Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

PENYULUHAN PENGELOLAAN LIMBAH CAIR TEMPE-TAHU USAHA KECIL MENENGAH (UKM) SEMANAN, KECAMATAN KALIDERES, KOTA JAKARTA BARAT Sarah Aphirta; Tazkiaturrizki; Wisely Yahya; Feri Wardianto; Ariani Dwi Astuti; Widyo Astono
JOURNAL OF TRAINING AND COMMUNITY SERVICE ADPERTISI (JTCSA) Vol. 4 No. 1 (2024): Februari 2024
Publisher : ADPERTISI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

In Indonesia, particularly in Semanan, tofu, and tempe are produced by home industries using traditional technology. However, the soybean processing industry is considered inefficient. The process used is considered not environmentally friendly. This Community Service activity aims to provide insight to the target audience regarding the integrated management of tofu-tempe wastewater. There are 3 stages in this activity. The first stage (1) is preparation. The second stage (2) is implementation. The third stage (3) is evaluation. The average amount of tofu/tempeh production in a day reaches 10-50 kg in Semanan, as well as the use of soybean raw materials on average ranging from 10-50 kg/day. As much as 53% of the people did not know the potential of tempe/tofu wastewater to be alternative energy for cooking, however, very high enthusiasm was shown by the analysis of the questionnaire with 100% of the people willing to become volunteers as a contribution to procuring waste processing technology that could produce alternative energy sources. This program has been followed up in the form of research on the Faculty's Excellence Research scheme, and this follow-up needs to be integrated.
THE RECYCLING POTENTIAL OF SOLID WASTE IN JATINEGARA SUB-DISTRICT, EAST JAKARTA Kuntaryo, Alfa Miranti; Pramiati Purwaningrum; Tazkiaturrizki; Astari Minarti; Fitrio Ashardiono
INDONESIAN JOURNAL OF URBAN AND ENVIRONMENTAL TECHNOLOGY VOLUME 6, NUMBER 1, APRIL 2023
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/urbanenvirotech.v6i1.14793

Abstract

Aim: This study aims to analyze the recycling potential of solid waste in Jatinegara sub-district as a basis for optimizing solid waste management with the 3R principle. Methodology and Results: The sampling method to calculate the waste generation rate and composition was based on SNI 19-3964-1994. The sampling results showed that the average waste generation of Jatinegara sub-district was 0.22 kg/person/day or 2.02 liters/person/day. With a population of 328,345 in 2020, the waste generation is 663,055 L/day or 663.05 m3/day. The waste composition comprises 55.02% organic waste and 44.98% non-organic waste. The composition of organic waste that has the potential to be reprocessed is 38.52%. The potential for recycling non-organic waste is determined by identifying the types of waste that waste banks can accept. The composition of non-organic waste that can be recycled is 26.11%. Non-organic waste that has the potential to be sold to waste banks is 96.26% of total plastic waste, 100% of paper waste, 100% of metal waste, and 100% of glass/glass waste. Conclusion, significance and impact study: The total waste that can be recycled in Jatinegara sub-district is 64.62%, and the residue generated is 35.38%. Recycling can reduce waste to 372.76 m3/day.
PENYULUHAN PENGELOLAAN LIMBAH CAIR TEMPE-TAHU USAHA KECIL MENENGAH (UKM) SEMANAN, KECAMATAN KALIDERES, KOTA JAKARTA BARAT Sarah Aphirta; Widyo Astono; Wisely Yahya; Dwi Astuti, Ariani; Tazkiaturrizki; Wardianto, Feri
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia (JAMIN) Vol 5 No 2 (2023): JURNAL ABDI MASYARAKAT INDONESIA (JAMIN)
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/jamin.v5i2.17550

Abstract

Di Indonesia, khususnya Kawasan Semanan, tahu dan tempe diproduksi oleh industri rumah tangga dengan menggunakan teknologi tradisional. Namun, industri pengolahan kedelai ini dinilai tidak efisien, tidak hanya ada pengurangan produktivitas, tetapi proses yang digunakan dianggap tidak ramah lingkungan. Tujuan dari kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini adalah untuk memberikan wawasan kepada khalayak sasaran terkait dengan pengelolaan air limbah tahu-tempe yang terpadu. Pelaksanaan kegiatan ini terdiri dari 3 (tiga) tahapan. Tahap pertama (1) yaitu persiapan, meliputi survey lokasi, koordinasi dengan pihak mitra, dan pemetaan wilayah produksi tempe-tahu. Tahap kedua (2) yaitu pelaksanaan, meliputi kegiatan penyuluhan, pengisian kuesioner, dan diskusi internaktif. Tahap ketiga (3) yaitu evaluasi, terakit hasil penyuluhan, analisis data kuesioner, dan rencana tindak lanjut. Rata-rata jumlah produksi tahu/tempe dalam sehari mencapai 10-50 kg di Kelurahan Semanan, begitu juga halnya dengan penggunaan bahan baku kedelai rata-rata berkisar antara 10-50 kg/hari. Sebanyak 53% masyarakat belum mengetahui potensi limbah cair tempe/tahu menjadi alternatif energi untuk memasak, namun antusiasme yang sangat tinggi ditunjukkan dengan analisis kuesioner dengan angka 100% masyarakat bersedia untuk menjadi volunter sebagai kontribusi pengadaan teknologi pengolah limbah yang dapat menghasilkan sumber energi alternatif. Program ini telah ditindaklanjuti dalam bentuk penelitian skema Penelitian Unggulan Fakultas, dan tindak lanjut ini perlu dikembangkan secara terintegrasi.
Implementasi Program Edukasi Dan Penyuluhan Lingkungan Berkelanjutan Untuk Meningkatkan Kapasitas Siswa Sebagai Kader Kampanye Lingkungan Aphirta, Sarah; Winarni; Asih Wijayanti; Tazkiaturrizki; Reza Fauzi
JUARA: Jurnal Wahana Abdimas Sejahtera Volume 7 Nomor 1 Januari 2026
Publisher : Jurusan Teknik Lingkungan Fakultas Arsitektur Lanskap dan Teknologi Lingkungan, Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/0ez2yv78

Abstract

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas siswa/i SMA Negeri 14 Jakarta sebagai kader kampanye lingkungan melalui program edukasi dan penyuluhan tentang konservasi air bersih dan pengelolaan sampah. Program dilaksanakan pada tanggal 12 November 2024 dengan metode penyuluhan, diskusi interaktif, serta evaluasi menggunakan post-test. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa pemahaman peserta dalam berbagai aspek, antara lain konservasi air, pemilahan sampah, serta pemanfaatan sampah plastik menjadi ecobrick sangat baik. Sebanyak 100% peserta dapat menjawab dengan benar pada beberapa indikator pasca kegiatan, dan capaian rata-rata pemahaman mencapai 90%. Peserta juga menunjukkan antusiasme tinggi dan mulai menerapkan kebiasaan hidup bersih serta hemat air. Hasil kegiatan ini mendukung pernyataan bahwa pendidikan lingkungan yang diterapkan secara partisipatif dan kontekstual mampu meningkatkan pengetahuan dan perilaku positif siswa terhdap lingkungan. Program ini memberikan dampak positif dan membuka peluang kolaborasi antara perguruan tinggi dan sekolah.