Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

GAMBARAN STATUS GIZI PADA BALITA DI POSYANDU DUSUN GAYAM SETROREJO Utami, Sisca Putri; Marni, Marni; Ambarwati, Retno
Jurnal AKPER GSH Vol 5, No 2 (2016): Juli 2016
Publisher : Akademi Keperawatan Giri Satria Husada Wonogiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

EFEKTIVITAS RELAKSASI NAPAS DALAM TERHADAP PENURUNAN NYERI HAID ., Marni; Ambarwati, Retno
Jurnal AKPER GSH Vol 4, No 2 (2015): Juli 2015
Publisher : Akademi Keperawatan Giri Satria Husada Wonogiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Anak perempuan usia 11 tahun atau lebih akan mengalami perubahan secara biologis, dimana pada usia tersebut anak sudah masuk ke fase perkembangan yang dinamis menuju remaja dan kedewasaan. Masa ini merupakan masa transisi dari masa anak ke masa dewasa yang disebut masa remaja, pada masa ini terjadi perkembangan fisik, mental, emosional dan sosial. Pada masa ini juga ditandai dengan perkembangan secara biologis, yaitu munculnya karakteristik seks primer dan sekunder, yang bisa dipengaruhi oleh semakin aktifnya kelenjar reproduksi.  Salah satu ciri khas primer dari perkembangan  seks remaja wanita adalah mulainya menstruasi, merasa khawatir, gelisah dan cepat marah.Wanita yang mengalami menstruasi akan mengalami pengalaman yang berbeda, sebagian wanita tanpa keluhan, ada yang mengeluh nyeri tapi ringan, dan ada yang mengeluh nyeri berat berupa dismenorea yang mengakibatkan rasa ketidak nyamanan  yang mengakibatkan terganggunya aktivitas seperti sekolah, kuliah, bekerja dan aktifitas rutin harian. Dismenorea yang terjadi pada remaja tersebut jika tidak diatasi maka akan menimbulkan masalah lebih lanjut, seperti kemampuan belajar manurun, sering absen di sekolah sehingga prestasi belajar menurun dan lain sebagainya.  Dismenore merupakan   nyeri perut bagian bawah  yang  terkadang  rasa nyeri tersebut meluas hingga ke pinggang, punggung bagian bawah dan paha.Metode penelitian dengan menggunakan quasy eksperimental design dengan rancangan pretest-posttest design. Batasan populasi pada penelitian ini adalah remaja putri yang mengalami dismenorea, mahasiswa Akper Giri Satria Husada Wonogiri semester 1, besarnya populasi adalah 70 mahasiswa. Teknik pengambilan sampel secara random, diperoleh jumlah sampel sebanyak 60 orang. Untuk mengetahui perbedaan skala nyeri sebelum dan setelah dilakukan  relaksasi dengan menggunakan Wilcoxon Signed Ranks Test. Hasil análisis data tentang perbedaan skala nyeri haid antara sebelum dan sesudah dilakukan tindakan relaksasi menunjukkan nilai  signifikansi (p) 0,000 artinya p < α, dengan nilai < 0,05 yang berarti ada perbedaan yang bermakna skala nyeri haid antara sebelum dan sesudah dilakukan tindakan  relaksasi. Kesimpulan dari penelitian ini adalah relaksasi napas dalam efektif menurunkan nyeri haid pada mahasiswa di Akper Giri Satria Husada Wonogiri. Kata Kunci: Relaksasi, napas dalam, nyeri haid.
EFEKTIFITAS PEMBERIAN BUBUK BIJI PEPAYA ( CARICA PAPAYA ) KERING SEBAGAI ANTIHELMINTIK ALAMIAH PADA ANAK USIA SEKOLAH DASAR Ambarwati, Retno; ., Marni
Jurnal AKPER GSH Vol 5, No 1 (2016): Januari 2016
Publisher : Akademi Keperawatan Giri Satria Husada Wonogiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang.Penyakit cacingan adalah penyakit yang umum diderita oleh manusia. Sekitar 60 persen orang Indonesia mengalami infeksi cacing. Kelompok umur terbanyak adalah pada usia 5-14 tahun. Angka prevalensi 60 persen itu, 21 persen di antaranya menyerang anak usia SD dan rata-rata kandungan cacing per orang enam ekor. Selain dengan obat kimia , ada cara tradisional yang aman untuk memberantas cacingan , yaitu dengan pemberian biji pepaya (Carica papaya L.) yang telah dikeringkan dan ditumbuk halus. Cara ini dapat dipilih karena selain mudah membuatnya, bahan bakunya juga selalu tersedia.Tujuan Penelitan. Penelitian ini bertujuan mengetahui efektifitas bubuk biji pepaya kering sebagai Antihelmintik alamiah pada anak usia sekolah dasar usia 6 – 12 tahun, yaitu apakah bubuk biji pepaya kering dapat membunuh cacing dan telur cacing yang hidup di usus anak atau tidak.Metode Penelitian.Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif, dengan desain penelitian kuasi eksperimentaldan sampel diambil secara random sampel . Teknik pengumpulan data melalui: 1) observasi ,2)pemeriksaan laboratorium feces, 3) Studi dokumentasi. Penelitian diawali dengan pemeriksaan laboratorium feses terhadap seluruh siswa SD Keloran I dan Keloran 3, desa Keloran, Kecamatan Selogiri, Kabupaten Wongiri. Sampel penelitian adalah semua anak yang hasil pemeriksaan fesesnya positif mengandung telur cacing . Selanjutnya sampel diberikan bubuk biji pepaya kering sesuai dengan dosis yang telah ditentukan. Pemeriksaan laboratorium terhadap feses responden dilakukan sebelum perlakuan dan sesudah perlakuan selesai.Hasil Penelitian. Anak yang fesesnya positif mengandung telur Ascaris Lumbricoides  terbanyak yaitu umur 6 – 7 th 6 0rang ( 60 % ), Jenis kelamin terbanyak adalah Perempuan 7 orang ( 70 % ), kelas 1 SD 6 orang ( 60 % ), minum bubuk biji pepaya selama 7 hari sebanyak 6 orang (60 % ). Hasil pemeriksaan feses setelah perlakuan 80 % tidak ditemukan telur cacing dan 20 % ditemukan telur cacing Ascaris Lumbricoides.Hasil akhir penelitian diketahuai bahwa nilai rerata kelompok pre-test sebesar 6,50 dan pos-test sebesar 14,50 dengan Zhitung sebesar -3,559 (pvalue = 0,000 < 0,05), maka ada perbedaan efektifitas pemberian bubuk biji pepaya (carica papaya) kering sebagai antihelmintik alamiah pada anak usia Sekolah Dasar. Kata kunci : biji pepaya(carica papaya) kering, cacingan,Antihelmintik
EFEKTIVITAS KOMPRES BAWANG MERAH TERHADAP PENURUNAN SUHU TUBUH PADA ANAK DI WILAYAH PUSKESMAS SELOGIRI Pratiwi, Gita; Ambarwati, Retno; Marni, Marni; Wahyuningsih, Wahyuningsih
Jurnal AKPER GSH Vol 10, No 2 (2021): Juli 2021
Publisher : Akademi Keperawatan Giri Satria Husada Wonogiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Shallots (Allium Cepa var. ascalonicum) is a multipurpose tuber vegetable, can be used as a cooking spice, vegetable, cooking flavoring, as well as a traditional medicine because of the antiseptic effect of aniline and allicin compounds it contains. The purpose of this study was to determine the effect of giving shallot compresses to decrease body temperature in children. This study uses a case study design using a nursing process approach. The population in this study with a number of 3 people who were selected based on predetermined criteria. The results of this study indicate that there is an effect of giving shallot compresses to decrease body temperature in children. The results of this study are expected to provide new insights and can also increase knowledge about the use of shallot compresses.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT UNTUK MENCEGAH COVID-19 PADA SISWA SISWI SD NEGERI SRIMULYO 4 KECAMATAN GONDANG KABUPATEN SRAGEN Ambarwati, Retno; Kristiningtyas, Y. Wahyunti; Wijayanti, Maria Tri
Jurnal AKPER GSH Vol 10, No 2 (2021): Juli 2021
Publisher : Akademi Keperawatan Giri Satria Husada Wonogiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background: The widespread spread of Corona Virus Disease (COVID-19) in Indonesia resulted in various prevention efforts being encouraged. The focus of prevention efforts is to break the chain of spread of the COVID-19 virus. Some effective ways that can be done are social distancing, self-isolation, and the application of Clean and Healthy Living Behavior (CHLB). As CHLB has often been socialized by the Ministry of health through various programs and activities. Several effective measures can be taken to prevent the spread of COVID-19. In addition to social distancing and self-isolation, the application of CHLB is also able to minimize the possibility of exposure to viruses. Clean and healthy living behavior that can be applied by getting used to washing hands, every before and after activities. Hand washing is done on running water and by using soap. It can also be done with alcohol-based hand sanitizer, which acts as a disinfectant. Objective: Know the factors that affect clean and healthy living behavior to prevent covid-19. Method : Type of analytical survey research with cross sectional approach. The research population is students of SD Negeri Srimulyo 4 grade IV to VI as many as 134. The number of samples of 59 students with purposive sampling techniques. Closed questionnaire research instruments. Analyze univariate and bivariate data with spearman rank correlation formula. Result: No influence of CHLB knowledge on CHLB behavior (P value = 0.801), no influence of parental support on CHLB Behavior (p value = 0.082), no influence of knowledge about covid-19 on phbs behavior (p value = 0.043), there is an influence of school support on phbs behavior (p value = 0.039) and there is an influence of attitude to phbs behavior (p value = 0.002). Conclusion: Factors that significantly influence CHLB behavior are knowledge of covid-19, school support and attitudes. While CHLB knowledge and parental support have no effect on CHLB behavior.
EFEKTIFITAS PEMBERIAN BUBUK BIJI PEPAYA ( CARICA PAPAYA ) KERING SEBAGAI ANTIHELMINTIK ALAMIAH PADA ANAK USIA SEKOLAH DASAR Ambarwati, Retno; ., Marni
Jurnal AKPER GSH Vol 5, No 1 (2016): Januari 2016
Publisher : Akademi Keperawatan Giri Satria Husada Wonogiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang.Penyakit cacingan adalah penyakit yang umum diderita oleh manusia. Sekitar 60 persen orang Indonesia mengalami infeksi cacing. Kelompok umur terbanyak adalah pada usia 5-14 tahun. Angka prevalensi 60 persen itu, 21 persen di antaranya menyerang anak usia SD dan rata-rata kandungan cacing per orang enam ekor. Selain dengan obat kimia , ada cara tradisional yang aman untuk memberantas cacingan , yaitu dengan pemberian biji pepaya (Carica papaya L.) yang telah dikeringkan dan ditumbuk halus. Cara ini dapat dipilih karena selain mudah membuatnya, bahan bakunya juga selalu tersedia.Tujuan Penelitan. Penelitian ini bertujuan mengetahui efektifitas bubuk biji pepaya kering sebagai Antihelmintik alamiah pada anak usia sekolah dasar usia 6 – 12 tahun, yaitu apakah bubuk biji pepaya kering dapat membunuh cacing dan telur cacing yang hidup di usus anak atau tidak.Metode Penelitian.Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif, dengan desain penelitian kuasi eksperimentaldan sampel diambil secara random sampel . Teknik pengumpulan data melalui: 1) observasi ,2)pemeriksaan laboratorium feces, 3) Studi dokumentasi. Penelitian diawali dengan pemeriksaan laboratorium feses terhadap seluruh siswa SD Keloran I dan Keloran 3, desa Keloran, Kecamatan Selogiri, Kabupaten Wongiri. Sampel penelitian adalah semua anak yang hasil pemeriksaan fesesnya positif mengandung telur cacing . Selanjutnya sampel diberikan bubuk biji pepaya kering sesuai dengan dosis yang telah ditentukan. Pemeriksaan laboratorium terhadap feses responden dilakukan sebelum perlakuan dan sesudah perlakuan selesai.Hasil Penelitian. Anak yang fesesnya positif mengandung telur Ascaris Lumbricoides  terbanyak yaitu umur 6 – 7 th 6 0rang ( 60 % ), Jenis kelamin terbanyak adalah Perempuan 7 orang ( 70 % ), kelas 1 SD 6 orang ( 60 % ), minum bubuk biji pepaya selama 7 hari sebanyak 6 orang (60 % ). Hasil pemeriksaan feses setelah perlakuan 80 % tidak ditemukan telur cacing dan 20 % ditemukan telur cacing Ascaris Lumbricoides.Hasil akhir penelitian diketahuai bahwa nilai rerata kelompok pre-test sebesar 6,50 dan pos-test sebesar 14,50 dengan Zhitung sebesar -3,559 (pvalue = 0,000 < 0,05), maka ada perbedaan efektifitas pemberian bubuk biji pepaya (carica papaya) kering sebagai antihelmintik alamiah pada anak usia Sekolah Dasar. Kata kunci : biji pepaya(carica papaya) kering, cacingan,Antihelmintik
HUBUNGAN TINGKAT PENDIDIKAN DAN PENGETAHUAN IBU DENGAN PENERAPAN PENDIDIKAN SEKSUALITAS PADA ANAK USIA PRA SEKOLAH (DI TK SBI KROYO, KARANGMALANG, SRAGEN) Ambarwati, Retno; ., Marni
Jurnal AKPER GSH Vol 4, No 1 (2015): Januari 2015
Publisher : Akademi Keperawatan Giri Satria Husada Wonogiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masalah seksual di dalam kehidupan manusia merupakan hal yang paling ingin diketahui, tapi paling sedikit diketahui. Banyak sekali buku-buku yang membahas masalah ini tetapi di dalam pemahaman dan penerapannya tetap saja meninggalkan sesuatu yang sulit dipahami. Permasalahannya,  orang tua dalam hal ini ibu masih sungkan berbicara tentang hal yang berkaitan dengan seksualitas kepada anak-anaknya, menganggap hal itu tabu, dan belum perlu diberikan kepada anak-anak sejak dini. Tujuan umum dari penelitian ini untuk mengetahui hubungan tingkat pendidikan dan pengetahuan ibu dengan penerapan pendidikan seksualitas pada anak usia pra sekolah(di TK SBI Kroyo, Karangmalang, Sragen). Penelitian ini menggunakan pendekatan cross sectional yaitu jenis penelitian yang menekankan waktu pengukuran atau observasi data variabel independen dan dependen hanya satu kali pada satu saat.  Pada penelitian ini populasinya adalah 80 orang ibu yang mempunyai anak usia pra sekolah (3-6 tahun), yang bersekolah di TK Pembina SBI Kroyo, Kecamatan Karangmalang, Kabupaten Sragen. Sedangkan sampel adalah ibu yang mempunyai anak usia pra sekolah (3-6 tahun), yang bersekolah di TK SBI Kroyo, Kecamatan Karangmalang, Kabupaten Sragen.Metode  yang digunakan adalah  Cluster Sampling (Area Sampling). Hasiluji korelasiRank Spearman pada Tabel 4.8 diperoleh nilai korelasi sebesar 0,768 dengan nilai p-value sebesar 0,000. Nilai p-value < 0,05 (signifikansi 5%), maka H1 diterima, artinya ada hubungan signifikan antara tingkat pendidikan ibu dengan penerapan pendidikan seksualitas pada anak usia pra sekolah(di TK SBI Kroyo, Karangmalang, Sragen). Terdapat hubungan dengan arah positif antara tingkat pendidikan ibu dengan penerapan pendidikan seksualitas pada anak usia pra sekolah(di TK SBI Kroyo, Karangmalang, Sragen). Kesimpulan ada hubungan antara pengetahuan ibu dengan penerapan pendidikan seksualitas pada anak usia pra sekolah(di TK SBI Kroyo, Karangmalang, Sragen) dengan nilai korelasi Rank Spearman adalah sebesar 0,332 (p= 0,010 < 0,05) sehingga H2 diterima, saran bagi orang tua khususnya ibu hendaknya berupaya meningkatkan pengetahuan tentang pendidikan seksual khususnya bagi  anak usia pra sekolah. Kata Kunci : tingkat pendidikan, pengetahuan, pendidikan seksualitas anak usia pra sekolah
EFEKTIVITAS TERAPI MENGGAMBAR DAN MEWARNAI BERKELOMPOK TERHADAP PERKEMBANGAN PSIKOSOSIAL ANAK RETARDASI MENTAL Ambarwati, Retno; Yuliantika, Rita
Jurnal AKPER GSH Vol 9, No 2 (2020): Juli 2020
Publisher : Akademi Keperawatan Giri Satria Husada Wonogiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Retardasi mental adalah ketidakmampuan yang ditandai dengan fungsi intelektual berada dibawah rata-rata (IQ < 70) dan rendahnya kemampuan diri dalam beradaptasi sosial dengan lingkungan disekitarnya. Maka dari itu untuk melatih kemampuan bersosialisasi anak retardasi mntal digunakan teknik terapi menggambar dan mewarnai berkelompok.Tujuan pada penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas terapi menggambar dan mewarnai berkelompok terhadap perkembangan psikososial serta penyesuaian sosial anak retardasi mental.Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan model penelitian Studi Kasus. Responden berjumlah 3 orang siswa dengan retardasi mental usia 7-8  tahun di SLB Negeri Wonogiri. Pengumpulan data menggunakan teknik wawancara, observasi, dan memberikan terapi menggambar dan mewarnai secara berkelompok untuk meningkatkan kemampuan bersosialisasi anak retardasi mental. Hasil uji observasi dengan terapi menggambar dan mewarnai secara  berkelompok terhadap peningkatan penyesuaian sosial pada responden 1 meningkat dari 5 indikator  menjadi 8 indikator, responden 2 meningkat dari 4 indikator menjadi 8 indikator, responden 3 meningkat dari 3 indikator menjadi 6 indikator.Degan rata-rata peningkatan indikator penyesuaian sosial naik dari 4 indikator menjadi 7,3.Terapi menggambar dan mewarnai secara berkelompok efektif meningkatkan kemampuan psikososial anak retardasi mental
GAMBARAN STATUS GIZI PADA BALITA DI POSYANDU DUSUN GAYAM SETROREJO Utami, Sisca Putri; Marni, Marni; Ambarwati, Retno
Jurnal AKPER GSH Vol 5, No 2 (2016): Juli 2016
Publisher : Akademi Keperawatan Giri Satria Husada Wonogiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN DAN SIKAP IBU TERHADAP KEJADIAN DIARE PADA ANAK DI PUSKESMAS TIRTOMOYO I WONOGIRI Ambarwati, Retno; Ratnasari, Nita Yunianti; Purwandari, Kristiana Puji
Jurnal AKPER GSH Vol 7, No 2 (2018): Juli 2018
Publisher : Akademi Keperawatan Giri Satria Husada Wonogiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The aims of this research are to describe knowledge level and mothers response within diarrhea case in child at Tirtomoyo Community Health Center  I  Wonogiri  regency 2018. Diarrhea is loss of body fluids in 24 hours with the frequency of defecation more than 3 times a day. These symptoms are manifestations of gastrointestinal system infections that can be caused by various types of bacteria, viruses and parasites. This infection can spread through contaminated food or drink or direct infection between humans. The impact of diarrheal disease on children is very influential in the hope of growth and development of children due to frequent loss of fluids and disruption of the process of absorption of food and nutrients needed by children for growth can even lead to death in children. The research is used is descriptive metode with so member of population are 30 people with choosing sampel “purposive sampling” and use queestionare to collec the data. In this study, information needed through primary data, namely data obtained by means of visits to the location of the study and distributing questionnaires to be filled by the respondents themselves. The population in this study were all mothers who had children and came for treatment at the Tirtomoyo I Community Health Center Wonogiri regency.. The samples in the study were a number of mothers who came to seek treatment at the Tirtomoyo I. Health Center. The reseach results of the Knowledge study were  18 of respondents (22%) with good knowledge, 26 of respondent (32%)with sufficient knowledge, and 36 respondent (45%) with less knowledge. The Result of attitude were 29 of respondent (36%) have good attitudes, 33 of respondent (41%) have sufficient attitudes, and 18 of respondent (22%)have less knowledge. The refor knowledge and mother’s respond within diarrhea case in child is very important to decrease and minimize rate of diarrhea case.Morbility and mortality on child.