Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Islamic Da‘wah of Wali Songo: Religious Moderation Through Cultural Acculturation in a Pluralistic Society Mahfudh, Mahfudh; Susetiyo, Ari
JASNA : Journal For Aswaja Studies Vol 5, No 2 (2025)
Publisher : Pusat Studi Aswaja An-Nahdliyyah UNISNU Jepara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34001/jasna.v5i2.8675

Abstract

Abstract The spread of Islam by the Wali Songo in Indonesia is a relevant example of religious moderation, particularly in pluralistic societies. This study aims to analyze the cultural acculturation approach employed by the Wali Songo in their da’wah to promote the formation of an inclusive and tolerant society. A literature study method is used to examine the da'wah strategies of Wali Songo, the concept of cultural acculturation, and its implications for religious moderation. The results show that Wali Songo's da’wah successfully integrated local cultural elements, such as gamelan and wayang, in spreading Islam without requiring the community to abandon their original cultural identities. Their teachings emphasize tolerance, cooperation, and maintaining good relations between religious communities, which are in line with religious moderation principles. In today's increasingly pluralistic society, the inclusive and tolerant values taught by the Wali Songo are crucial for fostering social harmony. Therefore, their teachings, focusing on cultural acculturation and religious moderation, serve as an excellent model for application in Indonesia’s multicultural society. Keywords: Wali Songo, Religious Moderation, Cultural Acculturation. AbstrakPenyebaran Islam oleh Wali Songo di Indonesia merupakan contoh moderasi beragama yang relevan, terutama dalam masyarakat plural. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pendekatan akulturasi budaya yang dilakukan Wali Songo dalam dakwahnya untuk mendorong pembentukan masyarakat inklusif dan toleran. Metode yang digunakan adalah studi pustaka untuk menganalisis strategi dakwah Wali Songo, konsep akulturasi budaya, serta implikasinya terhadap moderasi beragama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dakwah Wali Songo berhasil mengintegrasikan unsur-unsur budaya lokal, seperti gamelan dan wayang, dalam penyebaran Islam tanpa menghapus identitas budaya asli masyarakat. Ajaran mereka menekankan toleransi, kerja sama, dan menjaga hubungan baik antar umat beragama, sesuai dengan prinsip moderasi beragama. Dalam masyarakat yang semakin plural, nilai-nilai inklusif dan toleransi yang diajarkan Wali Songo sangat penting untuk membangun harmoni sosial. Oleh karena itu, ajaran mereka yang berfokus pada akulturasi budaya dan moderasi beragama dapat menjadi model yang baik untuk diterapkan dalam masyarakat multikultural Indonesia. Kata kunci: Wali Songo, Moderasi Beragama, Akulturasi Budaya.
REDESAIN PEMBELAJARAN TEMATIK PAI di ERA PENDIDIKAN 4.0 Abas, Saehu; Susetiyo, Ari
Jurnal Pendidikan Islam Vol 12 No 1 (2022): Jurnal Pendidikan Islam (JPI)
Publisher : Research Departement of Darullughah Wadda'wah International Islamic University Bangil, Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38073/jpi.v12i1.932

Abstract

This research discusses the thematic learning design of PAI in the era of education 4.0. His study was motivated by the presence of the phenomenon of education 4.0 which resulted in a learning system based on thematic islamic religious education must immediately get a touch of adjustment to the design of education 4.0. This research aims, to provide an overview or offer of thematic learning design of Islamic religious education using the theory and principles of educational science 4.0. This research uses a type of qualitative research with an approach using library research methods. The results showed that with the thematic learning design pai based on education 4.0, it can be processed planning patterns that are more in accordance with the theory and principles of education 4.0. Both seen from the type of learning communication approach, learning approach method and learning strategy. Second, pai thematic learning implementation pattern can be implemented by integrating elearning platforms from social media, integrating elearning platforms from video conference media, integrating elearning platforms from learning video media, integrating elearning platforms from digital literacy media, and integrating elearning platforms from task submit media. Finally, pai's thematic learning assessment system can take advantage of several platforms, such as Quiziz.com and Google Form.
Peran Lazisnu Kota Kediri Dalam Penguatan Ketahanan Masyarakat Era Pandemi Covid-19 Susetiyo, Ari; Jamaluddin, Jamaluddin
Jurnal At-Tamwil: Kajian Ekonomi Syariah Vol. 3 No. 2 (2021): Jurnal At Tamwil, September 2021
Publisher : Universitas Islam Tribakti Lirboyo Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33367/at-tamwil.v3i2.2233

Abstract

Artikel ini membahas perihal peran Lazisnu Kota Kediri dalam menghadapi tantangan pada pandemic Covid-19. semua sektor terdampak, ekonomi, pendidikan, kesehatan, Untuk itu Lazisnu Kota Kediri ditengah masyarakat yang serba kekurangan, Lazisnu Kota Kediri mencoba untuk menjadi solusi ditengah pandemi, memberikan sedikit asa bagi masyrakat Nahdliyin, diantaranya ekonomi, pendidikan, dan kesehatan, Penelitian ini menggunakan metode kualtitaif eksploratif dengan pendekatan deskriptif. Dengan diperoleh data wawancara dan observasi, Hasil penelitian menunjukkan bahwa Lazisnu Kota Kediri telah melakukan upaya. Ini ditunjukkan dengan cara memberikan beasiswa bagi anak yatim piatu binaan, Yatim binaan Lazisnu (Yabila) pada sektor pendidikan, Ekonomi Konsumtif, ekonomi konsumtif dengan cara memberikan bantuan makanan, kegiatan-kegiatan pendampingan ekonomi produktif dengan cara memberikan program kambing bergilir.
UNDERSTANDING GENDER JUSTICE PERSPECTIVE OF AMIN WADUD MUHSIN : MENGURAI KEADILAN GENDER PERSPEKTIF AMINA WADUD MUHSIN Susetiyo, Ari; Ni’mah, Zetty Azizatun
Empirisma: Jurnal Pemikiran dan Kebudayaan Islam Vol. 31 No. 1 (2022): Religious Moderation in Islamic Perspective
Publisher : Prodi Studi Agama-agama Fakultas Ushuluddin dan Dakwah IAIN Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30762/empirisma.v31i1.446

Abstract

Understanding or interpretation of a text, including the holy book of the Qur'an, is stronglyinfluenced by the perspective of the commentator, cultural background, and prejudices behind it.In this way the text becomes alive and rich in meaning. The meaning of the text becomes dynamicand always contextual, along with the acceleration of the development of human culture andcivilization. Amina Wadud carries out her creativity and innovation in interpreting the Qur'an.Because so far there is no truly objective method of interpretation. Each interpretation tends toreflect subjective choices. The reconstruction of Amina Wadud's interpretation methodology ischaracterized by Deconstructive-reconstructive, Argumentative-theological and Hermeneuticphilosophical, each verse to be interpreted must be analyzed in various aspects. n the study ofleadership, Amina's critique of the male Mufassir that men were created by Allah to be superior towomen (in terms of physical and mental strength) ignores the sociological contextual aspect whichis contrary to the spirit of justice and humanity in Islamic teachings.
Media Whatsapp Dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Pada Masa Pandemi Covid-19 Ari, Ari Susetiyo; Nanik Masrurotin, Nanik Masrurotin
Revorma: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Vol. 2 No. 1 (2022): REVORMA: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran (Edisi Mei 2022)
Publisher : MAN 1 Kota Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62825/revorma.v2i1.17

Abstract

Pendidikan hari ini dihadapkan dengan situasi yang serba sulit, keadaan dimana para guru dituntut untuk bisa menguasai media pembelajaran jarak jauh, utamanya pada masa pandemi Covid-19-19. Pendidikan jarak jauh menjadi solusi guna mengatasi kesulitan pada pembelajaran tatap muka. Adanya aturan Social distancing mengingat permasalahan terkait lokasi, jarak, waktu yang menjadi kendala, media Whatsapp menjadi salah satu solusi media yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk melihat guru Pendidikan Agama Islam menerapkan pembelajaran secara daring pada pandemi Covid-19, hasil penelitian ini menunjukan media whatsapp dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam telah terlaksana, kendala yang dialami guru Pendidikan Agama Islam dalam pembelajaran pada pandemi Covid-19 adalah keterbatasan kuota yang dimiliki anak didik, sinyal yang buruk, serta tidak mempunyai kuota internet, smartphone terkadang juga untuk bergantian dengan saudaranya yang juga sekolah. Kata Kunci  : Media Whatsapp, Pembelajaran, Covid-19.
Dinamika Peluang dan Tantangan Kurikukulum Merdeka pada Sekolah Dasar Susetiyo, Ari; Arifin, Bustanul; Supriyanto, Didik
MODELING: Jurnal Program Studi PGMI Vol. 10 No. 4 (2023): Desember
Publisher : Program Studi PGMI Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Nahdlatul Ulama Al Hikmah Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69896/modeling.v10i4.2124

Abstract

Penelitian ini membahas tentang dinamika peluang dan tantangan kurikulum merdeka pada sekolah tingkat dasar yang ada pada sekolah dasar dan juga madrasah ibtida’iyah, Menghadapi era saat ini, yaitu era society 5.0, dimana kemajuan dari era, dari zamannya seharusnya memberikan tambahan gunaa memudahkan para pendidik untuk memberikan wawasan ilmu yang lebih mudah dan jangkauan keilmuan yang berbeda dari kurikulum sebelumnya. Metode yang digunakan pada penelitian ini yakni library research, yang mana data-data dikumpulkan melalui beberapa artikel-artikel, buku, website, dan penunjang lain. Pemerintah menggagas ini utamanya dengan tujuan memberikan pendidikan yang berkualitas. Konsep ini sejalan dengan era saat ini, yaitu era society 5.0, yangmana memadukan antara perkembangan pada teknologi dengan memdaukan skill pendidik, guru, ataupun dosen, memang pada era society 5.0 ini guru dituntut untuk memiliki keterampilan, guru mmberikan pembelajaran yang tidak hanya menyenangkan peserta didik, Untuk mewadahi itu semua pemerintah memberikan solusi dengan menyediakan platform merdeka untuk berbagai akses terkait kurikulum merdeka yang mana tersedia bahan ajar, macam-macam pelatihan, untuk itu guru difasilitasi hal tersebut guna mengembangkan kreativitas dan inovatif dalam mengembangkan bahan ajar. Dan yang terakhir dari tantangan dan peluang pada kurikulum merdeka sekolah dasar tentu harus didukung semua elemen sekolah, kepala sekolah atau kepala madrasah, waka kurikulum, guru, orang tua wali murid saling bekerjasama untuk kemajuan.
Teknologi Digital dalam Pembelajaran Aqidah Akhlak Pada Kurikulum Merdeka Susetiyo, Ari
MODELING: Jurnal Program Studi PGMI Vol. 11 No. 1 (2024): Maret
Publisher : Program Studi PGMI Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Nahdlatul Ulama Al Hikmah Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69896/modeling.v11i1.2443

Abstract

Penelitian ini membahas tentang teknologi digital dalam pembelajaran, Pendidikan memainkan peran fundamental dalam pembangunan karakter dan moral generasi muda, terutama melalui pendidikan agama. Mata pelajaran Aqidah Akhlak bertujuan menanamkan keyakinan dan perilaku sesuai ajaran Islam. Namun, metode pengajaran tradisional perlu disesuaikan dengan perkembangan teknologi untuk menarik minat siswa. Kurikulum Merdeka memperkenalkan pendekatan fleksibel yang mengintegrasikan teknologi digital dalam pembelajaran, termasuk Aqidah Akhlak. Penggunaan teknologi digital, seperti e-learning, aplikasi pendidikan, dan multimedia interaktif, dapat meningkatkan efektivitas pengajaran dan mempersiapkan siswa menghadapi era digital. Penelitian ini mengeksplorasi implementasi teknologi digital dalam pembelajaran Aqidah Akhlak pada Kurikulum Merdeka dengan menggunakan metode penelitian kepustakaan. Analisis dilakukan melalui teknik analisis isi, mengevaluasi manfaat dan tantangan implementasi teknologi digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknologi digital dapat meningkatkan pemahaman, motivasi, partisipasi, dan efisiensi pembelajaran. Selain itu, teknologi memungkinkan personalisasi pembelajaran dan mempersiapkan siswa dengan keterampilan digital yang esensial. Penelitian ini memberikan rekomendasi untuk pengembangan metode pengajaran Aqidah Akhlak yang lebih modern dan efektif.
Kegiatan Ekstrakurikuler Tari dalam Mengembangkan Kecerdasan Kinestetik Siswa Susetiyo, Ari; Muawanah, Muawanah
MODELING: Jurnal Program Studi PGMI Vol. 11 No. 4 (2024): Desember
Publisher : Program Studi PGMI Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Nahdlatul Ulama Al Hikmah Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69896/modeling.v11i4.2638

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kegiatan ekstrakurikuler dalam mengembangkan kecerdasan kinestetik siswa, Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif. Pengumpulan data menggunakan metode wawancara, observasi, dan dokumentasi. Keabsahan data diperoleh dengan triangulasis sumber dan metode. Sedangkan untuk menganalisis data, tahapan-tahapan yang dilakukan adalah mengumpulkan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler tari di laksanakan seminggu sekali yakni pada hari sabtu pukul 11.45-13.00 WIB. (2) faktor pendukung berasal dari dukungan pihak sekolah, wali murid, serta semangat para siswa, sedangkan faktor penghambat berasal dari kurang konsistennya jadwal latihan antara guru dan siswa, kurangnya guru yang mengajar, serta sarana dan prasarana madrasah yang belum memadai.
Problems and Solutions for Teachers in Implementing the Independent Curriculum in the Society 5.0 Era Sain, Shahzadi Hina; Ari, Ari Susetiyo; Hidayah, Iin Nur; Chusna, Fitri Nihayatul
Awwaliyah: Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Vol. 8 No. 2 (2025): Awwaliyah: Jurnal PGMI
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) Institut Agama Islam Tarbiyatut Tholabah (IAI TABAH) Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58518/awwaliyah.v8i2.4010

Abstract

Education is the cornerstone for building the future of a nation. The Indonesian government has implemented the Merdeka Curriculum as part of its transformation toward a Society 5.0 society in an effort to advance the education system. Although this initiative was intended to improve the quality of education, many issues have arisen during its implementation, particularly regarding the role of teachers as facilitators in the classroom. This article discusses the challenges faced by teachers when implementing the Merdeka Curriculum in the Society 5.0 era at SD NU Darusaalam Semen. By understanding these challenges, we hope to find better ways to improve the efficiency and equity of curriculum implementation. This will be a crucial step toward cultivating outstanding future generations. This study employs a qualitative descriptive approach. Qualitative research methods, based on post-positivist philosophy, were used to study the subject in its natural state, or real state, without experimental settings or conditions, with the researcher as the primary tool. The research findings indicate that the implementation of the Merdeka Curriculum at SD NU Darussalam Semen Kediri currently relies on student textbooks and curriculum guidelines as the primary implementation guidelines for teachers. In its implementation, there are several obstacles encountered in the implementation of the independent curriculum, where these obstacles are the same as the causes of teachers' lack of readiness in facing the independent curriculum. These obstacles include insufficient socialization about the implementation of the independent curriculum, insufficient activity of the Teacher Working Group (KKG), insufficient time for teachers to learn the independent curriculum due to being busy with class/school administration, and insufficient learning media for teachers. Challenges for teachers in implementing the independent curriculum include: teachers must be more creative, innovative, and able to assess students during the process, not just based on final grades. Additionally, students' challenges in understanding the independent curriculum include weak numeracy and literacy skills, as well as a lack of adequate learning materials. Solutions to these issues require collaboration among various parties, particularly the government as the policy-maker, by providing training for teachers and fostering the implementation of the Merdeka Curriculum to align with its focus and objectives. Additionally, participating in internal and external workshops, expanding knowledge about teaching methods, sharing with fellow educators, and changing mindsets are essential. Educators must be more active, creative, and innovative in delivering content to students, enhancing students' literacy and numeracy skills, teachers must allocate time to learn more about creating modules for the Merdeka Curriculum, and schools must ensure adequate facilities and infrastructure are in place.
Students’ Level of Understanding of Fiqh Ubudiyah and Its Implications in Daily Life Hasyim, Fuad; Susetiyo, Ari; Kholidah, Farichatul; Naimah, Ainun; Hasyim, Romi
Al-Munawwarah: Journal of Islamic Education Vol. 1 No. 2 (2025): November
Publisher : Islamic Religious Education Master Program Universitas Islam Internasional Darullughah Wadda'wah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38073/almunawwarah.v1i2.3802

Abstract

Islamic religious education plays a strategic role in shaping students’ character and religious behavior, particularly through the learning of fiqh ubudiyah, which is directly related to daily worship practices. However, differences in students’ levels of understanding often lead to variations in the implementation of worship. This study aims to describe the level of students’ understanding of fiqh ubudiyah at MA Al-Mahrusiyah 1 and to analyze its implications for their daily lives. The research employed a descriptive qualitative approach, with data collected through interviews, observations, and documentation. Data analysis was conducted using the Miles and Huberman model, which includes data reduction, data display, and conclusion drawing, while data validity was ensured through source and method triangulation. The findings indicate that students’ understanding of fiqh ubudiyah is generally categorized as good to very good, as reflected in their discipline in performing obligatory prayers, habituation of supplications and remembrance (dhikr), and the development of religious attitudes such as discipline and responsibility. Nevertheless, some students still require deeper understanding of the meaning and wisdom of worship to enhance consistency, particularly in practicing voluntary acts of worship. This study concludes that a strong understanding of fiqh ubudiyah plays a significant role in shaping students’ religious character. The contribution of this research lies in strengthening empirical evidence on the relationship between fiqh ubudiyah understanding and the practical implementation of worship within a pesantren-based madrasah context.