Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

BESARAN ENERGI AKTIVASI DARI OKSIDASI HASIL PENGECORAN ALUMINIUM KALENG MINIMUM YANG MENDAPAT PERLAKUAN PANAS QUENCHING DAN ANNEALING Nukman, Nukman; Dahlan, Muhammad; Firdaus MS, Firdaus M S; Yani, Irsyadi; Arifin, Amir
AUSTENIT Vol. 11 No. 2 (2019): AUSTENIT: Oktober 2019
Publisher : Politeknik Negeri Sriwijaya, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (561.212 KB)

Abstract

Thermogravimetry analyzer adalah suatu alat untuk melakukan analisa thermal dimana massa bahan uji akan berbanding terbalik atau berbanding lurus dengan laju temperatur yang meningkat dan fungsi waktu (temperatur meningkat konstan). TGA biasanya digunakan untuk menentukan karakteristik material. Kurva naiknya massa material Aluminium dapat digunakan untuk mengetahui oksidasi. Titik naiknya massa material bisa digunakan untuk menghitung energi aktivasi. Penelitian ini menggunakan alat Thermogravimetry Analyzer (TGA) Exstar SII 7300 dengan 3 (tiga) sampel yang berbeda yaitu: Sampel Non Heat Treatment, Sampel Quenching, Sampel Annealing.  Hasil pengujian didapatkan bahwa energi aktivasi pada keadaan temperatur 400-6500C ramp 10 pada sampel non heat treatment E = 30,137 kJ/mol. Pada quenching E = 23,537 kJ/mol. Pada annealing E = 28,373 kJ/mol.
PELATIHAN 3D PRINTER DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMBUATAN MEDIA PEMBELAJARAN SISWA SMK BIDANG KEAHLIAN TEKNOLOGI DAN REKAYASA DI PALEMBANG Saputra, M. A. Ade; Hadi, Qomarul; Nasution, Jimmy D.; Firdaus, Aneka; Zulkarnain, Zulkarnain; Barlin, Barlin; Chandra, Hendri; Arifin, Amir; Putra, Risky Utama
Jurnal Lentera Nusantara Vol 4 No 2 (2025): Jurnal Pelita Sriwijaya: In Progress
Publisher : Asosiasi Peneliti Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51630/jps.v4i2.202

Abstract

Program pelatihan pengenalan pengoperasian mesin cetak 3D yang diadakan sebagai bagian dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertujuan untuk membekali para guru di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dan para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah dalam sektor industri kreatif, terutama para siswa, dengan kompetensi yang diperlukan dalam bidang desain dan pengoperasian mesin cetak 3D tipe fused deposition modelling (FDM). Tantangan utama yang dihadapi peserta pelatihan adalah kurangnya pengetahuan dasar, keterampilan aplikasi, dan ketiadaan fasilitas mesin cetak 3D, yang menjadi fokus utama program pelatihan ini. Pelatihan tersebut diselenggarakan dengan metode penyampaian materi yang mencakup pengenalan dasar dan cara penggunaannya berdasarkan teknologi manufaktur aditif. Proses demonstrasi mencakup pencetakan objek, dimulai dari pemodelan objek 3D menggunakan perangkat lunak computer aided design (CAD), penggunaan slicer, hingga pengaturan filamen. Setelah pelatihan, keterampilan mencetak model objek diperdalam melalui program pendampingan jarak jauh. Hasil evaluasi yang diperoleh dari wawancara selama pelaksanaan menunjukkan bahwa 70% peserta SMK tertarik dan berencana untuk menerapkan teknologi mesin cetak 3D, sementara 100% peserta dari kelompok siswa mendukung kelanjutan program sosialisasi penggunaan 3D printer. Kegiatan ini memberikan nilai tambah bagi guru-guru SMK dan pelaku usaha siswa melalui peningkatan keterampilan dan pemahaman tentang teknologi baru mesin cetak 3D, mempersiapkan mereka untuk menghadapi tantangan dan peluang di era revolusi industri 4.0 di pasar global.
IMPLEMENTASI 3D PRINTING DALAM PEMBELAJARAN TEKNIK DI SMK YPK GAJAH MADA PALEMBANG Arifin, Amir; Saputra, M. A. Ade; Yani, Irsyadi; Prakoso, Akbar Teguh; Gunawan, Gunawan; Basri, Hasan; Zahir, Muhammad; Thamrin, Ismail; Astuti, Astuti
Jurnal Lentera Nusantara Vol 4 No 2 (2025): Jurnal Pelita Sriwijaya: In Progress
Publisher : Asosiasi Peneliti Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51630/jps.v4i2.203

Abstract

Perkembangan teknologi pada era Revolusi Industri 4.0 menuntut lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) memiliki kompetensi di bidang manufaktur berbasis digital, salah satunya teknologi 3D printing tipe fused deposition modeling (FDM). Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan keterampilan guru SMK YPK Gajah Mada Palembang dalam merancang dan mengoperasikan mesin cetak 3D serta memanfaatkannya sebagai media pembelajaran teknik. Metode yang digunakan diawali dengan survei kebutuhan dan wawancara untuk memetakan pengetahuan awal dan kesiapan guru terhadap teknologi 3D printing, dilanjutkan dengan pelatihan terstruktur yang mencakup pengenalan perangkat lunak CAD, proses slicing menggunakan Ultimaker Cura, pengaturan parameter pencetakan, hingga praktik langsung mencetak produk sederhana seperti komponen transmisi dan gantungan kunci. Evaluasi dilakukan melalui kuesioner dan wawancara setelah pelatihan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta memperoleh pemahaman yang baik terhadap alur kerja 3D printing, merasa cara penyampaian dan isi materi mudah diikuti, serta 70% guru menyatakan akan mencoba menerapkan 3D printing sebagai media pembelajaran di kelas. Selain itu, penyerahan satu unit mesin cetak 3D kepada sekolah mendukung keberlanjutan implementasi teknologi ini. Secara keseluruhan, program pelatihan efektif dalam memperkuat kompetensi guru dan mendorong integrasi teknologi manufaktur aditif dalam pembelajaran teknik di SMK.
Analisis Kegagalan Roda Gigi Pinion di Main Drive Belt Conveyor risky u Utama Putra; Jimmy Deswidawansyah Nasution; Zulkarnain; Roy Reeverdy; M. A. Ade Saputra; Amir Arifin; Irsyadi Yani; Gunawan; Akbar Teguh Prakoso; Diah Kusuma Pratiwi
Jurnal Rekayasa Mesin Vol. 26 No. 1 (2026): Jurnal Rekayasa Mesin
Publisher : Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/b0k7ps03

Abstract

Roda gigi pinion pada main drive belt conveyor PT Bukit Asam mengalami kegagalan setelah tiga bulan operasi, jauh di bawah umur pakai yang direncanakan selama dua tahun. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi akar penyebab kegagalan melalui observasi lapangan, pemeriksaan visual, pemetaan kekerasan Vickers pada sepuluh titik, pengamatan metalografi, estimasi kekuatan material, dan simulasi metode elemen hingga (FEM). Kekerasan aktual berada pada rentang 297-334 HV, lebih rendah daripada spesifikasi desain 445-520 HV. Mikro struktur didominasi ferrite-pearlite tanpa lapisan martensit dan tanpa gradien pengerasan dari permukaan ke inti, yang menunjukkan bahwa surface hardening tidak dilakukan atau tidak mencapai spesifikasi. Simulasi kontak awal menghasilkan tegangan von Mises maksimum 1523 MPa, lebih tinggi daripada estimasi kekuatan tarik aktual maksimum sekitar 1092 MPa, sehingga konsisten dengan terjadinya plastic flow/swaging pada flank. Pemodelan geometri setelah plastic flow menunjukkan tegangan maksimum 397,2 MPa terkonsentrasi pada root fillet. Mekanisme kegagalan diawali oleh tegangan kontak berulang pada flank, diikuti perataan profil gigi, redistribusi beban ke root fillet, inisiasi retak fatigue, dan fraktur. Akar penyebab utama adalah tidak tercapainya kekerasan permukaan akibat surface hardening yang tidak dilakukan atau tidak optimal.