Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

TINGKAT PENGETAHUAN DAN PERSEPSI MASYARAKAT TENTANG TUBERKULOSIS: STUDI DESKRIPTIF KADER KESEHATAN Ratnasari, Nita Yunianti; Ambarwati, Retno; Sucipto, Sucipto
coba Vol 13 No 1 (2024): November 2024
Publisher : Akademi Keperawatan Dharma Husada Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32831/jik.v13i1.770

Abstract

Latar Belakang: Tuberkulosis merupakan penyakit infeksius yang mudah menular dimana jumlah kasus baru dan kematian akibat penyakit ini terus meningkat setiap tahunnya. Usaha pengendalian penyakit tuberkulosis terus dilakukan oleh pemerintah dengan melibatkan berbagai kalangan baik swasta maupun masyarakat secara keseluruhan. Upaya kesehatan yang diperankan oleh kader memiliki makna yang sangat penting dalam hubungannya dengan kegiatan promosi kesehatan misalnya penyuluhan. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui gambaran tingkat pengetahuan dan persepsi kader kesehatan tentang penyakit tuberculosis di Kecamatan Kalijambe, Sragen. Metode: Design yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh kader kesehatan yang ada di wilayah kecamatan Kalijambe Kabupaten Sragen. Teknik pengambilan sampel adalah dengan metode purposive sampling yaitu seluruh responden yang memenuhi syarat inklusi dan eksklusi yang telah ditetapkan peneliti. Adapun kriteria inklusi adalah kader posyandu yang memiliki akses untuk membuka kuesioner dalam bentuk google form. Kecamatan Kalijambe terdiri dari 14 desa sehingga jumlah data yang masuk sebanyak 44 kader. Hasil: Tingkat pengetahuan kader kesehatan tentang penyakit tuberkulosis di wilayah kecamatan Kalijambe diperoleh hasil termasuk kategori sedang sampai tinggi, sementara terkait persepsi berada pada level sedang atau menengah. Kesimpulan: Meskipun kader telah dibekali dengan pengetahuan seputar penyakit namun secara berkala perlu dilakukan evaluasi terkait pengetahuan dan pemahaman penyakit tersebut, hal ini bertujuan agar kader tidak memiliki persepsi yang salah dengan suatu penyakit. Kata Kunci: : kader kesehatan; pengetahuan; persepsi; tuberkulosis
PENINGKATAN PENGETAHUAN REMAJA TENTANG MENJAGA KESEHATAN GINJAL Ambarwati, Retno; Y. Wahyunti K
BUDIMAS : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT Vol. 7 No. 1 (2025): BUDIMAS : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : LPPM ITB AAS Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29040/budimas.v7i1.16744

Abstract

Ginjal adalah salah satu organ terpenting dalam tubuh, ginjal memainkan peran yang sangat penting dalam menjaga kesehatan tubuh yang komprehensif antara lain : mengatur keseimbangan cairan dalam tubuh, mengendalikan konsentrasi garam dalam darah, keseimbangan basa asam dalam darah, dan ekskresi limbah seperti urea dan limbah nitrogen lainnya dalam darah. Penyakit ginjal termasuk dalam 10 penyebab kematian di Indonesia, mencapai 42.000 per tahun. Sebagian besar penyebab penyakit ginjal adalah diabetes, peradangan ginjal, dan hipertensi . Pencegahan gagal ginjal dapat diawali dengan membatasi gula, mengurangi garam, cukup minum air putih, menghindari makanan, pengawet, rasa dan warna, dan menghindari alkohol, tembakau dan rajin olahraga. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan remaja dalam melakukan pencegahan penyakit ginjal seperti mengkonsumsi jajanan sehat dan pola nutrisi yang baik dengan melakukan edukasi gizi pada remaja. Metode yang digunakan dengan ceramah, diskusi, video edukasi melalui pesan Whatsapp. Kegiatan pengabdian dilakukan melalui metode penyuluhan kesehatan untuk memberikan pemahaman dan wawasan kepada peserta kegiatan yaitu remaja usia 11 - 18 tahun anggota posbindu remaja, dukuh Pedakan, desa Bener, Kecamatan Ngrampal, kabupaten Sragen. Hasil : Rerata nilai pengetahuan remaja mengalami peningkatan setelah dilakukan penyuluhan kesehatan dari jumlah rerata jawaban benar 9,652174 (64,3%) kategori kurang menjadi 12,3913 (82,6%) kategori baik Kata kunci: pengetahuan, Remaja, kesehatan ginjal, pola nutrisi Abstract The kidneys are one of the most important organs in the body, the kidneys play a very important role in maintaining comprehensive body health including: regulating fluid balance in the body, controlling salt concentration in the blood, acid-base balance in the blood, and excretion of waste such as urea and other nitrogenous waste in the blood. Kidney disease is one of the 10 causes of death in Indonesia, reaching 42,000 per year. Most of the causes of kidney disease are diabetes, kidney inflammation, and hypertension. Prevention of kidney failure can be started by limiting sugar, reducing salt, drinking enough water, avoiding food, preservatives, flavors and colors, and avoiding alcohol, tobacco and exercising regularly. The purpose of this community service is to increase the knowledge of adolescents in preventing kidney disease such as consuming healthy snacks and good nutritional patterns by providing nutritional education to adolescents. The methods used are lectures, discussions, educational videos via Whatsapp messages. Community service activities are carried out through health education methods to provide understanding and insight to activity participants, namely adolescents aged 11-18 years, members of the adolescent posbindu, Pedakan hamlet, Bener village, Ngrampal district, Sragen district. Results: The average value of adolescent knowledge increased after health education was conducted from the average number of correct answers of 9.652174 (64.3%) in the poor category to 12.3913 (82.6%) in the good category Keywords: knowledge, adolescents, kidney health, nutritional patterns
PENGARUH STORY TELLING TENTANG KONSUMSI SAYUR DAN BUAH TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN ANAK USIA 7 – 12 Ambarwati, Retno; Kristiningtyas, Y Wahyunti; Nafisah, Lulu Anisa
Jurnal Keperawatan GSH Vol. 14 No. 1 (2025): Januari 2025
Publisher : Akademi Keperawatan Giri Satria Husada Wonogiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56840/jkgsh.v14i1.143

Abstract

Latar Belakang:. Usia sekolah (7-12 tahun) merupakan masa perkembangan sosial, intelektual dan emosional yang pesat bagi anak. Anak membutuhkan asupan gizi yang adekuat untuk mencapai pertumbuhan dan perkembangan yang optimal. Salah satu intervensi keperawatan untuk membantu membantu meningkatkan konsumsi sayur pada anak usia sekolah adalah dengan terapi story telling (Supriatin,S 2019).Metode:. Jenis penelitian adalah Quasi Eksperimen dengan rancangan one group pre- test dan post test desain. Sampel penelitian sebanyak 30 anak usia 7-12 tahun di Dusun Kepuh Kecamatan Semin. Pengambilan sampel dengan teknik simple random sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner. Analisa data univariat disajikan dalam bentuk tabel distribusi frekuensi dan Analisa data bivariat menggunakan uji T berpasangan (Uji beda dua mean Dependen) Hasil Penelitian: Berdasarkan hasil penelitian diperoleh rata- rata tingkat pengetahuan sebelum diberikan metode Storytelling adalah 66,877 dengan standar deviasi 13,3930 dan rata- rata tingkat pengetahuan sesudah diberikan metode Storytelling adalah 82,213 dengan standar deviasi 14,6841. Dari hasil tersebut dapat diketahui bahwa nilai mean perbedaan antara tingkat pengetahuan sebelum dan sesudah diberikan metode Storytelling adalah -15,3367 dengan standar deviasi 12,5207. Hasil uji statistik didapatkan nilai p = 0,0001 Kesimpulan: ada perbedaan yang signifikan rata-rata tingkat pengetahuan sebelum dan sesudah diberikan metode Storytelling tentang konsumsi sayur dan buah yang artinya metode Storytelling tentang konsumsi sayur dan buah terbukti efektif memberikan pengaruh positif dalam meningkatkan tingkat pengetahuan pada anak. ABSTRACTBackground: School age (7-12 years) is a period of rapid social, intellectual and emotional development for children. Children need adequate nutritional intake to achieve optimal growth and development. One of the nursing interventions to help increase vegetable consumption in school-age children is story telling therapy (Supriatin, S 2019). Method: The type of research is Quasi Experiment with a one group pre-test and post-test design. The research sample was 30 children aged 7-12 years in Kepuh Hamlet, Semin District. Sampling using simple random sampling technique. The research instrument used a questionnaire. Univariate data analysis is presented in the form of a frequency distribution table and bivariate data analysis using a paired T test (Dependent two mean difference test) Research Results: Based on the results of the study, the average level of knowledge before being given the Storytelling method was 66.877 with a standard deviation of 13.3930 and the average level of knowledge after being given the Storytelling method was 82.213 with a standard deviation of 14.6841. From these results, it can be seen that the mean value of the difference between the level of knowledge before and after being given the Storytelling method is -15.3367 with a standard deviation of 12.5207. The results of the statistical test obtained a p value = 0.0001 Conclusion: there is a significant difference in the average level of knowledge before and after being given the Storytelling method about vegetable and fruit consumption, which means that the Storytelling method about vegetable and fruit consumption has proven to be effective in providing a positive influence in increasing the level of knowledge in children.
PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN TENTANG BAHAYA MEROKOK TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN REMAJA DI DUSUN GEMANTAR SELOGIRI WONOGIRI Ambarwati, Retno; Santoso, Bayu
Jurnal Keperawatan GSH Vol. 14 No. 2 (2025): Juli 2025
Publisher : Akademi Keperawatan Giri Satria Husada Wonogiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56840/jkgsh.v14i2.144

Abstract

Latar belakang: Rokok dianggap sebagai barang berbahaya dan sangat adiktif yang dapat menyebabkan kematian utama di seluruh dunia. Komposisi rokok kaya akan zat kimia berbahaya seperti tar, nikotin, arsenik, karbon monoksida, dan nitrosamin, yang berpotensi merusak kesehatan perokok aktif. Namun, dampaknya tidak hanya terbatas pada perokok aktif saja perokok pasif juga berisiko mengalami dampak negatif akibat paparan asap rokok yang berpotensi membahayakan kesehatan mereka. Tujuan: Tujuan Umum dari penelitian ini adalah menggambarkan asuhan keperawatan dengan pemberian Pendidikan Kesehatan tentang bahaya merokok dalam meningkatkan pengetahuan pada remaja Metode: Jenis penelitian ini adalah deskriptif yang merupakan salah satu jenis strategi dalam penelitian kualitatif, dengan pendekatan case study research (studi kasus). Studi kasus adalah metode penilitian di mana peneliti mempelajari secara menyeluruh program, peristiwa, aktivitas, dan proses seseorang atau sekelompok orang. Studi kasus juga dibatasi oleh waktu dan aktivitas, dan berbagai metode pengumpulan data digunakan selama waktu yang telah ditentukan. Penelitian ini dilakukan dengan cara observasi dan wawancara. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum dan sesudah dilakukan pendidikan kesehatan tentang bahaya merokok kelima responden mengalami peningkatan pengetahuan yaitu responden 1 mangalami peningkatan 40%, responden 2 meningkat 30%, responden 3 dan 4 meningkat 50%, dan responden 5 meningkat 40%. Kesimpulan: Didapatkan hasil bahwa pendidikan kesehatan sangat berpengaruh terhadap tingkat pengetahuan pada remaja di dusun gemantar tentang bahaya merokok menunjukkan bahwa responden mengalami peningkatan pengetahuan setelah dilakukan pendidikan kesehatan yaitu kelima responden berada pada kategori baik. ABSTRACT Background: Cigarettes are considered as dangerous and highly addictive items that can cause major deaths worldwide. The composition of cigarettes is rich in hazardous chemicals such as tar, nicotine, arsenic, carbon monoxide, and nitrosamines, which have the potential to damage the health of active smokers. However, the impact is not only limited to active smokers, passive smokers are also at risk of experiencing negative impacts due to exposure to cigarette smoke that has the potential to harm their health. Objective: The general objective of this study is to describe nursing care by providing Health Education about the dangers of smoking in increasing knowledge in adolescents. Method: This type of research is descriptive which is one type of strategy in qualitative research, with a case study research approach. Case study is a research method in which researchers thoroughly study the programs, events, activities, and processes of a person or group of people. Case studies are also limited by time and activity, and various data collection methods are used during a specified time. This research was conducted by means of observation and interviews. Results: The results of this study indicate that the results of the study before and after health education on the dangers of smoking, the five respondents experienced an increase in knowledge, namely respondent 1 experienced an increase of 40%, respondent 2 increased by 30%, respondents 3 and 4 increased by 50%, and respondent 5 increased by 40%. Conclusion: The results showed that providing health education had a significant effect on the level of knowledge of adolescents in Gemantar Hamlet about the dangers of smoking, indicating that respondents experienced an increase in knowledge after health education, namely that all five respondents were in the good category.
ANALISIS FRAMING BERITA KUNJUNGAN KENEGARAAN RAJA ARAB SAUDI KE INDONESIA DI SITUS BERITA KOMPAS.COM DAN REPUBLIKAONLINE PERIODE FEBRUARI-MARET 2017 AMBARWATI, RETNO; KARTINAWATI, ERWIN
JURNAL KOMUNITAS Vol. 6 No. 1 (2018): Jurnal Komunitas
Publisher : Prodi Ilmu Komunikasi Universitas Sahid Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Media massa dalam kehidupan manusia menjadi salah satu unsur penting yang tidak bisa terpisahkan. Kehadirannya guna memenuhi kebutuhan akan informasi, seolah menegaskan bahwa media massa menjadi bagian dari kebutuhan primer. Seiring perkembangan jaman dan kecanggihan teknologi, ragam media massa bukan hanya terpaku pada media elektronik (TV, radio) dan juga media cetak. Namun, perkembangannya telah merambah ke media baru (new media) atau yang disebut juga media internet. Peneliti melakukan penelitian dengan manganalisis berita kunjungan kenegaraan raja Arab Saudi, dalam hal ini khususnya adalah yang berkaitan dengan agama, yang juga merupakan berita dengan tingkat share tertinggi. Peneliti merumuskan masalah dalam penelitian ini, yaitu bagaimana framing berita Kompas.com dan Republika Online dalam memberitakan agenda bidang keagamaan Raja Arab Saudi selama kunjungannya di Indonesia pada akhir Februari hingga Maret 2017. Dalam penelitian ini, struktur berita yang dikemukakan oleh Shoemaker, terutama pada level individu terkait pemilik media, masih berlaku. Hal ini dapat dilihat dari sudut pandang berita yang ditonjolkan oleh kedua media online ini. Meski demikian, antara Kompas.com dan Republika Online tidak menunjukkan adanya perbedaan yang mencolok. Hal ini mengingat bahwasanya kunjungan raja Arab Saudi memiliki kepentingan bagi negara Indonesia, diantaranya adalah dari segi perekonomian melalui kerja sama yang dijalin. Selain itu, dalam pertemuan ini juga memiliki pesan yang sama dengan apa yang pemerintah Indonesia tekankan, yakni perihal perdamaian, baik antar umat beragama maupun perdamaian dunia.
ANALISIS FRAMING BERITA KUNJUNGAN KENEGARAAN RAJA ARAB SAUDI KE INDONESIA DI SITUS BERITA KOMPAS.COM DAN REPUBLIKAONLINE PERIODE FEBRUARI-MARET 2017 AMBARWATI, RETNO; KARTINAWATI, ERWIN
JURNAL KOMUNITAS Vol. 6 No. 1 (2018): Jurnal Komunitas
Publisher : Prodi Ilmu Komunikasi Universitas Sahid Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Media massa dalam kehidupan manusia menjadi salah satu unsur penting yang tidak bisa terpisahkan. Kehadirannya guna memenuhi kebutuhan akan informasi, seolah menegaskan bahwa media massa menjadi bagian dari kebutuhan primer. Seiring perkembangan jaman dan kecanggihan teknologi, ragam media massa bukan hanya terpaku pada media elektronik (TV, radio) dan juga media cetak. Namun, perkembangannya telah merambah ke media baru (new media) atau yang disebut juga media internet. Peneliti melakukan penelitian dengan manganalisis berita kunjungan kenegaraan raja Arab Saudi, dalam hal ini khususnya adalah yang berkaitan dengan agama, yang juga merupakan berita dengan tingkat share tertinggi. Peneliti merumuskan masalah dalam penelitian ini, yaitu bagaimana framing berita Kompas.com dan Republika Online dalam memberitakan agenda bidang keagamaan Raja Arab Saudi selama kunjungannya di Indonesia pada akhir Februari hingga Maret 2017. Dalam penelitian ini, struktur berita yang dikemukakan oleh Shoemaker, terutama pada level individu terkait pemilik media, masih berlaku. Hal ini dapat dilihat dari sudut pandang berita yang ditonjolkan oleh kedua media online ini. Meski demikian, antara Kompas.com dan Republika Online tidak menunjukkan adanya perbedaan yang mencolok. Hal ini mengingat bahwasanya kunjungan raja Arab Saudi memiliki kepentingan bagi negara Indonesia, diantaranya adalah dari segi perekonomian melalui kerja sama yang dijalin. Selain itu, dalam pertemuan ini juga memiliki pesan yang sama dengan apa yang pemerintah Indonesia tekankan, yakni perihal perdamaian, baik antar umat beragama maupun perdamaian dunia.
Peningkatan Pengetahuan Ibu Tentang Pola Asuh Anak dan Remaja di Era Digital (PAAREDI) Ratnasari, Nita Yunianti; Ambarwati, Retno
BUDIMAS : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT Vol. 6 No. 1 (2024): BUDIMAS : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : LPPM ITB AAS Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peran orang tua sangatlah krusial dalam membimbing anak di era digital saat ini. Salah satu perannya bisa berupa memilih tontonan atau tayangan sesuai dengan umurnya. Pola asuh anak dan remaja di era digital perlu diterapkan dengan baik oleh orang tua. Era digital memang sudah tidak bisa dihindari, sehingga orangtua perlu beradaptasi dan memilih pola asuh yang tepat guna menghadapi terpaan digital. Salah satu bentuk transfer of knowledge yang dinilai efektif meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat adalah penyuluhan kesehatan. Diharapkan dari kegiatan sosialisasi ini mampu meningkatkan pengetahuan masyarakat khususnya anggota tim penggerak PKK di Kabupaten Sragen tentang pentingnya pola asuh anak dan remaja di era digital. Metode pelaksanaan yang dilakukan yaitu melalui pertemuan klasikal, tatap muka secara langsung untuk mengikuti penyampaian informasi kesehatan yang disampaikan oleh pemateri. Hasil yang diperoleh yaitu pada kelompok sasaran sudah memahami konsep pola asuh anak dan remaja di era digital meliputi pengertian, peran orang tua, konsep tumbuh kembang anak serta berbagai upaya pencegahan yang dapat dilakukan terhadap kejadian penyalahgunaan gadget.
PENINGKATAN PENGETAHUAN IBU TENTANG MEMBANGUN KOMUNIKASI INTERAKTIF DALAM KELUARGA DI ERA DIGITAL Ambarwati, Retno; Ratnasari, Nita Yunianti
BUDIMAS : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT Vol. 6 No. 2 (2024): BUDIMAS : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : LPPM ITB AAS Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Teknologi digital terutama teknologi informasi dan komunikasi terus mengalami perkembangan yang semakin pesat dan modern. Perubahan ini membuat pengguna memiliki kemampuan dan kemudahan dalam mengakses berbagai hal tanpa batas. Kemajuan teknologi komunikasi memberikan dampak luar biasa terhadap kehidupan keluarga. Selain dampak positif ternyata juga dapat menyebabkan dampak negatif terhadap keharmonisan keluarga. Salah satu dampak negatinya adalah komunikasi interaktif di dalam keluarga semakin berkurang. Ini terjadi karena semua anggota keluarga memiliki fasilitas komunikasi masing-masing sehingga merasa asyik dengan kecanggihan digital berupa gadget, dan akhirnya lupa dengan kebutuhan berinteraksi dalam keluarga. Keluarga memiliki peran yang sangat penting dalam memberikan contoh yang positif serta memberikan bimbingan kepada anak - anaknya dalam menghadapi era digital saat ini. Orang tua khususnya ibu memiliki tanggung jawab atas pembentukan sikap dan perilaku anak, serta sebagai orang tua harus memiliki kontrol dalam mengawasi informasi yang diterima anak dalam penggunaan smartphone. Salah satu bentuk transfer of knowledge yang dinilai efektif meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat adalah penyuluhan kesehatan. Diharapkan dari kegiatan sosialisasi ini mampu meningkatkan pengetahuan masyarakat khususnya anggota Dharma Wanita Persatuan di Kabupaten Sragen tentang pentingnya membangun komunikasi interaktif dalam keluarga di era digital. Metode pelaksanaan dilakukan dengan cara pertemuan klasikal, tatap muka secara langsung untuk mengikuti penyampaian informasi kesehatan yang disampaikan oleh pemateri. Hasil yang diperoleh yaitu pada kelompok sasaran sudah memahami konsep komunikasi interaktif dalam keluarga di era digital meliputi pengertian komunikasi interaktif, langkah dalam menjaga komunikasi dalam keluarga, Bagaimana menerapkan komunikasi interaktif dalam keluarga, peran orang tua.