Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Educatio

IMPLEMENTASI METODE KUMON DALAM PELAJARAN MATEMATIKA PADA KELAS RENDAH DI SDN 2 SUKAMULIA Apriana, Dina
Educatio Vol 9, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (449.989 KB) | DOI: 10.29408/edc.v9i1.17

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk peningkatan penanaman konsep-konsep dasar matematika dalam mengajar dengan memperhatikan perbedaan individual setiap siswa. Siswa memiliki potensi fisik dan psikis yang berbeda-beda, oleh sebab itu guru harus memberikan bimbingan individual kepada siswa sesuai dengan tingkat kebutuhannya. Dalam menghadapi perbedaan individu siswa, peneliti memilih metode kumon untuk mampu menyelesaikan masalah dalam pelajaran matematika. Metode kumon diterapkan melalui lembar kerja yang disusun secara sistematis sesuai dengan tahapan perkembangan kemampuan siswa. Lembar kerja kumon akan memberikan kesempatan pada siswa untuk belajar mandiri sesuai dengan kemampuan maksimalnya. Proses pembelajaran dengan kumon tersebut akan menanamkan pemahaman konsep secara bertahap dan melatih kecepatan kemampuan siswa dalam menyelesaikan tahapan lembar kerja kumon. Keberhasilan siswa akan memberikan rasa senang dan kepuasan siswa dengan kemampuannya sendiri. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas melalui siklus dengan 4 tahapan, yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Pelaksanaan penelitian dilakukan dalam 2 siklus dimana, pada siklus 1 hasil rerata persentase yang diperoleh adalah 55%. Hasil ini menunjukkan kualifikasi kelayakan produk dan pembimbingan pada proses pembelajaran kurang baik dan perlu melanjutkan pada siklus berikutnya. Sedangkan pada siklus 2 hasil rerata persentase yang diperoleh adalah 86%. Hasil ini menunjukkan kualifikasi kelayakan produk dan proses pembelajaran sangat baik sehingga siklus dihentikan. Berdasarkan data yang diperoleh dalam siklus 1 dan siklus 2 pada hasil data penelitian menjadi acuan dalam menarik kesimpulan, bahwa implementasi metode kumon dalam pembelajaran matematika pada aspek pembagian bilangan dapat meningkatkan keberhasilan siswa.
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR DENGAN CYBERNETICS BEHAVIOR PADA DIRECT INSTRUCTION UNTUK PENGAJARAN MIKRO DI PGSD STKIP HAMZANWADI SELONG 2014 Apriana, Dina; Husni, Muh.
Educatio Vol 10, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (149.982 KB) | DOI: 10.29408/edc.v10i1.104

Abstract

Dalam upaya membelajarkan pengajaran mikro, diperlukan media pembelajaran yang dirancang untuk kebutuhan belajar mahasiswa dengan mempertimbangkan stimulus yang paling efektif dan berfungsi secara optimal membantu penguasaan keterampilan dasar mengajar kepada mahasiswa. Bentuk media pembelajaran yang dapat digunakan yaitu bahan ajar cetak dan bahan ajar audiovisual. Pengembangan bahan ajar ini menggunakan pendekatan cybernetic behavior yang memberikan penekanan bahwa melalui bahan ajar teknologi akan mempermudah mahasiswa dalam memproses pesan informasi yang ditemukan untuk dikembangkan melalui praktik dan latihan-latihan dengan penekanan pada perubahan perilaku yang mampu menguasai keterampilan dasar mengajar.Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan karena menghasilkan suatu paket pembelajaran yang terdiri dari bahan ajar cetak dan bahan ajar audiovisual. Penelitian ini dilakukan di STKIP Hamzanwadi Selong pada mahasiswa program studi PGSD. Adapun rancangan penelitian menggunakan model pengembangan Dick & Carey karena prosedur pengembangan ini dianggap paling sistematis dalam penyusunan bahan ajar. Instrumen yang digunakan dalam pengumpulan data berupa: observasi, wawancara, angket validasi ahli media dan ahli materi, tes hasil belajar, dan angket respon/tanggapan mahasiswa, serta dokumentasi.Hasil penelitian pengembangan ini berupa data deskriptif kualitatif. Data dari hasil validasi ahli media diperoleh persentase skor sebesar 77,6%, sedangkan ahli materi sebesar 82,22%. Kedua skor tersebut menunjukkan kualifikasi produk baik dan tanpa perlu revisi. Namun dari kedua ahli terdapat saran yang dijadikan sebagai bahan pertimbangan untuk melakukan revisi produk menjadi lebih baik. Untuk tes hasil belajar diperoleh skor rata-rata sebesar 76,87 dan perolehan skor di atas 65 sebesar 95%. Data pada angket respon/tanggapan mahasiswa diperoleh rata-rata skor 87,44% dengan kualifikasi mendapatkan respon positif.Dari hasil penelitian pengembangan ini diharapkan membawa peningkatan produktivitas pembelajaran pengajaran mikro, dimana mahasiswa dapat menggunakan bahan ajar untuk lebih menguasai pesan dan melatih kemandirian dalam mengaplikasikan keterampilan dasar mengajar. Adanya bahan ajar ini akan memberikan sebuah pemecahan masalah terkait dengan pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran. Selain itu, penelitian ini mengupayakan agar proses pembelajaran pengajaran mikro dapat berjalan lebih efektif dan efisien. Kata kunci: bahan ajar, cybernetic behavior, pengajaran mikro
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR BERKARAKTER MATA KULIAH STRATEGI PEMBELAJARAN PGSD STKIP HAMZANWADI SELONG Apriana, Dina; Fadilah, Dina
Educatio Vol 9, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (227.793 KB) | DOI: 10.29408/edc.v9i1.16

Abstract

Artikel ini membahas tentang bagaimana mengembangkan bahan ajar berkarakter mata kuliah strategi pembelajaran PGSD STKIP Hamzanwadi Selong. Dalam proses pengembangan bahan ajar, harus memenuhi tingkat kelayakan berdasarkan teori pembelajaran, model pengembangan, kebutuhan mahasiswa, dan peningkatan motivasi belajar mahasiswa. Pengorganisasian isi bahan ajar ini dikembangkan dengan menggunakan pendekatan nilai karakter dan disusun mengikuti model pengembangan Dick & Carey. Pengembang menganggap penting untuk mendesain, mengujicobakan, dan memproduksi bahan ajar yang lebih sempurna dan layak sesuai kebutuhan. Produk tersebut diharapkan dapat digunakan sebagai sumber belajar bagi mahasiswa dan dosen. Berdasarkan analisis data yang diperoleh dari penghitungan persentase hasil validasi ahli materi yang telah dilaksanakan, bahwa produk pengembangan dikualifikaskan dalam kategori baik dengan persentase 86,4% yang artinya bahan ajar berada dalam kualifikasi baik dan tidak perlu dilakukan revisi. Sedangkan menurut ahli media total persentase yang diperoleh adalah 81,5%. Hasil ini menunjukkan kualifikasi kelayakan produk sangat baik dan tidak perlu direvisi. Penghitungan hasil tanggapan rata-rata persentase respon siswa pada setiap komponen menunjukkan persentase antara  63,15%-92,10% untuk respon setuju dan standar kualifikasi memberikan respon positif. Sementara untuk tes kemampuan mahasiswa, diperoleh skor rata-rata tes kemampuan mahasiswa sebesar 74. Dari data tersebut dapat diketahui bahwa produk yang dikembangkan dapat dikatakan efektif berdasarkan perolehan tes dengan persentase skor di atas 65 sebesar 78,94%.