Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Hubungan Peran Pemantauan Pengawas Minum Obat (PMO) dengan Peningkatan Kualitas Hidup Pasien TB Paru di Puskesmas Sentosa Baru Tahun 2024 Setiawati Dakhi; Yosefhine Christine Sihombing; Alfurqan Alfurqan; Putra Jaya Gori; Sunarti Sunarti
Jurnal Ners Vol. 9 No. 3 (2025): JULI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i3.46836

Abstract

Tuberkulosis atau TBC salah satu penyakit menular, juga dikenal sebagai TB paru akibat Mycobacterium tuberculosis dan hingga kini masih menjadi ancaman kesehatan di era global. TBC menjadi salah satu penyumbang kematian terbanyak ke 2 di dunia sesudah COVID-19 tahun 2022 terutama negara dengan pendapatan minim dan menengah. Tujuan: Penelitian ini dilakukan guna mengetahui Hubungan Peran Pemantauan Pengawas Minum Obat dengan Peningkatan Kualitas Hidup Pasien TB Paru di Puskesmas Sentosa Baru. Metode: Penelitian yang digunakan ialah penelitian kuantitatif, dirancang dengan menggunakan korelasi dan non eksperimen. Populasi pasien TB berdasarkan data di Puskesmas Sentosa Baru sebanyak 412 orang. Sampel dalam penelitian ini melibatkan 40 responden yang dipilih memakai metode Non Probability Sampling yaitu dengan teknik purposive sampling. Hasil: Berdasarkan analisis statistik dengan uji chi-square menunjukkan nilai p sebesar 0,000 < 0,05, artinya bahwa Ho ditolak dan Ha diterima. Dengan ini, maka dapat disimpulkan bahwa, adan hubungan signifikan antara peran pemantauan Pengawas Minum Obat (PMO) dengan peningkatan kualitas hidup pasien TB Paru di Puskesmas Sentosa Baru Kota Medan Tahun 2024.
Hubungan Antara Tingkat Kolesterol Terhadap Pasien Hipertensi di Panti Jpmpo Yayasan Guna Budi Bakti Tahun 2025 Dewi Nirwana Berutu; Berkat Setiawan Halawa; Friskila Zega; Lia Trisia; Sadarmawata Zai; Sunarti Sunarti
Jurnal Ners Vol. 9 No. 4 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i4.50170

Abstract

Hipertensi adalah salah satu masalah kesehatan yang berdampak secara global. Kondisi ini kerap dijuluki silent killer karena penderitanya dapat mengalami tekanan darah tinggi selama bertahun-tahun tanpa menunjukkan gejala, keluhan, atau kerusakan yang jelas pada organ vital. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar kolesterol pada pasien hipertensi di Panti Jompo Yayasan Guna Budi Bhakti Medan tahun 2025. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif, metode yang dirancang untuk menjawab pertanyaan penelitian dengan mengumpulkan dan menganalisis data yang diekspresikan dalam bentuk numerik. Pendekatan ini dilakukan secara sistematis, dengan perencanaan yang cermat dan proses terstruktur dari tahap desain awal hingga fase implementasi. Berdasarkan data dari Panti Jompo Yayasan Guna Budi Bhakti di Medan, terdapat 15 pasien yang didiagnosis menderita hipertensi dan kadar kolesterol tinggi. Menggunakan uji normalitas Shapiro–Wilk untuk variabel tekanan darah, nilai signifikansi ditemukan sebesar 0,001, menunjukkan bahwa nilainya di bawah ambang batas 0,05. Untuk kadar kolesterol, nilai signifikansi adalah 0,00, juga di bawah 0,05, menunjukkan bahwa data untuk variabel ini tidak terdistribusi secara normal. Analisis statistik menunjukkan korelasi yang signifikan antara tekanan darah dan kadar kolesterol (p < 0,05). Hasil ini konsisten dengan studi sebelumnya yang juga menunjukkan hubungan yang berarti antara konsentrasi kolesterol dan tekanan darah tinggi (hipertensi).
Hubungan Indeks Massa Tubuh dengan Kejadian Hipertensi Pada Pasien di RSU Royal Prima Medan Tahun 2025 R Uli Meilani Br Haro Rajagukguk; Elsari M Siregar; Dea Puspita Sari; Al Badrul; Gaby Ana Susanti Silalahi; Sunarti Sunarti
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Hipertensi didefinisikan sebagai keadaan ketika tekanan darah sistolik melampaui 130 mmHg dan tekanan darah diastolik berada di atas 80 mmHg. Berbagai faktor memengaruhi kondisi ini, di antaranya adalah indeks massa tubuh. Para ahli menggunakan Indeks Massa Tubuh (IMT) sebagai parameter untuk mengukur status gizi yang didapat melalui perbandingan antara berat badan dan tinggi badan. Hubungan antara IMT dengan kejadian hipertensi diteliti dalam penelitian ini. Metode: Penelitian ini menggunakan desain observasional dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian meliputi semua pasien hipertensi di Rumah Sakit Umum Royal Prima, dengan sampel sebanyak 40 orang yang dipilih menggunakan sampling probabilitas melalui sampling acak sederhana. Data penelitian diperoleh dari sumber primer, sekunder, dan tersier. Pengukuran dilakukan menggunakan lembar observasi dengan bantuan alat berupa timbangan, meteran, serta sfigmomanometer. Data dianalisis melalui analisis univariat dan bivariat. Hasil: adalah bahwa nilai p dari uji statistik chi-square sebesar 0,01, yang lebih kecil dari α = 0,05. Kesimpulan: bahwa hipotesis nol ditolak dan hipotesis alternatif diterima, sehingga ditemukan hubungan yang signifikan antara indeks massa tubuh dan insidensi hipertensi pada pasien di Rumah Sakit Umum Royal Prima.