cultural Science Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/mezurashii.v7i2.11874

Abstract

Keberadaan perempuan dan kesetaraan seringkali menjadi topik yang sangat menarik untuk dibahas, salah satunya adalah keberadaan perempuan dalam masyarakat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan tokoh utama yang memperlihatkan eksistensinya sebagai seorang wanita sekaligus mencari persamaan dan perbedaan antara kedua tokoh utama tersebut. Metode penelitian dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan Feminisme Eksistensialisme Simone de Beauvoir. Hasil penelitian ini adalah kedua tokoh utama memiliki kesamaan sebagai wanita intelektual. Kemudian perbedaan antara keduanya adalah tokoh utama dalam Kono Sekai no Katasumi ni tidak bekerja dan memperoleh penghasilan, sedangkan dalam Kartini tokoh utama bekerja dengan memasarkan ukiran wayang di papan kayu ke Belanda. Lalu, terdapat pula perbedaan dalam cara kedua tokoh utama mengekspresikan diri melalui karya seni, dalam film Kono Sekai no Katasumi ni tokoh utama mengekspresikan emosinya dengan menggambar sedangkan dalam film Kartini, tokoh utama mengekspresikan emosinya dengan menulis surat untuk sahabatnya di Belanda.