Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

PENETAPAN HARGA OLEH PEMERINTAH DALAM PANDANGAN FUQAHA’ Nurasiah Ahmad
Mau'izhah Vol 9 No 1 (2019): Volume IX No.1 Januari – Juni 2019
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Syekh burhanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (346.389 KB) | DOI: 10.55936/mauizhah.v9i1.21

Abstract

Penetapan harga yang dikenal dengan istilah attas’iral- jabari dalam konsep ekonomi islammerupakan sesuatu yang menarik pada hari ini untukdidiskusikan karena hal ini menyangkut kepentinganmasyarakat sebagai konsumen, pedagagang sebagaipengada komoditi dan pemerintah sebagai pengaturperekonomian sebuah negara. Dalam kajian ekonomiislam, jika terjadi konflik ekonomi, rujukan yang utamauntuk dipedomani tentunya al-Qur’an dan sunnah.Ketika suatu persoalan tidak bertemu jawaban secaralangsung dari al-Qur’an, maka sunnahlah yangdijadikan pedoman selanjutnya. Akan tetapi ketikakedua sumber tersebut juga tidak dapat memfasilitasisecara langsung terhadap persoalan yang ada, disinitentunya perlu pendapat fuqaha’ sebagai solusi terakhirterhadap persoalan yang muncul. Dalam kasus at-tas’iral- jabari, pernah pada suatu ketika Rasulullah SAWditanya oleh komunitas masyarakatnya tentang fluktuasiharga yang cenderung memberatkan masyarakat padasaat itu dengan memberikan jawaban seolah-oleh lepasdari tanggungjawab, ini menimbulkan multi tafsir dikalangan cendekia Islam sejak awal perkembangannyahingga kini. Umar ibn al-Khattab merespon prilakuRasulullah adalah kasuistis dan tidak universalsehingga intervensi pemerintah dalam hal ini adalahdibolehkan bila didasarkan pada kemaslahatan umat.Sedangkan di kalangan ulama madzhab sunni secaragaris besar terbagi menjadi dua pendapat: Kelompokpertama, memahami bahwa pemerintah tidak dibenarkan intervensi mengenai harga. Kelompokkedua, menyatakan jika terdapat distori pasar, makapemerintah punya hak untuk melakukan intervensiterhadap harga komoditas perdagangan. Hal inidilakukan untuk kemaslahatan umat dan menjadikanpasar sebagai instrument ekonomi yang akuntabel.
PENDIDIKAN ISLAM DALAM PEMIKIRAN AHMAD KHATIB DATUAK TUMANGGUANG DI KAYU TANAM Nurasiah Ahmad; Julhadi Julhadi
Mau'izhah Vol 10 No 1 (2020): Volume X No. 1 Januari – Juni 2020
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Syekh burhanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (272.416 KB) | DOI: 10.55936/mauizhah.v10i1.48

Abstract

Ahmad Khatib Datuak Tuangguang di Kayutanam merupakansalah seorang tokoh yang pada hari ini sempat terlupakan. Iaadalah seorang tokoh pendidikan agama Islam sekaligus tokohadat yang ikut berperan dalam memberikan kontribusi pemikiranpendidikan agama islam kepada masyarakat Tigo NagariKayutanam Kabupaten Padang Pariaman. Adanya sebuahMadrasah Tarbiyah Islamiyah di Kanagarian Kayutanam adalahsalah satu bukti sepakterjang atau usaha keras dan perjuanganyang berat dari Ahmad Khatib Datuak Tumangguang besertapara tokoh masyarakat lainnya. Adanya murid-murid yang telahberhasil pada hari ini dan dengan keberadaan sekolah atau yangdisebut dengan Madrasah tersebut juga sebagai bukti darikeikutsertaannya dalam mencerdaskan dan menyiarkan ajaranagama islam. Sifat kepemimpinannya yang arif, bijaksana, tulus,disiplin, pekerja keras serta memiliki maru’ah yang tinggimenjadikan Ahmad Khatib Datuak Tumangguang mendapatkantempat dihati masyarakat, sehingga memudahkan Ahmad KhatibDatuak Tumangguang untuk memberikan pemahaman danpencerahan agama islam kepada murid-muridnya danmasyarakat.
MENGOPTIMALKAN PENDIDIKAN KARAKTER PADA GENERASI MILENIAL SEBAGAI BINGKAI PEMBENTUK GENERASI KREATIF DAN INOVATIF DALAM MENGHADAPI BONUS DEMOGRAFI 2030 Nurasiah Ahmad; Hilma Nafsiyati; Fauzana Ahmad
Mau'izhah Vol 11 No 2 (2021): Volume XI No. 2 Juli - Desember 2021
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Syekh burhanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (325.085 KB) | DOI: 10.55936/mauizhah.v11i2.65

Abstract

Pada tahun 2028-2035, Indonesia diprediksi akan mengalamimasa bonus demografi, yakni jumlah penduduk usia produktif(berusia 15-64 tahun) lebih besar dibandingkan penduduk usiatidak produktif (berusia di bawah 15 tahun dan di atas 64tahun). Pada periode tersebut, penduduk usia produktifdiprediksi mencapai 64 persen dari total jumlah penduduk yangdiproyeksikan sebesar 297 juta jiwa. Agar Indonesia dapatmemetik manfaat maksimal dari bonus demografi, salah satuupaya mempersiapkan bonus demografi adalah dengan carameningkatkan kualitas SDM (Sumber Daya Manusia) melaluipendidikan. Pendidikan sampai saat ini dianggap sebagai unsurutama dalam pengembangan SDM (Sumber Daya Manusia).Ketersediaan sumber daya manusia usia produktif yangmelimpah harus diimbangi dengan peningkatan kualitas darisisi pendidikan pada generasi milenal, atau kadang juga disebutdengan generasi Y adalah sekelompok orang yang lahir setelahgenerasi X, yaitu orang yang lahir pada kisaran tahun 1980-2000an. Pendidikan karakter merupakan salah satu bingkaipembentuk generasi yang kreatif dan inovatif yang sangatdibutuhkan sekali dalam menghadapi bonus demografi padatahun 2030 mendatang, dengan terbentuknya generasi kreatifdan inovatif diharapkan nantinya mampu menciptakan lapangan pekerjaan sendiri, strateginya adalah melaluipeningkatan akses, kualitas, dan relevansi pendidikan,termasuk mengembangkan pendidikan kejuruan atau vokasiuntuk memperkuat kemampuan inovasi dan meningkatkankreativitas. Metode penulisan yang digunakan dalam karyatulis ilmiah ini adalah metode deskriptif kualitatif. Denganteknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknikanalisis dokumen. Analisis data dilakukan saat pengumpulandata berlangsung, dan setelah selesai pengumpulan dalamperiode tertentu
PENGARUH KEPEMIMPINAN KEPALA MADRASAH, EFIKASI DIRI, DAN KOMITMEN PROFESIONAL TERHADAP MOTIVASI KERJA DAN KINERJA GURU MTsN KOTA PARIAMAN Handriadi Handriadi; Nurasiah Ahmad
Mau'izhah Vol 10 No 2 (2020): Volume X No. 2 Juli – Desember 2020
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Syekh burhanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (754.183 KB) | DOI: 10.55936/mauizhah.v10i2.38

Abstract

Berkaitan dengan kinerja guru beberapa indikator kinerja guru seperti berikut. Pertama, kemampuan merencanakan belajar-mengajar, yang meliputi (1) Menguasai Garis-garis besar penyelenggaraan pendidikan, (2) Menyesuaikan analisa materi pelajaran, (3) Menyususn program semester, (4) Menyususn program atau pembelajaran. Kedua, kemampuan melaksanakan kegiatan belajar mengajar, yang meliputi : (1) Tahap pra instruktur, (2) Tahap instruksional, (3) Tahap evaluasi dan tindak lanjut. Ketiga, kemampuan mengevaluasi, yang meliputi : (1) Evaluasi normatif, (2) Evaluasi formatif, (3) Laporan hasil evaluasi, dan (4) Pelaksanaan program perbaikan dan pengayaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : 1. Pengaruh langsung Kepemimpinan Kepala Madrasah terhadap Motivasi Kerja Guru MTsN di Kota Pariaman, 2. Pengaruh Langsung Efikasi Diri Guru terhadap Motivasi Kerja Guru MTsN di Kota Pariaman, 3. Pengaruh Langsung Komitmen Profesional Guru Terhadap Motivasi Kerja Guru MTsN di Kota Pariaman, 4. Pengaruh Langsung Kepemimpinan Kepala Madrasah, Efikasi Diri dan Komitmen Profesional secara bersama-sama terhadap Motivasi Kerja guru-guru MTsN di Kota Pariaman, 5. Pengaruh Langsung Kepemimpinan Kepala Madrasah terhadap Kinrja Guru MTsN di Kota Pariaman, 6. Pengaruh Langsung Efikasi Diri Guru terhadap Kinerja Guru MTsN di Kota Pariaman,7. Pengaruh Langsung Komitmen Profesional Guru terhadap Kinerja Guru MTsN di Kota Pariaman,8. Pengaruh Langsung Kepemimpinan Kepala Madrasah, Efikasi Diri dan Komitmen Profesional secara bersama-sama terhadap Kinerja Guru MTsN di Kota Pariaman, 9. Pengaruh Langsung Motivasi Kerja Terhadap Kinerja Guru MTsN di Kota Pariaman. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif untuk melihat pengaruh secara parsial antara variabel-variabel yang ada. Variabel penelitian kuantitatif yang diuji dalam penelitian ini terdiri dari kepemimpinan kepala sekoalah terhadap motivasi kerja, kepemimpinan kepala sekolah terhadap kinerja guru, efikasi diri terhadap kinerja guru, da komitmen profesional terhadap kinerja guru, kemudian seluruh data yang diperoleh diproses dan diolah dengan analisa kuantitatif.
ORGANISASI SOSIAL KEAGAMAAN DAN PENDIDIKAN ISLAM (NAHDATUL ULAMA) Julhadi Julhadi; Nurasiah Ahmad
Mau'izhah Vol 11 No 1 (2021): Volume XI No. 1 Januari - Juni 2021
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Syekh burhanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (354.6 KB) | DOI: 10.55936/mauizhah.v11i1.60

Abstract

Nahdlatul 'Ulama (Kebangkitan 'Ulama atauKebangkitan Cendekiawan Islam), disingkat NU, adalahsebuah organisasi Islam terbesar di Indonesia.Organisasi ini berdiri pada 31 Januari 1926 danbergerak di bidang keagamaan, pendidikan, sosial, danekonomi. Kehadiran NU merupakan salah satu upayamelembagakan wawasan tradisi keagamaan yang dianutjauh sebelumnya, yakni paham Ahlussunnah walJamaah. Selain itu, NU sebagaimana organisasi-organisasi pribumi lain baik yang bersifat sosial, budayaatau keagamaan yang lahir di masa penjajah, padadasarnya merupakan perlawanan terhadap penjajah.Hal ini didasarkan, berdirinya NU dipengaruhi kondisipolitik dalam dan luar negeri, sekaligus merupakankebangkitan kesadaran politik yang ditampakkan dalamwujud gerakan organisasi dalam menjawab kepentingannasional dan dunia Islam umumnya
PENANAMAN NILAI-NILAI IBADAH SHOLAT DALAM MEREKONSTRUKSI AKHLAK NARAPIDANA DI LAPAS KELAS IIB KOTA PARIAMAN Nurasiah Ahmad
Mau'izhah Vol 9 No 2 (2019): Volume IX No. 2 Juli - Desember 2019
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Syekh burhanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (281.449 KB) | DOI: 10.55936/mauizhah.v9i2.24

Abstract

Penanaman nilai-nilai ibadah shalat yang dilakukan oleh Kemenag Kota Pariaman bertujuan merekonstruksi akhlak narapidana di lapas kelas 2B Kota Pariaman. Kemenag Kota Pariaman berupaya memberikan kontribusi pemikiran dan waktunya untuk melakukan sebuah pengabdian. Untuk memberikan penyadaran kepada narapidana, Kemenag Kota Pariaman yang dilaksanakan oleh penyuluh fungsional dan honorer dengan menggunakan beberapa meto dadalam penyuluhan tersebut, di antaranya nasehat, pembiasaan, kedisiplinan, perhatian atau pengawasan serta metode hukuman. Titik fokus dalam penelitian ini adalah penanaman nilai-nilai ibadah shalat oleh Kemenag Kota Pariaman kepada narapidana dan melihat respon serta aplikasi dari nilai-nilai yang terkandung di dalam ibadah shalat yang telah dilaksanakan.
Pembelajaran Kitab Kuning di Pondok Pesantren Nurul Yakin Ringan Ringan Nurasiah Ahmad; Ilal Qusufi
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2023): Agustus 2023
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian Ini dilatarbelakangi oleh metode pembelajaran kitab kuning yang monoton di beberapa Pondok Pesantren atau madrasah. Meskipun metode pembelajaran telah berkembang pesat, ditambah dengan teknologi selalu tersedia untuk dijadikan sebagai fasilitas dalam bentuk pembelajaran yang menarik, akan tetapi pembelajaran kitab kuning masih memakai cara lama dan secara tidak sadar santri dipaksa untuk paham dengan mencukupkan metode lama. Hal yang berbeda ditemukan pada Pondok Pesantren Nurul Yakin Ringan-Ringan yang berdiri semenjak tahun 1960 M. Pesantren ini mempunyai keunikan tersendiri dalam pengajaran kitab kuning, sehingga pembelajaran kitab kuning oleh santri menjadi sesuatu yang menarik dan menyenangkan. Keunikan tersebut dapat dilihat dari aspek talaffuz, santri tingkat ‘ulya di beritanggung jawab untuk membaca matan di depan kelas menggunkan intonasi dan istilah2 khusus pendidik agar membantu dalam pemahaman makna. Demikian juga halnya dari aspek tafahum, bahasa yang digunakan adalah bahasa minangkabau. Dari aspek ta’ammal, pendidik menyajikan pembelajaran dalam bentuk praktek dan menceritakan kisah-kisah ulama kharismatik.
Analysis of the Values of Religious Moderation in Indonesian Local Wisdom Culture Sameto, Mayang Belia; Syahminal, Syahminal; Marfiyanti, Marfiyanti; Ahmad, Nurasiah; Yanti, Novia; Bahri, Muhammad Fahreza
International Journal of Multidisciplinary Research of Higher Education Vol 7 No 3 (2024): (July) Theme Education, Sciences, Engineering and Economic
Publisher : Islamic Studies and Development Center in Collaboration With Students' Research Center Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/ijmurhica.v7i3.231

Abstract

Local wisdom is an integral part of a community's cultural identity, passed down from generation to generation. These values ​​play an important role in maintaining social harmony and strengthening the spirituality and morality of individuals in society. This research aims to analyze the religious and social values ​​of local wisdom culture in Indonesia. Local wisdom is an integral part of a community's cultural identity, passed down from generation to generation. This research uses qualitative methods with a phenomenological approach. this research examines how these values ​​are manifested in a series of rituals and celebrations of Tabuik, and how they support character and moral education in society. Data collection through observation, interviews with traditional leaders, religious leaders, and cultural actors Tabuik, as well as analysis of related documents. All data was analyzed using the Milles & Huberman interactive thematic analysis model technique. The research results show that culture Tabuik not only commemorates historical events in Islam but also functions as a medium for Islamic education that teaches the values ​​of patience, sacrifice, and brotherhood. Social values ​​such as cooperation and deliberation are also at the core of this cultural practice, strengthening family ties and encouraging active community participation in cultural preservation. This research confirms the importance of culture Tabuik as a culture of local wisdom in maintaining the religious and social identity of society in the modern era.
Teacher Creativity Enhances Children's Cognitive Development through Traditional Games in Muslim Educational Institutions Zulfa, Mona Yulia; Elia, Elia; Ahmad, Nurasiah; Nafsiyati, Hilma; Syahminal, Syahminal; Husni, Afdhalul; Uldiman, Uldiman
El-Rusyd Vol. 9 No. 1 (2024): June
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Ahlussunnah Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58485/elrusyd.v9i1.244

Abstract

Early childhood cognitive development is a critical phase that requires appropriate stimulation to support logical thinking abilities and the use of basic concepts. Traditional games such as congklak have the potential to be an effective learning medium. This research aims to evaluate the influence of the conventional media game Congklak Geometric in improving the cognitive development of early childhood. This research uses the Research and Development method with the Analysis, Design, Development or Production, Implementation or Delivery, and Evaluation (ADDIE) model, which is then tested in a learning process involving fifteen students as research subjects. All data was analysed using correlation analysis techniques with IBM SPSS 25 Software. The results of the analysis regarding the use of geometrically shaped congklak media products show the criteria i) material aspect, 87.50%, ii) cognitive aspect, 82.50%, iii) media aspect, 82.16% with a total average of 84.16%. Furthermore, the results of statistical analysis show that congklak media is proven to be able to stimulate the cognitive development of young children with a focus on geometric shapes in the learning process with a total average of 84.16%. The findings of this research indicate that the geometric congklak game can be integrated into the early childhood education curriculum as an effective strategy to support cognitive development.
WOMEN ENTREPRENEURS DALAM KONSEP HUKUM ISLAM (Sebagai Upaya Penerapan Home-Based Business/HBB Nurasiah Ahmad; Hilma Nafsiyati
Jurnal Al-Karim : Jurnal Pendidikan, Psikologi dan Studi Islam Vol. 7 No. 1 (2022): Jurnal Al-Karim - Maret 2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) Institut Agama Islam YAPTIP Chadijah Ismail Pasaman Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (167.203 KB) | DOI: 10.70820/staiyaptippasamanbarat.v7i1.24

Abstract

Meningkatnya jumlah perempuan dalam dunia wirausaha bukan saja tanpa alasan. Apalagi semenjak Covid 19 angka pengangguran semakin meningkat, biaya kebutuhan rumah tangga semakin tinggi. Hal ini memicu kaum perempuan berkiprah di dunia usaha/bisnis. Seiring meningkatnya perkembangan teknologi, makan model pemasaran usaha/bisnis jugamengalami perubahan, dimana sebelumnya orang berbisnis cenderung di luar rumah, akan tetapi sekarang dengan menyediakan ruang kecil dirumah, seseorang sudah bisa memulai usahanya yang dikenal dengan Home Based Bussines.Berbicara mengenai hak dan kewajiban, maka perempuan apabila telah menikah dan mempunyai anak, sejatinya berkewajiban untuk memperhatikan kebutuhan anak dan suaminya, sedangkan suami yang bertugas mencari nafkah. Akan tetapi, apa yang telah ditetapkan pada kenyataannya berbeda dengan apa yang dialami di lapangan, dimana kebutuhan akan nafkah keluarga belum tercukupi. Hal ini membuat perempuan yang mempunyai kemampuan multitasking mencari peluang untuk berwirausaha. Dengan adanya peluang berwirausaha dari rumah, maka kewajiban perempuan dalam rumah tangga bisa terpenuhi dan fitnah yang akan mengancam bisa diminimalisir.Dalam kaedah Ushul dijelaskan bahwa hukum asal sesuatu adalah boleh sampa ada dalil yang mengharamkannya. Jadi menjadi womenpreneurs adalah boleh, selama dia memenuhi kewajibannya. Akan tetapi jika tidak mampu memenuhi kewajiban dalam rumah tangga, maka bisa saja womenpreneurs berobah hukumnya menjadi haram.