Antono Suryoputro
Unknown Affiliation

Published : 35 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

KOLABORASI LINTAS SEKTOR DALAM PENDIDIKAN KESEHATAN REPRODUKSI ANAK JALANAN Firdha Rahma Nurbadlina; Zahroh Shaluhiyah; Antono Suryoputro
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 12, No 2 (2021): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jikk.v12i2.1069

Abstract

Background: Lack of knowledge and limited access to information about reproductive health make street children vulnerable to complex reproductive health problems, one of the problems of uncontrolled reproduction is free sex, drinking alcohol, unwanted pregnancy, abortion, Sexually Transmitted Infections (STIs), HIV/AIDS.Objective: This study aims to conduct a literature study to obtain the input on improvements in dealing with reproductive health problems in street children.Methods: This research was conducted in April 2021 by conducting literature review on various research results that have been published during January 2014 to December 2020 in national and international journals and obtained 10 research journals.Results: The results of several studies to develop reproductive health on street children from various sectors illustrate that the knowledge of street children about reproductive health is still very lacking. PKPR as the basic sector in the development of reproductive health has not touched street children. The health department as a pioneer of health reproduction has also not launched a reproductive health program for them. Social services as the father of street children have not touched on his reproductive health problems, so far social services are still focusing on the social welfare of street children.Conclusion: Health as a component is no less important in the problem of street children, especially in their reproductive health. Therefore, we need cross-sector collaboration to manage reproductive health problems of street children. 
Effectiveness of Pre-Harvest Feed Treatments and Post-Harvest Processing in Reducing Escherichia coli Contamination in Catfish (Clarias gariepinus) Nur Endah Wahyuningsih; Sutopo Patriajati; Ayun Sriatmi; Antono Suryoputro; Puteri Inandin Nabiha; Mahalul Azam
JURNAL KESEHATAN LINGKUNGAN Vol. 18 No. 1 (2026): JURNAL KESEHATAN LINGKUNGAN
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jkl.v18i1.2026.10-18

Abstract

Introduction: The presence of Escherichia coli strains in freshwater fish like catfish (Clarias gariepinus) populations has caused contamination, particularly in Indonesian aquaculture areas where domestic garbage is the primary source of contamination. In order to determine the appropriate handling of E. coli and fecal Coliform contamination before and after harvesting, this study examined the effects of treatment on safety measures for consumption. Methods: Between March and November 2022, a posttest-only control design was used in 126 catfish samples from Bumiayu, Central Java for an experimental study that was quasi-quantitative. There were two types of feed used during growth, followed by six treatments post-harvest (washing; soaking; fry; grill). The MPN method was employed in microbiology testing. Results and Discussion: There was no significant difference in microbial load variation before harvesting the food, with a pre-harvest feed variation of p > 0.05 (indicating that environmental contamination may have been more important). Thermal treatments that completely eradicated E. coli and fecal coliforms (0 MPN/g) by cooking at high temperature for 4-6 minutes and grilling for 5-7 minutes, were the only alternative to post-harvest treatment. Washing and soaking alone remained ineffective. Conclusion: This study demonstrates that high-temperature processing is a reliable method to ensure microbiological safety of catfish, whereas feed variation before harvest has minimal influence under environmentally contaminated conditions. The findings provide practical guidance on safe cooking time–temperature combinations to prevent E. coli exposure from aquaculture products.
Determinan Niat Kunjungan Ulang ke Puskesmas Era Pandemi Covid-19: Literature Review: Determinants of Intention to Revisit Health Centers during the Covid-19 Pandemic Era: Literature Review Yoga Pramana, Lina Dwi; Antono Suryoputro; Cahya Tri Purnami
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 5 No. 7 (2022): July 2022
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v5i7.2319

Abstract

Latar Belakang: Puskesmas sebagai fasilitas pelayanan kesehatan primer wajib menyelenggarakan pelayanan kesehatan yang berkualitas bagi seluruh masyarakat. Situasi pandemi Covid-19 memberikan dampak penurunan jumlah kunjungan yang signifikan. Jumlah kunjungan Puskesmas di Kabupaten Demak tahun 2020 hanya 71,7% menurun dari kunjungan tahun 2019 sebesar 141,2%. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan niat kunjungan ulang di Puskesmas. Metode: Merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan belah lintang. Populasi adalah masyarakat yang melakukan pemeriksaan di Puskesmas dengan besar sampel 332 orang yang ditentukan menggunakan teknik purposive sampling berdasarkan Puskesmas dengan akreditasi paripurna. Hasil: Penelitian ini menunjukkan 57,5% responden mempunyai niat tinggi dalam melakukan kunjungan ulang ke Puskesmas. Melalui uji Chi-square, terbukti ada hubungan antara pengetahuan, kompetensi tenaga, sarana prasarana, kualitas pelayanan dan persepsi sakit terhadap niat kunjungan ulang, sedangkan waktu tunggu tidak berhubungan. Kesimpulan: Penelitian ini menyimpulkan bahwa minat kunjungan ulang tinggi masyarakat sebanyak 191 responden di Puskesmas Kabupaten Demak.
Kesiapan Rumah Sakit untuk Pandemi Covid-19 : Literature Review: Hospital Readiness for the Covid-19 Pandemic : Literature Review Mulyati; Antono Suryoputro; Rina Martini
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 6 No. 5 (2023): May 2023
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v6i5.3376

Abstract

Latar Belakang: Covid-19 merupakan penyakit yang dapat menyebabkan infeksi pernafasan pada manusia, sifat dari virus ini adalah menular melalui media droplets. Virus ini menyebar dengan waktu yang sangat singkat hingga seluruh belahan Dunia, hingga WHO menetapkan covid-19 sebagai pandemi Dunia. Hal ini mengakibatkan adanya lonjakan pasien yang signifikan, sehingga rumah sakit sebagai salah satu penyedia pelayanan kesehatan mengalami keterbatasan kapasitas dan kewalahan. Tujuan: Artikel ini bertujuan untuk mengkaji penerapan instrumen rapid hospital readiness for covid-19 yang direkomendasikan oleh WHO untuk mengantisipasi keterbatasan kapasitas dan kewalahan yang dihadapi oleh sebagian rumah sakit dalam menghadapi pandemi. Metode: Penulis melakukan tinjauan pustaka dengan metode systematic review terhadap artikel yang dipublikasikan menggunakan scopus, science direct, google scholar, JSTOR, Nature dan Emerlad Insight. Berdasarkan PRISMA flowchart dan setelah tinjauan manual hanya 16 penelitian yang sesuai dan diidentifikasi. Hasil: Dengan mengimplementasikan instrumen rapid hospital readiness for covid-19 maka rumah sakit dapat menggunakan hasil penilaian komprehensif praktek checklist sebagai pembelajaran dalam meningkatkan fungsi rumah sakit selama pandemi, dengan latihan daftar periksa yang teratur dan implementasi akan membentuk ketahanan rumah sakit dalam mengahadapi pandemi. Kesimpulan: Instrumen tersebut dapat membantu rumah sakit dalam mengidentifikasi kekurangan pelayanannya, seperti kesiapan ruang rawat inap untuk pasien covid-19, kelengkapan sarana dan prasarana pelayanan covid-19, penanggulangan risiko penularan covid-19 untuk keselamatan staf, pasien dan pengunjung. Rumah sakit dapat menggunakan hasil penilaian komprehensif praktek checklist sebagai pembelajaran dalam meningkatkan fungsi rumah sakit selama pandemi.
Analisis Dokumentasi Rekam Medis Elektronik di Fasilitas Pelayanan Kesehatan : Literature Review: Analysis of Electronic Medical Record’s Documentation In Health Care Facilities : Literature Review Henry Adrian; Cahya Tri Purnami; Antono Suryoputro
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 6 No. 11 (2023): November 2023
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v6i11.4307

Abstract

Latar belakang: Penggunaan teknologi informasi menjadi hal penting dalam dokumentasi data rekam medis. Rekam medis elektronik yang interoperable dapat memecahkan masalah disintegrasi data. Kelengkapan, keakuratan, dan kecepatan akses rekam medis elektronik dapat menjaga kesinambungan layanan kesehatan. Tujuan: Penelitian bertujuan untuk mengetahui potensi manfaat, permasalahan, dan solusi penerapan dokumentasi rekam medis elektronik di fasilitas pelayanan kesehatan. Metode: Literature review ini menggunakan metode PRISMA. Database yang digunakan adalah Pubmed, JSTOR, Scopus, dan Google Scholar. Kata kunci yang digunakan “surgeon OR obstetrician OR gynecologist”, “electronic medical records OR paper medical record”, dan “documentation”. Hasil: Kelengkapan dokumentasi rekam medis elektronik meningkatkan keselamatan pasien dan kesinambungan pelayanan kesehatan. Semakin lengkap isi rekam medis, semakin banyak waktu yang diperlukan untuk mengisi rekam medis tersebut. Berbagai penelitian telah dilakukan untuk mengetahui manfaat-manfaat, permasalahan, serta solusi dalam penerapan dokumentasi rekam medis elektronik. Kesimpulan: Integrasi data dan kesinambungan pelayanan dapat tercapai dengan penerapan dokumentasi rekam medis elektronik yang lengkap dan akurat di seluruh fasilitas pelayan kesehatan. Solusi – solusi yang dipaparkan perlu dikaji sesuai kondisi masing – masing fasilitas pelayanan kesehatan.