Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

E-Government Based Public Service Innovation At The Investment Office And One-Stop Integrated Service (Dpmptsp) In Bengkulu City Indari, Indari; Yusuarsono, Yusuarsono; Lorita , Evi
Jurnal ISO: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Humaniora Vol. 1 No. 2 (2021): Desember
Publisher : Penerbit Jurnal Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53697/iso.v1i2.75

Abstract

This study aims to determine the e-government based public service innovation at the investment office and one-stop integrated service in Bengkulu city. This research is a qualitative research which is presented descriptively. Informants in this study amounted to 6 people consisting of: 3 key informants and 3 main informants. Data collection methodes through interviews, observation and documentation. The data analysis techniques used are data reduction, data presentation and conclusion drawing. Based on the results of research and discussion, it is known that e-government-based Public Service Innovation at the Bengkulu City Investment and One-Stop Integrated Service Office is seen from the theory of the Characteristics of Public Service Innovation: (1) The element of novelty, the policy issued by the government through the Bengkulu City DPMPTSP is that the service system already uses an online system through the website. (2) The positive benefits and impacts, for agencies, are that employees can be more assertive in carrying out the rules without having to meet face-to-face with applicants during the current pandemic because the agency has implemented an online licensing system. For the community, it is easier for the applicant's business because there is no need to manually process files because an online system has been implemented through the website. (3) Providing a solution to the problem, the solution provided by the Bengkulu City DPMPTSP is that the agency facilitates computers, scanners and assistance to assist applicants in conducting business permits. (4) Continuous, the application of technology in DPMPTSP will be sustainable because it can facilitate licensing applications. (5) Compatibility, Employees at DPMPTSP adjust e-government licensing services by following established regulations, namely Government Regulation No. 24 of 2018 concerning Electronically Integrated licensing services.
Peer Education : Kesehatan Mental Remaja Untuk Pencegahan Gangguan Mental Remaja di Desa Ngadas Indari, Indari; Yuni Asri; Aminah, Tien; Rizzal, Alfunnafi’ Fahrul 
Journal of Health Innovation and Community Services Vol. 2 No. 2 (2023): Journal of Health Innovation and Community Services
Publisher : PPPM Stikes Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54832/jhics.v2i2.155

Abstract

The transition between childhood and maturity makes adolescence a challenging period. Physical and psychological alterations in adolescents will have an effect on their mental health. Continuing efforts are made to prevent mental disorders in adolescents, including here by educating adolescents about mental health. Teenagers in the village of Ngadas have never received any mental health education. This community service activity seeks to increase adolescents' knowledge of mental health, including efforts to prevent mental disorders in adolescents, through the dissemination of information. On January 5, 2023, 35 young people participated in this community service in the Ngadas Malang tourism village at SMPN 3 Poncokusumo Ngadas. Through the use of thought-stopping and five-finger hypnosis, this community service intervention provides mental health education and prevention efforts. The results of this community service activity demonstrate an increase in adolescents' mental health knowledge from 60% to 80% in the excellent category and participants were able to do stress management with thought-stopping and five-finger hypnosis, namely 85%. Education on adolescent mental health can increase adolescents' knowledge of adolescent mental health and stress management techniques they can implement.
Analisis bibliometrik tren riset distres psikologis diabetes melitus tipe 2: integrasi perspektif kesehatan mental dan kesehatan digital Nuari, Nian Afrian; Indari, Indari
Haga Journal of Public Health (HJPH) Vol. 3 No. 1 (2025): November 2025
Publisher : YAYASAN VICTORY HAGA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Diabetes distres merupakan beban emosional yang dialami oleh penyandang diabetes melitus tipe 2 (DMT2) akibat tuntutan pengelolaan penyakit yang kompleks dan kronis. Dalam satu dekade terakhir, penelitian terkait distress pada diabetes berkembang pesat, terutama dengan munculnya pendekatan digital health dan integrasi aspek kesehatan mental. Namun, pemetaan struktur pengetahuan dan arah perkembangan penelitian secara global masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan struktur pengetahuan, tren tematik, serta evolusi penelitian global mengenai diabetes distress, dengan menyoroti keterkaitan antara perspektif kesehatan mental dan teknologi digital. Metode: Data dikumpulkan dari basis data Scopus sebanyak 452 dokumen yang dipublikasikan pada periode 2015–2025. Analisis bibliometrik dilakukan menggunakan perangkat lunak VOSviewer untuk menampilkan peta jejaring kata kunci (co-occurrence network) dan analisis visualisasi overlay guna mengidentifikasi klaster tematik dan perubahan fokus penelitian. Hasil: Hasil analisis menunjukkan terdapat enam klaster utama, yaitu: (1) gangguan psikologis dan emosional, (2) perawatan diri dan pengelolaan perilaku, (3) diabetes tipe 2 dan pengelolaan klinis, (4) inovasi kesehatan digital dan seluler, (5) kesehatan mental dan dukungan sosial, dan (6) studi pengukuran dan validasi. Visualisasi overlay memperlihatkan pergeseran fokus penelitian dari aspek psikologis dan klinis (2015–2019) menuju integrasi kesehatan digital dan kesehatan mental (2020–2025). Kesimpulan: Penelitian tentang diabetes distress menunjukkan transformasi dari pendekatan psikologis tradisional menuju model holistik yang menggabungkan kesehatan mental dan teknologi digital. Pemetaan ini memberikan dasar penting bagi pengembangan intervensi berbasis teknologi dan budaya yang berorientasi pada kesejahteraan emosional pasien DMT2.
Gambaran Tingkat Kecemasan Wanita Usia Subur yang Mengalami Keputihan Patologis Andari, Aprilina Sulistya; Priasmoro, Dian Pitaloka; Indari, Indari
Nursing Information Journal Vol. 2 No. 2 (2023): Nursing Information Journal
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STIKES Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54832/nij.v2i2.378

Abstract

Pendahuluan: Keputihan yang terjadi dapat menekan kejiwaan seseorang karena keputihan dapat kambuh dan muncul kembali sehingga dapat berpengaruh pada seseorang baik secara fisiologi maupun psikologis dan dapat menimbulkan kecemasan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran tingkat kecemasan wanita usia subur yang mengalami keputihan patologis. Metode: Penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini yaitu semua wanita usia subur yang mengalami keputihan di RW 08 Desa Mojosarirejo sebanyak 101 wanita. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling dengan kriteria inklusi wanita usia subur usia 20-45 tahun yang bersedia menjadi responden dan masih mengalami menstruasi, wanita usia subur usia 20-45 tahun yang mengalami dan pernah mengalami keputihan patologis, dan wanita usia subur usia 20-45 tahun yang tidak buta huruf, jumlah sampel sebanyak 35 responden. Variabel yang diteliti adalah tingkat kecemasan Wanita Usia Subur yang mengalami keputihan patologis. Instrumen penelitian ini menggunakan kuesioner DASS 42 yang terdiri dari 14 pernyataan tentang ansietas, yang mengevaluasi bagaimana perasaan responden, selanjutnya data yang yang terkumpul di analis dengan analisis Univariat dan di sajikan dalam bentuk persentase. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar mengalami kecemasan ringan sebanyak 19 responden (54%), sebagian kecil mengalami kecemasan sedang sebanyak 11 responden (32%), dan sebagian kecil tidak mengalami kecemasan atau normal sebanyak 5 responden (14%). Kecemasan yang terjadi dimungkinkan karena beberapa faktor yaitu usia, pendidikan, dan pengetahuan yang kurang. Kesimpulan: Berdasarkan hasil penelitian diharapkan responden peduli akan kesehatannya dengan cara mencari informasi. Dengan mengetahui informasi penanganan penyakit maka akan membentuk mekanisme koping yang baik sehingga tidak salah persepsi dan menimbulkan kecemasan. Diharapkan hasil penelitian ini dapat berguna sebagai acuan pengembangan ilmu keperawatan dan perencanaan keperawatan melalui promosi kesehatan.
Gambaran Tingkat Kecemasan Tentang Karir pada Mahasiswa Tingkat Akhir Prodi D3 Keperawatan ITSK RS dr. Soepraoen Malang Irnanda, Ella; Indari, Indari; Aminah, Tien
Nursing Information Journal Vol. 3 No. 1 (2023): Nursing Information Journal
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STIKES Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54832/nij.v3i1.481

Abstract

Pendahuluan: Keterserapan tenaga perawat yang semakin sedikit berbanding terbalik dengan angka kelulusan mahasiswa perawat setiap tahun. Lapangan pekerjaan yang semakin sempit, tingkat pengangguran yang cukup tinggi dan persaingan dunia kerja yang ketat untuk memperoleh peluang kerja. Hal ini membuat keresahan bagi mahasiswa prodi D3 keperawatan untuk karirnya setelah menjadi sarjana. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif. Populasi seluruh mahasiswa tingkat akhir prodi D3 Keperawatan ITSK RS dr. Soepraoen Malang. Sampel pada penelitian ini sebagian mahasiswa tingkat akhir Prodi D3 Keperawatan ITSK RS dr. Soepraoen Malang. Menggunakan teknik purposive sampling dengan 60 responden. Variabel penelitian tingkat kecemasan tentang karir pada mahasiswa Prodi D3 Keperawatan. Alat ukur menggunkan lembar kuesioner, kemudian di analisa data menggunakan editing, scoring, coding, tabulating, dan presentase, setelah itu dilakukan penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil: Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat kecemasan karir pada mahasiswa, hampir setengah dari 19 responden (31,7%) dalam kategori panik, sangat sedikit 7 responden (11,7%) dalam kategori cemas ringan. Hasil penelitian tersebut bisa disebabkan karena beberapa faktor seperti usia, ekonomi, jenis kelamin, pengalaman kerja, serta pendapatan orang tua. Kesimpulan: Berdasarkan hasil penelitian diharapkan responden mampu untuk meningkatkan kemampuan kognitif, skill, dan memiliki efikasi diri serta perencanaan karir yang matang agar dapat mengurangi cemas yang akan berdampak pada hambatan dalam pemilihan serta kematangan karir.
Basic Life Support Training On Ability And Self- Confidence Student In Handling Cardiac Arrest Cahyadi, Faisal Ahmad; Hastuti, Apriyani; Indari, Indari; Kurniawan, Ardhiles Wahyu; Laksono, Bayu Budi; Jamil, Mokhtar; ristanto, riki; Fani, Rif'atul; Roesardhyati, Ratna; Soares, Domingos
Jurnal Keperawatan Muhammadiyah Vol 10 No 4 (2025): JURNAL KEPERAWATAN MUHAMMADIYAH
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/jkm.v10i4.27738

Abstract

Background: Basic life support or BLS is a series of first aid measures in emergency situations to save the life of someone experiencing cardiac arrest or respiratory problems. Objective This research aims to determine the effect of BLS (basic life support) training on students' knowledge and self-confidence in handling cardiac arrest in students Bachelor of Nursing Study Program ITSK RS Dr Soepraoen Malang. Method In this study, a pre-experimental research design was used, namely research in which before the research was carried out, the sample was given first in the form of a pre-test on December 18th 2024 and at the end of the study the sample was given a post-test on December 22 2024. The population in this study were college study in Department of Nursing with 160 students involving 160 students as samples using the Cluster sampling method. The independent variable in this research is Basic Life Support (BLS) training and the dependent is knowledge and self-confidence, the data from the examination results are analyzed using univariate and bivariate analysis. Results The research results showed that students' knowledge in handling cardiac arrest was mostly poor, as many as 128 students (80%). and after students took part in the training, there was an increase in students, namely to 44 people (27.50%) who answered correctly and those who answered with less marks decreased to 66 students (41.25%). Meanwhile, the level of self-confidence of students in handling cardiac arrest was found to be mostly good, 112 people (70%). Students' self-confidence also increased for the better, to 138 people (86.25%) who answered good and the remaining 22 people (13.75%) answered enough. Conclusion There is an influence of basic life support training on students' level of knowledge and self-confidence in handling cardiac arrest. It is hoped that students can apply the knowledge they have gained from BLS training and continue to increase their knowledge and self-confidence to help victims with cardiac arrest.
Psikoedukasi dan Pemberdayaan Caregiver Rumah Singgah Dompet Dhuafa Malang Indari, Indari; Astuti, Apriyani Puji; M, Mustikha Wida; Putri, Nirra Riana
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 4 (2026): Volume 9 Nomor 4 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i4.23653

Abstract

ABSTRAK Pendamping pasien kanker (caregiver) memiliki peran penting dalam mendukung proses perawatan, namun beban fisik, emosional, sosial, serta kurangnya aktivitas positif sering menurunkan kualitas hidup dan kesehatan mental mereka. Kondisi ini juga terlihat pada caregiver di Rumah Singgah Dompet Dhuafa Malang yang mengalami kelelahan, kecemasan, dan tidak memiliki pengetahuan memadai dalam merawat pasien. Meningkatkan kesehatan mental dan kualitas hidup caregiver melalui program psikoedukasi dan pemberdayaan. Metode pelaksanaan mencakup analisis situasi, penyusunan materi, empat sesi psikoedukasi (pengkajian masalah, pelatihan perawatan pasien, manajemen stres, dan komunikasi asertif), serta pemberdayaan melalui pelatihan penanaman sayuran. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan caregiver, kemampuan merawat pasien kanker, keterampilan mengelola stres, serta terbentuknya aktivitas produktif yang membantu stabilitas emosional. Kesimpulan dari program ini adalah psikoedukasi dan pemberdayaan efektif dalam meningkatkan kualitas hidup caregiver. Diarahkan pada keberlanjutan program, peningkatan dukungan psikososial, dan monitoring berkala untuk memastikan peningkatan kesehatan mental caregiver. Kata Kunci: Psikoedukasi Caregiver, Pemberdayaan, Kesehatan Mental, Kualitas Hidup.  ABSTRACT Caregivers play an essential role in assisting cancer patients, yet physical, emotional, and social burdens often reduce their quality of life and mental well-being. Similar conditions were found among caregivers at the Dompet Dhuafa Shelter House in Malang, who frequently experience fatigue, anxiety, and limited knowledge in providing care. This program aimed to improve caregivers’ mental health and quality of life through psychoeducation and empowerment activities. The program included situation analysis, material preparation, and four psychoeducation sessions covering problem identification, caregiving skills, stress management, and assertive communication, followed by empowerment activities through vegetable planting training. The findings revealed improvements in caregivers’ knowledge, caregiving abilities, stress management skills, and engagement in productive activities that contributed to emotional stability. Psychoeducation and empowerment were effective in enhancing caregivers’ psychological well-being and quality of life. Keywords: Psychoeducation, Caregiver, Empowerment, Mental Health, Quality of Life