Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Psychological Well-Being Warga Perempuan Desa Tenganan Pegringsingan Yang Melakukan Perkawinan Endogami I Gusti Ayu Edmisten Vinzy Frensain; I Wayan Damayana; Nyoman Trisna Aryanata
JURNAL PSIKOLOGI MANDALA Vol. 1 No. 2 (2017): JURNAL PSIKOLOGI MANDALA
Publisher : Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/jpm.v1i2.587

Abstract

Abstrak. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi dan menemukan dinamika psychological well-being warga perempuan Desa Tenganan Pegringsingan yang melakukan perkawinan endogami. Penelitian ini dilakukan dengan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Subjek adalah tiga orang warga perempuan yang telah melakukan pernikahan endogami lebih dari lima tahun. Data dikumpulkan melalui observasi, dokumentasi, wawancara mendalam terhadap Subjek dan informan. Hasilnya ketiga Subjek menemukan kebahagiaan melalui pemenuhan empat dimensi dari enam dimensi psychological well-being yaitu penerimaan diri, hubungan positif dengan orang lain, otonomi, penguasaan dan tujuan hidup. Meskipun hanya memenuhi empat dimensi, ketiga Subjek tetap dapat menemukan kebahagiannya. Kebahagiaan dimaknai Subjek dengan kondisi keluarga yang harmonis dan tanpa konflik.Kata Kunci: psychological well-being, perkawinan endogami, Tenganan Pegringsingan
Persepsi Warga Hindu Desa Adat Bualu Terhadap Pura Jagatnatha Puja Mandala Kuta Selatan, Badung, Bali I Gusti Agung Ngurah Anglaya; I Wayan Damayana
JURNAL PSIKOLOGI MANDALA Vol. 1 No. 2 (2017): JURNAL PSIKOLOGI MANDALA
Publisher : Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/jpm.v1i2.588

Abstract

Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan, menemukan, serta menjelaskan aspek, bentuk persepsi warga Hindu asli di Desa Adat Bualu terhadap Pura Jagatnatha Puja Mandala. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan model fenomenologi. Pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi kepada empat warga Hindu asli di Desa Adat Bualu sebagai Narasumber. Dua dari empat Narasumber menunjukkan semua aspek persepsi yaitu kognitif berupa pengetahuan, pandangan, keyakian kepada Pura Jagatnatha, Afeksi berupa perasaan senang dan tidak senang kepada Pura Jagatnatha. Konatif berupa bertindak kepada Pura Jagatnatha. Sedangkan dua Narasumber lainnya tidak menunjukkan aspek konatif karena mereka tidak ada hubungan dengan Pura Jagatnatha. Bentuk persepsi yang ditemukan hanya dua yaitu persepsi penglihatan dan pendengaran. Persepsi penglihatan yaitu menangkap stimulus lewat mata dan pendengaran menangkap stimulus yang didengar mengenai informasi Pura Jagatnatha. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pura Jagatnatha tidak berhubungan dengan warga Hindu walaupun berada wilayah Desa Adat Bualu. Pura Jagatnatha memang dibangun untuk kebutuhan pariwisata Nusadua.Kata kunci: Persepsi, Warga Hindu, Pura Jagatnatha Puja Mandala
Penyesuaian Diri Orang Tua yang memiliki Anak dengan Gangguan Autism Spectrum Disorder di Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan Dan Perlindungan Anak di Buleleng Ketut Noni Mistiawati; I wayan Damayana; Ni Nyoman Ari Indra Dewi Dewi
JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI) Vol. 2 No. 2 (2023): JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI)
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/js.v2i2.2594

Abstract

Kondisi yang dimiliki anak Autism Spectrum Disorder (ASD) berbeda dengan anak normal pada umumnya, sehingga membuat orang tua perlu menyesuaian diri dengan kondisi anaknya tersebut. Hal ini orang tua diharapkan mampu menyesuaikan dirinya dalam mendidik, mengasuh dan merawat anaknya dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penyesuaian diri dan menemukan aspek-aspek serta faktor-fakor yang mendukung penyesuaian diri orang tua yang memiliki anak dengan gangguan Autism Spectrum Disorder (ASD) di Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan Dan Perlindungan Anak. Penelitian ini menggunakan tipe penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Penelitian ini menggunakan narasumber yaitu dua orang tua yang memiliki anak dengan gangguan Autism Spectrum Disorder (ASD) di Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan Dan Perlindungan Anak. Hasil yang didapat dalam penelitian ini menunjukkan bahwa kedua orang tua dapat melakukan penyesuaian diri terhadap kondisi anaknya yang mengalami ASD dengan mengacu pada keempat aspek dari penyesuaian diri dan empat faktor yang mendukung penyesuaian diri
The role of the church in motivating entrepreneurship to improve the economy of indigenous peoples in Papua, Indonesia I Wayan Ruspendi Junaedi; Dermawan Waruwu; I Wayan Damayana; I Gusti Bagus Rai Utama
JPPI (Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia) Vol 8, No 4 (2022): JPPI (Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia)
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Theraphy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/020221683

Abstract

The novelty of this research proves that the tarekat has not been able to encourage and motivate the growth of entrepreneurship to improve the economy of indigenous peoples in Papua. The purpose of this study is to analyze the challenges faced by GKI in Papua to improve the economy of indigenous peoples in the face of the dynamics of a rapidly changing world to improve the economy of the Papuan people. This research was conducted in depth using qualitative descriptive methods in Papua with in-depth interviews, observation, and secondary data techniques. The results show that the efforts of the Indonesian Christian Church in Papua in improving the economy of indigenous peoples are still minimal, both at the synod, classical and congregational levels. The congregation is currently experiencing severe challenges both internally and externally. They have been struggling with the global Covid-19 pandemic situation. Many areas in Papua are still having problems with the internet network which makes communication even more difficult. To improve the economy of indigenous peoples, the congregation tries to implement the necessary traditional empowerment strategies and strategic steps, namely open heart-to-heart dialogue by all church components internally at various levels.
The Role and Function of the Aceh Baitul Mal in Increasing the Economic Growth of the Acehnese Indigenous People Junaedi, I Wayan Ruspendi; Damayana, I Wayan; Waruwu, Dermawan
Budapest International Research and Critics Institute-Journal (BIRCI-Journal) Vol 4, No 4 (2021): Budapest International Research and Critics Institute November
Publisher : Budapest International Research and Critics University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33258/birci.v4i4.3215

Abstract

The purpose of this study is to describe and analyze the role and function of the Aceh Baitul Mal in increasing the economic growth of the Acehnese. The results show that Baitul Mal Aceh is a non-structural regional institution that has the authority to manage and develop zakat, waqf, religious assets to benefit the people, as well as being the guardian of the supervisor of orphans and/or asset managers. an inheritance that does not have a guardian based on Islamic Sharia becomes an institution that has formed a new service system in sharia-based financial management and empowerment. The BaitulMal Institute collects zakat, infaq, alms, and waqf as a source of finance by optimizing the value of muzakki, manfiq, and muwafiq. Besides, the presence of Baitul Mal Aceh is also very instrumental in shaping empowerment services through optimal ziswaf sources. The role of BaitulMal has received support from all levels of Aceh's Indigenous Peoples, this is because Baitul Mal is present to greatly assist the lower class community and provide solutions to economic problems to those who have the right without charging interest or the like on the community in developing their economy. Baitulmal financial resources have never experienced a deficit financially.
Potential problems and concepts of utilizing haji dormitories equivalent to star hotels to improve the national economy Sirna, I Ketut; Adinegara, Gusti Ngurah Joko; Damayana, I Wayan
Journal of Applied Sciences in Travel and Hospitality Vol. 7 No. 1 (2024): JASTH: Journal of Applied Sciences in Travel and Hospitality
Publisher : Unit Publikasi Ilmiah, P3M, Politeknik Negeri Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31940/jasth.v7i1.61-68

Abstract

The research was conducted at the Surabaya Embarkation Haji Dormitory with the aim of: mapping potential problems, namely: products, services, management and relevant policies, towards the concept of using Haji dormitories on a par with star hotels to improve the national economy. Problems studied: (1) How to map the potential problem of Haji dormitories equivalent to star hotels to improve the national economy?, (2) What is the concept of using Haji dormitories equivalent to star hotels to improve the national economy? This re-search uses descriptive, qualitative, quantitative methods, star hotel assessment study approaches, as well as community base tourism. Data is analyzed using the theory of hotel and tourism quality standards, and rele-vant theories according to the data found at the research site. Research stages: will produce mapping poten-tial issues and concepts for utilizing Haji dormitories equivalent to star hotels, and strategic policies by formu-lating quality management standards. The results of this research analysis are: Surabaya Haji embarkation dormitories do not meet standards equivalent to star hotels, because there are still many star hotel standard items that have not been met, and if you look at the standard score of a three star hotel between 600-700, and the Surabaya Embarkation Haji Dormitory only meets the score of only 400, or 33.30% less than 100%, with a score range of 1 to 5 then the average score for the Haji dormitory is Surabaya embarkation only reached 3.7. Research is expected to support national economic development programs to increase national income outside of taxes.
Pola Asuh Orang Tua pada Anak Dalam Bermain Gadget Paramitha, Kadek Vira; Damayana, I Wayan; Dewi, Ni Nyoman Ari Indra
JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI) Vol. 2 No. 3 (2023): JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI)
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/js.v2i3.2712

Abstract

Orang tua dan anak dalam berinteraksi dan berkomunikasi dalam kegiatan pengasuhan, di mana oran tua memperhatikan, mengatur, mendisiplinkan, memberi penghargaan dan hukuman, serta menanggapi keinginan anaknya. Orang tua sebagai hak dan kewajiban orangtua dalam mendidik anak dan sosialisasi anak. Anak yang bermain gadget menyebabkan anak menjadi pribadi yang tertutup dan suka menyendiri. anak yang sedang berada pada usia pertengahan (middle) adalah masa perkembangan anak yang berusia 10-12 tahun. Gadget berkembang sangat pesat di Indonesia. Bahkan gadget menjadi salah satu negara dengan pengguna Facebook, Twitter, dan WhatsApp terbanyak di dunia. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus penelitian ini dikumpulkan menggunakan wawancara,observasi,dan dokumentasi. Hasil interpretasi penelitian ini merupakan hasil akhir dari analisis data yang ditafsirkan menggunakan interpretasi data, dimana aspek – aspek dan faktor – faktor mempengaruhi pola asuh orang tua dalam meminimalisir penggunaan gadget terhadap anak usia 10-12 tahun di Denpasar Utara ,Kelurahan Tonja.