Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

TRANSLATION STRATEGY IN TWITTER TERMS: ENGLISH AND INDONESIAN VERSION Amanda, Stella
Journal of Language and Literature Vol 3, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (269.291 KB)

Abstract

Translation strategy is one of the aspects that a translator should master in order to produce an acceptable and a natural translation. This research discusses the translation strategies in translating terms in English version of Twitter into its Indonesian version. The aims of the research are to find out kinds of translation strategy that the translator uses and to find out the most dominant type of translation strategy. This research is analyzed by using theory of translation strategy by Chesterman and any other relevant theories. The result showed that the translation strategies found in terms in English version of Twitter and its translation are literal, calque, loan, paraphrase, naturalization, and unit shift. The most dominant strategy is literal translation with 33 data and its precentage are 44 percent. Keywords: Translation, Strategy, Terms
CAN WE DEVELOP OUR DAILY VOCABULARIES BY FOLLOWING NATIVE ENGLISH SPEAKERS ON TWITTER? Adinova, Deka; Christianti, Merry; Sayekti, Nurul; Amanda, Stella
Prosiding PESAT Vol 5 (2013)
Publisher : Prosiding PESAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Twitter as a microblogging site is used by many people in the world for many functions. One of them, we can see people making conversation in their own language and “following” native English speakers (L1). The problem is: can follow L1 help us improve our English skill? The aim of this research is to know whether following L1 on Twitter can improve English daily vocabularies or not. We use qualitative research method to collect data. By dividing people into three groups: (1) people who are following mostly L1, (2) people who are following few L1 and (3) people who are not following L1 at all. We ask some questions related to English daily vocabularies which are some of the most often used in conversation. To conduct this research, we also use Tweepi.com to prove that the participants are truly following L1. In this end of research, we are going to know whether following L1 give Twitter users improvement in English daily vocabularies or not.
Pemberian Pendampingan Literasi Bahasa Inggris Melalui Program Reading Bridge Initiative Pada Peserta Didik Anak Jalanan Di Yayasan Insan Mandiri – Kota Depok Rahmawati, Anindia Ayu; Sentana, Aswarini; Wulandari, Ratna; Sabrina, Adani Nur; Putri, Septian Dwi; Perdana, Ricky; Amanda, Stella
TRIDHARMADIMAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Jayakarta Vol 5 No 2 (2025): TRIDHARMADIMAS (Desember 2025)
Publisher : Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer Jayakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52362/tridharmadimas.v5i2.2232

Abstract

Keterampilan membaca Bahasa Inggris merupakan kompetensi penting bagi siswa Sekolah Menengah Atas (SMA), khususnya dalam menghadapi Ujian Nasional dan seleksi masuk Perguruan Tinggi. Namun, siswa dari kalangan anak jalanan sering mengalami keterbatasan akses pendidikan, fasilitas pembelajaran, serta pendampingan literasi yang memadai. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan membaca Bahasa Inggris, khususnya dalam menentukan gagasan utama (main idea), melalui Program Reading Bridge Initiative. Kegiatan dilaksanakan pada Semester Ganjil Tahun Akademik 2025/2026 di Yayasan Bina Insan Mandiri Kota Depok dengan jumlah peserta sebanyak 85 siswa jenjang setara SMA. Metode yang digunakan adalah 1–1 Active Reading Drill, yaitu latihan membaca singkat selama 15 menit yang berfokus pada satu keterampilan inti. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pemahaman peserta. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada kemampuan peserta dalam menjawab soal Reading Bahasa Inggris. Jumlah siswa yang mampu menjawab soal dengan benar secara penuh meningkat dari 40 siswa pada pre-test menjadi 65 siswa pada post-test. Selain peningkatan kognitif, peserta juga menunjukkan peningkatan kepercayaan diri dalam menghadapi teks Bahasa Inggris. Dengan demikian, Program Reading Bridge Initiative terbukti efektif sebagai model pendampingan literasi Bahasa Inggris yang sederhana, aplikatif, dan relevan bagi komunitas peserta didik dengan keterbatasan akses pendidikan.