Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

REVIEW PENERAPAN METODE PERAMALAN PADA PENJUALAN PRODUK DI RANTAI RITEL FASHION Sulastyono , Arla Fifinella; Maknata , Aurelia Christina; Winata, Bryant Franklin; Harwig , Chesta Aldena; The , Lucky Tjendana; Tjandra , Nathaniel; Nurhayati , Nurhayati
Neraca: Jurnal Ekonomi, Manajemen dan Akuntansi Vol. 3 No. 5 (2025): Neraca: Jurnal Ekonomi, Manajemen dan Akuntansi
Publisher : Neraca: Jurnal Ekonomi, Manajemen dan Akuntansi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

X adalah sebuah perusahaan ritel pakaian kasual asal jepang yang merancang, memproduksi, dan menjual pakaian kasual , dengan fokus pada konsep lifewear yang menekankan kenyamanan dan kualitas. Tujuan dari penelitian tersebut adalah menentukan metode forecast atau peramalan yang dapat digunakan berdasarkan data historis, menentukan metode forecasting yang paling tepat dengan tingkat kesalahan paling terkecil berdasarkan beberapa metode forecasting seperti weighted moving average dan lain-lain. Hasil dari penelitian tersebut menggunakan weighted moving average forecast adalah Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola penjualan PT. X mengalami fluktuasi yang signifikan akibat faktor musiman, dengan peningkatan penjualan pada bulan-bulan tertentu seperti April dan Agustus. Metode Weighted Moving Average-3 dipilih karena kemampuannya dalam menangkap perubahan tren dengan memberikan bobot lebih besar pada data terbaru. Hasil peramalan menunjukkan tren yang relatif stabil dengan sedikit peningkatan pada bulan November. Namun, metode ini memiliki keterbatasan dalam peramalan jangka panjang karena hanya mempertimbangkan data historis terbaru.
Upaya Meningkatkan Kemampuan Motorik Halus Anak dalam Meronce Pola Melalui Berbagai Media di Kelompok B1 TK Mushthofawiyah Nurhayati , Nurhayati; Purba, Maria Dewi Prihatini; Listiawati, Listiawati
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 1 (2024): April 2024
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v8i1.12405

Abstract

Yang dibahas dalam penelitian ini adalah bagaimana upaya meningkatkan kemampuan fisik motorik halus anak dalam meronce pola melalui berbagai media. Tujuan yang hendak dicapai dalam penelitian ini adalah ingin mengetahui kemampuan fisik motorik halus anak dalam meronce pola melalui berbagai media. Sumber data penelitian ini adalah anak-anak kelompok B1 TK Mushthofawiyah dengan jumlah siswa 15 orang,yang terdiri dari 8 orang anaklaki-laki, 7 orang perempuan.Waktu penelitian dilaksanakan selama dua bulan dengen metode deskrifsi melalui jenis penelitian kualitatif yang di laksanakan dalam 4 tahapan yaitu: 1. Perencanaan 2.Tindakan 3.Pengamatan 4.Refleksi. Penelitian ini terdiri dari 2 siklus , yaitu bulan September dan oktober, siklus pertama dilaksanakan pada tanggal 16 -20 September dan siklus dua tanggal 07-11 Oktober 2020.Metode pengumpulan data diperoleh melalui lembar observasi aktivitas anak selama proses pembelajaran, dokumentasi berupa foto selama pembelajaran dan pengamatan kemampuan guru dalam merencanakan pembelajaran. Berdasarkan lembaran observasi tahap pra tindakan dalam meronce anak masih banyak yang mendapat bintang 1 ( BB ) sejumlah 6 anak pada siklus 1 dan pada siklus 2 jumlah anak yang mendapat bintang 1 (BB) sudah tidak ada lagi . Dari nilai data siklus ke2 menunjukkan adanya peningkatan pada anak kelompok B1 TK Mushtofawiyah. Dari hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa penggunaan media yang bervariasi dapat meningkatkan minat dan motivasi belajar anak dalam kemampuan motorik halus ,terutama pada kegiatan meronce.
KURANGNYA MANAJEMEN PERAWATAN DIRI DAN PENGENDALIAN TEKANAN DARAH PASIEN HIPERTENSI DI DAERAH LAHAN BASAH Guna, Stephanie Dwi; Agrina, Agrina; Herlina, Herlina; Nopriadi, Nopriadi; Nurhayati , Nurhayati
Jurnal Ilmiah Keperawatan IMELDA Vol. 10 No. 1 (2024): Jurnal Ilmiah Keperawatan IMELDA
Publisher : Program Studi S1/DIII-Keperawatan Universitas Imelda Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52943/jikeperawatan.v10i1.1544

Abstract

Hypertension is the non-communicable disease with relatively high prevalence in Indonesia. The continuity of hypertension care is crucial for patients to control their blood pressure and prevent complications of this silent-killer disease. This research aims to analyze the self-management and blood pressure control of hypertension patients in wetland areas. Taking place in the area supported by the Faculty of Nursing, Universitas Riau, which is the coastal area of the Siak River, Pekanbaru, this research was a quantitative study; descriptive analytic. Thirty participants who were hypertensive patient without complication were chosen by purposive sampling. The instruments were a hypertension patient self-management questionnaire and a digital sphygmomanometer to measure blood pressure. The result showed the majority of the participants was in productive age; adult (33%) and pre-elderly (47%). The result also showed that no participant had good self-management, and most of them had poor self-management (53%). It also revealed only 23% of participants consume anti-hypertension medications regularly, while the rest of them is not taking medication at all. Most of the participants’ blood pressures were uncontrolled (97%). The average systolic pressure was 159 mmHg with maximum point at 238 mmHg and diastolic pressure was 98 mmHg with maximum point at 141 mmHg. This research indicates the urgency in dealing with hypertension, especially in research locations.
Green banking policy and implementation in Islamic banking: Evidence from Bank Syariah Indonesia Surabaya through a Maqāṣid al-Sharīʿah perspective Mulyani, Khalishah; Susanti, Neneng Desi; Nurhayati , Nurhayati
Journal of Islamic Economics Lariba Vol. 12 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/jielariba.vol12.iss2.art3

Abstract

IntroductionGreen banking has become increasingly important in response to environmental degradation, climate risk, and the growing demand for sustainable finance. In Islamic banking, this issue is particularly significant because environmental responsibility can be interpreted not only as a managerial obligation but also as part of Maqāṣid al-Sharīʿah, especially the protection of life, wealth, and future generations. Despite the rapid growth of sustainability discourse, empirical studies that examine green banking implementation in Islamic banking at the branch level remain limited.ObjectivesThis study analyzes the policy and implementation of green banking at Bank Syariah Indonesia, Surabaya Branch, and evaluates its practices through the perspective of Maqāṣid al-Sharīʿah. It also seeks to identify the extent to which green banking has been institutionalized in financing, operations, and risk management.MethodThis study employed a qualitative approach with a field research design. Data were collected through in-depth interviews, observation, and documentation. The analysis focused on three main dimensions of green banking: green financing, green operations, and environmental and social risk management. The findings were then interpreted using the framework of Maqāṣid al-Sharīʿah.ResultsThe study finds that green banking at Bank Syariah Indonesia, Surabaya Branch has been implemented through sustainable financing practices, digital and paper-reducing operational measures, and the incorporation of environmental and social risk assessment into financing decisions. However, implementation remains partial. Sustainable financing still coexists with financing directed to environmentally harmful sectors, and internal environmental performance indicators such as energy, fuel, water, and paper use show fluctuation rather than consistent reduction. From the perspective of Maqāṣid al-Sharīʿah, these practices contribute to the protection of life, wealth, and intergenerational welfare, although their institutional integration remains incomplete.ImplicationsThe findings show that green banking in Islamic banking should be understood as an evolving institutional process rather than a completed transformation. The study highlights the need for stronger environmental literacy, more consistent operational integration, and more effective regulatory and governance support.Originality/NoveltyThis study contributes to the literature by offering a branch-level analysis of green banking in Islamic banking and by using Maqāṣid al-Sharīʿah as the primary evaluative framework rather than treating it as a symbolic ethical reference.