Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

Efektivitas Pemberian Terapi Suportif dalam Menurunkan Ansietas pada Remaja Edo Gusdiansyah; Weni Mailita; Yuanita Ananda
Warta Pengabdian Andalas Vol 28 No 1 (2021)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jwa.28.1.17-23.2021

Abstract

Mental disorders are behavioral or psychological patterns shown by individuals that cause distress, dysfunction; reduce the quality of life which becomes a psychosocial problem. Psychosocial problems that result in social changes in society can cause mental disorders. The prevalence of adolescents in Indonesia experiencing psychosocial problems is 8.7%. In West Sumatra Province, the population is 5.48 million with a number of teenagers around 511.8 people. Of these, one in five adolescents has psychosocial problems that require adequate and special treatment. The solution to this problem is by providing supportive therapy which aims to help deal with mental health problems that exist in the community. This activity was carried out on February 3, 2021 with a total of 20 teenagers. The results of the evaluation show that there is a change in anxiety in adolescents. Suggestions for the health center are to monitor the results of this education.
Hubungan Pengetahuan dan Sikap Perawat Tentang Triage di IGD Rumah Sakit Semen Padang Hospital Weni Mailita; Willady Rasyid
Humantech : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia Vol. 2 No. 2 (2022): Humantech : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia
Publisher : Program Studi Akuntansi IKOPIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32670/ht.v2i2.1206

Abstract

Triage diambil dari bahasa Perancis yaitu Trier yang artinya mengelompokkan atau memilih. Sistem ini pertama kali diperkenalkan dan dikembangkan di medan pertempuran dan digunakan bila terjadi bencana. Di medan pertempuran, triage digunakan untuk menentukan prioritas penanganan pada perang dunia pertama. Klasifikasi ini digunakan oleh para tentara perang untuk mengidentifikasi tentara korban perang yang mengalami luka ringan dengan tujuan agar setelah dilakukan tindakan penanganan dapat kembali kemedan perang (Andrayoni., 2019). Perawat harus mempertimbangkan banyak faktor yang berpotensi mempengaruhi proses pengambilan keputusan dalam memenuhi kebutuhan pasien (Cristine., 2017). Peran triage membutuhkan keterampilan penilaian klinis yang sangat tinggi, dan dasar pengetahuan yang relevan untuk membedakan keluhan yang tidak mendesak dari kondisi yang mengancam jiwa di lingkungan pekerjaan sibuk dan membuat stres (Varndell., 2019). Peningkatan pasien tanpa diimbangi dengan tenaga kesehatan atau sarana prasarana dapat menjadi permasalahan stres kerja yang dirasakan oleh perawat (Nurazizah, 2017). Tindakan yang dilakukan individu cenderung dipengaruhi oleh informasi dimilikinya.Sikap yang positif terhadap suatu informasi yang diterima seseorang dapat mempengaruhi setiap tindakan yang akan dilakukannya. Seseorang yang bersikap positif akan cenderung untuk memahami dengan benar setiap informasi yang ada, sebaliknya sikap yang negative terkadang akan memberikan pemahaman informasi yangs alah (Andrayoni., 2019). Sikap dan keterampilan petugas kesehatan IGD sangat dibutuhkan dalam pengambilan keputusan klinis agar tidak terjadi kesalahan dalam melakukan pemilahan saat triage sehingga dalam penanganan pasien bisa lebih optimal dan terarah. semakin baik pengetahuan perawat tentang triage maka sikap perawat tentang triage juga semakin baik (Kholiq., 2018). Jenis penelitian yang digunakana dalah analitik yaitu melihat hubungan antar dua variabel dengan pendekatan crosssectional, dalam penelitian ini variabel independen (dukungan dan beban keluarga) dan variabel dependen (Tingkatan Skizofrenia)yangdi kumpulkan dalam waktu bersamaan. Penelitian dilaksanakan di Rumah Sakit Semen Padang Hospital yang dilakukan pada bulan April sampai Agustus 2021. Pengumpulan data dilaksanakan selama 1 minggu mulai dari tanggal 1 s/d 6 Mei 2021 dengan analisa data yaitu analisa univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square. Luaran penelitian yang ditargetkan adalah artikel ilmiah di publikasi dalam Jurnal Nasional Terakreditasi.
Depresi Sebagai Faktor Determinan Kualitas Hidup Lansia Yang Tinggal Di PSTW Di Masa Pandemi Covid-19 Tomi Jepisa; Weni Mailita; Rischa Hamdanesti
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 2 No. 2 (2023)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The elderly group (elderly) is a group that is threatened with high morbidity and mortality in the Covid-19 pandemic. The Covid-19 pandemic is a challenge for the elderly as a vulnerable group and easily exposed to viruses. This pandemic condition has created various excessive fears and suspicions of other people and has resulted in depression, due to various kinds of obstacles and social restrictions, resulting in limited daily activities that have an impact on the quality of life for the elderly. This study aims to determine the relationship between the level of depression and the quality of life of the elderly during the Covid-19 pandemic at PSTW Kasih Sayang Ibu Batusangkar. This research used quantitative method with analytic descriptive design and cross sectional approach. The research sample is 68 elderly with purposive sampling technique. Data collection used a questionnaire which was carried out by visiting PSTW and data analysis techniques used the Chi Square test. That the level of depression is related to the quality of life of the elderly. Therefore, interventions are needed to increase interaction and sharing between the elderly to reduce depression and improve the quality of life of the elderly. There is a significant relationship between the level of depression on the quality of life of the elderly. The impact of the Covid-19 pandemic where the elderly who live in PSTW experience mild depression.
Edukasi Aktivitas Fisik Terhadap Peningkatan Kualitas Hidup Lansia di Puskesmas Andalas Padang Weni Mailita; Helmanis Suci
Jurnal Pengabdian Ilmu Kesehatan (JPIK) Vol. 4 No. 1 (2025): JPIK - Juni 2025 Volume 4 Nomor 1 Tahun 2025
Publisher : Universitas Alifah Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33757/jpik.v4i1.97

Abstract

The elderly represent a vulnerable age group that often experiences a decline in physical, psychological, and social functions, ultimately affecting their quality of life. In the working area of Andalas Public Health Center in Padang, low participation in physical activities among the elderly is still evident due to limited knowledge and motivation. This community service program aimed to improve the quality of life of the elderly through physical activity education tailored to their abilities. Activities included interactive health education sessions, elderly exercise training, and the distribution of physical activity guidebooks. The participants consisted of 20 elderly individuals. Instruments used in this program included observation sheets to assess participation, the WHOQOL-BREF questionnaire to measure quality of life before and after the intervention, and a participant satisfaction evaluation form. The evaluation method involved a pre-test and post-test approach along with a focus group discussion (FGD) to explore perceptions and the impact of the education provided. The results showed an increase in elderly knowledge about the benefits of physical activity and improved quality of life scores, particularly in physical and psychological domains. Physical activity education has proven to be an effective promotive and preventive intervention in supporting elderly health at the community level.
Hubungan Pengetahuan Dan Sikap Ibu Dengan Kejadian ISPA Pada Balita Di Puskesmas Andalas Padang Tahun 2023 Weni Mailita; Sari Indah Kesuma
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 3 No. 2 (2024)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Inspeksi Saluran Pernafasan Atas (ISPA) adalah penyakit yang disebabkan oleh virus ini banyak menyebar baik dikalangan anak-anak maupun dewasa. Penyakit ISPA ini tidak hanya menjadi masalah di Negara berkembang namun juga menjadi masalah global di negara lain. Menurut Riskesdas 2018, ISPA terjadi biasanya 7 kali per tahun pada anak dan 2 kali pada orang dewasa. ISPA merupakan salah satu infeksi yang menyebabkan dampak sosial dan merupakan salah satu penyebab tingginya kunjungan dokter, konsumsi antibiotik, kehilangan waktu kerja bagi orang tua. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap ibu dengan kejadian ISPA pada anak. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan jenis penelitian yang digunakan deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional study dengan sampel sebanyak 96 orang ibu yang memiliki balita. Alat ukur yang digunakan adalah kuisioer tingkat pengetahuan dan kuesioner pengukuran sikap dengan teknik analisis data menggunakan uji Chi Square. Bahwa ada hubungan pengetahuan dan sikap ibu dengan kejadian ISPA pada balita di puskesmas andalas padang tahun 2023, Oleh karena itu, perlu adanya mengkaji faktor lain yang lebih mendalam terhadap kejadian ISPA pada balita.
Analisis Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Ispa Pada Balita Di Wilayah Kerja Puskesmas Andalas Padang Tahun 2023 Sari Indah Kesuma; Weni Mailita
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 3 No. 5 (2024)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Inspeksi Saluran Pernafasan Atas (ISPA) adalah penyakit yang disebabkan oleh virus ini banyak menyebar baik dikalangan anak-anak maupun dewasa. Penyakit ISPA ini tidak hanya menjadi masalah di Negara berkembang namun juga menjadi masalah global di negara lain. Hal ini dapat dilihat dari angka kematian balita menurut WHO (2018) memperkirakan ± 13 juta anak balita di dunia meninggal dan kematian tersebut terdapat di Negara berkembang di Asia dan Afrika seperti: India (48%), Indonesia (38%), Ethiopia (4,4%), Pakistan (4,3%), China (3,5%), Sudan (1,5%), dan Nepal (0,3%). Pada tahun 2020 WHO melaporkan hampir 6 juta anak meninggal dunia dan 16 % dari jumlah tersebut disebabkan oleh ISPA. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang berhubungan pada balita. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional study. Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Padang tahun 2017 terdapat 51,4% rumah tangga bebas asap rokok, dan terdapat 48,6% rumah tangga yang memiliki minimal seorang perokok di dalam rumah. Pada wilayah kerja puskesmas Andalas terdapat 760 (38%) rumah yang bebas asap rokok dari 2.000 rumah tangga dan terdapat 1.240 (62%) rumah tangga yang masih terpapar asap rokok (DKK, 2017). Menurut data PHBS Dinkes Kota Padang tahun 2017 cakupan pemberian ASI eksklusif di Lintau Buo masih sangat rendah yaitu dari 1.828 jumlah bayi pemberian ASI eksklusif pada bayi usia 0-6 bulan pada tahun 2017 yaitu hanya 62 ASI eksklusif, jadi terdapat 1.766 (96%) bayi yang tidak mendapatkan ASI eksklusif dari ibunya. Selain ASI eksklusif, imunisasi juga merupakan faktor risiko terjadinya ISPA pada balita. Imunisasi merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan kekebalan tubuh balita terhadap suatu penyakit (Mulati, 2019) Untuk mengurangi angka kematian akibat ISPA pada balita, diupayakan untuk memberikan imunisasi lengkap pada balita. Balita yang mendapatkan imunisasi lengkap dapat memperkecil kemungkinan suatu penyakit tersebut bertambah parah (Fadhilah, 2017). Berdasarkan uraian diatas maka peneliti tertarik untuk melakukan penelitian mengenai Faktor yang berhubungan dengan kejadian ISPA pada balita di Wilayah Kerja Puskesmas Andalas Tahun 2023
Pengaruh Edukasi Kegawatdaruratan Hipertensi Dalam Meningkatkan Pengetahuan Lansia Dengan Hipertensi Weni Mailita; Helmanis Suci
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 4 No. 2 (2025)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v4i2.1629

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu masalah kesehatan yang umum di kalangan lansia dan dapat berujung pada kegawatdaruratan hipertensi, yang berisiko menyebabkan komplikasi serius seperti stroke dan serangan jantung. Oleh karena itu, penting untuk meningkatkan pemahaman lansia mengenai penanganan kegawatdaruratan hipertensi. Penelitian ini penting untuk memberikan informasi kepada lansia dan keluarganya mengenai kegawatdaruratan hipertensi. Edukasi yang efektif diharapkan mampu meningkatkan pemahaman lansia tentang pentingnya pengelolaan kondisi hipertensi secara tepat. Dengan demikian, penelitian ini tidak hanya bertujuan meningkatkan pengetahuan, tetapi juga sebagai upaya pencegahan dan mitigasi risiko akibat kegawatdaruratan hipertensi pada kelompok usia lanjut yang rentan. Edukasi ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih baik bagi lansia tentang cara mengenali tanda-tanda kegawatdaruratan hipertensi dan melakukan tindakan awal yang tepat. Penelitian menggunakan metode quasi-experimental dengan desain pretest-posttest control group. Populasi penelitian adalah lansia yang menderita hipertensi. Sampel dalam penelitian ini adalah 20 responden dibagi menjadi kelompok intervensi dan kontrol
Hubungan Gaya Kepemimpinan Dengan Kinerja Perawat Di Ruang Rawat Inap RS. Universitas Andalas Padang Tahun 2025 Putri Zahara; Asmawati; Weni Mailita
Menulis: Jurnal Penelitian Nusantara Vol. 2 No. 3 (2026): Menulis - Maret
Publisher : PT. Padang Tekno Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/menulis.v2i3.1074

Abstract

Kinerja perawat adalah hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang dicapai oleh seorang perawat dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan tanggung jawab. RS Universitas Andalas salah satu rumah sakit berada di Kota Padang dengan kinerja perawat dari 10 orang yang di survey awal ditemukan 60% perawat memiliki kinerja kurang baik, perawat tidak pernah mampu mengambil inisiatif dalam bakerja, perawat merasa lelah karena pasien terlalu banyak dan gaya kepemimpinan lebih banyak ruangan menggunakan gaya kepemimpinan otoriter. Tujuan penelitian ini hubungan gaya kepemimpinan dengan kinerja perawat di Ruang Rawat Inap RS. Universitas Andalas Padang tahun 2025. Jenis penelitian analitik dengan desain cross sectional. Penelitian dilaksanakan Maret s/d Agustus tahun 2025 Pengumpulan data penelitian dilaksanakan pada tanggal 04 – 19 Juli 2025. Populasi pada penelitian ini seluruh perawat pelaksana di RS. Universitas Andalas Padang tahun 2025 berjumlah 79 orang. Teknik pengambilan sampel dengan total sampling. Penelitian menggunakan kuesioner dengan cara angket. Data dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji statistik Chi-Square dengan tingkat kepercayaan 95% dengan nilai a = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan kurang dari separuh (45,6%) kepala ruangan memiliki gaya kepemimpinan tidak efektif. Kurang dari separuh (49,4%) kepala ruangan memiliki kinerja perawat. Ada hubungan gaya kepemimpinan kepala ruangan dengan kinerja perawat di Ruang Rawat Inap RS. Universitas Andalas Padang Tahun 2025 (pvalue=0,033), Kesimpulan penelitian ini gaya kepemimpinan berhubungan kinerja perawat. Diharapkan kepala ruangan selaku pemimpin berperan penting dalam mengidentifikasi, menumbuhkan dan mengarahkan motivasi perawat agar mau dan antusias dalam bekerja, karena kepala ruangan yang mengalami kontak langsung dengan staf di ruangan dan yang akan mengarahkan pekerjaan sesuai tugas dan fungsi staf di ruangan.
Hubungan Penggunaan Smartphone Dengan Kualitas Tidur Pada Remaja Di SMP Negeri 18 Kota Padang Intan Putri Alda; Setiadi Syarli; Weni Mailita
Menulis: Jurnal Penelitian Nusantara Vol. 2 No. 3 (2026): Menulis - Maret
Publisher : PT. Padang Tekno Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/menulis.v2i3.1075

Abstract

Penggunaan smartphone di kalangan remaja mengalami peningkatan yang signifikan seiring perkembangan teknologi, namun hal ini menimbulkan kekhawatiran terkait dampak negatifnya terhadap kesehatan, khususnya kualitas tidur. Paparan cahaya biru dari layar smartphone dapat mengganggu ritme sirkadian dan menekan produksi hormon melatonin, sehingga mengakibatkan penurunan durasi dan kenyamanan tidur. WHO (2023) mencatat bahwa gangguan kualitas tidur dialami oleh sekitar 15,3% hingga 39,2% populasi dunia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara tingkat penggunaan smartphone dengan kualitas tidur pada remaja di SMP Negeri 18 Kota Padang. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain cross sectional. Populasi sebanyak 349 siswa sedangkan sampel berjumlah 78 siswa kelas VIII yang dipilih secara random sampling. Waktu penelitiannya pada bulan Juni dan bertempat di SMP Negeri 18 Kota Padang. Instrumen penelitian meliputi kuesioner penggunaan smartphone dan Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI). Analisis data dilakukan secara univariat untuk mendeskripsikan distribusi frekuensi, serta bivariat menggunakan uji chi-square untuk melihat hubungan antarvariabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 47,4% responden memiliki penggunaan smartphone kategori rendah, sedangkan 62,8% memiliki kualitas tidur yang baik. Uji statistik menghasilkan nilai p = 0,000 (p < 0,05), yang berarti terdapat hubungan signifikan antara tingkat penggunaan smartphone dan kualitas tidur. Responden dengan penggunaan smartphone tinggi cenderung mengalami kualitas tidur buruk. Temuan ini menegaskan bahwa durasi dan intensitas penggunaan smartphone perlu diatur, terutama menjelang waktu tidur. Kesimpulannya, pengendalian penggunaan smartphone melalui edukasi kesehatan, pengawasan orang tua, serta kebijakan sekolah berperan penting dalam menjaga kualitas tidur remaja, sehingga mereka dapat memiliki kondisi fisik dan mental yang optimal untuk menunjang aktivitas belajar dan perkembangan sosial. Saran, pentingnya edukasi kepada siswa, orang tua, dan pihak sekolah tentang manajemen penggunaan smartphone secara bijak agar kualitas tidur remaja tetap terjaga.