Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

TRADISI PESONDO PADA MASYARAKAT KULISUSU KABUPATEN BUTON UTARA (1966-2017) Darnita, Darnita; Hayari, Hayari
Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO Vol 2, No 2 (2017): Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO
Publisher : Jurusan Pendidikan Sejarah, Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (605.235 KB) | DOI: 10.36709/jpps.v2i2.8436

Abstract

ABSTRAK Tujuan dalam penelitian adalah: (1) Untuk menguraikan latar belakang pelaksanaan tradisi Pesondo pada masyarakat Kulisusu; (2) Untuk menjelaskan tahap-tahap pelaksanaan tradisi Pesondo pada masyarakat Kulisusu; (3) Untuk menjelaskan  perubahan tradisi Pesondo pada masyarakat Kulisusu; dan (4) Untuk menguraikan nilai-nilai  yang terkandung dalam pelaksanaan tradisi Pesondo pada masyarakat Kulisusu.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode sejarah menurut  Helius Sjamsuddin yang terdiri atas: (1) Heuristik, yaitu pengumpulan data melalui studi kepustakaan, pengamatan, dan wawancara; (2) Kritik sumber untuk kritik sumber yaitu penilaian data melalui kritik eksternal dan kritik internal; dan (3) Historiografi, yaitu penulisan sejarah melalui penafsiran, penjesalan, dan penyajian.Hasil penelitian di lapangan menunjukkan bahwa: (1) Latar belakang pelaksanaan tradisi Pesondo pada masyarakat Kulisusu adalah timbulnya rasa takut pada orang tua, cemas dan was-was jika pada anak pertamanya mengalami kelainan ataupun penyakit dari kalangan Ode sehingga timbul suatu anggapan bahwa dengan melakukan tradisi Pesondo akan dijauhkan dari hal-hal buruk pada anak; (2) Tahap-tahap pelaksanaan tradisi Pesondo pada masyarakat Kulisusu yaitu: a) Tahap awal, yakni penentuan waktu dan hari pelaksanaan tradisi Pesondo sesuai kesepakatan dari keluarga dengan melihat hari baik. b) Tahap pelaksanaan, yakni diawali dengan membersihkan badan dan dilanjutkan mengenakan busana atau baju yang berwarna merah dilanjutkan dengan acara Pesondo. c) Tahap terakhir yakni pembacaan do’a oleh dukun anak dan acara makan bersama; (3) Perubahan tradisi Pesondo pada masyarakat Kulisusu yaitu seiring dengan berkembangnya waktu, tradisi Pesondo telah mengalami pergeseran khususnya masalah syarat-syarat yang sudah berubah yang dulunya masih berlaku syarat yang telah ditentukan sebaliknya pada masa kini syarat tersebut telah berubah seperti pelaksanaan tradisi Pesondo yang dulunya hanya kalangan Ode dan sekarang tidak diharuskan dari kalangan Ode serta alat-alat dan busana yang digunakan dalam tradisi Pesondo mengalami perubahan; dan (4) Nilai-nilai yang terkandung dalam pelaksanaan tradisi Pesondo pada masyarakat Kulisusu adalah: (a) Nilai religius, (b) Nilai kejujuran, (c) Nilai disiplin, (d) Nilai kerja keras, (e) Nilai rasa ingin tahu, (f) Nilai komunikatif, dan (g) Nilai tanggung jawab. Kata Kunci: Tradisi, Pesondo
ANALISIS YURIDIS TERHADAP KLAUSULA BAKU DALAM PERJANJIAN E-COMMERCE DITINJAU DARI UU PERLINDUNGAN KONSUMEN Perdana, Indra; Syapiq, Mirza; Zuwandana, Ahmad; Pasaribu, Liza Umami; Putri, Julia Rahma; Darnita, Darnita
Kultura: Jurnal Ilmu Hukum, Sosial, dan Humaniora Vol. 2 No. 9 (2024): Kultura: Jurnal Ilmu Hukum, Sosial, dan Humaniora
Publisher : Kultura: Jurnal Ilmu Hukum, Sosial, dan Humaniora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.572349/kultura.v2i9.2542

Abstract

Pencapaian teknologi internet yang pesat dan maju, mempermudah untuk mengakses informasi apapun yang dibutuhkan, termasuk di dalamnya informasi produk. Dengan kemudahan ini, sangat penting untuk dapat mengubah pola perdagangan, baik online maupun offline. Kemampuan komputer-komputer ini untuk saling terhubung memungkinkan metode pemasaran baru untuk produk dan jasa perusahaan. E-commerce adalah istilah untuk strategi pemasaran atau jual beli melalui internet. Tidak ada definisi yang jelas untuk e-commerce, tetapi secara umum didefinisikan sebagai perdagangan yang dilakukan melalui internet. Produsen telah menyalahgunakan klausula baku sebagai cara untuk mempermudah transaksi jual beli antara produsen dan konsumen dengan memberikan persyaratan yang tidak menguntungkan bagi konsumen, seperti perjanjian kredit perbankan, asuransi, penitipan barang, dan e-commerce. Analisis bahan hukum normatif digunakan untuk mencapai kesimpulan dan preskriptif tentang masalah hukum yang diteliti. Penalaran hukum atau logika deduktif digunakan. Oleh karena itu, klausula standar yang digunakan dalam transaksi e-commerce tetap sah selama tidak melanggar pasal 1337 BW dan pasal 18 ayat 1 dan 2 UU Perlindungan Konsumen. Penulis berpendapat bahwa lembaga non-pemerintah BPSK dan LPKSM, yang bertugas menyelesaikan sengketa antara pelaku usaha dan konsumen, belum memberikan perlindungan yang ideal. Oleh karena itu, berdasarkan Pasal 1364 UU Hukum Perdata, mereka memiliki hak untuk mengajukan gugatan perbuatan melawan hukum untuk menuntut pelaku usaha untuk membayar kerugian yang dialami oleh konsumen.