Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Teacher Creativity Enhances Children's Cognitive Development through Traditional Games in Muslim Educational Institutions Zulfa, Mona Yulia; Elia, Elia; Ahmad, Nurasiah; Nafsiyati, Hilma; Syahminal, Syahminal; Husni, Afdhalul; Uldiman, Uldiman
El-Rusyd Vol. 9 No. 1 (2024): June
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Ahlussunnah Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58485/elrusyd.v9i1.244

Abstract

Early childhood cognitive development is a critical phase that requires appropriate stimulation to support logical thinking abilities and the use of basic concepts. Traditional games such as congklak have the potential to be an effective learning medium. This research aims to evaluate the influence of the conventional media game Congklak Geometric in improving the cognitive development of early childhood. This research uses the Research and Development method with the Analysis, Design, Development or Production, Implementation or Delivery, and Evaluation (ADDIE) model, which is then tested in a learning process involving fifteen students as research subjects. All data was analysed using correlation analysis techniques with IBM SPSS 25 Software. The results of the analysis regarding the use of geometrically shaped congklak media products show the criteria i) material aspect, 87.50%, ii) cognitive aspect, 82.50%, iii) media aspect, 82.16% with a total average of 84.16%. Furthermore, the results of statistical analysis show that congklak media is proven to be able to stimulate the cognitive development of young children with a focus on geometric shapes in the learning process with a total average of 84.16%. The findings of this research indicate that the geometric congklak game can be integrated into the early childhood education curriculum as an effective strategy to support cognitive development.
Tinjauan Yuridis Perbuatan Melawan Hukum Dalam Kasus Pelanggaran Kontrak Jual Beli di Indonesia Elia, Elia; Kennardy, Lawrentiust; Kurniawan, MIchelle Heydee; Putra, Moody Rizqy Syailendra
Journal of Accounting Law Communication and Technology Vol 2, No 1 (2025): Januari 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jalakotek.v2i1.4555

Abstract

Artikel ini membahas faktor-faktor yang menyebabkan pelanggaran kontrak dapat dikategorikan sebagai perbuatan melawan hukum (PMH) dalam perspektif hukum perdata Indonesia berdasarkan Pasal 1365 KUHPerdata. Meskipun pelanggaran kontrak pada umumnya dianggap sebagai wanprestasi, terdapat kondisi tertentu di mana pelanggaran tersebut melampaui sekadar wanprestasi dan memenuhi unsur PMH. Faktor-faktor seperti niat buruk, kelalaian serius, pelanggaran terhadap hukum umum, dampak terhadap pihak ketiga, serta unsur penipuan atau penyalahgunaan kewenangan menjadi dasar penting dalam mengkategorikan pelanggaran kontrak sebagai PMH. Artikel ini juga membahas bagaimana penerapan PMH dalam pelanggaran kontrak di praktik peradilan Indonesia, di mana pengadilan mempertimbangkan secara hati-hati unsur-unsur PMH dalam menetapkan tanggung jawab hukum dan ganti rugi bagi pihak yang dirugikan. Pada akhirnya, konsep PMH dalam pelanggaran kontrak memberikan landasan hukum yang kuat untuk melindungi hak-hak pihak yang dirugikan serta menegakkan keadilan yang lebih luas.
Tinjauan Yuridis Perbuatan Melawan Hukum Dalam Kasus Pelanggaran Kontrak Jual Beli di Indonesia Elia, Elia; Kennardy, Lawrentiust; Kurniawan, MIchelle Heydee; Putra, Moody Rizqy Syailendra
Journal of Accounting Law Communication and Technology Vol 2, No 1 (2025): Januari 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jalakotek.v2i1.4555

Abstract

Artikel ini membahas faktor-faktor yang menyebabkan pelanggaran kontrak dapat dikategorikan sebagai perbuatan melawan hukum (PMH) dalam perspektif hukum perdata Indonesia berdasarkan Pasal 1365 KUHPerdata. Meskipun pelanggaran kontrak pada umumnya dianggap sebagai wanprestasi, terdapat kondisi tertentu di mana pelanggaran tersebut melampaui sekadar wanprestasi dan memenuhi unsur PMH. Faktor-faktor seperti niat buruk, kelalaian serius, pelanggaran terhadap hukum umum, dampak terhadap pihak ketiga, serta unsur penipuan atau penyalahgunaan kewenangan menjadi dasar penting dalam mengkategorikan pelanggaran kontrak sebagai PMH. Artikel ini juga membahas bagaimana penerapan PMH dalam pelanggaran kontrak di praktik peradilan Indonesia, di mana pengadilan mempertimbangkan secara hati-hati unsur-unsur PMH dalam menetapkan tanggung jawab hukum dan ganti rugi bagi pihak yang dirugikan. Pada akhirnya, konsep PMH dalam pelanggaran kontrak memberikan landasan hukum yang kuat untuk melindungi hak-hak pihak yang dirugikan serta menegakkan keadilan yang lebih luas.
Kajian Ayat Tematik Pendidikan dalam Al-Qur’an (Analisis Mendalam) Elia, Elia; Yusuf, Kadar M.
Indonesian Research Journal on Education Vol. 5 No. 6 (2025): Irje 2025
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/irje.v5i6.3982

Abstract

Al-Qur’an tidak hanya berfungsi sebagai kitab petunjuk ibadah, tetapi juga sebagai sumber utama konsep pendidikan Islam yang komprehensif dan integral. Pendidikan dalam perspektif Al-Qur’an mencakup dimensi epistemologis, aksiologis, dan praksis yang berorientasi pada pembentukan manusia beriman, berilmu, dan berakhlak mulia. Makalah ini bertujuan mengkaji ayat-ayat tematik pendidikan dalam Al-Qur’an secara mendalam melalui pendekatan tafsir tematik (tafsir maudhū‘ī). Fokus kajian diarahkan pada QS. Al-‘Alaq: 1–5, QS. Luqman: 12–19, kisah Musa dan Khidr dalam QS. Al-Kahfi, QS. An-Nahl: 78, serta QS. Az-Zumar: 9. Analisis dilakukan dengan mengaitkan ayat-ayat tersebut dengan konsep-konsep fundamental pendidikan Islam, meliputi epistemologi pengetahuan, pendidikan akhlak dan keluarga, metode pembelajaran Qur’ani, relasi pendidik dan peserta didik, serta tujuan pendidikan Islam. Hasil kajian menunjukkan bahwa Al-Qur’an membangun paradigma pendidikan yang bersifat integratif, humanis, dan transformatif, serta memiliki relevansi kuat dalam menjawab tantangan pendidikan kontemporer, khususnya dalam penguatan karakter, integrasi ilmu dan nilai, serta pembentukan insan beradab