Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

UPAYA PENINGKATAN KOMPETENSI PARISH NURSE (KADER KESEHATAN JEMAAT) MELALUI PELATIHAN PARISH NURSING Sandy Kurniajati; Erlin Kurnia; Akde Triyoga
Jurnal Penelitian Keperawatan Vol 3 No 2 (2017): Jurnal Penelitian Keperawatan
Publisher : STIKES RS Baptis Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32660/jurnal.v3i2.217

Abstract

Pelayanan kesehatan pada komunitas harus digerakkan melalui pemberdayaan komunitas untuk memperoleh derajat kedehatan yang optimal secara mandiri. PELKESI pada tahun 2012 mengenalkan program Parish Nursing yaitu program pelayanan kesehatan komunitas jemaat yang mengelola pelayanan kesehatan secara komprehensif dan holistic mencakup bio-psiko, sosio-spiritual dari semua tahap kehidupan manusia melalui pemberdayaan masyarakat jemaat (Manurung dkk, 2012). Tujuan yang dicapai adalah meningkatkan kompetensi kader kesehatan Parish Nursing (Parish Nurse) melalui Pelatihan . Desain kegiatan ini adalah pra eksperimen pre-post test desain. Populasi responden adalah kader kesehatan jemaat berasal dari Posyandu Lansia Sejahtera Gereja Baptis Indonesia (GBI) Setia Bakti Kediri dan Kader Kesehatan Jemaat dari Panti Wredha St. Yoseph Kediri , dengan jumlah responden 20 orang. Variabel yang diukur adalah kompetensi Parish Nursing yang diambil dengan test tulis. Pelatihan diberikan meliputi 3tahap (Basic Course, Intermediate Course, dan Advance Course), pelatihan dilaksanakan 8 kali tatap muka yang dilaksanakan pada bulan Maret sampai April 2015 tempat di STIKES RS Baptis Kediri. Analisis dilakukan dengan membandingkan hasil kompetensi awal dan akhir dengan statistic T test. Hasil kegiatan, kompetensi awal parish nurse dengan skor rata-rata 15 (kurang) sedangkan skor rata-rata hasil pelatihan didapat 19,7(cukup) dengan peningkatan rerata 4,7 poin. Hasil statistik T Test didapatkan p=0,00 yang menunjukkan ada perbedaan yang signifikan kompetensi Parish Nurse sebelum dan sesudah Pelatiham. Disimpulkan pemberian pelatihan Parish Nursing mampu meningkatkan kompetensi pada Parish Nurse dari Kompetensi Kurang menjadi Cukup.Kata Kunci: Parish Nurse, Parish Nursing, Kompetensi  
APLIKASI SENAM OTAK (BRAIN GYM) DI POSYANDU DALAM UPAYA MENINGKATKAN KOGNITIF LANSIA Sandy Kurniajati; Akde Triyoga; Rina Endah Kristini
Jurnal Penelitian Keperawatan Vol 3 No 1 (2017): Jurnal Penelitian Keperawatan
Publisher : STIKES RS Baptis Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32660/jurnal.v3i1.286

Abstract

Lanjut usia akan mengalami proses penurunan kondisi biologis, kondisi psikologis serta perubahan kondisi sosial dan perubahan tersebut mengakibatkan penurunan fungsi kognitif. Tujuan penulisan ini untuk merumuskan aplikasi senam otak (Brain gym) sebagai rekomendasi program senam otak di posyandu lansia. Metode kegiatan ini adalah Descrition explorative dengan rancang bangun untuk menghasilkan rekomendasi. Populasi kegiatan adalah kader posyandu lansia di Posyandu Lansia GBI Setia Bakti Kediri dan Posyandu Lansia di GBI Baitlahim Kediri dengan jumlah 20 orang (Quota Sampling). Rangkaian kegiatan meliputi 3 tahap (Tahap pembeberian materi, Tahap Praktikum, Tahap Perumusan Rekomendasi.Kegiatan dilaksanakan pada bulan Juni sampai Juli 2016. Analis dengan analisis kualitatif melalui Focus Group Disscation (FGD). Hasil kegiatan yang direkomundasikan: Gerakan meningkatkan energi dan penguatan sikap: pada gerakan minum air harus menyesuaikan kondisi lansia, Sakelar orak, Tobol bumi, Tombol imbang, Tombol angkasa, Menguap energi, Pasang telinga, Kait relaks dan Titik positif dapat direkomundasikan dengan modifikasi gerakan dapat dilaksanakan dengan duduk bagi lansia yang tidak mampu berdiri dalam waktu lama. Gerakan menyeberangi garis tengahi:  Gerakan silang, Gajah, Putaran leher, Mengisi energi, Bayangkan X dapat direkomendasikan, untuk Coret ganda, dam Abjad 8 z perlu dipertimbangkan terkait sarana dan prasarana yang tersedia di posyandu atau dimodifikasi dengan kertas. Sedangkan Gerakan 8 Tidur dimodifikasi dengan duduk dan  Oleng pinggul, dan Gerakan silang berbaring tidak direkomendasikan. Gerakan merengangkan otot: gerakan Burung hantu, Mengaktifkan tangan, Lambaian kaki, dan  Gerakan luncur grafitasi  direkomendasikan, sedangkan Memompa betis dan Pasang kuda-kuda tidak direkomendasikan. Disimpulkan rekomendasi latihan senam otak (brain gym) di posyandu meliputi 3 kelompok gerakan dapat dilaksanakan dengan menghilangkan gerakan  dilantai dan gerakan yang membebani sendi pemndompang berat badan. Kata kunci: Senam Otak, Lansia, Fungsi Kognitif, Posyandu
KOMPRES HANGAT DAN RELAKSASI NAFAS DALAM EFEKTIF MENURUNKAN NYERI PASIEN REUMATOID ARTRITIS Dimas Alfana Bouries Doliarn’do; Sandy Kurniajati; Erva Elli Kristanti
Jurnal Penelitian Keperawatan Vol 4 No 2 (2018): Jurnal Penelitian Keperawatan
Publisher : STIKES RS Baptis Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32660/jurnal.v4i2.324

Abstract

Reumatoid Artritis termasuk 5 besar penyakit yang diderita oleh pasien rawat jalan di Puskesmas Pesantren 1 Kota Kediri. Asuhan keperawatan untuk mengurangi nyeri pada pasien reumatoid artritis diantaranya dengan  mengkompres sendi yang sakit dengan air hangat dan relaksasi nafas dalam. Penelitian ini bertujuan menganalisis perbedaan efektivitas kompres hangat dan relaksasi nafas dalam terhadap penurunan nyeri  pada pasien reumatoid artitis di Puskesmas Pesantren 1 Kota Kediri. Desain penelitian ini adalah Quasy Experiment. Populasi dalam penelitian ini adalah pasien reumatoid artitis. Jumlah subjek 36 responden dengan menggunakan teknik Purposive Sampling. Variabel independen kompres hangat, relaksasi nafas dalam dan variabel dependen nyeri. Data dikumpulkan menggunakan  skala nyeri numerik, kemudian di analisis menggunakan uji statistik Wilcoxon dan Mann-Whitney dengan  tingkat  kemaknaan  ? ? 0,05. Hasil penelitian kompres hangat terbukti efektif menurunkan nyeri dengan p=0,00 (dengan penurunan 1,83) dan relaksasi nafas dalam terbukti efektif menurunkan nyeri dengan p= 0,000 (dengan penurununan 1,33). Kedua terapi tersebut tidak ada beda signifikan dalam menurunkan nyeri dengan p=0,88. Disimpulkan kompres hangat dan teknik relaksasi nafas dalam efektif mengurangi nyeri tapi tidak ada perbedaan signifikan dalam mengurangi nyeri pada pasien dengan rheumatoid arthritis.
PENILAIAN TUMBUH KEMBANG DENGAN DUKUNGAN ANTICIPATORY GUIDANCE PADA ANAK DI TEMPAT PENITIPAN ANAK Sandy Kurniajati; Kili Astarani; Dewi Ika Sari Hari Poernomo
Jurnal Penelitian Keperawatan Vol 5 No 1 (2019): Jurnal Penelitian Keperawatan
Publisher : STIKES RS Baptis Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32660/jurnal.v5i1.336

Abstract

Pertumbuhan dan perkembangan anak sangat dipengaruhi oleh lingkungan. Dukungan keamanan lingkungan melalui anstisipatory guidance. Dukungan ini bukan hanya diperlukan pada lingkungan di tempat penitipan anak , tetapi juga pada lingkungan keluarga. Tujuan penelitian ini adalah untuk menggambarkan pertumbuhan dan perkembangan pada anak dengan dukungan anticipatory guidance pada anak di Rumah Bermain Belajar dan Tempat Penitipan Anak (RBB TPA) Permata Baptis Kediri. Desain penelitian ini deskriptif dengan populasi anak di RBB TPA TPA Pemata Baptis Kediri. Sampling yang digunakan Total Sampling dengan subyek 12 responden. Variabel penelitian adalah status gizi (dengan berat/tinggi badan) dan tumbuh kembang anak (dengan Denver Development Screening Test). Data diambil dengan observasi ( pengukuran berat badan dan tinggi badan, serta observasi dengan format Denver Development Screening Test) dan di analisis dengan deskripsi analisis. Hasil penelitian menunjukkan 50% anak memiliki status gizi obesitas dan 33,4% memiliki status gizi kurus. Penilaian tumbuh kembang pada anak didapat hasil perkembangan perilaku sosial 66,7% tidak tercapai, Motorik halus 58,3% belum tercapai, Bahasa 58,3% belum tercapai, Motorik kasar 75% tercapai. Disimpulkan anak mengalami gizi lebih (obesitas) namun sebaliknya juga sebagian mengalami gizi kurang. Perkembangan anak di RBB-TPA dengan dukungan Anticipatory Guidance  yang belum tercapai pada perkembangan perilaku sosial dan perkembangan motorik halus.
PENINGKATAN KEMAMPUAN DETEKSI DINI FAKTOR RESIKO STROKE MELALUI PENDIDIKAN KESEHATAN METODE PELATIHAN Sandy Kurniajati; Isabela Paradi; Rycho Luchas Puspo Ndaru; Yunita Kristiani
Jurnal Penelitian Keperawatan Vol 8 No 2 (2022): Jurnal Penelitian Keperawatan
Publisher : STIKES RS Baptis Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32660/jpk.v8i2.615

Abstract

Bertambahnya usia akan meningkatkan resiko kejadian stroke. Kader kesehatan merupakan role model dalam peningkatan kesadaran akan bahaya stroke. Tujuan penelitian ini untuk mengalisis pengaruh pendidikan kesehatan metode pelatihan dalam deteksi dini faktor resiko stroke pada kader kesehatan di Posbindu desa Segaran Kecamatan Wates kabupaten Kediri. Desain penelitian ini adalah praeksperement one grup pre post tes desain. Populasi adalah kader Kesehatan, dengan besarsampel 27 orang, dengan teknik sampling jenuh. Varibel penelitian adalah pengetahuan deteksi dini faktor resiko stroke, dengan intrument format penilaian resiko dan kusioner, analisis statistik dengan uji paired T-tes. Hasil penelitian didapat Risiko Stroke Pada kurang dari setengah ringan 48,1% dan faktor resiko stroke didapatkan tinggi sebesar 22,2%. Berdasarkan jenis faktor resikanya: Faktor Tekanan darah berisiko lebih dari 50% sedang (63%), Faktor resiko nadi mayoritas rendah (88,9%,) Faktor Rokok sebagian besar rendah (74,1%), Faktor Kolesterol setengah (51%) rendah. Faktor DM kurang dari setengah rendah (44,4%). Faktor Aktifitas mayoritas sedang (88,9%), Faktor IMT lebih dari 50% (66,7%) tinggi. Faktor Keluarga lebih dari 50% (63%) rendah. Hasil uji statistik perubahan pengetahuan p= 0,003 dan perubahan -0,93 poin. Kesimpulan Kader Posyandu memiliki resiko stroke sedang dan tinggi, pemberian pendidikan kesehatan dengan metodepelatihan efektif meningkatkan pengetahuan deteksi dini faktor resiko stroke.
LITERATUR REVIEW: ANALISIS KUALITAS AIR LIMBAH RUMAH SAKIT MENGGUNAKAN INDIKATOR BAKU MUTU BOD, COD, TSS Sandy Kurniajati; Maria Anita Yusiana; Imelda Lintang Utami
Jurnal Penelitian Keperawatan Vol 9 No 2 (2023): Jurnal Penelitian Keperawatan
Publisher : STIKES RS Baptis Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32660/jpk.v9i2.697

Abstract

Mutu limbah cair rumah sakit dapat diukur dengan parameter BOD, COD dan TSS. Limbah yang memiliki tingkat pencemaran yang tinggi akan berdampak buruk bagi kesehatan manusia, makhluk hidup sekitar dan kerusakan lingkungan. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis kualitas pengolahan air limbah di rumah sakit berdasarkan Permen LHK No. 68 tahun 2016 tentang baku mutu air limbah domestik. Metode penelitian dengan menggunakan Literatur Review, Populasi Jurnal sebanyak 10 jurnal dengan kata kunci kualitas air limbah, Rumah Sakit, BOD, COD dan TSS. Hasil penelitian didapatkan bahwa limbah cair pada INLET 10 jurnal (100 %) BOD tidak memenuhi standar, 6 jurnal (60%) COD tidak memenuhi standar, 8 jurnal (80%) TSS tidak memenuhi standar. Pada OUTLET 4 jurnal (40 %) BOD tidak memenuhi standar, 4 jurnal (40%) COD tidak memenuhi standar, dan 5 jurnal (50%) TSS tidak memenuhi standar. Pengolahan air limbah pada rumah sakit belum optimal, nilai BOD, COD dan TSS yang tinggi menunjukkan tingginya kandungan pencemar yang berbahaya bagi lingkungan.
IMPROVING CHILDREN'S ENGLISH ABILITY IN INTRODUCTION OF ADL VOCABULARY THROUGH PICTURE MEDIA AT KINDERGARTEN OF PKK PARANG 1 BULAKDAWUNG, KEDIRI REGENCY Yoyok Febrijanto; Sandy Kurniajati; Erva Elli Kristanti; Abram Sinar Saktiya; Otniel Febritian Christada; Devina Marsaulina Nababan; Imelda Amelia; Anette Von Bone; Hannah Anich; Micah Erickson; Laurent Workman
Pedagogic Research-Applied Literacy Journal Vol. 2 No. 3 (2025): Volume 2 Number 3 May - July 2025
Publisher : Suluh Adiluhung Publisher (SAPub)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70574/0t2hq693

Abstract

This community service is based on the results of observations and research experiences during the implementation of learning to recognize vocabulary in the language development of children who are less able to understand the teacher's explanation, not all children can imitate vocabulary and mention it correctly. The purpose of this community service is to improve English language skills in recognizing ADL vocabulary with picture media using the Class Action approach in children at Kindergarten of PKK Parang 1, Bulakdawung, Kediri Regency, totaling 12 children. The results show that children's English skills in independence, and accuracy in children, most of the children have reached the Developing According to Expectations (Berkembang Sesuai Harapan) stage with the following details: for the independence aspect 79.17%, and for the accuracy aspect 72.92%. While the average percentage of all three reached 76.04%. Thus, it can be concluded that the hypothesis of action to improve children's language skills in the activity of recognizing ADL Vocabulary with picture media in children aged 5-6 years at Kindergarten of PKK Parang I, Bulakdawung, Kediri Regency can be accepted.