Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Efisiensi Teknis Pengelolaan Tanaman Terpadu Padi Sawah di Kabupaten Karanganyar, Provinsi Jawa Tengah Restie Novitaningrum; Suprapti Supardi; Sri Marwanti
Jurnal Agro Ekonomi Vol 37, No 2 (2019): Jurnal Agro Ekonomi
Publisher : Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jae.v37n2.2019.123-140

Abstract

EnglishA way to increase rice productivity and production is to increase efficiency by technological innovation. Integrated Crop Management (ICM) is an approach to improve the efficiency of rice farming by integration of technological components that are applied according to local specific condition. This study aims to analyze technical efficiency and inefficiency of integrated crop management implementation in rice farming. The study was conducted in Jaten Subdistrict, Karanganyar Regency, Central Java Province, in 2017. Primary data was collected from samples of 51 farmers that implemented the ICM and 42 farmers that did not use ICM. Data were analyzed using stochastic frontier production function that was estimated with the Maximum Likelihood Estimation method. The results show that rice farms have been technically efficient in general. The technical efficiency of ICM adopters in the range of 71,41-98,14% with average 94,04%, higher than those of non ICM adopters in the range of 68,50-96,96% with average 91,72%. There is a room for increasing efficiency. Formal education and ICM adoption increase technical efficiency. Farmer's ability to implement PTT can be improved through extension and training programs.IndonesianSalah satu cara untuk meningkatkan produktivitas dan produksi padi adalah dengan meningkatkan efisiensi melalui inovasi teknologi. Pengelolaan Tanaman Terpadu (PTT) merupakan sebuah pendekatan untuk meningkatkan efisiensi usaha tani padi dengan integrasi komponen-komponen teknologi yang diterapkan sesuai spesifik lokasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efisiensi dan sumber inefisiensi teknis pada penerapan PTT usaha tani padi sawah. Penelitian dilakukan di Kecamatan Jaten, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, pada 2017. Data primer dikumpulkan dari 51 petani yang menerapkan PTT dan 42 petani yang tidak menerapkan PTT. Analisis data menggunakan fungsi produksi stokastik frontier yang diduga dengan metode Maximum Likelihood Estimation (MLE). Hasil analisis menunjukkan bahwa usaha tani padi sawah umumnya sudah efisien secara teknis.  Nilai efisiensi teknis usaha tani dengan penerapan PTT berkisar 71,41-98,14% dengan rata-rata 94,04%, lebih tinggi daripada usaha tani tanpa penerapan PTT yang formal berkisar 68,50-96,96% dengan rata-rata 91,72%. Masih ada peluang untuk meningkatkan efisiensi teknis. Pendidikan dan penerapan PTT berpengaruh positif terhadap efisiensi teknis. Kemampuan petani dalam menerapkan PTT dapat ditingkatkan melalui program penyuluhan dan pelatihan.
Efisiensi Teknis Pengelolaan Tanaman Terpadu Padi Sawah di Kabupaten Karanganyar, Provinsi Jawa Tengah Restie Novitaningrum; Suprapti Supardi; Sri Marwanti
Jurnal Agro Ekonomi Vol 37, No 2 (2019): Jurnal Agro Ekonomi
Publisher : Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (614.404 KB) | DOI: 10.21082/jae.v37n2.2019.123-140

Abstract

EnglishA way to increase rice productivity and production is to increase efficiency by technological innovation. Integrated Crop Management (ICM) is an approach to improve the efficiency of rice farming by integration of technological components that are applied according to local specific condition. This study aims to analyze technical efficiency and inefficiency of integrated crop management implementation in rice farming. The study was conducted in Jaten Subdistrict, Karanganyar Regency, Central Java Province, in 2017. Primary data was collected from samples of 51 farmers that implemented the ICM and 42 farmers that did not use ICM. Data were analyzed using stochastic frontier production function that was estimated with the Maximum Likelihood Estimation method. The results show that rice farms have been technically efficient in general. The technical efficiency of ICM adopters in the range of 71,41-98,14% with average 94,04%, higher than those of non ICM adopters in the range of 68,50-96,96% with average 91,72%. There is a room for increasing efficiency. Formal education and ICM adoption increase technical efficiency. Farmer's ability to implement PTT can be improved through extension and training programs.IndonesianSalah satu cara untuk meningkatkan produktivitas dan produksi padi adalah dengan meningkatkan efisiensi melalui inovasi teknologi. Pengelolaan Tanaman Terpadu (PTT) merupakan sebuah pendekatan untuk meningkatkan efisiensi usaha tani padi dengan integrasi komponen-komponen teknologi yang diterapkan sesuai spesifik lokasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efisiensi dan sumber inefisiensi teknis pada penerapan PTT usaha tani padi sawah. Penelitian dilakukan di Kecamatan Jaten, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, pada 2017. Data primer dikumpulkan dari 51 petani yang menerapkan PTT dan 42 petani yang tidak menerapkan PTT. Analisis data menggunakan fungsi produksi stokastik frontier yang diduga dengan metode Maximum Likelihood Estimation (MLE). Hasil analisis menunjukkan bahwa usaha tani padi sawah umumnya sudah efisien secara teknis.  Nilai efisiensi teknis usaha tani dengan penerapan PTT berkisar 71,41-98,14% dengan rata-rata 94,04%, lebih tinggi daripada usaha tani tanpa penerapan PTT yang formal berkisar 68,50-96,96% dengan rata-rata 91,72%. Masih ada peluang untuk meningkatkan efisiensi teknis. Pendidikan dan penerapan PTT berpengaruh positif terhadap efisiensi teknis. Kemampuan petani dalam menerapkan PTT dapat ditingkatkan melalui program penyuluhan dan pelatihan.
PRODUKTIVITAS PADI VARIETAS INPARI 33 DAN FAKTOR YANG MEMPENGARUHINYA DI KABUPATEN KARANGANYAR PROVINSI JAWA TENGAH Restie Novitaningrum; Ringgo Ismoyo Buwono; Wahyu Adhi Saputro
JURNAL ILMIAH AGRINECA Vol. 22 No. 1 (2022): JURNAL ILMIAH AGRINECA
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/afp.v22i1.1640

Abstract

Central Java Province is one of the national food buffer provinces. Central Java province has good soil fertility so that the agricultural sector can become the leading sector in this province. One of the commodities cultivated in the Karanganyar Regency is rice with the Inpari 33 variety. This study aims to determine the analysis of the productivity of Inpari 33 rice in Karanganyar Regency and the production factors that affect the productivity of Inpari 33 rice varieties. This study was conducted in 3 villages, namely Jati Village. , Suruh Kalang Village and Jetis Village in Jaten District, Karanganyar Regency in the second planting season, namely April-July. The sample was taken as many as 90 farmers from the 3 villages intentionally with the consideration that farmers grow rice varieties inpari 33 and are active in farmer group membership. The data analysis method used in this research is the analysis of productivity and production functions of Cobb-Douglass. Based on the results of the study, it can be seen that the average production of Inpari 33 rice owned by farmers in Karanganyar Regency is 1,367.14 kg of dry milled grain. Farmers' rice productivity reached a value of 4,538.08 kg per hectare. Factors that affect rice productivity are land area, number of seeds, urea fertilizer, SP36, NPK, organic fertilizers, solid pesticides and the number of workers.
POTENSI DAN PENGEMBANGAN JAGUNG HIBRIDA DI INDONESIA: POTENSI DAN PENGEMBANGAN JAGUNG HIBRIDA DI INDONESIA Alya Sulistyo Dewi; Djarod Hari Setiawan; Restie Novitaningrum
Journal Science Innovation and Technology (SINTECH) Vol. 3 No. 1 (2022): SCIENCE INNOVATION AND TECHNOLOGY JOURNAL Volume 3 Number 1
Publisher : Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47701/sintech.v3i1.2518

Abstract

Kebutuhan pangan dasar manusia berdasarkan prespektif micro kecukupan pangan menjadi faktor penentu bagi ketahanan nasional. Kelangkaan pokok komditas dapat menimbulkan masalah pada aspek sosial, ekonomi. Jagung Merupakan pangan pokok masyarakat Indonesia dan tanpa mengabaikan penigkatan produksi melalui efisiensi ,upaya ketahanan pangan. Perkembangan jagung Hibrida di Indonesia pada 2015 mencapai 56% dari total 3,79 juta hektar luas panen jagung dan 44 % menggunakan jagung bersari bebas dengan tingkat produktivitas yang rendah kemudian 2018 mengalami peningkatan ketersediaan produksi total 30.000. Pemerintah sejak tahun 1983 meningkatkan program jagung hibrida yang di dukung organisasi, perusahaan swasta. Program yang dilakukan menghasilkan varietas unggul yang berdampak peningkatan produktifitas usaha tani Indonesia. Banyak masyarakat yang sangat menggemari jagung karna rasanya yang manis dan gurih, dan banyak juga juga olahan makanan yang berasal dari jagung. Kebutuhan jagung dalam negeri mengalami peningkatan 3,77% setiap tahunnya seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk dan berkembangnya pakan unggas.
POTENSI TANAMAN KELADI SEBAGAI PENUNJANG PEREKONOMIAN MASYARAKAT DIMASA PANDEMI: POTENSI TANAMAN KELADI SEBAGAI PENUNJANG PEREKONOMIAN MASYARAKAT DIMASA PANDEMI Annisa Vini Fitria; Nur Khayati; Restie Novitaningrum
Journal Science Innovation and Technology (SINTECH) Vol. 3 No. 1 (2022): SCIENCE INNOVATION AND TECHNOLOGY JOURNAL Volume 3 Number 1
Publisher : Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47701/sintech.v3i1.2526

Abstract

Pandemi Covid-19 memberikan dampak yang luar biasa bagi seluruh dunia, tidak terkecuali Indonesia. Pandemi Covid-19 telah menyebabkan menurunnya perekonomian dan aktivitas di berbagai sektor dan wilayah di Indonesia. Banyak sekali perusahaan yang mengajukan kepailitan sejak wabah pandemi Covid-19. Pelaku usaha mengambil opsi gulung tikar atau menghentikan operasi usaha secara sementara. Akibatnya banyak tenaga kerja yang di PHK sehingga menyebabkan penggangguran meningkat. Banyak orang kemudian memutar otak untuk mencari jalan lain agar dapat bertahan hidup di tengah pandemi. Salah satunya dengan memasarkan tanaman hias sebagai cara untuk menghasilkan pendapatan. Tanaman Caladium atau Keladi adalah salah satu tanaman hias yang memiliki nilai jual tinggi. Sebagai tanaman hias, tanaman keluarga Araceae ini diburu karena daya tarik bentuk daunnya seperti simbol hati atau jantung. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis nilai ekonomi masing-masing jenis tanaman hias keladi. Jumlah sampel yang dipilih untuk dianalisis adalah sebanyak 30 sampel. Pengambilan sampel dilakukan menggunakan teknik sampling acak (random sampling) pada beberapa pedagang tanaman hias Keladi di situs online shop. Data yang dianalisis pada penelitian ini adalah nilai ekonomi pada masing-masing tanaman hias keladi. Hasil yang diperoleh dari penelitian yaitu nilai ekonomi tanaman hias keladi berkisar antara Rp 35.000 – Rp 233.000. Keladi yang memiliki nilai ekonomi paling rendah adalah keladi tikus, sedangkan Keladi yang memiliki nilai ekonomi paling tinggi adalah keladi merah. Tanaman keladi yang paling diburu adalah jenis keladi tengkorak dan keladi merah. Harga tanaman keladi dipengaruhi oleh motif tanaman keladi semakin cantik motif tanaman tersebut maka tanaman keladi akan semakin mahal.
FARMERS’ INCOME OF CASSAVA AND MAIZE INTERCROPPING SYSTEM IN DRY LAND AGRICULTURE Restie Novitaningrum; Ferry Wisnu Saputro
Proceeding of International Conference on Science, Health, And Technology Proceeding of the 3rd International Conference Health, Science And Technology (ICOHETECH)
Publisher : LPPM Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (289.404 KB) | DOI: 10.47701/icohetech.v3i1.2103

Abstract

Dry land agriculture, a less fertile land, only a few commodities that planted such as cassava, maize, sweet potatoes and any kind of nuts. Cassava and maize are secondary crops that usually cultivate in dry land. Cassava and maize are strategic food commodities after rice. This study aimed to analyze farmers’ income of cassava and maize intercropping system on dry land agriculture in Karanganyar Regency, Central Java, Indonesia. 60 farmers were taken as research respondents consist of 30 farmers who planted Jalak Towo cassava variety intercropping with maize and 30 farmers who planted other cassava varieties intercropping with maize. The data were analyzed with the concept of farmers’ income by subtracting revenues and explicit costs. The results showed that the intercropping of Jalak Towo cassava variety and maizeE yielded better farmers’ income.
EFISIENSI TEKNIS USAHATANI UBI KAYU DI LAHAN KERING KABUPATEN KARANGANYAR, PROVINSI JAWA TENGAH Novitaningrum, Restie; Saputro, Fery Wisnu; Saputro, Wahyu Adhi
MEDIAGRO Vol 18, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/mediagro.v18i2.6962

Abstract

Cassava is the main food commodity after rice and corn which is the most important in development of food diversification to maintain national food security. Cassava production can be increased by increasing productivity through the right combination of production factors. This study aims to determine the technical efficiency and the factors that cause the technical inefficiency of farming in Karanganyar Regency dry land. The study was conducted in Wonorejo Village, Jatiyoso District, Karanganyar Regency in July 2022. 60 respondents was taken as samples consisting of 30 farmers who grew Jalak Towo cassava variety and 30 farmers who grew another cassava variety. Data were analyzed using stochastic frontier production function that was estimated with the Maximum Likelihood Estimation (MLE) method. The results showed that cassava farms in general was technically efficient. The average technical efficiency is 76.9% and 80% of farmers have achieved technical efficiency above 70%. There are still opportunities to improve technical efficiency. Farming experience and growing Jalak Towo cassava variety have positive effect on technical efficiency.
Uji Beda Keuntungan pada Usaha Gula Kelapa di Desa Pageraji Kabupaten Banyumas Jawa Tengah Cahyaningtyas, Nur Indah; Rahmaningtyas, Avivah; Putri, Levana Masitajasmin; Fadhilah, Muhammad Luthfie; Novitaningrum, Restie; Fauziah, Irma
Mimbar Agribisnis : Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis Vol 11, No 1 (2025): Januari 2025
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ma.v11i1.17511

Abstract

The comparison between molded coconut sugar and crystal coconut sugar is in the production costs incurred such as the cooking process for crystal coconut sugar is longer than molded coconut sugar. In addition, the comparison of selling prices between the two causes different incomes, the income obtained affects the profits of the artisans. This study aims to examine the differences in profits of the molded coconut sugar and crystal coconut sugar business. The research method used is survey.The sample size determination was using simple random sampling method with the sample size obtained was 65 molded coconut sugar artisans and 39 crystal coconut sugar artisans. The data analysis method used was descriptive analysis and comparative profit analysis molded coconut sugar and crystal coconut sugar. The average profit received by artisans in the molded coconut sugar business is Rp1.064.123.00 per month with an R/C value of 1,55, while the average profit received by artisans in the crystal coconut sugar business is Rp1.449.228.00 per month with an R/C value of 1,71. The analysis of the difference in profit test resulted in a real difference in profit between the molded coconut sugar and crystal coconut sugar businesses. This difference in profit is caused by differences in the average selling price, production volume, revenue, production costs of molded coconut sugar artisans and crystal coconut sugar artisans.
Penguatan Kelembagaan Melalui Penerapan Administrasi Berbasis Digital Pada Kelompok Tani Organik Mbrendel Mekar Kabupaten Karanganyar Dewi Lestari, Retna; Restie Novitaningrum; Marta Ardiyanto
Agrimas : Jurnal Pengabdian Masyarakat Bidang Pertanian Vol. 2 No. 2 (2023): OKTOBER
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/agrimas.v2i2.33

Abstract

Kelompok tani merupakan organisasi yang didirikan atas dasar kebersamaan dengan tujuan untuk meningkatkan kesejahteraan petani. Kelompok Tani Organik Mbrendel Mekar merupakan kelompok tani yang bergerak dalam bidang usaha produksi dan pemasaran organik. Dalam menjalankan usahanya Poktan Mbrendel Mekar mengalami kendala, sulitnya mencari dan mengakses data-data administrasi berupa data kegiatan produksi dan penjualan. Hal ini disebabkan karena data-data yang ada belum terarsipkan dengan baik. Selain itu data yang ada masih disusun dalam bentuk manual bahkan ada yang hanya sekedar ditulis tangan. Kondisi ini menyebabkan Poktan Mbrendel Mekar sulit mengakses program-program yang ditawarkan oleh pemerintah, karena pengelolaan administrasi yang manual. Berdasarkan kenyataan tersebut maka urgent untuk dicarikan solusinya. Pengabdian ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan ketrampilan pengurus dan anggota Poktan Mbrendel Mekar melalui penerapan pengelolaan administrasi berbasis digital, pelatihan, dan pendampingan. Metode yang digunakan untuk menyelesaikan permasalahan di Poktan Organik Mbrendel Mekar adalah Tahap Pra Pelatihan, Sosialisasi program, tahapan pelaksanaan program dan pelatihan, tahapan evaluasi, tahapan monitoring, dan tahapan laporan serta publikasi luaran. Hasil dari pengabdian ini adalah Poktan Mbrendel Mekar memiliki sistem informasi pengelolaan administrasi yang dapat diakses melalui www.mbrendelmekar.com, dan pengurus dapat mengaplikasikan sistem tersebut dengan baik. Sistem tersebut sangat mudah digunakan dan bisa diakses kapanpun melalui smartphone pengurus Poktan Mbrendel Mekar. Berdasarkan hasil evaluasi dan penilaian dari peserta pengabdian, kegiatan ini menghasilkan nilai pada rentang 3,40-4,19 sehingga dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan kegiatan berjalan dengan baik/efektif. Pada kegiatan juga dilakukan penyerahan dan pemasangan papan nama usaha poktan dengan tujuan menjadi sarana promosi penjualan beras organik sehingga lebih banyak menarik konsumen.
ANALYSIS OF STRATEGY DEVELOPMENT OF LAYING CHICKEN LIVESTOCK BUSINESS IN NGAWI DISTRICT Priyambodo, Dimas; Setiyani, Rahmawati; Novitaningrum, Restie
Proceeding of the International Conference Health, Science And Technology (ICOHETECH) 2023: Proceeding of the 4th International Conference Health, Science And Technology (ICOHETECH)
Publisher : LPPM Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47701/icohetech.v4i1.3379

Abstract

This study aims to determine the development strategy that can be carried out by laying hens in Ngawi Regency. The data collection technique uses the purposive sampling method, the calculation method uses the SWOT analysis quadrant and the SWOT matrix analysis method. The data used is primary data. Based on the results of the SWOT matrix analysis for Ngawi Regency, a strategy can be obtained that farmers can implement, namely the SO strategy: a) Increase the amount of production by increasing the population of laying hens, b) optimize egg production. WO strategy: a) Promoting livestock business, b) Keeping books of livestock business in order to control income and expenses. ST strategy: a) Establish good relations with collectors and consumers, b) Maintain product quality to face competitors, c) Determine the right strategy for selling chicken eggs, so that eggs can be sold every day. WT Strategy: a) Establish relationships with raw material suppliers, b) Maintain the cleanliness of the chicken coop. Based on the Quadrant SWOT analysis, Ngawi Regency is in quadrant I. Development strategies that can be implemented are a) Maintaining egg quality, b) Maintaining the quality of laying hen seeds, c) Increasing the laying hen population, d) Expanding marketing further.