Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

PENERAPAN LATIHAN SHADOW DALAM UPAYA MENINGKATKAN KELINCAHAN PADA MATERI PERMAINAN BULUTANGKIS Sukesih, Sukesih
Dinamika Dinamika Volume VII, Nomor 1, Maret 2015
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract. The aim of this research was to get the information about an effort to improve the students agility through shadow training. The action hypothesis of this research was as follow: by using shadow training, the students’ learning achievement of the six graders of SD Negeri 2 Sokaraja in academic year 2012/2013 got improvement. The method and the design of this research was Classroom Action Research (CAR) held in 3 research cycles, each cycle had planning, acting, observing, and reflecting. The variable of this research was independent variable in this research was an effort to improve agility. The subjects of this research were the six garders of SD Negeri 2 Sokaraja in academic year 2012/2013, with 20 students (10 boys and 10 girls). The instrument of the research and the data used in this research was gained from the students’ performance of psychomotor, affective test and cognitive test as well as the activity of observation by two observers. Based on the result of the data analysis, it could be concluded that the implementation of shadow training could improve the students’ agility and learning achievement for the six graders of SD Negeri 2 Sokaraja in academic year 2012/2013. Key Words: shadow training, agility.  Abstrak. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memperoleh informasi tentang upaya meningkatkan kelincahan dengan menggunakan latihan shadow. Hipotesis tindakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: dengan menggunakan latihan shadow, kemampuan dalam hasil belajar siswa kelas VI SD Negeri 2 Sokaraja Kulon tahun ajaran 2012/2013 meningkat.                 Metode dan desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilakukan dalam 3 siklus penelitian, masing-masing siklus ditempuh melalui tahap perencanaan, tindakan, observasi dan refleksi. Variabel penelitiannya terdiri dari variabel bebas (independen) yaitu: Pembelajaran upaya peningkatan kelincahan menggunakan latihan shadow. Sedangkan variabel terikat (dependen) dalam penelitian ini adalah: upaya peningkatan kelincahan. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VI SD Negeri 2 Sokaraja Kulon tahun ajaran 2012/2013, dengan jumlah 20 peserta didik terdiri atas 10 peserta didik laki-laki dan 10 peserta didik perempuan. Instrumen penelitian dan data yang digunakan dalam penelitian ini diperoleh dengan dilakukan tes unjuk kerja psikomotoris, tes afektif dan tes kognisi serta lembar pengamatan aktivitas peserta didik melalui dua orang pengamat.                Berdasarkan analisis data hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penggunaan latihan shadow dapat meningkatkan kelincahan dan hasil belajar siswa kelas VI SD Negeri 2 Sokaraja Kulon tahun ajaran 2012/2013. Kata Kunci: Latihan shadow, kelincahan.
MENINGKATKAN KEMAMPUAN MOTORIK HALUS MELALUI BERMAIN MOZAIK ANAK USIA 5-6 TAHUN DI TK PKBM MELATI MUKTIJAYA KABUPATEN ROKAN HILIR Sukesih, Sukesih; Indarto, Wusono; Risma, Devi
Jurnal Online Mahasiswa (JOM) Bidang Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol 2, No 2 (2015): Wisuda Oktober Tahun 2015
Publisher : Jurnal Online Mahasiswa (JOM) Bidang Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Fine motor skills of children in kindergarten Tk Pkbm Melati Bed Muktijaya Rokan Hilir is still low due to lack of ability to mimic the shape, exploring the various media and activities, hold a pencil properly, in accordance with the pattern cutting and sticking with the right image. Under these conditions it is necessary efforts to improve fine motor skills of children is through play mosaic. The purpose of this study was to determine the fine motor skills of children through play mosaics, to know how to play the mosaic application, to determine whether to play the mosaic can improve fine motor skills of children and to determine the height increase occurs. This research is a classroom action research conducted in two (2) cycles. Data collection tool used in this study is in the form of sheets of observation and research subjects are children aged 5-6 years in kindergarten Tk Pkbm Melati Muktijaya consisting of 15 children 7 boys and 8 girls. Results from this study showed an increase from cycle I to cycle II. Improvement occurred, ie from before the action to the first cycle of 33.33%, the first cycle to the second cycle of 37.07%, and from the prior cycle to cycle II of 82.76%. From the results of this study concluded that through playing mosaic can improve fine motor skills of children aged 5-6 years in kindergarten Tk Pkbm Melati Bed Muktijaya Rokan Hilir.Keywords: Finemotor skills, play Mozaik
SBAR Communication (Situation, Background, Assessment, Recomendation) On Attitude And Nursing Behavior In Improving Patient Safety Sukesih, Sukesih; Faridah, Umi
KEMAS: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 16, No 2 (2020)
Publisher : Department of Public Health, Faculty of Sport Science, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/kemas.v16i2.15954

Abstract

AbstrakBackground:Sikap dan perilaku perawat dalam memberikan asuhan keperawatan kepada pasien harus menerapkan keselamatan pasien, perawat harus melibatkan kognitif, afektif, dan tindakan yang mengutamakan keselamatan pasien. salah satu solusi untuk meningkatkan keselamatan pasien yaitu dengan komunikasi efektif salah satu metode komunikasi yang efektif saat serah terima adalah komunikasi SBAR. Komunikasi SBAR (Situation, Backgroud, Assesment, Recomendation) merupakan alatinformasiyang menyediakan metode terstruktur dan formal dari komunikasi antara staf, SBAR memiliki potensi untuk meningkatkan kemampuan staf untuk menyusun dan menyampaikan informasi penting, meningkatkan keselamatan pasien dengan mengurangi kesalahan yang terjadi selama tindakan.Purpose:Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh komunikasi SBAR terhadap sikap dan perilaku perawat dalam meningkatkan keselamatan pasien.Methods:Jenis penelitian yang digunakan quasi experiment dengan desain yang digunakan pre-posttest with control group design, hasil penelitian diolah dengan uji paired sample t test untuk sampel yang berhubungan dan independent samples t test untuk sample yang tidak berhubungan, instrument komunikasi SBAR menggunakan observasi, instrument sikap dan perilaku perawat menggunakan kuesioner. Populasi pada penelitian seluruh perawat yang bertugas di ruang rawat inap kelas 3 yaitu ruang gading 1, gading 2, flamboyan, dahlia RSUD RAA Soewondo Pati sebanyak 48 perawat, tehnik sampling dalam penelitian adalah total sampling jumlah sampel 48 perawat terbagi menjadi kelompok intervensi diruang gading 1, gading 2 sebanyak 24 perawat, kelompok kontrol diruang flamboyan, ruang dahlia sebanyak 24 perawat.Results: Terdapat perbedaan yang bermakna sikap perawat sesudah diberikan pelatihan komunikasi SBAR pada kelompok intervensi dengan nilai p value 0,000 dibandingkan kelompok kontrol dengan nilai p value 0,103 (uji paired sample t test). Terdapat perbedaan yang bermakna perilaku perawat sesudah diberikan pelatihan komunikasi SBAR pada kelompok intervensi dengan nilai p value 0,000 dibandingkan kelompok kontrol dengan nilai p value 0,198 (uji paired sample t test).  Conclusion: Penelitian ini menemukan bahwa komunikasi SBAR dapat meningkatkan sikap dan perilaku perawat dalam meningkatkan keselamatan pasien. Keywords:  Komunikasi SBAR; Sikap dan Perilaku Perawat; Keselamatan pasien               
Hubungan Kualitas Tidur, Kepatuhan Minum Obat dan Aktivitas Fisik dengan Kadar Gula Darah Pasien Diabetes Melitus di Pukesmas Kaliwungu Kudus Zuliana, Eva; Rusnoto, Rusnoto; Sukesih, Sukesih
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 1 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v9i1.25409

Abstract

Di seluruh dunia, diabetes mellitus menduduki peringkat ke-5 sebagai penyebab kematian. Jika kadar gula darah lebih dari 200 mg/dL dan kadar glukosa puasa lebih dari 126 mg/dL, seseorang dikatakan menderita diabetes mellitus, penyakit kronik yang sangat ditentukan oleh kadar gula darah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan kualitas tidur, kepatuhan minum obat dan aktivitas fisik dengan kadar gula darah Pasien Diabetes Melitus. Penelitian ini akan dilakukan di Pukesmas Kaliwungu Kudus pada tanggal 17 Desember 2024 dan 10 Januari 2025. Penelitian ini menggunakan metode korelasi dengan desain penelitian cross-sectional. Berdasarkan Data dari bulan Juni hingga Agustus, terdapat populasi 100 pasien DM yang aktif berobat di pukesmas Kaliwungu. Teknik purposive sampling digunakan untuk memilih 50 sampel. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang meliputi variabel kualitas tidur dengan kuesioner PSQI; kepatuhan obat dengan kuesioner MARS-10; dan aktivitas fisik dengan kuesioner IPAQ. Kadar gula darah diukur dengan pengukuran GDS, dan korelasi Rank Spearman digunakan untuk menganalisis data. Dilihat dari hasil penelitian diperoleh responden yang mempunyai kualitas tidur baik sebanyak 33 (100%), dimana sebagian besar responden yang mempunyai kadar gula darah normal sebanyak 22 (66,7%) sedangkan responden yang mempunyai kadar gula darah tinggi sebanyak 11 (33,3%). Responden yang mempunyai kualitas tidur buruk sebanyak 17 (100%), dimana sebagian besar responden yang mempunyai kadar gula darah normal sebanyak 5 (29,4%) sedangkan responden yang mempunyai kadar gula darah tinggi sebanyak 12 (70,6%),  responden yang patuh minum obat sebanyak 34 (100%), dimana sebagian besar responden yang mempunyai kadar gula darah normal sebanyak 27 (79,4%) sedangkan responden yang mempunyai kadar gula darah tinggi sebanyak 7 (20,6%). Responden yang tidak patuh minum obat sebanyak 16 (100%), dimana sebagian besar responden yang mempunyai kadar gula darah normal sebanyak 0 (0%) sedangkan responden yang mempunyai kadar gula darah tinggi sebanyak 16 (100%), responden yang mempunyai aktivitas fisik ringan sebanyak 30 (100%), dimana sebagian besar responden yang mempunyai kadar gula darah normal sebanyak 9 (30%%) sedangkan responden yang mempunyai kadar gula darah tinggi sebanyak 21 (70%). Responden yang mempunyai aktivitas fisik sedang sebanyak 20 (100%) Sebagian besar responden memiliki kadar gula darah normal sebanyak 18 (90%) dan kadar gula darah tinggi sebanyak 2 (10%). Studi ini menemukan bahwa Adanya Hubungan Kualitas Tidur dengan Kadar Gula Darah Pasien Diabetes Melitus di Pukesmas Kaliwungu dengan nilai p 0,012 ≤0,05, Adanya Hubungan kepatuhan minum obat dengan Kadar Gula Darah Pasien Diabetes Melitus di Pukesmas Kaliwungu dengan nilai p 0,000 ≤0,05, dan Adanya Hubungan aktivitas fisik dengan Kadar Gula Darah Pasien Diabetes Melitus di Pukesmas Kaliwungu dengan nilai p 0,000 ≤0,05.
Efektivitas Konsumsi Black Garlic terhadap Penurunan Kadar Gula Darah Pada Penderita Diabetes Melitus di Desa Medini Kecamatan Undaan Kabupaten Kudus Aristianti, Fina Sari; Sukesih, Sukesih; Rusnoto, Rusnoto
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 1 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v9i1.25416

Abstract

Diabetes melitus penyakit tidak menular dengan gangguan metabolik menjadi masalah global karena semakin mengkhawatirkan dengan jumlah perkiraan penderita diabetes melitus pada tahun 2045 sebanyak 700 juta (10,9 %) mengalami peningkatan setiap tahunnya di seluruh dunia. Kadar gula darah tinggi jika tidak dikontrol bisa merusak organ penting dalam tubuh seperti jantung, retinopati diabetik, ginjal, bahkan saraf, peningkatan kadar gula darah dapat dicegah menggunakan terapi non-farmakologi dengan mengkonsumsi bawang hitam. Bawang putih hitam atau yang sering disebut dengan black garlic adalah makanan dengan berbagai manfaat kesehatan yang telah dipelajari potensinya untuk mengobati diabetes melitus, black garlic mempunyai sifat anti-diabetes yang dapat meningkatkan sensitivitas insulin sehingga kadar gula darah dapat terkendali, black garlic mempunyai senyawa antioksidan untuk melawan radikal bebas yang merusak sel – sel tubuh, menjadikannya makanan sebagai pengobatan alternatif non-farmakologi yang bermanfaat, dan aman bagi masyarakat yang menderita diabetes melitus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas konsumsi black garlic terhadap penurunan kadar gula darah pada penderita diabetes melitus di Desa Medini Kecamatan Undaan Kabupaten Kudus. Metode penelitian ini menggunakan observasi control grup pre-test post-test. Sampel 32 responden yang terdiri dari kelompok konsumsi black garlic 2 kali sehari dan 1 kali sehari. Alat ukur menggunakan glukometer digital dan standar operasional prosedur. Analisis data menggunakan Uji Paired Sampel T-Test dan Uji Independent Sampel T-Test. Dari hasil analisis didapatkan bahwa p value = 0.000 (p value < a) maka dapat disimpulkan Ho ditolak Ha diterima yang bearti ada efektivitas konsumsi black garlic terhadap penurunan kadar gula darah pada penderita Diabetes Melitus di Desa Medini Kecamatan Undaan Kabupaten Kudus. Berdasarkan penelitian ini disimpulkan bahwa adanya efektivitas konsumsi black garlic 2 kali sehari terhadap penurunan kadar gula darah pada penderita diabetes melitus di Desa Medini Kecamatan Undaan Kabupaten Kudus.
Pengaruh Black Garlic Terhadap Kekambuhan pada Penderita Gastritis di Desa Tubanan Kecamatan Kembang Kabupaten Jepara Gini, Ninda Titian Asta; Sukesih, Sukesih; Lestari, Diana Tri
Jurnal Ners Vol. 9 No. 3 (2025): JULI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i3.46537

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian Black Garlic terhadap kekambuhan pada penderita gastritis di desa Tubanan Kecamatan Kembang Kabupaten Jepara. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan desain penelitian quasi experiment dengan pendekatan control group pretest-posttest. Penelitian ini menggunakan teknik purpasive sampling, sampel yang digunakan dalam penelitian ini berjumlah 30 orang penderita gastritis, dikelompokkan menjadi 15 orang kelompok intervensi dan 15 orang kelompok kontrol. Data dikumpulkan melalui lembar observasi dan adapun teknik analisis data yang digunakan adalah uji Normalitas, uji Wilcoxon, dan uji Mann-Whitney. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat penurunan signifikan dalam frekuensi kekambuhan gastritis pada kelompok intervensi setelah diberikan black garlic, pada hasil uji Mann Whitney dapat diketahui bahwa nilai Asymp.Sig.(2-tailed) sebesar 0,002 sehingga dapat disimpulkan 0,002 < 0,05 dan hipotesis diterima. Jika hipotesis diterima maka artinya terdapat pengaruh. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pemberian black garlic memiliki pengaruh terhadap penurunan frekuensi kekambuhan gastritis pada penderita di Desa Tubanan. Oleh karena itu, black garlic dapat dipertimbangkan sebagai terapi tambahan dalam pengelolaan gastritis.
PENGARUH TERAPI FOOT MASSAGE TERHADAP TEKANAN DARAH PADA PASIEN HIPERTENSI DI DESA WUKIRSARI PATI Afifah Nur Cahya Putri Ajeng; Sukesih, Sukesih; Heny Siswanti
Nusantara Hasana Journal Vol. 5 No. 3 (2025): Nusantara Hasana Journal, August 2025
Publisher : Yayasan Nusantara Hasana Berdikari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59003/nhj.v5i3.1625

Abstract

Hypertension is a growing global health problem, characterized by systolic blood pressure ≥140 mmHg and/or diastolic blood pressure ≥90 mmHg. It is often called "The Silent Killer" because its symptoms are subtle. This disease has the potential to cause serious complications such as heart disease, stroke, and kidney failure. Factors such as unhealthy diet, lack of physical activity, and increasing age contribute to the increasing prevalence of hypertension, as reported by the WHO and the Ministry of Health. This condition requires a comprehensive treatment approach, using both pharmacological and non-pharmacological therapies. One non-pharmacological alternative that is attracting attention is foot massage therapy. This therapy is based on the principle of stimulating acupuncture points in the feet, which can improve blood circulation, relieve muscle tension, and reduce stress hormones such as cortisol and norepinephrine. With its deep relaxation effect, foot massage not only has the potential to lower blood pressure but also improves sleep quality and reduces anxiety, thereby improving the overall quality of life for hypertensive patients. Several previous studies support the effectiveness of this therapy in significantly lowering systolic and diastolic blood pressure. This study aims to test the effect of foot massage therapy on blood pressure in hypertensive patients in Wukirsari Village, Tambakromo District, Pati Regency. The research design used was observational with a pre-test and post-test control method. The intervention group received 20 minutes of foot massage therapy every evening, while the control group received education about hypertension. Blood pressure measurements were conducted using a sphygmomanometer with systematic recording according to standard operating procedures, thus obtaining valid data regarding differences in blood pressure before and after the intervention. Methodologically, this study involved 35 hypertensive patients selected purposively based on predetermined inclusion and exclusion criteria. Primary data were collected through direct observation, interviews, and recording of blood pressure measurements, while secondary data were obtained from official sources such as community health centers (Puskesmas) and the Health Office. Data analysis was conducted descriptively to describe the parameters of each variable, and inferentially using t-tests (paired and independent) to test for significant differences between the intervention and control groups. The study results are expected to provide a strong scientific basis for the application of foot massage therapy as an alternative or complementary treatment for hypertension, while also opening opportunities for further research in this area.
PENGARUH TERAPI FOOT MASSAGE TERHADAP KADAR GULA DARAH PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 Alina Dwita Anggarini; Sukesih, Sukesih; Sukarmin, Sukarmin
Nusantara Hasana Journal Vol. 5 No. 3 (2025): Nusantara Hasana Journal, August 2025
Publisher : Yayasan Nusantara Hasana Berdikari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59003/nhj.v5i3.1640

Abstract

Type 2 Diabetes Mellitus (T2DM) is a chronic metabolic disease characterized by hyperglycemia due to impaired insulin secretion and action. Uncontrolled blood sugar levels increase the risk of various complications. One complementary intervention that can help lower blood sugar levels is foot massage, a foot massage technique that involves pressure and manipulation to stimulate nerve points, improve blood circulation, activate the parasympathetic nervous system, and provide a relaxing effect. This study aims to determine the effect of foot massage on blood sugar levels in patients with T2DM. This study used a quasi-experimental design with a pre-test post-test control group design. A total of 40 respondents were divided into two groups: 20 respondents in the intervention group who were given foot massage for 10 consecutive days (15 minutes per session), and 20 respondents in the control group who only received health education. Blood sugar levels were measured before and after the intervention. In the intervention group, the average blood sugar level decreased by 14.90 mg/dL with a p value of 0.042 (p < 0.05), indicating a statistically significant decrease. In the control group, the average decrease was 27.15 mg/dL with a p value of 0.056 (p > 0.05), which means it is not significant. These results indicate that foot massage has a real effect in reducing blood sugar levels in patients with Type 2 DM. Foot massage is effectively used as a complementary therapy to help reduce blood sugar levels in patients with Type 2 DM. This therapy can be integrated into health services or done independently at home with the guidance of health workers.
Women's MSMEs Go Digital: Training and Implementation E-commerce in Balaraja District Hamdani, Hamdani; Suharti, Eni; Suryadi, Suryadi; Sukesih, Sukesih; Santoso, Yudi; Aproji, Alan; Fadilah, Suci; Nurazizah, Dinda Suci; Abinaya, Afdal; Fadilah, Selvia
MOVE: Journal of Community Service and Engagement Vol. 5 No. 1 (2025): September 2025
Publisher : EQUATOR SINAR AKADEMIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54408/move.v5i1.507

Abstract

This Community Service Activity (PKM) aims to increase the capacity of female MSME actors in Balaraja District in the use of digital technology, especially e-commerce. This program began with the construction of a  local e-commerce platform called Bala Niaga, which is designed as a digital marketing tool that is easily accessible to local MSMEs. Furthermore, face-to-face training was carried out which included an understanding of digital business concepts, online marketing strategies, and hands-on practice of using the platform. The training was attended by 55 female MSME participants assisted by the Tangerang Regency Cooperatives and SMEs Office. The results of the observation showed an increase in participants' understanding of e-commerce, and as many as 84% of participants successfully registered and activated online stores  in Bala Niaga. This activity shows that the combination of  digital platform development  and applied training is effective in encouraging the digital transformation of women's MSMEs. Continuous assistance is needed so that the use of this technology can be more optimal and sustainable.
Edukasi Audio Visual Untuk Deteksi Dini Hipertensi Di Komunitas Aisyiyah Peganjaran Kudus Eswanti, Noor; Sukesih, Sukesih; Karyati, Sri; Islami, Islami
Jurnal Inovasi Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2025): Juni
Publisher : Indonesia Emerging Literacy Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53621/jippmas.v5i1.486

Abstract

Hipertensi merupakan sebuah penyakit yang terjadi disebabkan peningkatan tekanan darah. Hipertensi sering dialami pada kelompok rentan dengan usia ≥ 40 tahun. Bertambahnya usia seseorang cenderung akan meningkatkan tekanan darah, ini disebabkan karena perubahan pada jantung serta pembuluh darah dimana ini terjadi secara alami sebagai proses penuaan. Tujuan dari dilaksanakannya Pengabdian Kepada Masyarakat ini adalah memberikan edukasi terstruktur tentang deteksi dini hipertensi melalui media audio visual dengan harapan dapat membantu anggota aisyiyah untuk mengetahui resiko terjadinya hipertensi sebagai upaya pencegahan secara optimal. Metode pelaksanaan kegiatan PKM ini menggunakan pendekatan ABCD yang memanfaatkan sumber daya yang ada pada anggota PRA Peganjaran Bae Kudus melalui 3 tahapan yaitu tahapan persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Pelaksanaan Pengabdian Kepada Masyarakat telah terlaksana pada tanggal 9 Agustus 2024 di PRA Peganjaran Bae Kudus berjalan dengan lancar dan diikuti oleh 43 peserta. Variabel yang dinilai yaitu pengetahuan anggota aisyiyah tentang deteksi dini hipertensi. Analisis data menggunakan deskriptif kuantitatif. Dari hasil PKM didapatkan setelah diberikan edukasi kesehatan melalui audio visual mayoritas pengetahuan tingkat pengetahuan anggota Aisyiyah di PRA Peganjaran Bae Kudus berada pada kategori cukup sebanyak 22 anggota (51,1%). Media audio visual telah diakui sebagai media yang efektif dalam menyampaikan informasi kesehatan. Model intervensi ini diintegrasikan dalam kegiatan pengajian Rutin Aisyiyah Kabupaten Kudus, khususnya dalam upaya promosi pencegahan terjadinya hipertensi.