Eswanti, Noor
Universitas Muhammadiyah Kudus, Kudus

Published : 8 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Edukasi Audio Visual Untuk Deteksi Dini Hipertensi Di Komunitas Aisyiyah Peganjaran Kudus Eswanti, Noor; Sukesih, Sukesih; Karyati, Sri; Islami, Islami
Jurnal Inovasi Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2025): Juni
Publisher : Indonesia Emerging Literacy Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53621/jippmas.v5i1.486

Abstract

Hipertensi merupakan sebuah penyakit yang terjadi disebabkan peningkatan tekanan darah. Hipertensi sering dialami pada kelompok rentan dengan usia ≥ 40 tahun. Bertambahnya usia seseorang cenderung akan meningkatkan tekanan darah, ini disebabkan karena perubahan pada jantung serta pembuluh darah dimana ini terjadi secara alami sebagai proses penuaan. Tujuan dari dilaksanakannya Pengabdian Kepada Masyarakat ini adalah memberikan edukasi terstruktur tentang deteksi dini hipertensi melalui media audio visual dengan harapan dapat membantu anggota aisyiyah untuk mengetahui resiko terjadinya hipertensi sebagai upaya pencegahan secara optimal. Metode pelaksanaan kegiatan PKM ini menggunakan pendekatan ABCD yang memanfaatkan sumber daya yang ada pada anggota PRA Peganjaran Bae Kudus melalui 3 tahapan yaitu tahapan persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Pelaksanaan Pengabdian Kepada Masyarakat telah terlaksana pada tanggal 9 Agustus 2024 di PRA Peganjaran Bae Kudus berjalan dengan lancar dan diikuti oleh 43 peserta. Variabel yang dinilai yaitu pengetahuan anggota aisyiyah tentang deteksi dini hipertensi. Analisis data menggunakan deskriptif kuantitatif. Dari hasil PKM didapatkan setelah diberikan edukasi kesehatan melalui audio visual mayoritas pengetahuan tingkat pengetahuan anggota Aisyiyah di PRA Peganjaran Bae Kudus berada pada kategori cukup sebanyak 22 anggota (51,1%). Media audio visual telah diakui sebagai media yang efektif dalam menyampaikan informasi kesehatan. Model intervensi ini diintegrasikan dalam kegiatan pengajian Rutin Aisyiyah Kabupaten Kudus, khususnya dalam upaya promosi pencegahan terjadinya hipertensi.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KUNJUNGAN LANSIA DALAM KEGIATAN POSYANDU LANSIA Noor Eswanti; Rita Dewi Sunarno
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 13, No 1 (2022): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jikk.v13i1.1317

Abstract

Latar Belakang : Menurus Bidang Pusat Statisti (BPS) Jumlah penduduk hasil sinkronisasi antara SP2020 per september 2020 adalah sejumlah 270,20 juta jiwa, sedangkan rilis dari hasil Kemendagri per desember 2020 adalah 271,35 juta jiwa.  Laju pertumbuhan penduduk lansia menurut Kemenkes RI pada tahun 2019-2024 masuk di kategori Aging Society dengan jumlah lansia ≥ 7% total penduduk dan akan memasuki kategori Super Aged Society pada tahun 2045 dengan jumlah lansia ≥ 21 total penduduk (Kemenkes RI, 2020). Oleh karena itu kita harus melakukan antisipatif untuk lonjakan jumlah lansia dengan mempersiapkan sarana pelayanan kesehatan lansia.Tujuan : Untuk menjawab pertanyaan tentang faktor – faktor yang mempengaruhi kunjungan lansia pada Posyandu lansiaMetode : Laporan ini merupakan suatu literature review, di dalamnya terdapat 10 artikel yang diambil dari data base komputer melalui  International Journal of Caring Sciences dan Google Scholar.Kesimpulan : Faktor yang tidak berpengaruh dalam kunjungan lansia : Jenis kelamin. Faktor yang berpengaruh dalam kunjungan lansia : pekerjaan , pendidikan, pengetahuan , sikap. Ada perbedaan dari hasil penelitian yangdilakukan dari beberapa literatur, menurut penelitian Susilowati, Rixi dan Nina  menunjukan dukungan keluarga berpengaruh dalam kunjungan lansia. Sedangkan menurut penelitian Ni Putu menyatakan tidak ada pengaruh antara dukungan keluarga dengan kunjungan posyandu lansia. Sedangkan untuk kategori umur ada perbedaan antara penelitian yan dilakukan oleh Nina (2014) yang menyebutkan ada pengaruh antara usia dengan kunjungan lansia dalam posyandu lansia. Dan menurut penelitian yang dilakukan oleh Susilowati (2014) menyebutkan tidak ada pengaruh antara usia dan kunjungan lansia.
NOOR: PENDEKATAN INOVATIF UNTUK PENINGKATAN MOTIVASI KUNJUNGAN POSYANDU LANSIA Noor Eswanti; Tri Ismu Pujiyanto; Umi Hani
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 15, No 1 (2024): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jikk.v15i1.2068

Abstract

Lansia merupakan seseorang yang berumur lebih dari 60 tahun dengan diikuti proses perubahan menjadi tua. Berdasarkan data posyandu lansia pada tahun 2021 di Kabupaten Kudus  hanya 75,9%  target kunjungan yang diharapkan belum mencapai 80%. Dengan diberikannya penyuluhan Kesehatan melalui Posyandu Lansia dapat meningkatkan pengetahuan dan motivasi pemanfaatan Posyandu Lansia. Tujuan penelitian ini mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan dengan pendekatan NOOR melalui media audiovisual terhadap pengetahuan deteksi dini hipertensi dan motivasi kunjungan posyandu lansia. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah quasy experiment jenis pretest posttest with control group. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 65 lansia. Sejumlah 28 lansia dipilih secara purposive sampling yang dibagi ke dalam kelompok intervensi dan kelompok kontrol. Dengan menggunakan kuesioner Pengetahuan deteksi dini hipertensi dan motivasi kunjungan Popsyandu Lansia.  Data dianalisis dengan menggunakan uji Mann-Whitney. Didapatkan nilai p = 0,003 (p 0,005) sehingga terdapat pengaruh pendidikan kesehatan melalui media video terhadap motivasi kunjungan posyandu lansia. Dengan demikian pendidikan kesehatan dengan pendekatan NOOR berpengaruh signifikan terhadap motivasi kunjungan posyandu lansia.Moti
Association between Health Beliefs and Medication Adherence among Hypertensive Clients in a Community Setting: A Cross-Sectional Study Jelita, Monica Artha; Hartinah, Dewi; Jauhar, Muhamad; Eswanti, Noor
Journal of Bionursing Vol 8 No 1 (2026): Journal of Bionursing
Publisher : Fakultas Ilmu-ilmu Kesehatan Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.job.2026.8.1.17374

Abstract

Background.Non-adherence to hypertension treatment remains a major public health concern and is influenced by patients’ health beliefs. Objective.This study aimed to analyze the relationship between health beliefs and medication adherence among hypertension clients in the community. Methods. A correlational study with a cross-sectional design was conducted in a hypertension locus village in Kudus Regency in April 2025. A total of 80 hypertension clients were recruited using total sampling. Health beliefs were measured using the Health Belief Model (HBM) questionnaire, including perceived susceptibility, perceived severity, perceived benefits, perceived barriers, and self-efficacy. Medication adherence was assessed using the Morisky Medication Adherence Scale (MMAS-8). Data were analyzed using the chi-square test. Results. The results showed a significant relationship between health beliefs and medication adherence (p < 0.001). Conclusions. Stronger health beliefs were associated with higher adherence to hypertension treatment. These findings highlight the importance of strengthening health beliefs to improve medication adherence and support effective hypertension management in the community.
KESEHATAN EMOSIONAL DAN KUALITAS HIDUP LANSIA YANG TINGGAL DI RUMAH PELAYANAN SOSIAL LANJUT USIA Wardani, Ema Saputri Kusuma; Masithoh, Anny Rosisana; Jauhar, Muhamad; Tiara, Novi; Lasmini, Lasmini; Eswanti, Noor
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 16, No 2 (2025): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jikk.v16i2.3032

Abstract

Kelompok lansia mengalami peningkatan jumlah populasi setiap tahunnya. Harapan hidup dan kualitas hidup merupakan satu hal yang penting bagi lansia, Salah satu faktor yang dapat mempengaruhi kualitas hidup lansia bisa dilihat dari segi kesehatan emosionalnya. Menganalisis hubungan Masalah Kesehatan Emosional Dengan Kualitas Hidup Lansia di Panti Pelayanan Sosial Lanjut Usia Potroyudan Jepara. Metode penelitian menggunakan Analisis korelasi dengan pendekatan cross-sectional. Variabel penelitian ini menggunakan kesehatan emosional sebagai variabel independen dan kualitas hidup lansia sebagai variabel dependen. Besar sampel 68 lansia di RPSLU Potroyudan Jepara. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan kriteria inklusi lansia ≥ 60 tahun, tinggal di panti lansia potroyudan jepara, kooperatif serta mampu membaca dan menulis. Kriteria eksklusi penelitian ini lansia yg tidak tinggal di panti sosial potroyudan dan mengundurkan diri. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner Psychological Well-Being (SPWB), serta lembar kuesioner kualitas hidup (SF-36). Analisis data menggunakan uji statistik Spearman Rho. Terdapat hubungan masalah kesehatan emosional dengan kualitas hidup lansia di Panti Pelayanan Sosial Lanjut Usia Potroyudan Jepara, dengan nilai p = 0,000 α 0,05.  Masalah Kesehatan emosional mempengaruhi kualitas hidup lansia. Panti sebagai tempat tinggal lansia harus memberikan lingkungan yang dapat meningkatkan Kesehatan emosional dan kualitas hidup penerima manfaatnya.  AbstractThe elderly population is increasing every year. Life expectancy and quality of life are important things for the elderly. One of the factors that can affect the quality of life of the elderly can be seen from their emotional health. To determine the relationship between emotional health problems and the quality of life of the elderly at the Potroyudan Jepara Elderly Social Service Center. This study employed a correlational method with a cross-sectional approach. The independent variable was emotional health, and the dependent variable was quality of life. A total of 68 elderly residents from the Potroyudan Jepara Social Service Center were selected using purposive sampling. Inclusion criteria included being ≥60 years old, residing in the center, cooperative, and able to read and write. Exclusion criteria were non-residency or withdrawal from the study. Data were collected using the SPWB and SF-36 questionnaires and analyzed using the Spearman Rho test. There is a relationship between emotional health problems and the quality of life of the elderly at the Potroyudan Jepara Elderly Social Service Home, with a p value = 0.000 α 0.05. Emotional health issues impact the quality of life of older adults. Nursing homes, as places for seniors to live, must provide an environment that improves the emotional health and quality of life of their residents.
JUS PARE MENURUNKAN KADAR GULA DARAH PADA PASIEN DIABETES MELLITUS Dewi, Risah Wati; Sukesih, Sukesih; Jauhar, Muhamad; Eswanti, Noor; Rohmaniah, Faridha Alfiatur
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 15, No 2 (2024): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jikk.v15i2.2520

Abstract

Diabetes mellitus (DM) menjadi masalah kesehatan di dunia selain penyakit menular yang juga masih menjadi ancaman kesehatan masyarakat. DM ditandai dengan defisiensi insulin akibat pola hidup tidak sehat, kurangnya aktivitas fisik, pola makan, obesitas, dan keturunan. Dampak yang muncul antara lain penyakit ginjal dan kebutaan pada usia di bawah 65 tahun, kecacatan, bahkan kematian. Salah satu intervensi nonfarmakolgi komplementer yang dapat dilakukan untuk mengontrol kadar gula darah adalah pemberian jus pare. Tujuan penelitian ini yaitu menganalisis pengaruh jus pare terhadap kadar gula darah pada pasien diabetes mellitus di Wilayah Kerja Puskesmas Dawe. Desain Penelitian ini menggunakan eksperimen semu dengan pendekatan pretest posttest group with control design dengan variable independent (Jus Pare) dan dependen (kadar gula darah). Penelitian ini dilakukan pada bulan Februari-Juli 2024 di Wilayah Kerja Puskesmas Dawe dengan jumlah sampel 19 responden untuk masing-masing kelompok. Kriteria inklusi yaitu terdiagnosis DM, GDS 140 mg/dL, mengkonsumsi obat anti DM. Kriteria eksklusi yaitu memiliki komplikasi, mendapatkan terapi nonfarmakologi lain. Instrumen penelitian menggunakan glukometer GCU type 301 dan lembar observasi. Terapi yang diberikan yaitu jus pare sebanyak 2 kali masing-masing 250 ml selama 1 minggu. Analisis data menggunakan paired t-test dan independent t-test. Hasil penelitian menunjukkan terdapat pengaruh yang signifikan secara statistik pemberian jus pare terhadap penurunan kadar gula darah pada pasien DM dengan nilai p = 0.000 (0,05). Jus pare menurunkan kadar gula darah pada pasien diabetes mellitus. Bentuk intervensi ini dapat diintegrasikan dalam program posbindu PTM, posbindu lansia, dan prolanis sebagai upaya dalam mengkontrol kadar gula darah pasien DM. @font-face {font-family:"Cambria Math"; panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4; mso-font-charset:0; mso-generic-font-family:roman; mso-font-pitch:variable; mso-font-signature:-536870145 1107305727 0 0 415 0;}p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal {mso-style-unhide:no; mso-style-qformat:yes; mso-style-parent:""; margin:0cm; text-align:justify; text-indent:14.2pt; mso-pagination:widow-orphan; font-size:11.0pt; mso-bidi-font-size:12.0pt; font-family:"Times New Roman",serif; mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; mso-ansi-language:IN; mso-fareast-language:JA;}.MsoChpDefault {mso-style-type:export-only; mso-default-props:yes; font-size:11.0pt; mso-ansi-font-size:11.0pt; mso-bidi-font-size:11.0pt; mso-ansi-language:EN-US;}.MsoPapDefault {mso-style-type:export-only; text-align:justify; text-indent:14.2pt;}div.WordSection1 {page:WordSection1;}
DETERMINATION OF FAMILY SUPPORT FOR SELF-MANAGEMENT OF HYPERTENSION PATIENTS Eswanti, Noor; Jauhar, Muhamad; Tiara, Novi; Lasmini, Lasmini
(IJP) Indonesia Jurnal Perawat Vol 11, No 1 (2026): (IJP) INDONESIA JURNAL PERAWAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/ijp.v11i1.3303

Abstract

Hypertension is a chronic disease that requires long-term management through optimal self-management behavior. However, many hypertensive clients are still unable to consistently perform self-management behavior. One factor suspected of playing a role in improving self-management behavior is family support. This study aims to determine the relationship between family support and self-management behavior in hypertensive clients. This study used a quantitative design with a cross-sectional approach. The study sample consisted of hypertensive clients in the Dawe Community Health Center area, selected using a purposive sampling technique. The instruments used included a standardized family questionnaire containing family support sourced from (Nursalam, 2017) with a Cronbach Alpha value of 0.628 and the Hypertension Self-Management Behavior Questionnaire (HSMBQ) to measure self-management behavior. The data collection procedure was carried out by filling out the questionnaire directly. Data analysis was performed using the Spearman rho statistical test with a significance level of 0.05. The results of the study showed a significant relationship between family support and self-management behavior in hypertensive clients with a p-value of 0.000 and a correlation coefficient of 0.333, indicating a positive relationship with weak to moderate strength. It can be concluded that family support plays a role in improving self-management behavior in hypertensive clients. Therefore, nurses are expected to actively involve families in nursing care through family-based education and interventions to improve optimal hypertension management.
Hubungan Health Literacy dan Health Belief dengan Health Seeking Behaviour pada Lansia dengan Demensia Tiara, Novi; Jauhar, Muhamad; Eswanti, Noor; Rohmaniah, Faridha Alfiyatur
(IJP) Indonesia Jurnal Perawat Vol 11, No 1 (2026): (IJP) INDONESIA JURNAL PERAWAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/ijp.v11i1.3422

Abstract

Peningkatan jumlah lansia di Indonesia diikuti oleh meningkatnya prevalensi demensia yang belum diimbangi dengan perilaku pencarian layanan kesehatan yang optimal. Banyak lansia dengan demensia tidak terdeteksi dan terlambat mendapatkan penanganan akibat rendahnya health literacy dan keyakinan kesehatan yang keliru, seperti anggapan bahwa demensia merupakan proses penuaan normal. Kondisi ini memperlebar treatment gap dan meningkatkan beban keluarga serta sistem kesehatan. Penelitian ini menjadi urgen untuk mengidentifikasi peran health literacy dan health belief terhadap health seeking behavior sebagai dasar pengembangan intervensi keperawatan komunitas yang efektif dan berbasis bukti. Tujuan dari penelitian ini yaitu menganalisis hubungan health literacy dan health belief dengan health seeking behaviour pada lansia dengan demensia. Metode penelitian menggunakan desain penelitian yaitu deskriptif analisis korelasi dengan pendekatan cross sectional. Variabel independen yaitu health literacy dan health belief serta variabel dependen yaitu health seeking behaviour. Penelitian dilakukan pada Bulan Januari 2025 di UPTD Puskesmas Dawe Kabupaten Kudus. Sampel penelitian sebanyak 106 lansia dengan Teknik purposive sampling. Kriteria Inklusi penelitian ini lansia yang berusia lebih dari 60 tahun, bisa membaca dan menulis, mampu berkomunikasi, dan tinggal di wilayah UPT Puskesmas Dawe. Kriteria Eksklusi, tidak mempunyai komplikasi penyakit berat, tidak disabilitas dan memiliki gangguan kognitif. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner health literacy 12, keyakinan Kesehatan HBM, dan perilaku pencarian bantuan kesehatan HCSBQ. Analisis data menggunakan uji chi square. Hasil Penelitian ini menunjukkan ada hubungan antara health literacy dan health belief dengan health seeking behavior dengan nilai p value p=0,01 (p0,05).