Eswanti, Noor
Universitas Muhammadiyah Kudus, Kudus

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KUNJUNGAN LANSIA DALAM KEGIATAN POSYANDU LANSIA Noor Eswanti; Rita Dewi Sunarno
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 13, No 1 (2022): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jikk.v13i1.1317

Abstract

Latar Belakang : Menurus Bidang Pusat Statisti (BPS) Jumlah penduduk hasil sinkronisasi antara SP2020 per september 2020 adalah sejumlah 270,20 juta jiwa, sedangkan rilis dari hasil Kemendagri per desember 2020 adalah 271,35 juta jiwa.  Laju pertumbuhan penduduk lansia menurut Kemenkes RI pada tahun 2019-2024 masuk di kategori Aging Society dengan jumlah lansia ≥ 7% total penduduk dan akan memasuki kategori Super Aged Society pada tahun 2045 dengan jumlah lansia ≥ 21 total penduduk (Kemenkes RI, 2020). Oleh karena itu kita harus melakukan antisipatif untuk lonjakan jumlah lansia dengan mempersiapkan sarana pelayanan kesehatan lansia.Tujuan : Untuk menjawab pertanyaan tentang faktor – faktor yang mempengaruhi kunjungan lansia pada Posyandu lansiaMetode : Laporan ini merupakan suatu literature review, di dalamnya terdapat 10 artikel yang diambil dari data base komputer melalui  International Journal of Caring Sciences dan Google Scholar.Kesimpulan : Faktor yang tidak berpengaruh dalam kunjungan lansia : Jenis kelamin. Faktor yang berpengaruh dalam kunjungan lansia : pekerjaan , pendidikan, pengetahuan , sikap. Ada perbedaan dari hasil penelitian yangdilakukan dari beberapa literatur, menurut penelitian Susilowati, Rixi dan Nina  menunjukan dukungan keluarga berpengaruh dalam kunjungan lansia. Sedangkan menurut penelitian Ni Putu menyatakan tidak ada pengaruh antara dukungan keluarga dengan kunjungan posyandu lansia. Sedangkan untuk kategori umur ada perbedaan antara penelitian yan dilakukan oleh Nina (2014) yang menyebutkan ada pengaruh antara usia dengan kunjungan lansia dalam posyandu lansia. Dan menurut penelitian yang dilakukan oleh Susilowati (2014) menyebutkan tidak ada pengaruh antara usia dan kunjungan lansia.
Edukasi Audio Visual Untuk Deteksi Dini Hipertensi Di Komunitas Aisyiyah Peganjaran Kudus Eswanti, Noor; Sukesih, Sukesih; Karyati, Sri; Islami, Islami
Jurnal Inovasi Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2025): Juni
Publisher : Indonesia Emerging Literacy Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53621/jippmas.v5i1.486

Abstract

Hipertensi merupakan sebuah penyakit yang terjadi disebabkan peningkatan tekanan darah. Hipertensi sering dialami pada kelompok rentan dengan usia ≥ 40 tahun. Bertambahnya usia seseorang cenderung akan meningkatkan tekanan darah, ini disebabkan karena perubahan pada jantung serta pembuluh darah dimana ini terjadi secara alami sebagai proses penuaan. Tujuan dari dilaksanakannya Pengabdian Kepada Masyarakat ini adalah memberikan edukasi terstruktur tentang deteksi dini hipertensi melalui media audio visual dengan harapan dapat membantu anggota aisyiyah untuk mengetahui resiko terjadinya hipertensi sebagai upaya pencegahan secara optimal. Metode pelaksanaan kegiatan PKM ini menggunakan pendekatan ABCD yang memanfaatkan sumber daya yang ada pada anggota PRA Peganjaran Bae Kudus melalui 3 tahapan yaitu tahapan persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Pelaksanaan Pengabdian Kepada Masyarakat telah terlaksana pada tanggal 9 Agustus 2024 di PRA Peganjaran Bae Kudus berjalan dengan lancar dan diikuti oleh 43 peserta. Variabel yang dinilai yaitu pengetahuan anggota aisyiyah tentang deteksi dini hipertensi. Analisis data menggunakan deskriptif kuantitatif. Dari hasil PKM didapatkan setelah diberikan edukasi kesehatan melalui audio visual mayoritas pengetahuan tingkat pengetahuan anggota Aisyiyah di PRA Peganjaran Bae Kudus berada pada kategori cukup sebanyak 22 anggota (51,1%). Media audio visual telah diakui sebagai media yang efektif dalam menyampaikan informasi kesehatan. Model intervensi ini diintegrasikan dalam kegiatan pengajian Rutin Aisyiyah Kabupaten Kudus, khususnya dalam upaya promosi pencegahan terjadinya hipertensi.