Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Pembelajaran Interaktif Bahasa Arab Pada Siswa Kelas 4 di SDIT Tunas Mulia Wonosari Anwar, Khaerul; Hani, Isyfi; Nurfadhilah, Nurfadhilah
Nuansa Akademik: Jurnal Pembangunan Masyarakat Vol. 9 No. 2 (2024)
Publisher : Lembaga Dakwah dan Pembangunan Masyarakat Universitas Cokroaminoto Yogyakarta (LDPM UCY)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47200/jnajpm.v9i2.3183

Abstract

This study aims to analyze how interactive methods are applied in Arabic language learning in grade IV SDIT Tunas Mulia Wonosari, and to identify its impact on student engagement and understanding. Data collection for this descriptive qualitative study was conducted through observation, in-depth interviews with teachers, students, and documentation. The results of the study indicate that interactive learning can increase students' enthusiasm and active participation in Arabic language learning, especially in arranging hijaiyah letters. In addition, interactive Arabic language learning helps students develop and improve their cognitive, psychomotor, and affective skills, as well as collaboration and communication skills. However, this study also found varying challenges in student ability levels and effective classroom management. This study concludes that interactive learning has great potential to improve the quality of learning to arrange Hijaiyah letters in elementary schools.
Pengaruh Iklim pada Desain Fasade Bangunan Rumah Kantor La Riviera PIK 2 Tangerang terhadap Kenyamanan Termal Anwar, Khaerul; Arsandrie, Yayi
Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur 2023: Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fasad pada iklim tropis harus tahan terhadap sinar matahari. Misalnya Rukan La Riviera PIK 2 Tangerang, iklim mempengaruhi fasad suatu bangunan. fasad dipengaruhi oleh WWR, shading. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi kenyamanan Termal. Kenyamanan Termal dipengaruhi oleh Geometri, material, WWR, dan Shading. Geometri, WWR dan material Penelitian ini menggunakan metode simulasi/pengujian dan kuantitatif untuk menjelaskan bagaimana nilai OTTV thermal transfer dihitung. Pengamatan menyimulasikan kondisi panas lapangan dengan pendekatan simulator ini menyimulasikan pengaruh iklim terhadap desain fasad bangunan dan menggunakan faktor teoritis. menerjemahkan data simulasi ke dalam nilai perhitungan OTTV untuk bangunan guna memberikan kenyamanan termal yang lebih tinggi daripada yang diamati. Menggunakan Shanding mengurangi sQc, sQs, dan sQg. Bangunan dengan shading vertikal-horizontal memiliki kinerja terbaik, diikuti dengan shading horizontal dan vertikal. shading vertikal-horizontal meningkatkan kenyamanan termal sebesar 3,73 persen, horizontal sebesar 2,84 persen, dan vertikal sebesar 0,56 persen. Pengaruh Material terhadap Kenyamanan Termal Dapat disimpulkan bahwa kombinasi material, WWR, dan alat peneduh yang sangat efektif untuk memberikan kenyamanan termal.
Teori Belajar Kognitif Jean Piaget dan J.S.Bruner serta Implikasinya dalam Pembelajaran Bahasa Arab Anwar, Khaerul
Madaniyah Vol 13 No 2 (2023): Edisi Juli 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Pemalang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58410/madaniyah.v13i2.796

Abstract

Teori kognitif memiliki beberapa tahapan-tahapan, ada tahap sensimotor (anak usia 0-1,5 tahun), Tahap praoperasional (1,5-6 tahun), Tahap operasiaonal konkret (usia 6-12 tahun), Tahap operasional formal (12 tahun ke atas). Artikel ini bertujuan untuk mengkaji teori belajar kognitif perspektif Jean Piaget dan J.S. Bruner serta implikasinya dalam pembelajaran bahasa Arab. Artikel ini bersifat kajian pustaka. Hasil analisis Piaget dan Brunner keduanya sama-sama memfokuskan pemikirannya pada perkembangan kognitif (perkembangan berpikir). Tapi terdapat beberapa perbedaan yang mendasar di antara keduanya. Pertama, Piaget memfokuskan pada pemikiran logis yang berpuncak pada kapabilitas untuk memecahkan permasalahan multifaktor dipandang dari segi sebab akibat. Sementara Brunner berfokus pada Proses pemerolehan informasi baru, Proses mentransformasikan informasi yang diterima, Menguji atau mengevaluasi relevansi dan ketepatan pengetahuan. Kedua, Piaget memandang bahwa bayi dan anak kecil sebagai tertutup dalam dirinya sendiri (egocentrism), menerima objek dan orang disekitarnya sebagai bagian dari dirinya sendiri. Hal ini disebabkan oleh ketidakmampuan bayi dan anak untuk melihat sudut pandang orang lain. Secara perlahan, pemikiran (wicara) egosentris ini akan hilang setelah anak tersosialisasikan dengan cara berpikir orang dewasa. Sementara Brunner memandang bahwa pemikiran anak mampu menemukan dan mengembangkan sendiri konsep, teori-teori dan prinsip-prinsip melalui contoh-contoh yang dijumpai dalam kehidupannya.