Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

The purpose of this research is to built a water quality model which explains DO-BOD responsse as the effect of organic loading by hydrodynamic behavior, chemical and biological processes in the stream which are developed mathematically from reoxygenation rate (ka), deoxygenation rate (kd), photosynthesis and respiration, sediment oxygen demand (SOD) that are got from laboratory analysis and direct measuring in the field. The research was done in laboratory using standard method and also done in Widyo Astono; Muhammad Sri Saeni; Bibiana Widyawati Lay; Soepangat Soemarto
Forum Pasca Sarjana Vol. 31 No. 1 (2008): Forum Pascasarjana
Publisher : Forum Pasca Sarjana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of this research is to built a water quality model which explains DO-BOD responsse as the effect of organic loading by hydrodynamic behavior, chemical and biological processes in the stream which are developed mathematically from reoxygenation rate (ka), deoxygenation rate (kd), photosynthesis and respiration, sediment oxygen demand (SOD) that are got from laboratory analysis and direct measuring in the field. The research was done in laboratory using standard method and also done in field when rainy and dry season. Parameters that were measured are water temperature, pH, BOD, DO, discharge, velocity, and water depth. Based on the research, DO-BOD responsse observation has a same tendency with the result of model.   Key words: hydrodinamic, reoxygenation rate, decomposition rate, DO-BOD responsse
KANDUNGAN NITRAT DAN FOSFAT DI SUNGAI CILIWUNG Conchita Patricia; Widyo Astono; Diana Irvindiaty Hendrawan
PROSIDING SEMINAR NASIONAL CENDEKIAWAN PROSIDING SEMINAR NASIONAL CENDEKIAWAN 2018 BUKU I
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/semnas.v0i0.3373

Abstract

Sungai Ciliwung merupakan salah satu sungai besar di Indonesia dan banyak dimanfaatkan oleh masyarakat. Sungai Ciliwung berhulu di Bogor dan bermuara di Jakarta. Bertambahnya jumlah penduduk di sekitar Daerah Aliran Sungai (DAS) Ciliwung akan mempengaruhi kualitas air Sungai Ciliwung. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis kandungan nitrat dan fosfat di Sungai Ciliwung. Penelitian ini dilakukan di Sungai Ciliwung pada bulan Januari–Agustus 2018 dari hulu sampai hilir dengan panjang aliran sungai ± 120 km. Kegiatan di sekitar DAS Ciliwung yang menjadi potensi pencemaran di bagian hulu adalah domestik, bagian tengah adalah domestik dan rumah makan, serta bagian hilir adalah domestik, apartemen, dan perkantoran. Pengukuran kualitas air dilakukan pada bulan Mei – Juli 2018 dan parameter yang diukur akan dibandingkan dengan baku mutu Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 82 Tahun 2001. Hasil dari parameter nitrat berkisar antara 2,28 – 5,66 mg/l sedangkan baku mutu untuk kelas 1 sebesar 10 mg/l dan kelas 3 sebesar 20 mg/l. Kandungan fosfat berkisar antara 1,03 – 10,87 mg/l sedangkan baku mutu untuk kelas 1 sebesar 0,2 mg/l dan kelas 3 sebesar 1 mg/l.
KAJIAN KUALITAS AIR DI SUNGAI CILIWUNG DENGAN PARAMETER BOD DAN COD Potjut Siti Sara; Widyo Astono; Diana Irvindiaty Hendrawan
PROSIDING SEMINAR NASIONAL CENDEKIAWAN PROSIDING SEMINAR NASIONAL CENDEKIAWAN 2018 BUKU I
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/semnas.v0i0.3478

Abstract

Penelitian dilakukan di Sungai Ciliwung dari bulan Februari–Juli 2018 untuk mengetahui kualitas air dari parameter Biologycal Oxigen Demand (BOD) dan Chemical Oxygen Demand (COD). Kualitas air tersebut dapat menggambarkan pengaruh dari aktivitas manusia. Penelitian pada areal sungai sepanjang 120 km meliputi hulu-hilir. Identifikasi kegiatan yang menyebabkan pencemaran pada sungai dilakukan sepanjang bantaran sungai. Sumber pencemar tertentu yaitu anak sungai yang berpengaruh pada Sungai Ciliwung juga diidentifikasi. Pengukuran kualitas air dilakukan selama pada bulan Mei–Juli 2018. Kualitas air kemudian dibandingkan dengan baku mutu PP No. 82 Tahun 2001. Jenis penggunaan lahan di bagian hulu adalah untuk pemukiman dan perkebunan, bagian tengah dijumpai pemukiman yang lebih padat, industri, dan sedikit perkebunan, sedangkan bagian hilir lahan didominasi oleh ruang terbangun yang difungsikan sebagai permukiman dan perkantoran. Karakteristik pencemar potensial diduga berupa limbah domestik dari aktivitas manusia. Konsentrasi BOD dari semua titik pengukuran yang memenuhi baku mutu kelas 1 hanya titik 1 pada pengukuran Bulan Mei dan Bulan Juni dan untuk konsentrasi COD dari semua titik pengukuran yang memenuhi baku mutu kelas 3 hanya titik 1. Pengaruh BOD dan COD di perairan adalah dapat menurunkan oksigen di perairan karena terlalu banyak kandungan organik dan mengakibatkan ekositem perairan terganggu.
PENYULUHAN MENGENAI PEMBUATAN SUMUR RESAPAN SEBAGAI KONSERVASI SUMBERDAYA AIR, DI KECAMATAN SUKMAJAYA KELURAHAN CISALAK, DEPOK, JAWA BARAT Melati Ferianita Fachrul; Diana Irvindiaty Hendrawan; Astri Rinanti; Lailatus Siami; Widyo Astono; Bambang Iswanto
JUARA: Jurnal Wahana Abdimas Sejahtera Volume 1, Nomor 1, Januari 2020
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1207.71 KB) | DOI: 10.25105/juara.v1i1.6305

Abstract

The PKM activity aims to provide counseling and training on flood prevention efforts by managing residential areas by making infiltration wells in residential areas of local residents. To achieve the goals and objectives of this PKM activity carried out by Counseling methods. The results of the implementation of PKM activities are expected to be able to add insight and knowledge to the residents of the Kelurahan of Cisalak regarding environmental conditions related to water resources conservation. Therefore, both directly and indirectly the PKM activities are expected to change the behavior of local people who are more environmentally friendly. The results of this activity concluded that this PKM activity helped add insight and information to the residents of Cisalak Kelurahan, Sukmajaya Subdistrict, Depok, relating to the issue of water conservation by making infiltration wells, by making infiltration wells, so that it is necessary to make infiltration wells in accordance with the correct manufacturing techniques as a form tangible that can be applied to the environment in which they live and the wider environment
PENYULUHAN DAN PELATIHAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT PADA MASYARAKAT DALAM RANGKA MENEKAN SEBARAN COVID-19 DI KELURAHAN CISALAK KOTA DEPOK Diana Irvindiaty Hendrawan; Melati Ferianita Fachrul; Rositayanti Hadisoebroto; Widyo Astono; Bambang Iswanto; Tazkiaturrizki Tazkiaturrizki
JUARA: Jurnal Wahana Abdimas Sejahtera Volume 3, Nomor 1, Januari 2022
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1378.518 KB) | DOI: 10.25105/juara.v3i1.12943

Abstract

The Covid-19 pandemic has greatly affected human life. Clean and Healthy Lifestyle (PHBS) is a government program that needs to be implemented in the community. The implementation of PHBS can prevent the spread of the Corona Virus. This Community Service (PkM) activity aims to provide counseling regarding the implementation of PHBS as an effort to avoid the Corona Virus and to provide assistance for portable hand washing equipment to be used by the public in public places. The method used is counseling and training which is carried out partly online and partly offline with 75 participants from the community. The location of the counseling and training is divided into 2 (two) places, namely the Al-Amin Mosque, RW 12, Cisalak Village and the Cisalak Village Office Hall, Depok. The results of this PkM are getting public understanding about PHBS as an effort to prevent the spread of the Covid 19 Virus and the availability of a portable sink for washing hands as one of the requirements for implementing PHBS. 2 (two) units of handwashing wastel were handed over to the Mushola and the Cisalak Sub-District Office, which was a contribution from the PKM Team to the community.
ANALISIS PENYEBARAN MINYAK DAN LEMAK SERTA EVALUASI UNIT PROSES AIR TERPRODUKSI DI PLATFORM KF STAR ENERGY (KAKAP) LTD Widyo Astono; Endro Suswantoro; Winda .
INDONESIAN JOURNAL OF URBAN AND ENVIRONMENTAL TECHNOLOGY Vol. 6 No. 5 (2014)
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1225.551 KB) | DOI: 10.25105/urbanenvirotech.v6i5.709

Abstract

Air terproduksi adalah air tanah yang terdapat bersama dengan hidrokarbon di dalam formasi batuan minyak dan gas bumi di bawah tanah. Pada saat minyak dan gas dialirkan ke atas permukaan tanah, bersamaan itu pula air tanah tersebut ikut terangkat sehingga disebut sebagai air terproduksi. Salah satu industri penghasil air terproduksi adalah industri minyak dan gas bumi. Star Energy (Kakap) Ltd terletak di Laut Natuna, Indonesia tepatnya di Blok Kakap yang memproduksi minyak dan gas bumi sekitar ± 4.000 BOPD, ± 50 MMSCFD gas, dan Air Terproduksi 36.000 BWPD. Produksi minyak dan gas bumi di Blok Kakap ini juga melibatkan sebuah Floating Production Storage and Offloading (FPSO) atau Floating Storage and Offloading (FSO). Air terproduksi yang dihasilkan oleh proses produksi minyak dan gas di Star Energy (Kakap) Ltd, mengandung senyawa pencemar utama, yaitu minyak dan lemak. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji pola penyebaran parameter minyak dan lemak buangan air terproduksi di sekitar lokasi outfall Platform KF di laut lepas Natuna, memprediksi kemungkinan pola penyebaran parameter minyak dan lemak air terproduksi tersebut terhadap sensitif area di wilayah tersebut, dan mengevaluasi efisiensi proses pengolahan air terproduksi terhadap effluent buangan. Pola penyebaran parameter minyak dan lemak diolah dengan menggunakan software mathematic modelling (pemodelan matematik) yang mencakup model hidrodinamika dan model penyebaran parameter minyak dan lemak di laut. Variabel penujang program pemodelan ini mencakup data kontur dasar laut, arus laut, pasang surut, arah angin, dan besar konsentrasi parameter minyak dan lemak selama 6 bulan (Juni-November 2012). Verifikasi hasil pemodelan dilakukan dengan melakukan pengambilan sampel pada titik-titik tambahan disekitar lokasi outfall kemudian hasilnya dibandingkan dengan output dari model. Dari hasil verifikasi data pemodelan dengan data di lapangan kemudian dianalisis terhadap daerah sensitif di sekitar lokasi studi yang meliputi kawasan mangrove, terumbu karang, perairan laut, dan mamalia laut. Hasil simulasi pemodelan dan verifikasi menyimpulkan bahwa penyebaran parameter minyak dan lemak dari air terproduksi di platform KF terhadap Laut Natuna masih dibawah baku mutu yaitu antara 0 – 0,56 ppm dengan jarak sebaran terjauh sebesar 102,75 km ke arah timur. Hal ini diperkuat dengan hasil verifikasi model yang menunjukkan bahwa pengukuran di lapangan dengan hasil simulasi cukup akurat. Penyebaran parameter minyak dan lemak terhadap daerah sensitif dianggap aman, karena jarak daerah studi dengan daerah sensitif disekitarnya yaitu sejauh ± 190 km dari Kepulauan Anambas dan ± 250 km dari Kepulauan Natuna Besar. Untuk menjaga kondisi perairan laut akibat pembuangan air terproduksi diperlukan evaluasi terhadap efisiensi proses pengolahan air terproduksi agar effluent hasil pengolahan air terproduksi pada platform KF lebih efektif dengan penambahan unit hydrocyclone yang mampu menurunkan konsentrasi effluent dari parameter minyak dan lemak hingga 50%.Kata kunci : air terproduksi, kandungan minyak, model matematik, area sensitif, hydrocyclone
PERENCANAAN TEMPAT PEMBUANGAN AKHIR SAMPAH DENGAN MENGGUNAKAN METODE SANITARY LANDFILL STUDI KASUS : ZONA 4 TPA JATIWARINGIN, KABUPATEN TANGERANG Widyo Astono; Pramiati Purwaningrum; Rima Wahyudyanti
INDONESIAN JOURNAL OF URBAN AND ENVIRONMENTAL TECHNOLOGY Vol. 7 No. 1 (2015)
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1030.743 KB) | DOI: 10.25105/urbanenvirotech.v7i1.711

Abstract

Pertumbuhan jumlah penduduk dan kemajuan tingkat perekonomian di suatu kota mempengaruhi peningkatan jumlah sampah. Peningkatan jumlah sampah akan menimbulkan permasalahan pada lingkungan, proses akhir dari pengelolaan sampah yang dihasilkan dari kegiatan manusia berada di TPA (Tempat Pemrosesan Akhir Sampah). TPA Jatiwaringin adalah Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) yang aktif di Kabupaten Tangerang, metode yang digunakan saat ini adalah Open Dumping dengan luas wilayah ±14 Ha dan terbagi menjadi 4 zona penimbunan sampah dengan fasilitas penunjangnya. Kabupaten Tangerang dengan luas wilayah 959,61 Ha, memiliki jumlah penduduk sebesar 3.165.146 jiwa pada tahun 2013 dan laju rata-rata pertumbuhan penduduk sebesar 4,42%. Berdasarkan kepada Undang-Undang No 18 Tahun 2008, Peraturan Menteri Pekerjaan Umum  No 3 Tahun 2013,Peraturan Pemerintah No 16 Tahun 2005, dan Peraturan  Menteri  Pekerjaan  Umum No 21 Tahun 2006, dinyatakan bahwa TPA di kota besar dan metropolitan harus direncanakan sesuai metode lahan urug saniter (sanitary landfill).  Oleh karena itu pada Zona 4 TPA Jatiwaringin dilakukan perencanaan menggunakan metode sanitary landfill untuk sampah tercampur (organik dan anorganik). Berdasarkan perhitungan kelayakan lokasi TPA menggunakan Penilaian Indeks Risiko Lingkungan seperti yang terdapat pada Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No 3 Tahun 2013 yang berjumlah 530,75, hal ini berarti TPA diteruskan dan direhabilitasi menjadi lahan urug terkendali secara bertahap. Zona 4 TPA Jatiwaringin memiliki luas lahan ± 5 Ha, dengan umur pakai 745 hari atau 2 tahun 15 hari. Jenis tanah zona 4 TPA Jatiwaringin memiliki tekstur terbesar pada tekstur liat sebesar 52,69% dan tekstur lanau sebesar 26,77%, dengan angka kelulusan tanah rata-rata sebesar 2,18 x 10-6 cm/detik. Pemasangan pipa leachate menggunakan metode tulang ikan dengan diameter pipa utama 30 cm dan pipa cabang 10 cm. Pengendalian gas secara vertikal dilakukan dengan pemasangan pipa gas vertikal sebagai ventilasi gas, dengan diameter 10 cm sedangkan pengendalian gas secara horizontal digabungkan dengan pipa leachate. .  Kata Kunci : TPA, Sampah, Sanitary Landfill, Kabupaten Tangerang 
PENGARUH PENAMBAHAN GAS HIDROGEN TERHADAP PENINGKATAN GAS METAN (CH4) PADA PROSES DEKOMPOSISI SAMPAH ORGANIK Bambang Iswanto; Widyo Astono; Yulfi Rezi
INDONESIAN JOURNAL OF URBAN AND ENVIRONMENTAL TECHNOLOGY Vol. 8 No. 1 (2016)
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (884.37 KB) | DOI: 10.25105/urbanenvirotech.v8i1.723

Abstract

Pengaruh penambahan gas hidrogen terhadap peningkatan gas metan (CH4) pada proses dekomposisi sampah organik yang dilakukan di WorkShop Teknik Lingkungan Universitas Trisakti, Grogol, Jakarta Barat, bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis karakteristik sampah organik (sayur) dan pengaruhnya terhadap penambahan gas hidrogen (H2) dengan sistem anaerob pada produksi gas metan, dan kondisi optimum proses pembentukan gas metan dengan menggunakan tiga variasi dosis penambahan gas hidrogen. Pada reaktor RH1 penambahan gas H2 sebanyak 900 L, reaktor RH2 sebanyak 1800 L, reaktor RH3 sebanyak 2700 L. Analisis karakteristik sampah organik meliputi analisis fisik dan kimia. Analisis fisik berupa komposisi sampah dan densitas sampah. Komposisi sampah merupakan persentase dari jenis sampah yang digunakan. Analisis kimia sampah yang diukur adalah kadar air, C/N rasio, dan Volatile Solid (VS) yang dilakukan di Laboratorium Lingkungan Universitas Trisakti. Pengukuran pH menggunakan pH meter, untuk pengkuruan suhu menggunakan thermometer dan untuk pengukuran kelembaban dilihat pada humiditymeter, ketiganya terdapat pada rangkaian reaktor. Pengukuran gas metan menggunakan metode Gas Chromatography yang diuji di Laboratorium Rekayasa Produk Kimia dan Bahan Alam, Universitas Indonesia. Hasil analisis laboratorium didapatkan nilai kadar air sebesar 78,2%, kadar VS sebesar 33%, nilai C/N rasio sebesar 24, dan densitas sampah 230 kg/m3. Karakteristik sampah organik tersebut masih dalam kisaran optimum dalam dekomposisi sampah secara anaerob.Nilai pH dan suhu bahan dengan adanya penambahan gas hidrogen selama penelitian masih dalam kondisi optimum untuk proses dekomposisi sampah organik secara anaerob. Dalam waktu 55 hari proses dekomposisi dengan variasi penambahan bioaktivator, pH bahan berkisar antara 5,75 – 7,5, suhu bahan berkisar antara 32˚C – 36˚C, dan kelembaban bahan berkisar antara 32,5% – 70%. Namun kelembaban pada semua reaktor belum memenuhi kisaran optimum dalam proses dekomposisi sampah organik secara anaerob hal ini ditandai dengan kelembaban bahan pada semua reaktor mencapai 32,5%. Berdasarkan hasil analisis gas dari laboratorium, produksi biogas terbesar pada pengukuran hari ke 39 terlihat bahwa volume biogas pada reaktor RH2 adalah yang paling tinggi yaitu sebesar 28,2% dengan jumlah penambahan gas hidrogen sebanyak 1,8 m3, dan kondisi parameter seperti pH adalah 7, suhu 36°C, dan kelembaban 50%. Dari hasil perhitungan ! yang merupakan persentase gas H2 yang bereaksi menghasilkan CH4, maka nilai ! reaktor RH2 adalah yang paling besar dengan nilai 0,2261 dengan kecepatan reaksi ∆# ∆$=8,0594x10/012345 6789 . Kata kunci : Kata kunci : Biogas, Sampah Sayur, Anaerob Digestion, Gas Hidrogen, Gas Metan
KAJIAN KUALITAS AIR WADUK KEBON MELATI, JAKARTA PUSAT Kartika Marisi; Diana Hendrawan; Widyo Astono
INDONESIAN JOURNAL OF URBAN AND ENVIRONMENTAL TECHNOLOGY Vol. 8 No. 2 (2016)
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (465.273 KB) | DOI: 10.25105/urbanenvirotech.v8i2.1423

Abstract

Waduk Kebon Melati di Jakarta Pusat memiliki luas 4,9 Ha dan berfungsi sebagai pengendali banjir. Pembangunan dan pertumbuhan penduduk di sekitar waduk memberikan tekanan pada kondisi waduk Penelitian ini bertujuan untuk (1) Menganalisis kualitas air dan status mutu air Waduk Kebon Melati dan(2) Menganalisis pengaruh dari aktivitas sekitar waduk terhadap kualitas airnya. Penelitian dilakukan pada bulan Februari-Agustus 2016 dengan melakukan pengambilan sampel pada 11 titik sampel.Pengambilan sampel air dilakukan sebanyak 6 kali. Data kualitas air yang didapat dibandingkan dengan baku mutu berdasarkan Peraturan Pemerintah RI No 82 Tahun 2001. Sedangkan status mutu air dihitung dengan menggunakan Indeks Kualitas Air (IKA-NSF). Untuk mengetahui pengaruh aktivitas sekitarnya, dilakukan survey identifikasi kegiatan dan data sekunder. Hasil memperlihatkan bahwa parameter yang melebihi baku mutu di Waduk Kebon Melati adalah BOD, COD, deterjen, minyak dan lemak, dan E. coli.Konsentrasi BOD di Waduk Kebon Melati berkisar antara 5,64-83,39 mg/l sedangkan baku mutu 6 mg/l, COD antara 28,35 mg/l-283,5 mg/l sedangkan baku mutu 50 mg/l, deterjen antara 0,07 mg/l sampai 0,67mg/l, minyak dan lemak antara 0,16 sampai 9,54 mg/l sedangkan baku mutu 1 mg/l dan E.coli antara 2200 MPN/100 ml sampai 5100 MPN/100 ml sedangkan baku mutu 2000 MPN/100 ml. Indeks Kualitas Air (IKA) Waduk Kebon Melati sebesar 41,27 yang berarti kondisi waduk termasuk dalam kondisi buruk(tercemar). Kegiatan di sekitar Waduk Kebon Melati memberikan kontribusi yang cukup besar padapencemaran yang terjadi. Sedangkan masukan dari Kali Cideng membawa pencemar dari tempat-tempat yang dilewatinya. Sumber pencemar umumnya adalah non point source yang berasal dari permukiman, rumah makan, pusat perbelanjaan, perkantoran, usaha madiri (warung makan, laundry, salon danbengkel). Karakteristik air limbah yang dihasilkan berupa limbah organik, anorganik dan B3.
PENILAIAN KUALITAS AIR DI SUNGAI CISADANE DILIHAT DARI PARAMETER BOD DAN DO Isti Rahmandani; Diana Irvindiaty Hendrawan; Widyo Astono
Jurnal Lingkungan dan Kota VOLUME 1, NUMBER 2, NOVEMBER 2021
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (434.413 KB) | DOI: 10.25105/bhuwana.v1i2.12533

Abstract

The water quality of the Cisadane River is decreasing downstream with higher levels of pollution. River water quality can be known by measuring several parameters such as BOD and DO parameters. The research time starts from February - June 2021 with a total of 6 sampling points and the purpose of this study is to identify sources of pollutants that have the potential to contaminate the Cisadane River in the middle to downstream segments, analyze water quality. The middle to downstream segment of the Cisadane River is 34 km long and the method used to identify pollutant sources is carried out by conducting field surveys, water quality analysis is carried out in accordance with SNI and compared with quality standards according to PP. 82 of 2001, as well as water quality analysis with BOD and DO parameters. The results of the identification of potential pollutant sources in the middle to downstream segment of the Cisadane River are dominated by settlements, agriculture, industry, and other domestic activities, namely restaurants and stalls. The results of water quality analysis for BOD parameters ranged from 2 mg/L-5.1 mg/L and DO ranged from 5.14 mg/L-7.85 mg/L. For the BOD parameter from all measurement points there are those that meet the quality standard and none meet the quality standard of class 2 (3 mg/L) and the DO parameter meets the quality standard of class 2 (4 mg/L) because the higher the DO value in the water, the solubility oxygen in the water is good.