Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

Penggunaan Limbah Serat Sabut Kelapa yang Sudah Direndam NaOH Untuk Meningkatkan Kuat Tarik Lempung Lunak Widianti, Anita; Ramadhan, Bramanda Fakhri; Muntoha, Aji
TEKNIKA SAINS Vol 10, No 1 (2025): TEKNIKA SAINS
Publisher : Universitas Sang Bumi Ruwa Jurai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24967/teksis.v10i1.3941

Abstract

Lempung lunak adalah salah satu jenis tanah yang memiliki kuat tarik dan kuat dukung yang rendah. Limbah sabut kelapa merupakan salah satu material yang dapat dimanfaatkan untuk memperkuat tanah tersebut, karena seratnya memiliki kuat tarik yang tinggi. Untuk lebih meningkatkan kekuatan serat terdapat beberapa metode yang dapat diterapkan, diantaranya dengan merendam serat menggunakan cairan Natrium Hidroksida (NaOH) sebelum dicampurkan ke dalam tanah. Tujuan dari penelitian ini adalah membandingkan kekuatan tarik tanah yang dicampur serat sabut kelapa tanpa dan dengan direndam NaOH selama 1 jam. Kadar serat sabut kelapa yang digunakan bervariasi, yaitu sebanyak 0 persen, 0.4 persen, 0,6 persen, 0,8 persen, dan 1 persen dari berat tanah campuran. Konsentrasi NaOH yang digunakan sebesar 7,5 persen Permukaan serat sabut kelapa yang direndam dalam cairan NaOH akan menjadi lebih kasar, sehingga ikatan dengan tanah dapat meningkat. Uji yang dilakukan adalah uji kuat tarik belah dengan mengacu ASTM-D3967. Serat yang direndam dengan NaOH menghasilkan nilai kuat tarik campuran yang lebih tinggi dibandingkan dengan campuran yang menggunakan serat tanpa direndam NaOH. Nilai optimal diperoleh dari campuran tanah-serat 0,6 persen yang telah direndam NaOH, yaitu sebesar 31,09 kPa.
PROGRAM PENYEHATAN LINGKUNGAN PERMUKIMAN MELALUI PENGELOLAAN SAMPAH DI RT 16, BANYUMENENG, YOGYAKARTA Widianti, Anita; Ulima, Zada; Sri Handayani, Yuli
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 6 (2023): martabe : jurnal pengabdian kepada masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v6i6.1899-1906

Abstract

Wilayah RT 16, Banyumeneng, Yogyakarta memiliki beberapa permasalahan Penyehatan Lingkungan Permukiman (PLP) yang harus diselesaikan, salah satunya adalah sampah rumah tangga. Masih ada sebagian warga yang kurang paham tentang pentingnya PLP, tentang cara mengelola sampah rumah tangga yang tepat, dan masih kurangnya motivasi sebagian warga untuk ikut mengelola sampah. Beberapa kegiatan pengabdian masyarakat yang dilaksanakan adalah sosialisasi dan edukasi tentang pentingnya PLP, sosialisasi dan edukasi tentang cara memilah sampah anorganik, penyusunan buku saku panduan pemilahan sampah, pengadaan kantong pilah sampah untuk setiap rumah tangga, serta pendampingan pengelolaan sampah setiap dua minggu sekali. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa dua kegiatan sosialisasi dan edukasi yang dilaksanakan telah meningkatkan pemahaman warga tentang langkah-langkah yang harus dilakukan untuk meningkatkan PLP, cara memilah sampah anorganik, dan cara memanfaatan dana shodaqoh sampah yang terkumpul. Pembuatan buku pedoman pilah sampah anorganik dan pengadaan kantong pilah sampah sangat membantu warga RT 16 untuk memilah sampah anorganik dari rumahnya masing-masing.
PENINGKATAN FUNGSI, ESTETIKA, DAN AKSESIBILITAS RUANG TERBUKA HIJAU BERBASIS PARTISIPASI MASYARAKAT DI TAMAN MUMBARA, BANYUMENENG, YOGYAKARTA Widianti, Anita; Nurtopo, Divania; Mangopa, Zulfikri Nanda Putra; Azmi, Hafidzul
Journal of Community Empowerment Vol 4, No 3 (2025): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v4i3.36873

Abstract

ABSTRAK                                                                                     Taman Mumbara merupakan Ruang Terbuka Hijau (RTH) yang ada di RT 16, Banyumeneng, Sleman, Yogyakarta. Taman tersebut menjadi tempat rekreasi masyarakat lokal sambil melihat kereta api melintas. Peningkatan pengunjung memicu munculnya pedagang makanan di sekitar taman. Beberapa permasalahan yang muncul adalah rendahnya partisipasi warga dan pengunjung dalam memelihara taman. Akibatnya, banyak tanaman yang tidak terawat, serta sampah yang dibuang tidak pada tempatnya. Selain itu, akses ke taman tidak ramah bagi penyandang disabilitas. Untuk itu, tim Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Muhammadiyah Yogyakarta telah melaksanakan lima program. Program awal yang sudah dilaksanakan adalah edukasi tentang pentingnya RTH yang dihadiri oleh 50 warga. Pemahaman warga tentang RTH meningkat sebesar 24%. Program selanjutnya meliputi peningkatan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan RTH, serta peningkatan fungsi, estetika, dan aksesibilitas RTH. Kegiatan yang dilaksanakan meliputi (1) pendampingan penanaman dan perawatan RTH melalui kerja bakti oleh 45 warga, (2) sosialisasi tata tertib pengunjung melalui papan informasi dan rambu-rambu edukasi, (3) penambahan fasilitas bermain anak dan tempat sampah, (4) penataan akses RTH agar ramah penyandang disabilitas, serta pemasangan pagar pengaman. Evaluasi dilakukan dengan menyebarkan kuesioner kepuasan dan meminta umpan balik dari para pengurus RT 16 selaku mitra. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa tingkat kepuasan mitra secara keseluruhan sangat tinggi (100%). Kesadaran pengunjung dan penjual meningkat, hal ini dibuktikan dengan kondisi taman yang selalu bersih. Kata kunci: Ruang Terbuka Hijau; partisipasi masyarakat; fungsi; estetika; aksesibilitas taman ABSTRACTMumbara Park is a Green Open Space (RTH) located in RT 16, Banyumeneng, Sleman, Yogyakarta. The park serves as a recreational spot for locals, offering a unique experience of watching trains pass by. As visitor numbers grow, food vendors have begun setting up around the park. Some of the issues that have arisen include low participation by residents and visitors in maintaining the park. As a result, many plants are neglected, and trash is misplaced. Additionally, access to the park isn't disability-friendly. To address these issues, the Community Service Team from Universitas Muhammadiyah Yogyakarta launched five programs. The first event was an educational session on the importance of RTH, attended by 50 residents, which increased their understanding of RTH by 24%. Further initiatives focused on boosting community involvement in RTH management and enhancing its functionality, aesthetics, and accessibility. Activities included (1) guided planting and maintenance through community clean-up events with 45 residents, (2) Visitor guidelines posted on info boards and educational signs, (3) adding children's play facilities and trash bins, and (4) Disability-friendly access improvements and safety fencing installation. Evaluations involved satisfaction surveys and feedback from RT 16 management. Results showed extremely high overall satisfaction (100%). Visitor and vendor awareness has risen, reflected in the park's consistently clean condition. Keywords: Green Open Space; community participation; the park's function; aesthetics; accessibility.