Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

Peran Lazisnu Kota Kediri Dalam Penguatan Ketahanan Masyarakat Era Pandemi Covid-19 Susetiyo, Ari; Jamaluddin, Jamaluddin
Jurnal At-Tamwil: Kajian Ekonomi Syariah Vol. 3 No. 2 (2021): Jurnal At Tamwil, September 2021
Publisher : Universitas Islam Tribakti Lirboyo Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33367/at-tamwil.v3i2.2233

Abstract

Artikel ini membahas perihal peran Lazisnu Kota Kediri dalam menghadapi tantangan pada pandemic Covid-19. semua sektor terdampak, ekonomi, pendidikan, kesehatan, Untuk itu Lazisnu Kota Kediri ditengah masyarakat yang serba kekurangan, Lazisnu Kota Kediri mencoba untuk menjadi solusi ditengah pandemi, memberikan sedikit asa bagi masyrakat Nahdliyin, diantaranya ekonomi, pendidikan, dan kesehatan, Penelitian ini menggunakan metode kualtitaif eksploratif dengan pendekatan deskriptif. Dengan diperoleh data wawancara dan observasi, Hasil penelitian menunjukkan bahwa Lazisnu Kota Kediri telah melakukan upaya. Ini ditunjukkan dengan cara memberikan beasiswa bagi anak yatim piatu binaan, Yatim binaan Lazisnu (Yabila) pada sektor pendidikan, Ekonomi Konsumtif, ekonomi konsumtif dengan cara memberikan bantuan makanan, kegiatan-kegiatan pendampingan ekonomi produktif dengan cara memberikan program kambing bergilir.
UNDERSTANDING GENDER JUSTICE PERSPECTIVE OF AMIN WADUD MUHSIN : MENGURAI KEADILAN GENDER PERSPEKTIF AMINA WADUD MUHSIN Susetiyo, Ari; Ni’mah, Zetty Azizatun
Empirisma: Jurnal Pemikiran dan Kebudayaan Islam Vol. 31 No. 1 (2022): Religious Moderation in Islamic Perspective
Publisher : Prodi Studi Agama-agama Fakultas Ushuluddin dan Dakwah IAIN Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30762/empirisma.v31i1.446

Abstract

Understanding or interpretation of a text, including the holy book of the Qur'an, is stronglyinfluenced by the perspective of the commentator, cultural background, and prejudices behind it.In this way the text becomes alive and rich in meaning. The meaning of the text becomes dynamicand always contextual, along with the acceleration of the development of human culture andcivilization. Amina Wadud carries out her creativity and innovation in interpreting the Qur'an.Because so far there is no truly objective method of interpretation. Each interpretation tends toreflect subjective choices. The reconstruction of Amina Wadud's interpretation methodology ischaracterized by Deconstructive-reconstructive, Argumentative-theological and Hermeneuticphilosophical, each verse to be interpreted must be analyzed in various aspects. n the study ofleadership, Amina's critique of the male Mufassir that men were created by Allah to be superior towomen (in terms of physical and mental strength) ignores the sociological contextual aspect whichis contrary to the spirit of justice and humanity in Islamic teachings.
Dinamika Peluang dan Tantangan Kurikukulum Merdeka pada Sekolah Dasar Susetiyo, Ari; Arifin, Bustanul; Supriyanto, Didik
MODELING: Jurnal Program Studi PGMI Vol. 10 No. 4 (2023): Desember
Publisher : Program Studi PGMI Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Nahdlatul Ulama Al Hikmah Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69896/modeling.v10i4.2124

Abstract

Penelitian ini membahas tentang dinamika peluang dan tantangan kurikulum merdeka pada sekolah tingkat dasar yang ada pada sekolah dasar dan juga madrasah ibtida’iyah, Menghadapi era saat ini, yaitu era society 5.0, dimana kemajuan dari era, dari zamannya seharusnya memberikan tambahan gunaa memudahkan para pendidik untuk memberikan wawasan ilmu yang lebih mudah dan jangkauan keilmuan yang berbeda dari kurikulum sebelumnya. Metode yang digunakan pada penelitian ini yakni library research, yang mana data-data dikumpulkan melalui beberapa artikel-artikel, buku, website, dan penunjang lain. Pemerintah menggagas ini utamanya dengan tujuan memberikan pendidikan yang berkualitas. Konsep ini sejalan dengan era saat ini, yaitu era society 5.0, yangmana memadukan antara perkembangan pada teknologi dengan memdaukan skill pendidik, guru, ataupun dosen, memang pada era society 5.0 ini guru dituntut untuk memiliki keterampilan, guru mmberikan pembelajaran yang tidak hanya menyenangkan peserta didik, Untuk mewadahi itu semua pemerintah memberikan solusi dengan menyediakan platform merdeka untuk berbagai akses terkait kurikulum merdeka yang mana tersedia bahan ajar, macam-macam pelatihan, untuk itu guru difasilitasi hal tersebut guna mengembangkan kreativitas dan inovatif dalam mengembangkan bahan ajar. Dan yang terakhir dari tantangan dan peluang pada kurikulum merdeka sekolah dasar tentu harus didukung semua elemen sekolah, kepala sekolah atau kepala madrasah, waka kurikulum, guru, orang tua wali murid saling bekerjasama untuk kemajuan.
Teknologi Digital dalam Pembelajaran Aqidah Akhlak Pada Kurikulum Merdeka Susetiyo, Ari
MODELING: Jurnal Program Studi PGMI Vol. 11 No. 1 (2024): Maret
Publisher : Program Studi PGMI Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Nahdlatul Ulama Al Hikmah Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69896/modeling.v11i1.2443

Abstract

Penelitian ini membahas tentang teknologi digital dalam pembelajaran, Pendidikan memainkan peran fundamental dalam pembangunan karakter dan moral generasi muda, terutama melalui pendidikan agama. Mata pelajaran Aqidah Akhlak bertujuan menanamkan keyakinan dan perilaku sesuai ajaran Islam. Namun, metode pengajaran tradisional perlu disesuaikan dengan perkembangan teknologi untuk menarik minat siswa. Kurikulum Merdeka memperkenalkan pendekatan fleksibel yang mengintegrasikan teknologi digital dalam pembelajaran, termasuk Aqidah Akhlak. Penggunaan teknologi digital, seperti e-learning, aplikasi pendidikan, dan multimedia interaktif, dapat meningkatkan efektivitas pengajaran dan mempersiapkan siswa menghadapi era digital. Penelitian ini mengeksplorasi implementasi teknologi digital dalam pembelajaran Aqidah Akhlak pada Kurikulum Merdeka dengan menggunakan metode penelitian kepustakaan. Analisis dilakukan melalui teknik analisis isi, mengevaluasi manfaat dan tantangan implementasi teknologi digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknologi digital dapat meningkatkan pemahaman, motivasi, partisipasi, dan efisiensi pembelajaran. Selain itu, teknologi memungkinkan personalisasi pembelajaran dan mempersiapkan siswa dengan keterampilan digital yang esensial. Penelitian ini memberikan rekomendasi untuk pengembangan metode pengajaran Aqidah Akhlak yang lebih modern dan efektif.
Kegiatan Ekstrakurikuler Tari dalam Mengembangkan Kecerdasan Kinestetik Siswa Susetiyo, Ari; Muawanah, Muawanah
MODELING: Jurnal Program Studi PGMI Vol. 11 No. 4 (2024): Desember
Publisher : Program Studi PGMI Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Nahdlatul Ulama Al Hikmah Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69896/modeling.v11i4.2638

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kegiatan ekstrakurikuler dalam mengembangkan kecerdasan kinestetik siswa, Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif. Pengumpulan data menggunakan metode wawancara, observasi, dan dokumentasi. Keabsahan data diperoleh dengan triangulasis sumber dan metode. Sedangkan untuk menganalisis data, tahapan-tahapan yang dilakukan adalah mengumpulkan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler tari di laksanakan seminggu sekali yakni pada hari sabtu pukul 11.45-13.00 WIB. (2) faktor pendukung berasal dari dukungan pihak sekolah, wali murid, serta semangat para siswa, sedangkan faktor penghambat berasal dari kurang konsistennya jadwal latihan antara guru dan siswa, kurangnya guru yang mengajar, serta sarana dan prasarana madrasah yang belum memadai.
Revitalisasi Nilai Sosial Masyarakat melalui Penguatan Pembelajaran Ubudiyah di Dusun Kutukan, Kecamatan Ngancar, Kabupaten Kediri Ningrum, Nila Ainu; Susetiyo, Ari
Efada : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 2 No 02 (2025): November
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat - STAI Ali bin Abi Thalib Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54214/efada.Vol2.Iss02.957

Abstract

Kehidupan sosial masyarakat di era modern mengalami pergeseran nilai, terutama dalam hal adab, akhlak, dan kedisiplinan beribadah. Fenomena ini juga dirasakan di Dusun Kutukan, Kecamatan Ngancar, Kabupaten Kediri, di mana sebagian anak-anak mulai kurang memperhatikan etika pergaulan dan ketepatan waktu dalam melaksanakan ibadah. Berdasarkan kondisi tersebut, tim PKM-PM melaksanakan program “Revitalisasi Nilai Sosial Masyarakat melalui Penguatan Pembelajaran Ubudiyah di Dusun Kutukan, Ngancar, Kabupaten Kediri” dengan tujuan menumbuhkan kembali kesadaran nilai-nilai sosial dan religius melalui kegiatan keagamaan yang terarah dan aplikatif. Kegiatan ini dilaksanakan melalui tiga bentuk pendampingan utama: (1) Kajian Keislaman Tematik bagi anak-anak yang mencakup materi adab pergaulan, pentingnya shalat tepat waktu, dan pembentukan akhlak di era digital; (2) Penguatan pembelajaran ubudiyah di TPQ melalui pengajaran membaca dan memahami Al-Qur’an, tajwid, doa harian, serta kisah teladan para nabi; dan (3) Pendalaman kajian ubudiyah tentang najis, yang bertujuan meningkatkan pemahaman anak-anak terhadap kebersihan dan kesucian dalam ibadah. Metode pelaksanaan meliputi pendekatan edukatif-partisipatif melalui ceramah interaktif, praktik langsung, permainan edukatif, Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman anak-anak terhadap adab dan ubudiyah, kedisiplinan dalam beribadah, serta perilaku sosial yang lebih sopan dan saling menghargai. Selain itu, masyarakat dan pengajar TPQ merasakan adanya sinergi baru dalam membina karakter religius anak-anak. Dengan demikian, program ini berhasil menjadi upaya nyata dalam merevitalisasi nilai-nilai sosial dan spiritual masyarakat melalui penguatan aspek ubudiyah, serta berpotensi dikembangkan sebagai model pendampingan keagamaan berbasis masyarakat di wilayah pedesaan.
Students’ Level of Understanding of Fiqh Ubudiyah and Its Implications in Daily Life Hasyim, Fuad; Susetiyo, Ari; Kholidah, Farichatul; Naimah, Ainun; Hasyim, Romi
Al-Munawwarah: Journal of Islamic Education Vol. 1 No. 2 (2025): November
Publisher : Islamic Religious Education Master Program Universitas Islam Internasional Darullughah Wadda'wah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38073/almunawwarah.v1i2.3802

Abstract

Islamic religious education plays a strategic role in shaping students’ character and religious behavior, particularly through the learning of fiqh ubudiyah, which is directly related to daily worship practices. However, differences in students’ levels of understanding often lead to variations in the implementation of worship. This study aims to describe the level of students’ understanding of fiqh ubudiyah at MA Al-Mahrusiyah 1 and to analyze its implications for their daily lives. The research employed a descriptive qualitative approach, with data collected through interviews, observations, and documentation. Data analysis was conducted using the Miles and Huberman model, which includes data reduction, data display, and conclusion drawing, while data validity was ensured through source and method triangulation. The findings indicate that students’ understanding of fiqh ubudiyah is generally categorized as good to very good, as reflected in their discipline in performing obligatory prayers, habituation of supplications and remembrance (dhikr), and the development of religious attitudes such as discipline and responsibility. Nevertheless, some students still require deeper understanding of the meaning and wisdom of worship to enhance consistency, particularly in practicing voluntary acts of worship. This study concludes that a strong understanding of fiqh ubudiyah plays a significant role in shaping students’ religious character. The contribution of this research lies in strengthening empirical evidence on the relationship between fiqh ubudiyah understanding and the practical implementation of worship within a pesantren-based madrasah context.
THE COMMUNICATION STRATEGIES OF THE MADRASAH PRINCIPAL IN ENHANCING THE COMPETITIVENESS OF AN EDUCATIONAL INSTITUTION: A CASE STUDY OF MI PLUS DARUSSAADAH LIRBOYO Nadziroh, Amik; Susetiyo, Ari; Ildawati, Hilma
TADBIRUNA: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol 5 No 2 (2026): TADBIRUNA
Publisher : Program Studi Manajemen Pendidikan Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51192/jurnalmanajemenpendidikanislam.v5i2.2473

Abstract

This research is based on the significance of communication strategies employed by the head of the madrasah in enhancing the competitiveness of educational institutions within an increasingly competitive environment. MI Plus Darussaadah Lirboyo, as a relatively new institution under the auspices of a prominent Islamic boarding school, faces challenges in building a positive image and gaining community trust. This study aims to describe the implementation of the head of the madrasah's communication strategies and the outcomes achieved in strengthening institutional competitiveness. The study applied a qualitative case study approach. Data were collected through in-depth interviews, observations, and documentation, then analyzed using data reduction, data display, and conclusion drawing. Data validity was ensured through triangulation of sources and techniques. The findings reveal that the head of the madrasah implemented personal, social, persuasive, and collaborative communication strategies. These included open communication via social media and regular meetings, persuasive delivery of policies and vision, and collaborative efforts with teachers, parents, and the local community. The impact of these strategies was evident in the improved institutional image, increased student enrollment, and greater stakeholder participation in educational programs. In conclusion, the head of the madrasa's communication strategies play a crucial role in shaping an adaptive, competitive, and sustainable educational environment
Integrating Group Discussion Strategies in MI Evaluation Courses To Enhance Metacognition and Critical Thinking Skills of PGMI Students Fatimah, Siti; Susetiyo, Ari
Jurnal Pendidikan Educandum Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Pendidikan Educandum
Publisher : Fakultas Pendidikan IAI Pangeran Dharma Indramayu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55656/jpe.v6i1.557

Abstract

This study aims to gain an in-depth understanding of the experiences and internal processes of students in the Islamic Elementary Teacher Education (PGMI) Study Program in developing metacognition and critical thinking through the implementation of group discussion strategies in the Evaluation of Learning course. Using a descriptive phenomenological approach, this study involved 18 PGMI students who actively participated in group discussion sessions. Primary data were collected through in-depth interviews, participatory classroom observations, and document analysis. The data were analyzed thematically to identify core categories and emerging themes. The findings revealed two central themes: first, the externalization of cognitive processes, where group discussions served as a medium for metacognitive awareness, encouraging students to recognize, monitor, and evaluate their own thinking strategies; and second, the enhancement of critical thinking, where differences of opinion within the group triggered constructive socio-cognitive conflicts that prompted students to engage in reflective reasoning and argument evaluation. The study highlights that the quality of social interaction within group discussions plays a crucial role in facilitating the internalization of higher-order cognitive skills among prospective Islamic elementary teachers. Overall, group discussion is shown to be not merely an active learning method but a pedagogical strategy that effectively fosters metacognition and critical thinking, shaping reflective and professional teacher candidates in the PGMI program.
Challenges in Implementing Character Education through Scouting Extracurricular Activities in Madrasah Ibtidaiyah Nadziroh, Amik; Fatmah, Nirra; Susetiyo, Ari
Islamic Review: Jurnal Riset dan Kajian Keislaman Vol 15 No 1 (2026): April 2026
Publisher : Mafapress - Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) IPMAFA Pati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35878/islamicreview.v15i1.2238

Abstract

Scouting extracurricular activities in Madrasah Ibtidaiyah (MI) play a significant role in fostering students’ character development and discipline. However, their implementation at MI PSM Gempolan II Gurah, Kediri, faces several challenges that hinder the achievement of character education objectives. This study aims to identify and analyze the problems encountered in the implementation of scouting extracurricular activities and to propose appropriate solutions for improvement.This research employs a descriptive qualitative approach, with data collected through observations, in-depth interviews, and documentation. The findings reveal several major issues, including low student motivation, limited number and competence of scout instructors, inadequate facilities and infrastructure, and insufficient parental support. These challenges collectively affect the effectiveness of the program and limit its contribution to students’ character development.Based on these findings, several strategies are recommended, including enhancing instructors’ competence through professional training, improving the availability and quality of facilities, developing more innovative and engaging activity programs, and strengthening communication and collaboration with parents.In conclusion, optimizing these aspects is essential to improve the effectiveness of scouting extracurricular activities, enabling them to contribute more significantly to character building among students at MI PSM Gempolan II Gurah.