Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Analisis Hubungan Aktivitas Fisik Dan Konsumsi Pangan Ultra-Proses Terhadap Kejadian Hipertensi Pada Pra Lansia Di Puskesmas Tanah 600 Eka Nenni Jairani; Athira Demitri; Monika Putri; Yulita Yulita
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.5140

Abstract

Latar Belakang: Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang masih menjadi masalah kesehatan utama di Indonesia. Peningkatan prevalensi hipertensi banyak ditemukan pada kelompok pra lansia (usia 45–59 tahun) yang mulai mengalami perubahan fisiologis dan penurunan elastisitas pembuluh darah. Faktor gaya hidup seperti aktivitas fisik yang rendah serta kebiasaan konsumsi pangan ultra-proses diketahui berperan penting dalam meningkatkan risiko terjadinya hipertensi. Pangan ultra-proses umumnya mengandung kadar garam, gula, dan lemak tinggi yang dapat memengaruhi tekanan darah melalui mekanisme retensi natrium dan resistensi insulin. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara aktivitas fisik dan kebiasaan konsumsi pangan ultra-proses dengan kejadian hipertensi pada pra lansia di Puskesmas Tanah 600 Marelan. Metode: penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian diperoleh melalui teknik probability sampling dengan metode proportionate random sampling. Analisis data dilakukan menggunakan uji statistik Chi-square untuk mengetahui hubungan antara variabel bebas dan variabel terikat. Hasil: Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara aktivitas fisik dan kejadian hipertensi (p-value = 0,034 < 0,05). Selain itu, terdapat hubungan yang signifikan antara kebiasaan konsumsi pangan ultra-proses dan kejadian hipertensi (p-value = 0,013 < 0,05). Kesimpulan: Penelitian ini menyimpulkan bahwa aktivitas fisik dan kebiasaan konsumsi pangan ultra-proses berhubungan secara signifikan dengan kejadian hipertensi pada pra lansia. Oleh karena itu, disarankan agar masyarakat, khususnya kelompok pra lansia, aktif mengikuti kegiatan posyandu, meningkatkan aktivitas fisik secara teratur, serta menerapkan pola makan sehat dengan membatasi konsumsi pangan ultra-proses guna menjaga tekanan darah tetap terkendali.
Hubungan Konsumsi Fast Food dan Sedentary Lifestyle terhadap Status Gizi Siswa Athira Demitri; Vivin Martalenta Lase; Yulita Yulita; Tuty Hertati Purba
HORIZON: Indonesian Journal of Multidisciplinary Vol. 4 No. 4 (2026): HORIZON: Indonesian Journal of Multidisciplinary (In-Press)
Publisher : Lembaga Intelektual Muda (LIM) Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54373/hijm.v4i4.5765

Abstract

An unbalanced diet can contribute to nutritional problems among adolescents. In addition, changes in adolescents’ lifestyles that tend to lead to a sedentary lifestyle may increase the risk of overweight and obesity. This study aimed to determine the relationship between fast food consumption and sedentary lifestyle with students’ nutritional status. This study employed a descriptive design with a cross-sectional approach. Samples were selected using a purposive sampling technique, involving 118 students. Data were collected through questionnaires and analyzed using the Chi-square test. The results showed that there was no significant relationship between fast food consumption and students’ nutritional status (p = 0.564). However, there was a significant relationship between sedentary lifestyle and students’ nutritional status (p = 0.008). Based on the findings, it can be concluded that a sedentary lifestyle or low physical activity has a greater influence on students’ nutritional status compared to fast food consumption. Therefore, efforts are needed to increase physical activity and reduce sedentary behavior in order to maintain and improve students’ nutritional status.
Pengaruh Penyuluhan Melalui Media Animasi Tentang Anemia Terhadap Pengetahuan dan Sikap Siswi SMAN 5 Takengon Agnes Sry Vera Nababan; Athira Demitri; Yulita Yulita; Nuri Maulizah
Journal of Nursing and Health Science Vol. 3 No. 1 (2023): Edisi Oktober
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Pertamedika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58730/jnhs.v3i1.238

Abstract

Background; anemia is a world health problem, especially in developing countries, where an estimated 30% of the world's population suffers from anemia. One of the efforts made to prevent anemia is providing counseling through animated media so that the messages conveyed are more interesting and easy to understand. Purpose; was to determine the effect of counseling through animation media about anemia on the knowledge and attitudes of female students at SMAN 5 Takengon. Method; the research method is Quasi Experimental using a one group pretest posttest design. The research was conducted at SMAN 5 Takengon from August to October 2023. The research population was 58 Class XI female students. The sampling technique used total sampling, namely 58 Class XI female students at SMAN 5 Takengon. Data analysis uses univariate analysis and bivariate analysis. Result; the majority of female students before being given counseling (Pretest) in the knowledge category, 49 female students (84.4%) had less knowledge in the attitude category, 49 female students (84.48) had less attitude, and after being given counseling (Posttest) in the category knowledge: 58 female students (100%) had good knowledge and in the attitude category, 58 female students (100%) had good attitudes. The Wilcoxon test results show that the p-value = 0.000. Conclusion; that there is an influence of education through animation media about anemia on the knowledge and attitudes of female students at SMA N 5 Takengon.
Hubungan Pola Makan dan Kepatuhan Mengonsumsi Tablet Tambah Darah dengan Kejadian Anemia Pada Ibu Hamil di UPTD Puskesmas Kauko Yulita Yulita; Agnes Sry Vera Nababan; Eka Nenni Jairani; Elda Puput Julriang Zebua
Journal of Nursing and Health Science Vol. 3 No. 1 (2023): Edisi Oktober
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Pertamedika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58730/jnhs.v3i1.239

Abstract

Background : In Indonesia, anaemia is a public health issue that requires attention due to its dietary deficiencies. The low compliance of pregnant women with taking blood supplement pills is one of the reasons of anaemia in pregnant women. Pregnant women's noncompliance with taking blood supplement pills may indicate how severe their anaemia will be. In addition, a poor diet that results in insufficient consumption of foods high in iron is one of the reasons of anaemia during pregnancy. Objective : This study is to ascertain the association between the occurrence of anaemia in pregnant women at the UPTD Public Health Centre in Kauko and diet and adherence to using blood supplement tablets. Mehods : This kind of study used a cross-sectional design and quantitative methodology. 74 pregnant women in all were sampled using this approach. Chi-square analysis was done on the data. Result : At Unit of Kauko Community Health Centre, Gunungsitoli District, Gunungsitoli City, the study's findings demonstrated a link between food and the prevalence of anaemia in pregnancy, with the chi-square test yielding a value of (p = 0.00). At Kauko Community Health Centre, Gunungsitoli District, Gunungsitoli City, there was a correlation between the occurrence of anaemia in pregnant women and their adherence to taking blood supplement pills; the chi-square test results yielded a value of (p = 0.00). Conclusion : It was concluded that the incidence of anaemia in pregnant women was correlated with diet and compliance with taking blood supplement pills throughout pregnancy. It was advised that the Kuko Community Health Centre in Gunungsitoli District step up community education, particularly for expectant mothers, on the significance of dietary modifications and the use of blood supplement pills
Uji Organoleptik dan Uji Kimia Hard Candy Pisang Ambon (Musa Acuminata Candenvish Subgroub) dengan Penambahan Jeruk Lemon (Citrus Lemon L.) Eka Nenni Jairani; Yulita Yulita; Mulia Ikhsania
Journal of Nursing and Health Science Vol. 3 No. 3 (2024): Edisi Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Pertamedika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58730/jnhs.v3i3.240

Abstract

Pendahuluan; Hard candy atau permen keras adalah permen bertekstur keras dengan permukaan yang bening dan juga mengkilat. Hard candy adalah kudapan atau makanan ringan yang dibuat dari campuran gula dan terkadang ditambahkan bahan tambahan seperti buah-buahan atau bahkan rempah rempah yang bentuknya beraneka ragam. Tujuan; untuk mengetahui daya terima dan mutu kimia (kalium, vitamin c kadar air dan kadar abu) dari Hard candy pisang ambon dan jeruk lemon. Bahan dan Metode ; penelitian menggunakan eksperimen Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan 2 pengulangan sehingga menghasilkan 8 rancangan percobaan. Pengujian daya terima dilakukan oleh 25 orang panelis agak terlatih. Pengujian mutu kimia dilakukan di Laboratorium Pengembangan Teknologi Kimia Industri Medan. Analisis data menggunakan Kruskal Wallis dan dilanjutkan uji Bonferroni. Hasil; penelitian menunjukkan F1 merupakan formulasi terbaik dengan nilai rata-rata uji hedonik 3,48 perbandingan pisang ambon dan jeruk lemon (50:50) dengan kategori agak suka. Kesimpulamn; Hasil uji mutu hedonik dengan nilai rata-rata 3,38 dengan kategori warna oren kecoklatan , aroma agak beraroma pisang dan jeruk, rasa sedikit manis dan sedikit asam, dan tekstur agak keras. Kandungan gizi F1 dalam 100 gram kalium 6,7417mg/100g, vitamin c 291,0204mg/100g, kadar air 0,8513%, kadar abu 11,6865%. Pada penelitian selanjutnya diharapkan untuk mengurangi suhu dan lama pemasakan Hard candy karena lamanya pemasakan dengan suhu tinggi akan meninggal after test pahit pada hard candy dan diharapkan pada penelitian selanjutnya membuat perbandingan pemberian sirup glukosa
Perubahan Karakteristik Melalui Edukasi Pesan Gizi Seimbang dengan Media Permainan Pada Anak Winda Sauci Panjaitan; Yulita Yulita; Izmi Arisa Putri Lubis; Atika Putrie Andini
Journal of Nursing and Health Science Vol. 3 No. 3 (2024): Edisi Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Pertamedika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58730/jnhs.v3i3.241

Abstract

Latar Belakang; Pesan gizi seimbang berisi pesan-pesan yang dibuat oleh kementerian kesehatan Indonesia, yang bertujuan untuk menghimbau masyarakat agar dapat mengonsumsi makanan sesuai gizi seimbang, menurunkan tingkat kesakitan dan diperuntukan bagi setiap individu agar tetap mempertahankan hidup sehat. Tujuan; Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh edukasi tentang pesan gizi seimbang dengan media permainan ular tangga terhadap pengetahuan, sikap, dan tindakan siswa di SD Negeri Lawe Desky Kabupaten Aceh Tenggara. Metode; Jenis penelitian yang digunakan adalah Quasi Eksperiment dengan desain one group pretest-posttest. Tenik pengambilan sampel menggunakan Quota sampling dengan jumlah sampel penelitian sebanyak 28 orang siswa. Data dianalisis menggunakan uji normalitas. Uji Paired Sample t-test untuk variabel pengetahuan karena berdistribusi normal, dan uji Wilcoxon untuk variabel sikap dan tindakan karena tidak berdistribusi normal. Hasil; Hasil menunjukkan rata-rata skor Pre-Test pengetahuan 50,14%, sedangkan Post-Test 71,64%. Rata-rata skor Pre-Test sikap 65,71%, dan Post-Test 83,25%. Untuk tindakan, skor Pre-Test 71,00%, dan Post-Test 85,00%. Kesimpulan; Semua p-value < 0,000 yang menunjukkan bahwa ada pengaruh signifikan edukasi terhadap pengetahuan, sikap, dan tindakan siswa. Saran untuk pihak sekolah agar dapat menggunakan berbagai media permainan sebagai suatu media baru dalam proses pembelajaran di sekolah, sehingga dapat memberikan hiburan pada siswa agar proses pembelajaran tidak monoton dan pesan yang disampaikan oleh guru dapat diterima dan dipahami dengan baik.