Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Surveillance of pathogenic Leptospira among rodents and small mammals in enzootic areas of plague in Pasuruan Indonesia Febriani, Siti Amanah; Dhanti, Kurnia Ritma; Kurniawan, Kurniawan; Ristiyanto, Ristiyanto; Junaedi, Arief; Sukowati, Caecilia Hapsari Ceriapuri; Handayani, Farida Dwi
Sains Medika: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 15, No 1 (2024): June 2024
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Islam Sultan Agung (UNISSULA), Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/sainsmed.v15i1.37499

Abstract

Leptospirosis is a globally significant yet often overlooked zoonotic infection. Several regions in Indonesia are endemic for leptospirosis, including East Java. Pasuruan a region located in the East Java province of Indonesia, has been recognized as an enzootic area of plague infection. However, the presence of other rodent-borne diseases has not been reported. This study aims to detect the presence of pathogenic Leptospira in rats and small mammals in the enzootic plague area of Pasuruan in Indonesia. This study belongs to the type of observational analytic research with a cross-sectional study design. Simple random sampling was conducted to trap a total of 119 forms 107 rats and 12 small mammal kidneys were analyzed molecularly (PCR) to detect Leptospira bacteria with the LipL32 gene as the target. The study revealed that 7.6% (9/119) of rats in the enzootic areas of plague (Sedaeng, Tosari, Surorowo, Petren, Pakis Bincil, Kutukan) were found to carry Leptospira DNA, indicating a significant difference between infection rates per region (p < 0.0001).  Rattus tanezumi was identified as the Leptospirosis reservoir in settlements habitats with a percentage of 13.2%, Rattus tiomanicus was detected at 28.6% in forest habitats, and Rattus exulans was found at 4.4% in both habitats. The findings in our study, it is crucial for the community to increase awareness of the spread of rodent-borne diseases, including Leptospirosis.
Pemanfaatan Limbah Kulit Kakao Sebagai Bahan Baku Pembuatan Briket Iqbal Salim; Mursalim; Junaedi Muhidong; Khaeril Anwar; Sem Kisley; Satria; Abdul Azis; Muhammad Tahir Sapsal; Husnul Mubarak; Mahmud Achmad; Ahmad Munir; Gemala Hardinasinta; Febriana Intan Permata Hati; Syahrial Sabaniah
Abdi Techno Vol 6 No 2 (2026): Jurnal Abditechno
Publisher : Departemen Teknologi Pertanian Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70124/abditechno.v6i2.2374

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat merupakan pengaplikasian teori-teori yang diperoleh di bangku perkuliahan yang diharapkan dapat membantu masyarakat dalam menghadapi permasalahan yang dihadapi. Berdasarkan hasil observasi di Kecamatan Gantarangkeke banyak masyarakat yang bekerja sebagai petani kakao. Tetapi masih belum bisa mengelola limbah kulit kakao untuk  dimanfaatkan sebagai bahan yang bernilai ekonomi. Salah satu inovasi yang dapat dikembangkan untuk mengurangi limbah kulit kakao ini ialah memanfaatkan limbah kulit kakao sebagai bahan baku pembuatan briket. Tujuan dilakukannya program ini yaitu untuk memberikan pengetahuan kepada para petani cara pembuatan briket dan memanfaatkan limbah kulit kakao menjadi briket sehingga limbah kulit kakao lebih bermanfaat untuk para petani dan masyarakat. Program ini telah terlaksana dengan baik dan melalui kegiatan penyuluhan dan demonstrasi pembuatan produk briket serta mensosialisasikan kepada masyarakat. Program ini sangat memberikan dampak yang sangat besar sehingga memberikan pengetahuan dan produk baru yang memiliki nilai guna yang menguntungkan bagi para petani dan masyarakat sekitar.