Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Penerapan Tata Kelola Teknologi Informasi pada Instansi: Systematic Literature Review Willy Bima Alfajri; Aris Puji Widodo; Kusworo Adi
Jurnal Nasional Teknologi dan Sistem Informasi Vol 7, No 3 (2021): Desember 2021
Publisher : Jurusan Sistem Informasi, Fakultas Teknologi Informasi, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/TEKNOSI.v7i3.2021.191-198

Abstract

Tata kelola TI sudah banyak diterapkan dalam beberapa instansi pemerintah maupun swasta, penerapan ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas instansi dalam pesatnya perkembangan teknologi saat ini. Banyaknya instansi yang menerapkan tata kelola TI tanpa adanya aturan apapun yang membuat belum adanya standarisasi yang harus diikuti setiap instansi dalam penerapan tata kelola TI. Artikel ini membahas tentang framework dan domain apa yang sering digunakan dalam evaluasi tata kelola TI serta instansi apa yang sering melakukan evaluasi terhadap tata kelola TI-nya. Systematic literature review digunakan sebagai metode penelitian dengan mencari artikel terkait dengan tema yang dipilih. 142 artikel ditemukan, dengan kriteria inklusi dan eksklusi digunakan untuk memperoleh hasil penelusuran artikel yang lebih baik. Setelah menerapkan kriteria inklusi dan eksklusi tersisa 77 artikel yang dapat ditinjau lebih jauh. Dari 77 artikel yang masuk dalam kategori studi kandidat, setelah ditinjau judul, abstrak dan kesimpulan artikel hanya 30 artikel yang sesuai dengan tujuan penelitian. Hasil yang didapatkan menyebutkan bahwa Control Objectives for Information and Related Technology (COBIT) 5 adalah framework yang paling banyak diaplikasikan dalam Studi Evaluasi maupun Audit Tata Kelola TI pada instansi di Indonesia. Dan domain deliver, service, support (DSS) adalah domain yang paling banyak digunakan dalam artikel, serta instansi swasta merupakan instansi yang paling banyak melakukan evaluasi terhadap tata kelola TI-nya.
Perencanaan Arsitektur Enterprise Menggunakan TOGAF ADM 9.2 Pada MTS Negeri 3 Kota Jambi Yudistira, Miranty; Andrianti, Ari; Bima Alfajri, Willy; Yulvianda, Renaldi; Hermawan Sutoyo, Mochammad Arief
JURNAL FASILKOM Vol. 15 No. 1 (2025): Jurnal FASILKOM (teknologi inFormASi dan ILmu KOMputer)
Publisher : Unversitas Muhammadiyah Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37859/jf.v15i1.8248

Abstract

Madrasah Tsanawiyah (MTs) Negeri 3 Kota Jambi merupakan lembaga pendidikan tingkat menengah pertama di Kota Jambi yang terus berupaya meningkatkan kualitas layanan akademik dan administrasi. Namun, penerapan sistem informasi di madrasah ini masih bersifat parsial dan belum sepenuhnya terintegrasi dengan kebutuhan strategis organisasi. Hal ini mengakibatkan ketidakefisienan dalam pengelolaan data dan penentuan kebijakan. Penelitian ini bertujuan untuk merancang arsitektur enterprise yang dapat mengintegrasikan sistem informasi yang ada dan menyelaraskannya dengan tujuan operasional sekolah, menggunakan framework TOGAF ADM 9.2 sebagai metodelogi penelitian. Riset ini menerapkan urutan fase dalam metode ADM TOGAF, yang mencakup fase Preliminary Phase, Architecture Vision, Business Architecture, Information Systems Architecture,dan Technology Architecture. Hasil dari penelitian ini adalah blueprint arsitektur yang komprehensif, yang mencakup desain entitas data, fungsi bisnis, serta aplikasi yang diusulkan, yang diharapkan dapat meningkatkan efisiensi dan efektivitas operasional sekolah. Dengan rancangan arsitektur ini, MTs Negeri 3 Kota Jambi dapat memiliki landasan yang lebih kuat dalam mengembangkan sistem yang lebih terstruktur, terintegrasi, dan dapat mendukung pertumbuhan serta inovasi di masa depan.
Analisis Tata Kelola Sistem Absensi Menggunakan COBIT 2019 pada Sekolah XYZ Alfajri, Willy Bima; Andrianti, Ari; Yudistira, Miranty
JURNAL FASILKOM Vol. 15 No. 2 (2025): Jurnal FASILKOM (teknologi inFormASi dan ILmu KOMputer)
Publisher : Unversitas Muhammadiyah Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37859/jf.v15i2.9071

Abstract

Dalam era perkembangan teknologi saat ini, kebutuhan akan teknologi informasi semakin tinggi karena teknologi informasi menawarkan efisiensi dan efektivitas dalam mendukung organisasi mencapai tujuannya. Salah satu penerapan teknologi informasi yang umum digunakan adalah sistem absensi, yang banyak diterapkan di berbagai instansi atau organisasi untuk membantu mengelola, memantau, dan mengawasi absensi pegawai secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kapabilitas dan kesenjangan dalam tata kelola teknologi informasi pada sistem absensi sekolah. COBIT 2019 digunakan sebagai kerangka kerja dalam penelitian ini, dengan fokus pada tiga domain: APO12, DSS02, dan DSS03. Berdasarkan hasil perhitungan tingkat kapabilitas saat ini, pengelolaansistem absensi di sekolah berada pada level 1 (Performed), yang menunjukkan bahwa proses telah dijalankan tetapi belum dikelola secara berkala dan masih jauh dari level kapabilitas yang diharapkan, yaitu level 4. Setiap proses atau aktivitas dalam domain tersebut diberikan rekomendasi perbaikan. Implementasi rekomendasi ini diharapkan dapat meningkatkan kematangan sistem absensi dan membantu mencapai tingkat kapabilitas yang ditargetkan
Penerapan Tata Kelola Teknologi Informasi pada Instansi: Systematic Literature Review Alfajri, Willy Bima; Puji Widodo, Aris; Adi, Kusworo
Jurnal Nasional Teknologi dan Sistem Informasi Vol 7 No 3 (2021): Desember 2021
Publisher : Departemen Sistem Informasi, Fakultas Teknologi Informasi, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/TEKNOSI.v7i3.2021.191-198

Abstract

Tata kelola TI sudah banyak diterapkan dalam beberapa instansi pemerintah maupun swasta, penerapan ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas instansi dalam pesatnya perkembangan teknologi saat ini. Banyaknya instansi yang menerapkan tata kelola TI tanpa adanya aturan apapun yang membuat belum adanya standarisasi yang harus diikuti setiap instansi dalam penerapan tata kelola TI. Artikel ini membahas tentang framework dan domain apa yang sering digunakan dalam evaluasi tata kelola TI serta instansi apa yang sering melakukan evaluasi terhadap tata kelola TI-nya. Systematic literature review digunakan sebagai metode penelitian dengan mencari artikel terkait dengan tema yang dipilih. 142 artikel ditemukan, dengan kriteria inklusi dan eksklusi digunakan untuk memperoleh hasil penelusuran artikel yang lebih baik. Setelah menerapkan kriteria inklusi dan eksklusi tersisa 77 artikel yang dapat ditinjau lebih jauh. Dari 77 artikel yang masuk dalam kategori studi kandidat, setelah ditinjau judul, abstrak dan kesimpulan artikel hanya 30 artikel yang sesuai dengan tujuan penelitian. Hasil yang didapatkan menyebutkan bahwa Control Objectives for Information and Related Technology (COBIT) 5 adalah framework yang paling banyak diaplikasikan dalam Studi Evaluasi maupun Audit Tata Kelola TI pada instansi di Indonesia. Dan domain deliver, service, support (DSS) adalah domain yang paling banyak digunakan dalam artikel, serta instansi swasta merupakan instansi yang paling banyak melakukan evaluasi terhadap tata kelola TI-nya.
Penggabungan Best Worst Method, Moora Dan Copeland Score Pada Sistem Pendukung Keputusan Kelompok Penentuan Penerima Bantuan Pada Dinas Sosial Alfajri, Willy Bima; Nugraheni, Dinar Mutiara Kusumo; Surarso, Bayu
Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer Vol 10 No 3: Juni 2023
Publisher : Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25126/jtiik.2023106724

Abstract

Dalam beberapa penelitian terdahulu, proses pembobotan kriteria belum menjadi perhatian penting karena masih didasarkan pada hasil wawancara secara subjektif dan belum dihitung secara matematis. Pembobotan kriteria dalam sistem pendukung keputusan kelompok merupakan salah satu proses awal yang dilakukan sebelum mengambil sebuah keputusan, proses ini penting dilakukan untuk memastikan bahwa bobot kriteria yang digunakan sesuai dengan kebutuhan. Dalam penelitian ini, proses pembobotan kriteria dihitung secara matematis dengan best worst method. Untuk dapat membangun sistem pendukung keputusan kelompok yang bisa membantu Dinas Sosial dalam menentukan calon penerima bantuan, metode best worst method digabungkan dengan metode MOORA dan copeland score. Best worst method dipilih karena hasil pembobotan yang diperoleh lebih konsisten serta mudah dalam membandingkan kriteria. Metode MOORA memiliki perhitungan matematis lebih simpel dan hasil yang stabil. Dan metode copeland score memiliki keunggulan efektif sebagai alat dalam sistem voting. Penggabungan metode yang dilakukan, lalu diujikan pada studi kasus penentuan calon penerima bantuan. Untuk menentukan penerima bantuan, ada tiga pengambil keputusan yaitu sektor kesehatan, sektor pendidikan dan sektor sosial yang dilibatkan dalam menentukan peringkat akhir dari masing-masing calon penerima bantuan. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa alternatif 2 memiliki skor tertinggi dibandingkan alternatif lainnya dengan nilai akhir 4. Analisis sensitivitas menunjukkan konsep sistem pendukung keputusan dengan penggabungan metode yang diusulkan solid, dengan persentase perubahan rendah yaitu 23,52%. Hasil perhitungan dengan metode ini dapat dijadikan sebagai acuan dalam proses pengambilan keputusan bagi Dinas Sosial, sebab ketepatan pilihan penerima bantuan sosial memiliki pengaruh langsung terhadap pencapaian tujuan perlindungan sosial. AbstractIn several previous studies, the process of weighting criteria has not become an important concern because it is still based on subjective interview results and hasn’t been calculated mathematically. One of the initial procedures in a GDSS before reaching a choice is the weighing of the criteria, this process is crucial to ensure that the weighting of the criteria utilized is appropriate for the demands. The weighting of the criteria in this study is computed quantitatively using the best worst method. Best worst method, MOORA, and copeland score are combined in order to create a GDSS that will help the Office of Social Affairs identify probable beneficiaries. Best worst method was chosen because the weighting results obtained are more consistent and easier to compare criteria. MOORA method has simpler mathematical calculations and stable results. And copeland score method has an effective advantage as a tool in the voting system. The combined methods were then evaluated in a case study involving the identification of aid recipients. The health sector, the education sector, and the social sector are the three decision-makers who establish the ultimate ranking of each potential beneficiary in order to determine recipients. The calculation results show that alternative 2 has the highest score compared to the other alternatives with a final score of 4. The sensitivity analysis shows that the concept of a GDSS by combining the proposed methods is solid, with a low percentage change of 23.52%. The precision of the selection of social assistance beneficiaries has a direct impact on the achievement of social protection goals, so the results of calculations using this method can be used as a reference in the Social Service's decision-making process.
RANCANG BANGUN FRAMEWORK SISTEM INFORMASI KASIR BERBASIS WEB UNTUK MENDUKUNG DIGITALISASI UMKM: Point of Sales, Information Systems, MSMEs, Waterfall, Web Yudistira, Miranty; Setiya Ningsih, Ari; Lutvianita, Febby; Andrianti, Ari; Bima Alfajri, Willy
JURNAL AKADEMIKA Vol 18 No 1 (2025): Jurnal Akademika
Publisher : LP2M Universitas Nurdin Hamzah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53564/8c5prd16

Abstract

MSMEs play an important role in the Indonesian economy because they are able to absorb labor, strengthen the real sector, and market local products to a wider market. One example is the Pempek Madam MSME in Jambi, which is engaged in the production and sale of pempek as a regional specialty food. This study aims to develop a web-based cashier information system framework that not only improves transaction management efficiency at Pempek Madam but can also be adapted for other MSMEs with similar business models. The development was carried out using the Waterfall method, starting from needs analysis to implementation, with the user interface design created using Figma. The design includes a login page, main menu, product categories, transaction process, payment methods, sales reports, and profile settings. System testing was conducted through black box testing and User Acceptance Test (UAT) to ensure functionality and ease of use. The test results showed that all features worked well, the interface was easy to understand, and the workflow was in line with user expectations. This framework is considered capable of improving the operational efficiency of MSMEs and is ready to be replicated for various similar types of businesses, supporting the acceleration of MSME digitalization in Indonesia.
PKM : Pemberdayaan UMKM Desa Tangkit Baru Melalui E-Commerce dan Inovasi Produk Nanas A, Muhammad Razi; Khaira, Ulfa; Aryani, Reni; Setiawan, Dedy; Abidin, Zainil; Putri, Mutia Fadhila; Alfajri, Willy Bima; Hais, Yosi Riduas
Jurnal Pemberdayaan: Publikasi Hasil Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2025): Juli-Desember
Publisher : CV. ITTC INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47233/jpmittc.v4i2.4002

Abstract

Desa Tangkit Baru, yang dikenal sebagai sentra produksi nanas di Kabupaten Muaro Jambi, memiliki potensi ekonomi yang besar melalui produk olahan nanas dan agrowisata. Namun, pelaku usaha lokal menghadapi berbagai tantangan, seperti rendahnya literasi digital, promosi yang lemah, dan desain kemasan yang kurang menarik, sehingga membatasi jangkauan pasar dan daya saing produk. Kegiatan pengabdian ini terletak pada perlunya peningkatan kapasitas UMKM desa dalam pemasaran digital dan inovasi produk untuk mendukung Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (BBI). Tanpa intervensi yang tepat, potensi ekonomi lokal sulit berkembang optimal di era digital. Tujuan dari kegiatan ini adalah memberdayakan pelaku usaha lokal melalui pelatihan digital marketing, pendampingan branding dan kemasan produk, serta penguatan pemanfaatan e-commerce sebagai strategi pemasaran utama. Kegiatan ini juga bertujuan mendorong kemandirian ekonomi, khususnya bagi generasi muda dan pelaku UMKM di desa. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman digital masyarakat. Program ini juga mendukung indikator kinerja utama (IKU) perguruan tinggi melalui pelibatan dosen dan mahasiswa dalam kegiatan di luar kampus serta penerapan hasil penelitian di masyarakat.