Claim Missing Document
Check
Articles

PENGARUH ALFA TOKOFEROL DAN VITAMIN C TERHADAP STABILITAS FISIK SALEP EKSTRAK IKAN GABUS (Channa striata) DAN MADU KELULUT (Heterotrigona itama) Argo, Septian Fernando; Andrie, Mohamad; Taurina, Wintari
Journal Pharmacy Of Tanjungpura Vol 2, No 1 (2024): Oktober
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ekstrak ikan gabus dan madu kelulut memiliki kemampuan untuk mempercepat proses penyembuhan luka. Salep dengan bahan aktif ekstrak ikan gabus dan madu kelulut menunjukan adanya proses okidasi yang dapat membuat sediaan menjadi tengik. Penambahan Alfa Tokoferol dan Vitamin C diharapkan dapat mencegah proses oksidasi sehingga sediaan tidak menjadi tengik. penelitian menggunakan uji stabilitas dipercepat pada penyimpanan 28 hari suhu 40 ± 20 ºC dan RH 75 ± 5%. Variasi konsentrasi Alfa tokoferol dan Vitamin C yang digunakan adalah   0,005% : 0,01% ; 0,005% : 0,1% ; 0,05% : 0,1% ; 0,05% : 0,01% kemudian dilakukan pengujian sifat fisik salep pada hari ke 0, 3, 7, 14, 21 dan 28. Adapun uji yang dilakukan yaitu uji organoleptik, uji homogenitas, uji daya sebar, uji daya lekat, uji daya proteksi dan uji bilangan asam kemudian dianalisis dengan pendekatan kualitatif dan SPSS. Hasil uji stabilitas dipercepat memenuhi kriteria sediaan fisik yang baik pada semua uji kecuali pada daya sebar. formula yang memberikan hasil paling optimal adalah F4. Pada uji bilangan asam F4 memiliki bilangan asam yang paling kecil (9,62 mg KOH/g)
Analisis Hubungan Penggunaan Kontrasepsi Hormonal dengan Obesitas dan Hiperkolesterolemia di Puskesmas Pal III Pontianak Annisa Mutia Yusran; Nurmainah Nurmainah; Mohamad Andrie
Journal of Pharmascience Vol. 9 No. 1 (2022): Jurnal Pharmascience
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jps.v9i1.11697

Abstract

Pengaturan kehamilan dapat dilakukan dengan menggunakan kontrasepsi. Kontrasepsi hormonal seperti pil dan suntik memiliki efek samping peningkatan berat badan dan kadar kolesterol. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan antara obesitas dan hiperkolesterolemia dengan penggunaan kontrasepsi hormonal pada akseptor di Puskesmas Pal III Pontianak. Metode yang digunakan merupakan penelitian observasional dengan rancangan penelitian potong lintang (cross sectional) yang bersifat analitik. Teknik pengambilan sampel ialah  purposive sampling dengan jumlah sampel yang memenuhi kriteria inklusi sebanyak 40 akseptor. Metode pengumpulan data menggunakan rekam medis akseptor pengguna kontrasepsi hormonal periode Januari-Juni 2020. Pengukuran kadar kolesterol pada akseptor dilakukan dengan menggunakan alat Easy Touch® GCU dengan pengambilan sampel sebanyak satu kali. Analisis data dilakukan dengan menggunakan analisis chi-square. Hasil analisis jenis kontrasepsi hormonal menunjukkan bahwa persentase akseptor pengguna kontrasepsi hormonal yang mengalami obesitas untuk pil KB sebanyak 17,5%, dan suntik sebanyak 32,5%. Persentase akseptor pengguna kontrasepsi hormonal yang mengalami hiperkolesterolemia untuk pil KB sebanyak 20%, dan suntik sebanyak 27,5%. Analisis statistik menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang bermakna antara obesitas (p value = 0,058) dan hiperkolesterolemia (p value = 0,342) dengan penggunaan kontrasepsi hormonal. Kesimpulan dari penelitian ini bahwa tidak ada hubungan antara jenis kontrasepsi hormonal dengan risiko obesitas dan hiperkolesterolemia. Kata Kunci: Kontrasepsi Hormonal, Risiko Obesitas, Risiko Hiperkolesterolemia  Pregnancy control can be done using contraception. Hormonal contraceptives such as pills and injections have side effects of increasing weight and cholesterol levels. The purpose of this study was to analyze the relationship between obesity and hypercholesterolemia with the use of hormonal contraceptives in acceptors at the Pal III Public Health Center Pontianak. The method used was an observational study with an analytic cross-sectional design. The sampling technique was purposive sampling with the number of samples that met the inclusion criteria as many as 40 acceptors. The data collection method used medical records of acceptors of hormonal contraceptive users for the period January-June 2020. Measurement of cholesterol levels in acceptors was carried out using the Easy Touch® GCU device by taking samples once. The analysis was carried out using chi-square analysis. The results of the analysis of types of hormonal contraception showed that the percentage of hormonal contraceptive users who were obese was 17.5% for family planning pills, and 32.5% for injections. There was no significant relationship between the use of hormonal contraception at Pal III Public Health Center Pontianak with the risk of obesity (p-value = 0.058) and hypercholesterolemia (p-value = 0.342). This study concludes that there is no relationship between the type of hormonal contraception with the risk of obesity and hypercholesterolemia.