Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

PELATIHAN PEMBUATAN WIRELESS CHARGER PORTABEL SEBAGAI PENGEMBANGAN KURIKULUM DAN PENINGKATAN KUALITAS SISWA SMK PGRI 2 KERTOSONO Agustini, Ni Putu; Yuwono, Alfarid Hendro; Wartana, I Made; Nurcahyo, Eko; Palevi, Bima Romadhon Parada Dian
Proceeding Seminar Nasional IPA 2025
Publisher : LPPM UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Teknologi ponsel memerlukan charger, yang biasanya membutuhkan energi PLN. Panel surya, sebagai alternatif baru, dapat membantu menyediakan sumber energi listrik.Fungsi alat ini adalah penggunaan pengisian elektromagnetik dalam sistem yang dapat digunakan tanpa kabel. Sebagai alternatif baru, panel surya dapat membantu menyediakan sumber energi listrik. Ini karena teknologi ponsel biasanya membutuhkan charger, yang membutuhkan energi PLN. Penggunaan pengisian elektromagnetik dalam sistem yang dapat digunakan tanpa kabel adalah subjek penelitian ini. Baterai powerbank dapat menerima daya panel surya dengan baik, sehingga dapat terisi selama 460 menit dengan tegangan output 4 volt dan memerlukan waktu 8,5 menit untuk naik setiap 1%. Panel surya 3 WP digunakan dalam sistem pengisian nirkabel ini, yang menggunakan sistem pembangkit sinyal gelombang sinus frekuensi 90 kHz dan dua kumparan untuk transmisi energi berbasis pengisian nirkabel.
Pelatihan Pembuatan Frekuensi Osilasi dan Amplifier Audio pada Wireless Power Transmision untuk SMK Nurcahyo, Eko; Hidayat, Taufik; Soleh, Choirul; Parada Dian Palevi, Bima Romadhon; Yuwono, Alfarid Hendro; Wartana, I Made; Somawirata, I Komang; Isbadrianingtyas, Nafi
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 6 No. 4 (2025): Edisi Oktober - Desember
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v6i4.7598

Abstract

Pelatihan pembuatan teknologi terus dikembangkan pada siswa Menengah Kejuruan sebagai pengembangan Kurikulum Berbasis Kompetensi Menuju Pendidikan Berkualitas. Salah satu SMK di Jawa Timur ini dituntut menyusun konsep awal, mengembangkan rencana kurikulum, dan melaksanakan uji coba kurikulum di lapangan. Pengembangan kurikulum di lapangan ini menjadi tantangan sendiri bagi SMK PGRI 2 Kertosono yang menciptakan pengembangan kurikulum dengan mengadakan pelatihan di kampus ITN Malang. Pelatihan yang mengarah ke teknologi ponsel dimana sebuah ponsel tidak dapat dilepaskan dari penggunaan charger. Charger yang umumnya digunakan membutuhkan energi listrik dari PLN dan generator. Sebagai alternatif baru, panel surya dapat menjadi solusi untuk menyediakan sumber energi listrik. Pelatihan ini berfokus pada penggunaan pengisian nirkabel yang menggunakan elektromagnetik dalam sistemnya, sehingga tidak memerlukan kabel saat digunakan. Tujuan pelatihan ini adalah melatih siswa agar dapat merancang pembuatan frekuensi osilasi dan amplifier audio pada Wireless Power Transmission dengan pengisian daya yang lebih besar sehingga bisa menciptakan produk yang di inginkan masyarakat dan dapat bersaing secara global.
Ontologi, Aksiologi, dan Epistemologi Energi Baru Terbarukan Terhadap Smart City: Tinjauan Literatur Sistematis Alfarid Hendro Yuwono; Syaad Patmanthara; Aripriharta Aripriharta; Triyanna Widiyaningtyas; Nafi Isbadrianingtyas; M Ibrahim Ashari
Jurnal Riset Rumpun Agama dan Filsafat Vol. 4 No. 3 (2025): Desember: Jurnal Riset Rumpun Agama dan Filsafat
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jurrafi.v4i3.7273

Abstract

The development of digital technology and the Internet of Things (IoT) has transformed the paradigm of urban development towards the concept of a smart city based on data and connectivity. This study analyzes the nature of smart cities through three dimensions of the philosophy of science: ontology, epistemology, and axiology. From an ontological perspective, a smart city is understood as a complex entity consisting of physical, digital, social, and ecological systems that interact with each other to create efficient and adaptive urban governance. Epistemologically, knowledge in a smart city is obtained through the process of collecting, processing, and analyzing data from various IoT devices, sensors, and citizen participation, thereby producing new insights that support evidence-based decision-making (data-driven governance). From an axiological perspective, a smart city has ethical values and goals to improve the quality of life of its citizens, strengthen government transparency, maintain environmental sustainability, and promote inclusive social participation. Thus, this study asserts that the development of a smart city is not only technological but also has a philosophical foundation oriented towards a balance between efficiency, humanity, and sustainability.