Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

PENINGKATAN FUNGSI, ESTETIKA, DAN AKSESIBILITAS RUANG TERBUKA HIJAU BERBASIS PARTISIPASI MASYARAKAT DI TAMAN MUMBARA, BANYUMENENG, YOGYAKARTA Widianti, Anita; Nurtopo, Divania; Mangopa, Zulfikri Nanda Putra; Azmi, Hafidzul
Journal of Community Empowerment Vol 4, No 3 (2025): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v4i3.36873

Abstract

ABSTRAK                                                                                     Taman Mumbara merupakan Ruang Terbuka Hijau (RTH) yang ada di RT 16, Banyumeneng, Sleman, Yogyakarta. Taman tersebut menjadi tempat rekreasi masyarakat lokal sambil melihat kereta api melintas. Peningkatan pengunjung memicu munculnya pedagang makanan di sekitar taman. Beberapa permasalahan yang muncul adalah rendahnya partisipasi warga dan pengunjung dalam memelihara taman. Akibatnya, banyak tanaman yang tidak terawat, serta sampah yang dibuang tidak pada tempatnya. Selain itu, akses ke taman tidak ramah bagi penyandang disabilitas. Untuk itu, tim Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Muhammadiyah Yogyakarta telah melaksanakan lima program. Program awal yang sudah dilaksanakan adalah edukasi tentang pentingnya RTH yang dihadiri oleh 50 warga. Pemahaman warga tentang RTH meningkat sebesar 24%. Program selanjutnya meliputi peningkatan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan RTH, serta peningkatan fungsi, estetika, dan aksesibilitas RTH. Kegiatan yang dilaksanakan meliputi (1) pendampingan penanaman dan perawatan RTH melalui kerja bakti oleh 45 warga, (2) sosialisasi tata tertib pengunjung melalui papan informasi dan rambu-rambu edukasi, (3) penambahan fasilitas bermain anak dan tempat sampah, (4) penataan akses RTH agar ramah penyandang disabilitas, serta pemasangan pagar pengaman. Evaluasi dilakukan dengan menyebarkan kuesioner kepuasan dan meminta umpan balik dari para pengurus RT 16 selaku mitra. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa tingkat kepuasan mitra secara keseluruhan sangat tinggi (100%). Kesadaran pengunjung dan penjual meningkat, hal ini dibuktikan dengan kondisi taman yang selalu bersih. Kata kunci: Ruang Terbuka Hijau; partisipasi masyarakat; fungsi; estetika; aksesibilitas taman ABSTRACTMumbara Park is a Green Open Space (RTH) located in RT 16, Banyumeneng, Sleman, Yogyakarta. The park serves as a recreational spot for locals, offering a unique experience of watching trains pass by. As visitor numbers grow, food vendors have begun setting up around the park. Some of the issues that have arisen include low participation by residents and visitors in maintaining the park. As a result, many plants are neglected, and trash is misplaced. Additionally, access to the park isn't disability-friendly. To address these issues, the Community Service Team from Universitas Muhammadiyah Yogyakarta launched five programs. The first event was an educational session on the importance of RTH, attended by 50 residents, which increased their understanding of RTH by 24%. Further initiatives focused on boosting community involvement in RTH management and enhancing its functionality, aesthetics, and accessibility. Activities included (1) guided planting and maintenance through community clean-up events with 45 residents, (2) Visitor guidelines posted on info boards and educational signs, (3) adding children's play facilities and trash bins, and (4) Disability-friendly access improvements and safety fencing installation. Evaluations involved satisfaction surveys and feedback from RT 16 management. Results showed extremely high overall satisfaction (100%). Visitor and vendor awareness has risen, reflected in the park's consistently clean condition. Keywords: Green Open Space; community participation; the park's function; aesthetics; accessibility.
Splitting Tensile Strength of Soft Clay–Coconut Coir Fiber Mixtures Soaked in NaOH at Various Concentrations Perdana Putra, Pandu; Widianti, Anita
International Journal of Science and Environment (IJSE) Vol. 6 No. 1 (2026): February 2026
Publisher : CV. Inara in Colaboration with www.stie-sampit.ac.id

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51601/ijse.v6i1.438

Abstract

Soil strength plays a crucial role in construction and geotechnical engineering. Weak soils, such as soft clay, often exhibit low bearing capacity, necessitating ground improvement techniques to ensure structural stability. One promising method for soil reinforcement involves the use of natural fibers, particularly coconut coir, which can be chemically treated to enhance its bonding with soil particles. This study investigates the effect of sodium hydroxide (NaOH) treatment on coconut coir fibers and its influence on the splitting tensile strength of a soil–fiber mixture. Coconut coir fibers, measuring 3–5 cm in length and incorporated at a content of 0.6%, were soaked in NaOH solutions of varying concentrations (0%, 5%, 10%, 15%, and 20%) for three hours prior to mixing. The treatment aimed to roughen the fiber surface and improve mechanical interlocking with the soil matrix. Splitting tensile strength tests were conducted following the SNI-2491 standard, with three specimens prepared for each NaOH concentration. The results indicate that NaOH treatment did not significantly enhance the splitting tensile strength of the soil–fiber mixture. The highest average splitting tensile strength, 33.48 kPa, was observed in samples reinforced with untreated fibers (0% NaOH). These findings suggest that, for coconut coir fibers of this size and content, chemical treatment with NaOH may not be necessary for improving soil tensile performance.
PROGRAM PENYEHATAN LINGKUNGAN PERMUKIMAN MELALUI PENGELOLAAN SAMPAH DI RT 16, BANYUMENENG, YOGYAKARTA Anita Widianti; Zada Ulima; Yuli Sri Handayani
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 6 (2023): martabe : jurnal pengabdian kepada masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v6i6.1899-1906

Abstract

Wilayah RT 16, Banyumeneng, Yogyakarta memiliki beberapa permasalahan Penyehatan Lingkungan Permukiman (PLP) yang harus diselesaikan, salah satunya adalah sampah rumah tangga. Masih ada sebagian warga yang kurang paham tentang pentingnya PLP, tentang cara mengelola sampah rumah tangga yang tepat, dan masih kurangnya motivasi sebagian warga untuk ikut mengelola sampah. Beberapa kegiatan pengabdian masyarakat yang dilaksanakan adalah sosialisasi dan edukasi tentang pentingnya PLP, sosialisasi dan edukasi tentang cara memilah sampah anorganik, penyusunan buku saku panduan pemilahan sampah, pengadaan kantong pilah sampah untuk setiap rumah tangga, serta pendampingan pengelolaan sampah setiap dua minggu sekali. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa dua kegiatan sosialisasi dan edukasi yang dilaksanakan telah meningkatkan pemahaman warga tentang langkah-langkah yang harus dilakukan untuk meningkatkan PLP, cara memilah sampah anorganik, dan cara memanfaatan dana shodaqoh sampah yang terkumpul. Pembuatan buku pedoman pilah sampah anorganik dan pengadaan kantong pilah sampah sangat membantu warga RT 16 untuk memilah sampah anorganik dari rumahnya masing-masing.
Pengaruh Subtitusi Bubuk Cangkang Telur terhadap Batas-batas Konsistensi Tanah Lempung yang Distabilisasi dengan Kapur Diana, Willis; Hartono, Edi; Widianti, Anita; Apriliani, Rinda
MEDIA KOMUNIKASI TEKNIK SIPIL Volume 27, Nomor 2 (2021)
Publisher : Department of Civil Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (528.312 KB) | DOI: 10.14710/mkts.v27i2.33885

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis potensi pemanfaatan bubuk cangkang telur (egg shell powder, ESP) untuk menggantikan kapur pada stabilisasi tanah-kapur. Bubuk cangkang telur diketahui mengandung kalsit dalam jumlah yang besar.  Batas-batas konsistensi biasanya digunakan untuk menilai workabilitas dan memperkirakan perubahan sifat mekanik tanah yang distabilisasi. Dalam penelitian ini digunakan kapur tohor (quicklime) dan kapur padam (hydrated lime). Initial Consumption of Lime (ICL) diperoleh dengan menggunakan uji pH metode Eades and Grim, hasil pengujian didapatkan ICL 8%. Variasi pengujian yang dilakukan adalah dengan mensubtitusi sejumlah kapur dengan ESP, yaitu 0%, 25%, 50%, 75% dan 100% dari ICL. Hasil pengujian menunjukan bahwa dengan stabilisasi kapur indeks plastistas menurun sebesar 55%-60%. Semakin banyak kadar kapur yang disubtitusi dengan ESP menyebabkan peningkatan indeks plastisitas dibandingkan stabilisasi tanah-kapur. Tetapi, pada subtitusi seluruh kadar kapur dengan ESP,  indeks plastitas tanah menurun sebesar 29% dibandingkan tanah asli.  Batas susut tanah asli 10,43%, setelah distabilisasi dengan 8% bubuk cangkang telur batas susutnya menjadi 13,22% , terjadi peningkatan 26%, sedangkan rasio susut, susut volumetrik, dan susut linear penurunannya tidak signifikan. Jenis kapur (kapur padam dan kapur tohor) memperlihatkan perilaku perubahan plastisitas tanah yang hampir sama.. Bubuk cangkang telur dapat digunakan untuk bahan stabilisasi tanah, dan mampu merubah plastisitas tanah,  tetapi perubahan plastisitas yang terjadi tidak sebesar stabilisasi menggunakan kapur.